Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Di terima


__ADS_3

Suatu saat, Renita sudah mulai menata hati dan berdamai dengan keadaan. Dia sekarang ini mendatangi sebuah kantor yang direkomendasikan oleh lawyer nya! yang katanya sedang membutuhkan seorang staf.


Dan saat ini Renita sedang berada di ruang tunggu karena CEO di sana sedang mengadakan meeting. Sehingga dia dipersilahkan oleh asistennya tersebut untuk menunggu beberapa saat.


Sesekali Renita menggoyangkan kedua kakinya untuk melepas kepenatan dan rasa pegal, biarpun Ia sesekali duduk di sebuah kursi ... karena berasa lama! ya tetap aja merasa suntuk pegal dan penat.


Setelah menunggu sekitar hampir satu jam di tanam di sebuah ruangan alias suruh nunggu, akhirnya Renita dipanggil untuk masuk ke sebuah ruangan CEO yang katanya beliau sudah siap menerima tamu.


"Alhamdulillah ... akhirnya dipanggil juga." Gumamnya Renita seiring dengan ulasan senyuman di wajahnya, sembari berjalan mengikuti seorang wanita yang bertugas sebagai sekertaris sang CEO.


"Silakan masuk, Bu ... pak direktur besar sudah menunggu Anda!" kata si wanita yang mengantar Renita ke sebuah ruangan CEO.


"Terima kasih, Mbak!" ucapnya Renita sama dengan sedikit membungkuk, kemudian kedua menik matanya mengarah pada sebuah kursi yang memunggungi arah pintu.


Dengan perlahan Renita berjalan maju setelah sekertaris, sudah meninggalkan ruangan tersebut.


"Selamat siang! bisa bertemu dengan CEO PT, Gregorian grup?" Suara Renita yang dengan nada rendah menatap ke arah orang yang memunggungi dirinya.


"Selamat siang juga. Apa ada yang bisa saya bantu?" balasnya seorang pria dari Balik kursi yang terlihat hanya kepalanya saja berambut rapi. Sementara dia terus memunggungi dimana Renita berdiri.


Entah sedang sibuk apa dia? sehingga dia belum menyempatkan diri untuk melihat tamunya.


"Em ... Kebetulan, saya di rekomendasikan oleh seseorang yang bernama Sarita, seorang lawyer. Dan dia menyuruh saya untuk datang ke sini, dikarenakan saya membutuhkan pekerjaan!" jelasnya Renita sambil terus berdiri karena memang belum dipersilakan untuk duduk oleh tuan rumah.


"Oh ... iya-iya ... Ibu Sarita, oke pengalaman apa yang kamu kuasai? sehingga berani melamar ke kantor ini?" tanya kembali si pria tersebut.


"Saya pernah menjadi asisten HRD dalam berapa tahun silam. Dan saya rasa itu sudah cukup untuk menjadikan saya mempunyai pengalaman!" Jawabnya Renita dengan jelas.

__ADS_1


"Beberapa tahun silam ... berarti dalam berapa tahun ini anda vakum dari pekerjaan, kenapa? selidiknya kembali pria tersebut dengan sedikit menggoyangkan kursi kebesarannya.


"Sebagai ibu rumah tangga ... tentunya saya lebih mengutamakan keluarga saya, sehingga saya berhenti dari pekerjaan dan mengurus keluarga saya. Dan sekarang saya berniat untuk memulai kembali kemampuan saya di bidang itu!" jelasnya Renita kembali.


"Anda tadi bilang ... sebagai ibu rumah tangga tentunya mengutamakan keluarga. Terus sekarang apa keluarga anda tidak lagi menjadi proritas? sehingga anda ingin bekerja kembali, beraktifitas di luar rumah?" sebuah pertanyaan yang yang membuat Renita terdiam sejenak, mengatupkan bibirnya dengan rapat menatap ke arah kursi kebesaran tersebut yang belum tahu siapa atau rupa orang tersebut.


"Kebetulan putra saya sekarang ini sudah usia 4 tahun lebih, dia sudah masuk sekolah dan sudah mulai bisa saya tinggalkan! itu salah satu alasan kenapa saya ingin kembali bekerja dan juga untuk melanjutkan hidup karena saya tidak ingin bergantung kepada seseorang atau Papa dari anak saya!" jawabnya Renita dengan jelas dan tegas juga masuk akal.


Bibir pria tersebut menyungging ke samping, membentuk sebuah senyuman yang mengembang. "Sosok wanita yang mandiri dan pekerja keras!" kemudian dia berbalik melihat ke arah Renita yang masih juga berdiri.


Alangkah kagetnya Renita, setelah melihat pria tersebut menghadap ke arah dirinya. "Malik?"


Pria itu tertawa tanpa suara dia terkekeh melihat Renita terkaget-kaget. Kalau orang yang sedang bicara dengannya adalah dirinya sendiri, teman lama yang beberapa waktu terakhir ini bertemu kembali.


"Kenapa Reni, kau kaget orang yang kamu ajak bicara itu adalah aku? emangnya kamu nggak mengenali suara aku ha ha ha ..." Malik ketawa lebar namun suaranya tidak begitu menggema bahkan tertahan.


"Jadi ini perusahaan mu? kamu CEO di sini?" selidiknya Renita sembari mengurutkan kening.


"Iya benar! aku bekerja di sini dan aku memimpin perusahaan ini. Aku sudah dihubungi oleh seorang wanita yang sudah memberikan informasi, katanya dia mau merekomendasikan seseorang yang ingin bekerja di tempat ku, namanya Renita seorang wanita beranak satu dan dia sedang proses perceraian apakah itu benar?" sorot mata Malik menatap tajam.


Sebenarnya dia ingin bertanya yang lebih banyak lagi pada Renita kenapa dia harus bercerai.


"Kurang lebih ... emang seperti itu!" jawabnya Renita dengan sedikit menunduk dengan kedua tangan yang bertaut di bawah menggantung.


"Oh iya sorry! lupa, silahkan duduk dari tadi berdiri terus kayak patung Mampang saja, duduk-duduk." Malik menunjuk kursi agar Renita duduk tepat di hadapannya.


Renita melirik ke arah kursi kemudian dia bergerak dan duduk di sana. "Terima kasih?

__ADS_1


"Sekali lagi maaf. Sudah dari tadi dibiarkan berdiri saja!" ucapnya Malik sembari merubah posisinya agar lebih mendekat ke meja.


"Ini data-data saya yang anda butuhkan." Ucap Renita sembari memberikan berkas yang sedari awal pun sudah ia simpan di meja.


Malik pun mengambilnya dan membuka juga melihat data-data dari Renita, detik kemudian ia tutup kembali lalu mengarahkan pandangannya ke arah Renita. "Saya terima kamu bekerja di sini dan ... mulai besok kamu mulai bekerja."


Wajah wanita menunjukkan kalau dia sangat bahagia dengan penerimaan dirinya sebagai staf di perusahaan tersebut. "Em ... emang nggak di testing dulu ya?"


"Aku rasa perbincangan tadi pun sudah cukup sebagai penyelidikan ataupun semacamnya testing. Saya tidak butuh apa-apa lagi, mulai besok aku bisa mulai bekerja." Jelasnya Malik.


Renita berdiri lalu mengulurkan tangannya ke arah Malik dengan senyuman yang mengembang. "Terima kasih ya? terima kasih banyak banget. Terima kasih sudah menerima saya menjadi staf di perusahaan ini?"


"Sama-sama dan besok selamat bekerja! semoga betah di sini dan menjadi staf yang terbaik." Malik menganggukkan kepalanya Seraya menyambut uluran tangan dari Renita.


"Insya Allah dan aku akan berusaha menjadi staf yang terbaik, bekerja dengan baik dan betah di sini. Sekali lagi terima kasih ya?" lagi-lagi Renita mengucapkan banyak terima kasih kepada Malik yang sudah menerimanya menjadi staf di perusahaan yang Malik pimpin.


"By the way, kamu ingin gaji berapa perbulan?" di kantor ini tanya Malik kepada Renita.


"Yang jelas standar rata-rata Pak lagi pula ... perusahaan pasti melihat kinerja pada stafnya terlebih dahulu, tentunya jika kerja saya baik, bagus. Mungkin perusahaan akan lebih menghargai saya," jawabnya Renita dengan sangat percaya diri.


"Oke, kalau begitu saya akan lihat aja kamu layak atau tidak mendapat gaji besar di sini!" Malik mengangguk-anggukan kepalanya.


Kemudian Renita pun berpamitan pulang. Besok pagi dia baru akan kembali untuk memulai aktivitasnya di kantor tersebut.


"Oke, besok pagi-pagi kamu datang dan akan ditunjukkan ruang untuk bekerjanya! sekali lagi semoga betah." Malik kembali mengangguk lalu menatap datar ke arah Renita.


Wanita cantik berkerudung itu mengulas senyuman, membawa langkahnya keluar dari ruangan Malik beserta perasaan yang bahagia karena dia sudah mendapatkan pekerjaan yang akan mampu menghidupinya bersama Rendy ....

__ADS_1


Teriak kasih atas like dan komen juga lainnya.


__ADS_2