Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Resepsi


__ADS_3

Di suatu hari. Renita membawa Rendy ke kantor setelah dia menjemputnya dari sekolah. Tentunya Rendy bertemu dengan sang ayah yang langsung memeluk dirinya dengan sangat erat.


"Rendy, Papa kangen sama Rendy. Rendy sudah semakin besar. Papa kangen banget Nak," ucapnya Azam sembari memeluk sang buah hati.


"Papa bekerja di sini ya? kata Papa Malik sama Bunda, Papa bekerja di sini," anak itu menatap lekat pada sang ayah.


Azam mengangguk seraya berkata. "Iya benar, sudah dua minggu ini papa kerja di sini. Kali main ke tempatnya Rendy tapi papa malu---"


"Kenapa mesti malu Pah? kata Papa Malik juga ... Papa sering diajak ke rumah biar menemui Rendy dan bermain di sana!" potong anak itu.


"Papa janji lain kali papa akan bermain ke sana tapi tidak sekarang. Nanti saja kalau Papa sudah gajian Papa mau main ke tempatnya Rendy atau kita bermain aja di luar." Seru nya Azam kembali.


Kemudian mereka pun melanjutkan langkahnya menuju restoran terdekat untuk makan siang.


"Rendy sama Papa aja ya makannya?" Ajaknya Azam sembari berjalan menuntun tangannya Rendy.


Sebelum menjawab Rendy menoleh pada sang Bunda seakan-akan minta persetujuan pada Bundanya tersebut. Dan Renita mengangguk memberi izin putranya untuk bersama sang ayah.


"Tapi sama Bunda juga ya? nanti kan Papa Malik menyusul!" Pintanya Rendy pada sang Bunda.


"Iya, nanti papa menyusul." Balasnya Renita sambil terus berjalan pada sebuah restoran yang berada di samping kantornya tersebut.


Setibanya di tempat tujuan, mereka pun memilih kursi yang tidak jauh dari pintu dan mereka duduk satu meja saja.


Azam langsung memesan makanannya dan bertanya pada Rendy mau makan apa.


Dan setelah Rendi menyebutkan apa yang dia mau, Azam pun sekarang memesankan nya.


"Ibu mau mesan apa?" tanya sang pelayan pada Renita yang bengong.


"Oh, saya ... nanti aja menunggu dulu suami saya datang.


"Jawabnya Renita sembari menunjukkan senyum ramahnya.


"Baiklah ... permisi, silakan menunggu ya?" Sang pelayan pun segera mengundur diri untuk mengambil pesanan Azam dan Rendy.


Beberapa saat kemudian, Malik pun datang dan langsung menemui Renita yang berada di meja tidak jauh dari pintu. Bersama Azam dan putranya.


"Sorry lama menunggu sayang bosan yang nunggu hujan Malik langsung duduk dan mengajak rambutnya Rendy juga menjadi pada sang istri.

__ADS_1


"Enggak juga belum lama kok ntar duduk ke sini," jawabnya Renita sembari mengulas senyuman pada sang suami.


"Ehem, sudah pesan makanan belum?" tanya kembali Malik pada Renita khususnya.


"Untuk kita berdua belum," sahutnya Renita sambil melihat ke arah pelayanan restoran yang datang membawakan makanan sesuai pesanan Azam dan Rendy.


Dan sekalian Renita pun memesan buat makan siang dirinya dan Malik. "Mbak, saya pesan 2 porsi nasi putih, ayam bakar. Sop iga, sambal lalapan dan ... minumnya jeruk lemon juga air putih. Makasih sebelumnya." Pesannya Renita pada sang pelayan.


Lawan bicaranya Ranita pun mengangguk setelah itu dia pun mengundur diri.


Malik mengalihkan pandangan ke arah Rendy yang sudah mulai menyantap makanannya. "Waduh-waduh. Sudah gak sabar nih menyantap makanannya, lapar ya? kok Papa nggak ditungguin sih?"


"Habis Papa lama sih ... Rendy kan lapar mau duluan aja!" Jawabnya anak itu sembari menyuapkan ayam ke mulutnya.


Malik mengusap pucuk kepalanya sembari berkata. "Iya boleh, makan aja kok."


Sebentar aja hanya tersenyum ke arahnya Malik dan juga Rendy. Iya merasa senang dapat berkumpul dengan putranya, sementara ia belum bisa menemui ke rumahnya dengan alasan malu, belum punya uang.


Setelah pesanan Renita dan Malik datang Mereka pun langsung menyantap dan menikmati makan siangnya bersama-sama.


Sesekali dibarengi dengan obrolan obrolan ringan antara Malik dan Azam, hingga menyinggung atau membahas teman hidup Azam.


"Gimana sekarang istrinya sudah kembali?" selidiknya Malik kepada Azam yang langsung bengong.


"Lho kok pisah. Emang semenjak itu tidak kembali?" Malik semakin menyelidik ingin tahu gimana rumah tangganya Azam dan wanitanya itu.


Azam pun menggelengkan kepalanya seakan berkata tidak.


"Aku kira kalian akan baik-baik saja! tapi tidak apalah masih banyak kok wanita yang lebih baik yang penting kamu juga berusaha untuk perbaiki diri insya Allah akan ketemu seseorang yang terbaik," ucapnya Malik sambil meneguk minumnya hingga kandas.


Azam hanya mengemukakan kepalanya tatkala mendengarkan perkataan dari Malik barusan.


Sedangkan Renita lebih banyak diam dan menikmati makannya sesekali mengobrol dengan putranya.


Setelah selesai makan, Azam mau membayar bekas makan dia dan Rendy namun di cegah oleh Malik, biar dia saja yang membayar semuanya. Apalagi mengingat kalau Azam belum mendapat gaji, kerja di perusahaan nya tersebut.


"Tapi biar aja saya bayar sendiri, nggak usah merepotkan." Kata Azam sambil mengeluarkan uangnya dari dompet.


"Nggak apa-apa simpen aja uangnya biar kali ini saya yang bayar!" Ucapnya Malik dan ia pun mengeluarkan kartu debitnya.

__ADS_1


Kemudian mereka pun berjalan menuju mushola untuk menunaikan terlebih dahulu kewajibannya sebagai Muslim. Dan setelah itu barulah melanjutkan kembali aktivitas yang telah tertunda.


...----------------...


Pelaminan yang luas bernuansa biru dan putih tampak begitu mewah dan cantik, yang terpasang di sebuah gedung bintang lima.


Para undangan pun sudah mulai berdatangan. Dan menghampiri kedua mempelai yang berdiri di pelaminan tersebut tampak cantik dan gagah didampingi seorang Putra yang tampan dan tingkahnya menggemaskan.


Di sudut, samping pelaminan terdapat kue pengantin yang begitu tinggi menjulang dan juga cantik. Dominan dengan warna biru serta di puncaknya ada simbol sepasang pengantin yang sedang berdansa. Membuat semua mata terbuka memandangnya.


Para undangan pun langsung memberikan selamat dan doa agar rumah tangga mereka selalu terjaga, sakinah, mawadah dan warahmah jauh dari segala kerikil tajam yang akan mengganggu dan menjadi duri dalam rumah tangga mereka berdua.


Karena ijab dan kabulnya sudah dilaksanakan ketika di rumah sakit waktu itu. Jadi sekarang hanya tinggal resepsinya doang. Dengan segala acara yang diselenggarakan di resepsi tersebut.


Dari mulai sungkeman. Mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin, acara melempar bunga memotong kue pengantin yang begitu tinggi menjulang. Semua undangan pun turut mencicipinya.


Undangan. Seperti ... Occa47, Jar Waty . Maulana-ya manna. Pingka 77, Emn SC. Putri Bungsu. Nana Batu. Kurniaty yaty. Retno harningsih. Empat suparwati. Baya Azka. Bu Yudi Wahono. Mariammarife. Hanisah Nisa. Diah Darmawati. Yuyun Hasanah. U_lee. Rinabilqis Bilqis. Izal Zikri. Viela. Jumiatun nupus. Vie MOI. Isa sriwidodo. yurn hasans. Ummi Alfa. Sukliang.


Para pembaca novel yang turut diundang dengan nama yang tertera dan juga yang tidak tertuliskan. Tutur berbahagia. Dengan kebahagiaan mereka berdua, apalagi mereka yang tidak lupa sudah mengikut sertakan nama mereka di sana.


Para staf, karyawan. Kolega dan rekan bisnis Malik pun hampir semuanya datang memenuhi gedung tersebut. Serta mengucapkan selamat kepada kedua mempelai tersebut.


Azzam pun nampak hadir di sana bersama keluarganya termasuk Jefri.


Sheila pun tampak menggandeng tangannya Dion dengan wajah yang begitu melukiskan kebahagiaan. Berlanjut sampai saat ini.


"Yank, aku bukan cuman bahagia lho di acara ini, tapi aku juga sangat bahagia karena Sheila sama Dion semakin dekat aja. Semoga mereka berjodoh ya?" bisiknya Renita kepada Malik yang terus mengulas senyuman di bibirnya.


Kemudian menoleh pada sang istri sembari mencium tangannya. "Iya aku juga sangat bahagia semoga mereka segera menyusul kita ya!"


Renita mengangguk pelan serta senyuman yang tidak henti-hentinya terus mengembang ia tunjukkan kepada para tamu yang sedang menikmati hidangan yang tersedia.


Ditemani dengan iringan suara musik dan alunan lagu yang terdengar begitu merdu, dari Sura artis-artis ternama ibu kota.


Di kanan dan kiri mempelai, terdapat orang tuanya masing-masing, yaitu keluarganya Renita dan juga keluarganya Malik.


Namun Sofia tidak terlihat di acara tersebut. Bukannya tidak diundang! tapi rupanya dia tidak datang menghadiri acara resepsinya Malik dan Renita.


Kini Renita dan Malik tengah sesi foto-foto dengan para kamu yang bergantian meminta berfoto bersama ....

__ADS_1


.


Mohon maaf pada para pembaca yang namanya tidak aku cantumkan, karena aku tidak tahu satu persatu nya dan terima kasih juga. Sampai detik ini masih menemani dan menjadi penyemangat untuk author remahan ini terus berkarya. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih banyak Terima kasih banyak 🙏


__ADS_2