Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Silaturahmi


__ADS_3

"Gimana, setelah makan kita lanjut bermain atau mau pulang?" tawarnya Malik kepada Rendy yang tampak bersemangat makannya.


Rendy menoleh pada sang Bunda yang langsung mendapat gelengan kecil. Renita kurang setuju kalau harus main lagi karena pasti akan terlalu malam nanti pulangnya! sementara besok Rendy harus sekolah dan ia bekerja.


"Sebaiknya kita pulang aja lah, biar cepat istirahat! besok kan mau kerja, Rendy sekolah dan aku harus siapkan semuanya sendiri!" tolaknya Renita.


"Em ... baiklah, kalau begitu kita pulang saja kita. Rendy ... main lagi nya lain kali aja ya? pangeran kecilku yang ganteng!" Malik mengajak rambut Rendy yang terlihat gemas sekali.


"Iya, Papa ... Rendy juga capek, ngantuk. Pengen tidur!" anak itu matanya tampak sangat capek.


Setelah membayar bil makan malam barusan. Malik menggendong Rendy yang tampak ngantuk hingga sampai ke mobil dan dia baringkan di jok belakang.


"Rendy bobo di sini ya? kebetulan Papa membawa selimut!" Malik membaringkan Rendy yang matanya sulit untuk di buka akibat ngantuk.


Malik pun mengeluarkan selimut kecil lalu ia pakaikan pada Rendy, dan Renita yang berdiri di dekat mobil dan melihat perlakuan Malik kepada Rendy yang tampak sangat sayang sekali.


Selanjutnya Renita masuk ke dalam mobil nya Malik, duduk di jok depan sebelum Malik membukakan pintu untuknya.


Malik berjalan mengitari mobilnya untuk menjangkau kursi belakang kemudi, yang lalu dengan cepat dia menyalakan mesinnya dan melaju dengan kecepatan sedang.


"Rendy seperti nya capek sekali sehingga dia dengan mudahnya tidur!" ucapnya Malik sambil tampak serius menyetir.


"Tentu saja dia capek! tadi siang dia tidak sempat tidur, dia anteng bermain! biar sendiri tapi dia tampak happy," balasnya Renita sembari melihat ke belakang.


Renita menyandarkan punggungnya ke jok belakang melihat ke arah luar jendela, menikmati suasana malam yang lumayan dingin apalagi terkena angin dari hembusan yang bertolak belakang dengan laju mobil.


Malik bergegas pulang setelah mengantarkan Renita dan Rendy sampai ke rumahnya dengan selamat.


"Ya udah. Sayang aku pulang dulu ya sampai ketemu besok aku jemput lagi, karena motornya kan masih di kantor!" ucapnya Malik tanggal berdiri di teras berhadapan dengan Renita.


"Iya hati-hati ya, makasih juga sudah mengajak kami jalan-jalan!" balasnya Renita dengan senyuman yang terbit dari bibirnya.


"Iya sayang, sama-sama oke! aku pulang dulu, Assalamu'alaikum!" Malik memutar tubuhnya mendekati mobil nya kembali.


"Wa'alaikum salam ... hati-hati. Jangan ngebut dah melambaikan tangannya ke arah Malik.


Setelah mobil Malik tidak ada, Renita masuk dan mengunci pintu.

__ADS_1


Malik pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi agar segera sampai di rumah, tubuhnya terasa capek banget mana belum mandi seharian.


Brugh ...


Suara pintu mobil yang Malik tutup, klik! di kunci dengan remote nya! lalu dia berjalan menuju teras melintasi pintu utama rumahnya.


"Ibu sudah tidur Bi?" tanya Malik kepada asisten yang membukakan pintu.


"Iya Den ... Ibu sudah tidur!" bibi mengangguk dan membenarkan kalau ibunya Malik sudah tidur.


"Dari mana, kau baru pulang? sekarang kalau sudah punya yang baru jadi jarang ada di rumah ya?" suara Shopia secara tiba-tiba datang dari arah belakang Malik.


Malik menolehkan kepalanya ke arah belakang! melihat ke arah sumber suara di mana Shopia berdiri dan menyilangkan tangan di dada, dengan menajamkan tatapannya kepada Malik.


"Apa maksudnya bicara seperti itu? maksudnya apa dan sebutan yang baru? Emangnya aku punya yang lama?" tanya Malik sembari mengerutkan keningnya.


"Masa kamu tidak mengerti, apa yang aku maksudkan? kalau dulu kamu lebih banyak di rumah bersama kami, tapi sekarang kamu jarang ada di rumah." Tambahnya Shopia.


"Emangnya apa urusan mu? aku pergi dengan calon istriku, calon keluarga ku dan itu bukan orang baru dalam kehidupan ku! tahu nggak Shop? nada bicara mu itu terdengar sinis, kamu ada masalah apa dengan ku?" kini Malik menatap tajam ke arah Sophia dan nada bicaranya terdengar sinis, seolah tidak suka dengan apa yang Malik lakukan.


"Selama ini aku sudah mementingkan dirimu sebagai sepupu ku, keluarga ku dan sekarang biarkan aku bahagia menjalani hidup ku sendiri, bukannya selama ini aku merasa tidak bahagia ataupun terbebani dengan apapun itu, tapi tidak pernah kamu bersikap sinis atau bicara seperti itu, apa yang kamu ucapkan tidak seperti orang yang bercanda!" ujar Malik sembari membalikkan tubuhnya dan berjalan menapakkan kedua kakinya yang tergesa-gesa menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Shopia hanya menatap punggungnya Malik, beserta perasaan yang agak kesal karena bagaimanapun sekarang dia dan putranya tidak menjadi prioritas lagi bagi Malik.


Malik menyimpan tasnya di atas meja, kemudian berjalan mendekati kamar mandi. Dia ingin lebih dulu membersihkan dirinya sebelum melakukan yang lain.


Kini Malik berdiri di bawah kucuran air shower dan menatap pada dinding yang berwarna putih, di dalam pikirannya berputar dan teringat ucapan dari Shopia barusan dan Malik tersinggung dengan ucapannya! seolah-olah Shopia sesuatu yang penting untuknya.


Padahal dia hanya sepupu dan cukup Malik selama ini memprioritaskan Sofia dan putranya, tapi bukan berarti sekarang dia tidak peduli sama mereka? tidak sama sekali. Malik tetap peduli sama mereka yang juga keluarganya.


Disertai dengan helaan nafas dalam-dalam, Malik menikmati hangatnya air yang mengucur di tubuhnya.


Dan sekitar 15 menit kemudian menghabiskan waktu di kamar mandi, Malik sudah berada di luar kamar mandi dengan kimono handuk yang berwarna putih membalut di tubuhnya.


...----------------...


Sudah 3 hari ini Rendy ikut ke kantor setelah pulang sekolah dan selama itu juga setiap pulang, Malik yang menjemput nya ke sekolahan.

__ADS_1


Dan sore ini Malik mengajak Renita dan Rendy ke rumahnya lagi pula ibunya Malik yang menyuruh agar mereka berdua main ke sana.


"Mama itu menunggu orang tuamu main ke sini bersilaturahmi, kok belum ada juga ya!" ucapnya Ibu Malik dengan lirih kepada Renita.


"Iya Mah. Mungkin lain kali, karena mereka belum ada datang lagi!" sahutnya Renita sembari membukakan bungkus makanan untuk Rendy.


"Bun, Genta nya mana? kok nggak kelihatan!" Rendy mendongak pada sang Bunda menanyakan Genta putranya tante Sophia.


"Em ... Genta, mungkin bobo." jawabnya sang Bunda sembari melirik ke arah ruangan lain.


"Genta sama mamanya, masih di dalam! Rendy mau bermain sama Genta?" kata ibunya Malik sambil menatap ke arah Rendy.


Rendy pun mengangguk. "Iya, Oma ... Rendy ingin bermain sama Genta!"


"Nanti ya ... dibawa ke sini Genta nya untuk bermain sama Rendy, dijagain ya?" tambahnya Oma kepada Rendy.


"Beberapa kali Mama bertanya sama Malik, kapan keluarganya calon mantu Mama akan main ke sini? kita akan makan-makan bersama." Ibunya Malik mengarahkan kembali pandangannya pada Renita.


"Insya Allah lah ... minggu depan Reni ajak mereka ke sini." Seru Renita menjanjikan kalau dia akan mengajak keluarganya untuk datang bersilaturahmi.


Tampak dari dalam, bibi berjalan mendekati gazebo membawa sebuah nampan yang selanjutnya dia simpan di tengah-tengah gazebo tersebut.


"Terima kasih ya, Bi ..." ucapnya dengan lirih Ranita kepada bibi.


"Sama-sama Non," bibi mengangguk lalu mundur, berjalan kembali ke tempatnya semula.


"Mau yang mana? ada kue sama buah, Rendy suka lengkeng kan? Oma tahu kalau Rendy juga suka buah pir. Nah ada!" ibunya Malik menyodorkan buah pada Rendy.


"Iya. Oma Rendy suka sama buah lengkeng!" tanpa pikir panjang Rendy pun menikmati buah lengkeng dan pir yang Bundanya kupas kan.


Dari pintu, terlihat Malik mendatangi mereka dengan menggendong Genta yang gerak-gerakkan tangannya bertepuk sembari berceloteh.


Di belakang Malik berjalan Shopia dengan wajah yang ditekuk, dingin dan kurang bersahabat ....


...🌼---🌼...


Hi ... reader ku yang tercinta, Apa kabar hari ini? semoga kabar baik ya mudah, rezeki. Panjang umur, sehat dilancarkan setiap urusannya.

__ADS_1


__ADS_2