Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Penggerebekan


__ADS_3

"Sudah malam, pulang lah!" gumamnya Renita kepada Malik yang masih betah duduk di sampingnya.


Sementara yang lain, sang Ibu. Ayah dan juga Sheila sudah pada tepar di tempatnya masing-masing.


"Sayang juga segera istirahat ya!kalau gitu aku pulang dulu, besok pagi aku kembali dengan segala persiapan untuk pernikahan kita!" Malik beranjak dari duduknya biarpun agak berat untuk meninggalkan Renita.


"Aku rasa ... sebaiknya dipikirkan lagi, karena aku tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari. Mengingat kondisi aku yang seperti ini," sambungnya Renita sembari menunduk dalam.


"Sayang, kenapa sih ngomong gitu lagi? kenapa kamu masih meragukan dengan perasaan ku dan juga niatku? apakah tidak cukup bertahun-tahun aku menunggu waktu yang tepat untuk kita bersama!" ucap Malik seraya menatap lekat ke arah Renita yang menunduk dalam.


"Sesungguhnya ... aku tidak ragu dan aku percaya dengan dirimu! tapi yang aku ragukan adalah pihak lain yang mungkin saja tidak suka dengan kebersamaan kita." ungkapnya Renita sembari meremas kedua telapak tangannya bergantian.


"Maksud kamu ... pihak lain gimana, keluarga?" Malik mengerutkan keningnya.


"Iya, mungkin saja. Tapi ... ya sudahlah!" Renita menggeleng.


Setelah itu Malik pun beranjak membalikan tubuhnya yang kemudian berjalan mendekati pintu.


Renita menatapi langkahnya Malik yang kembali menoleh sambil tersenyum.


"Aku lupa, he he he ... Assalamu'alaikum, sayang ..." Malik berdiri di dekat pintu dengan tangan memegangi handle.


"Wa'alaikum salam ..." balasnya Renita sambil mesem.


Setelah Malik tak ada lagi di tempat tersebut. Renita pun berbaring ke arah sang buah hati lalu mengusapnya dengan lembut kepalanya dengan penuh kasih sayang.


...----------------...


Malam semakin larut, waktu pun sudah menunjukkan pukul 01.30, sementara Sharon belum juga kelihatan batang hidungnya! Azam tampak gusar dan mondar-mandir jalan ke sana kemari. Sesekali melihat ke arah jam yang terus saja berputar.


"Kemana dia pergi? jam segini belum balik-balik, semakin lama semakin menjadi tuh orang! istri macam apaan jam segini belum pulang? nggak jelas juga ngelakuin apa!" Azam menatap ke arah pintu utama.


Kemudian Azam bertanya kepada mbak yang kebetulan dia ingin mengambil air hangat untuk menyeduh susu nya denis.


"Mbak. Emangnya nyonya kapan berangkatnya! dari kapan?" selidik Azam dengan nada agak garang.


Mbak terdiam dengan sedikit agak ketakutan.


"Ngomong aja yang jujur!" pinta Azam dengan jelas.

__ADS_1


"Nyonya ... pergi dari ... pukul 09.00 pagi, Tu-Tuan!" mbak terlihat ragu-ragu.


"Berangkat jam 09.00 pagi, jam segini belum pulang juga?" gumamnya Azam sembari mengerutkan keningnya.


Azam bolak-balik menelpon nomor handphone nya Sharon namu percuma saja gak aktif.


Tapi lama-lama nomornya ada aktif dan Azam langsung mengecek gps nya, mencari tau posisi dia berada, setelah ketahuan posisinya di mana! Azam langsung saja keluar dari rumah dan mendatangi mobilnya.


Detik kemudian mobil Azam sudah melesat di jalan raya untuk mendatangi keberadaannya Sharon. Sang istri yang sampai jam segini belum pulang juga.


"Dia benar-benar mempermainkan ku!" gumamnya Azam dengan nada kesal dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan yang semakin tinggi.


"Kurang ajar sekali dia! ngapain dia berada di hotel?" ucap Azam setelah menyadari kalau GPS yang tersambung dengan Sharon menunjukkan kalau wanita itu berada di sebuah hotel.


"Awas ya! kalau aku dapati kamu macam-macam, ku Bu*uh kau. Kebiasaan kayak gitu terus. Kurang apa sih dijadikan wanita terhormat seorang Istri! diperhatikan dan dinafkahi ... masih aja keluyuran!" Azam terus terus bermonolog sendiri.


Hingga akhirnya dia menepikan mobilnya di area parkiran sebuah hotel, dimana Sharon diperkirakan berada di sana.


Brugh ....


Azam membanting pintu mobil kemudian dia bergegas setengah berlari, mencari keberadaan istrinya, Sharon.


Azam dan beberapa pihak hotel berdiri di depan pintu salah satu kamar yang diyakini ada penghuni nya dalam kamar tersebut.


Salah satu pegawai hotel, membuka kunci serep pintu kamar itu. Dan perlahan handle pintu di buka serta didorongnya ke depan.


Setelah pintu terbuka, tentunya Azam yang ingin lebih dulu memasuki kamar tersebut, juga untuk memastikan apa benar di dalam kamar ada istrinya dengan siapa dan sedang apa?


Betapa tercengangnya Azam, ketika melihat sepasang manusia berada di atas tempat tidur! yang sedang melakukan pergumulan tanpa selimut yang menutupi keduanya.


Keduanya menggelinjang bangun dan dengan cepat menarik selimut untuk menutupi apa yang terekspos begitu saja, Sharon dan pasangannya sangat terkaget-kaget dengan penggerebekan di kamar itu.


Apalagi ada Azam berdiri dengan tangan mengepal, wajah merah tampak marah.


"Mas, kenapa a-ada di sini?" gumamnya Sharon terbata-bata.


"Kamu yang sedang apa di sini? kamu itu istri aku, lagi ngapain ngamar bersama laki-laki lain ha?" bentak Azam dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang bersama Sharon tersebut.


"A-aku, M-Mas! Ma-Maaf." Sharon gelagapan.

__ADS_1


Tentunya membuat Azam semakin berapi-rapi dan membara merangsang kemarahan yang sedari tadi di rumah, di tambah lagi dengan pemandangan yang teramat mencolok mata, membakar hati.


Jebeeeetttt ....


Jebeeeettttt ....


Dengan sangat cepat Azam menghajar pria yang bersama Sharon. Bahkan Sharon pun tidak luput jadi sasarannya.


Azam juga menampar hingga dua kali pipi Sharon hingga tersungkur di atas tempat tidur


"Auwh ... aku minta maaf, Mas. aku nggak sengaja Mas, aku khilaf. Nggak sengaja!" gumamnya Sharon sembari tersungkur di atas tempat tidur. Darah segar pun tampak keluar dari sudut bibirnya.


"Kurang ajar kamu ya?berani-beraninya ngamar hotel sama pria lain? kamu anggap saya ini apa? saya ini suamimu!" bentak Azam.


"Aku minta maaf, Mas!" sambungnya Sharon kembali kali ini dia menangis.


Orang-orang hotel hanya berdiri memandangi saja ke arah Azam yang membabi buta menyerang pria yang telah menggumuli istrinya, menjadi penonton bahkan mengarahkan kameranya yang tidak kira-kira dibikin siaran langsung di salah satu medsos akun mereka.


Dari hidung dan juga dari sudut bibir pria itu, keluar darah yang mengalir begitu segar. Dia menatap tajam penuh emosi pada Azam yang tiba-tiba datang dan menghajarnya.


Dan ketika Azam sedikit lengah, pria itu melirik ke arah samping, dimana ada lampu hias di meja. Lalu kemudian mengambil lampu tersebut yang langsung diarahkan dan dipukulkan ke kepalanya Azam tepat pada bagian belakang.


Brak ....


"Auaww ..." pekiknya Azam sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit, puyeng dan pening lututnya pun menempel ke lantai. pandangan pun kabur, bin berkunang-kunang.


Kemudian Azam mencoba untuk berdiri tegak dan berbalik pada pria itu, namun orang itu langsung menyuguhkan gagang lampu ke bagian perut Azam. Sedangkan gagang itu runcing karena rumah lampunya pecah ketika tadi menghantam kepalanya Azam.


"Kau, bangsat!" gumamnya Azam lalu tumbang ke lantai.


Suasana berubah menjadi sangat histeris apalagi Sharon menjerit-jerit, orang-orang semakin bertambah berdatangan seiring suara Sharon yang berteriak minta tolong, termasuk scurity yang berdatangan ke kamar itu.


Dalam sekejap, berita itu sudah menyebar di media sosial, bahwa penggerebekan di sebuah hotel yang melibatkan pasangan suami istri.


Di sebuah kamar hotel, telah terjadi penggerebekan di mana seorang suami menggerebek istrinya yang sedang bermain serong dengan pria hidung belang. Hingga mengakibatkan suami dan selingkuhannya tersebut tumbang bersimbah darah di lantai.


Begitu yang ramai dalam pemberitaan, yang dalam hitungan detik pun menyebar begitu luas dan ramai menjadi perbincangan ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Terima kasih banyak pada reader ku yang masih setia dan jangan lupa tinggalkan jejaknya makasih.


__ADS_2