Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Bukan yang dulu


__ADS_3

Anto memegangi kedua bahu istrinya yang masih duduk di depan meja rias. "Saya minta kembalikan uang saya! karena itu tabungan pribadi saya!''


Yusna tersentak kaget. Menatap pada suaminya yang memegang kedua bahunya sehingga sedikit bergoyang dan cengkeraman begitu kuat, suatu perbuatan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.


Namun Yusna bukannya takut! dia malah semakin geram dan menunjukkan kemarahannya. Kedua tangan Anto ia singkirkan dengan kasar. "Iya, itu memang tabungan pribadimu tapi bukan berarti kamu bisa hura-hura sama perempuan ja-la-ng, dengar ya gun-dal mu itu hanya ingin harta kamu saja, kalau saja kamu nggak punya apa-apa mana mungkin dia mau!"


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Yusna, sehingga dengan refleks wajah Yusna menunduk ke sebelah kiri dan menutupnya dengan kedua telapak tangan yang terasa sangat panas dan nyeri.


Ini benar-benar di luar dugaan. Siapa sangka Anto yang sosok lembut, penyayang sama istri dan anak-anak ini berubah 190 derajat dia tega melakukan KDRT pada istri yang sudah belasan tahun menemaninya dan memberikannya putra dan putri.


Anto merasa sedikit menyesal setelah menambah istrinya tersebut dan merasa kalau dia sudah keterlaluan lepas kendali. Sehingga melepaskan tamparannya di pipi sang istri.


Yusna mendongak terlihat buliran bening lolos dari kedua sudut matanya. Menatap tajam bahkan setengah melotot ke arah wajah Anto yang tampak merah padam.


"Ini bukan, Mas Anto yang dulu, tapi ini Mas Anto yang sudah dirasuki wanita ja-la-ng yang sukanya merebut suami orang! kamu boleh mengelak Mas, tapi aku tahu semuanya. Kalau berapa bulan ini kamu berselingkuh dariku, lihat saja Mas! kamu itu tidak akan mendapatkan apapun dan ketahuilah jika kamu tidak punya apa-apa wanita itu nggak akan pernah mau sama kamu!" Pekiknya Yusna sembari sedikit menggertak.


Sebenarnya Anto sadar Dengan apa yang telah dia lakukan dan dia juga menyadari kemungkinan saham yang dipegang akan beralih nama, tapi dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mengelak apalagi sang istri belum menunjukkan bukti apa-apa.


"Kamu tidak perlu memfitnah aku karena aku tidak pernah melakukannya. Aku sering keluar karena itu urusan kerja bukan urusan perempuan dan jika terkadang bersama perempuan itu uruskan kerjaan asli bukan urusan yang macam-macam, aku kerja banting tulang untuk kamu untuk keluarga kita!" akunya Anto yang berusaha mengelak bahwa tuduhan istrinya itu adalah tidak benar.

__ADS_1


Yusna yang sudah berdiri yang sedikit berjalan. "Silakan kamu mengelak, Mas! mau menuduh aku memfitnah dan kamu tidak mau mengakuinya terserah. Yang jelas itu kenyataannya dan aku siap mengumpulkan bukti bahwa kamu sudah berselingkuh dengan seorang wanita di belakang ku!" Suara Yusna sedikit menurun nadanya.


Sebab percuma teriak-teriak juga hanya akan menghabiskan energinya saja sudah pipi sakit, tenggorokan pun akan sakit jika banyak berteriak.


Anto kembali mendekat dan mencengkeram dagunya Yusna. "Jadi selama ini kamu memata-matai aku? sehingga kamu bisa menuduh saya selingkuh gitu. Dan kamu sama sekali tidak percaya sama suami mu ini?" lantas menghempaskan lagu Yusna yang berusaha melepaskan diri.


"Itu benar, aku percaya sama kamu! tapi dulu bukan berapa bulan ini, bukan berapa bulan terakhir ini tahu nggak?" Suara Yusna kembali menghentak. "Kalau memang kamu tidak berselingkuh dariku kemana uang yang sebagian besar hilang dari rekening mu bahkan nominalnya tidak bertambah--"


"Itu hanya perasaan mu saja, karena aku tidak kebagian menabung, ternyata habis aku berikan nafkah sama kamu dan buat anak-anak--"


"Bohong ... aku tidak percaya ... pada kenyataannya banyak laporan bahwa kamu membeli banyak barang mahal dan keperluan wanita serta itu bukan untuk ku dan juga bukan untuk anak-anak! masih mau mengelak, Mas?" keduanya saling menimpali saling bentak membuat suasana kamar tersebut menjadi ramai.


"Itu tidak benar, dan itu milik orang atas nama aku! bukan aku yang membelinya. Kalau kamu tidak percaya silakan tanya sama orangnya--"


Anto mulai panik dia semakin percaya kalau istrinya sudah mencurigai dirinya dan mungkin sudah mencari informasi. "I-itu ... Itu ku beli untuk ibu dan adik-adik ku, uangnya dari mereka sebagian dan aku hanya menambahkan sebagiannya saja, aku lupa bilang sama kamu karena kamu nggak mungkin mengijinkan aku untuk membelikan mereka barang-barang mahal."


"Oh ya? kamu membelikannya untuk ibumu dan juga adik-adik mu, dengan uang mu sebagian dari uang mereka dan kamu tidak bilang sama aku karena takut aku tidak mengijinkan? Hebat ... sebedas-pedasnya mulut aku ni! tapi aku tidak pernah pelit dengan uang apalagi sama keluarga mu, mulutku memang pedas. Omongan ku suka nyelekit! tapi tidak dengan soal materi kepada keluarga terutama sama keluarga kamu, Mas." Ungkap Yusna dengan tatapan yang sangat tajam seolah ingin menusuk jantung miliknya Anto.


Yang dikatakan Yusna memang benar, mulutnya emang pedas sering nyelekit. Akan tetapi dalam hal memberi dia memang baik apalagi sama keluarga Anto sebagai mertua dan adiknya! dan sekarang Anto bilang seperti itu justru bikin membuat Yusna bertambah kecewa, Yusna kecewa karena seolah-olah dia pelit.


Tapi perkataan Anto barusan tidak lah penting, Yusna percaya itu tidak benar! barang-barang yang dibeli oleh Anto bukan untuk keluarganya melainkan untuk wanita simpanan nya.

__ADS_1


"Dengar ya, Mas. Aku sudah mengajukan surat cerai, sebab aku tidak sudi bersama dengan seorang laki-laki yang sudah kotor seperti kamu. Setiap hari tidur sama wanita ja-la-ng, mu-ra-han. Tidak bermartabat dan tidak pernah meraba perasaan wanita lain, aku pengen tahu apa dia masih mau sama kamu? jika kamu sudah miskin dan gak punya apa-apa--"


"Kamu jangan main-main dan berkata sembarangan ya? tidak ada namanya kita berpisah, apalagi bercerai. Tidak akan pernah terjadi, sekalipun kau memohon-mohon dan minta cerai dariku! tidak akan pernah," hardiknya Anto sembari kembali memegang kedua bahunya Yusna.


Dan pipi Yusna sebelah kanan terlihat merah bekas tamparannya tadi, begitu pun di bagian dagu kanan dan kiri akibat cengkraman tangannya Anto.


"Oo ... Begitu? Aku tahu kamu tidak mau menceraikan ku karena kamu takut miskin! karena setelah bercerai, bukan hanya aku! anak-anak tapi kamu juga akan kehilangan wanita simpanan mu itu," jelasnya Yusna.


"Aku tidak peduli dengan omongan mu itu, yang jelas aku tidak akan pernah menceraikan mu dan juga nggak akan pernah berpisah dari anak-anak!" Anto mulai sedikit menurunkan nada bicaranya.


"Aku pun tidak peduli kamu mau atau tidak menceraikan aku. Tapi tetap gugatan cerai itu akan aku layangkan. Sampai mati pun aku tidak sudi bersama dengan mu lagi menjijikkan!" Pekiknya Yusna sambil berusaha mendorong dadanya Anto agar keluar dari kamarnya.


Namun tenaga Anto lebih besar dibandingkan dengan tenaga nya Yusna. Sehingga laki-laki itu tidak begitu mudahnya keluar dari kamar! atas dorongan tangan Yusna.


"Oke, kalau kamu tidak mau keluar dari kamar ku ini. Baiklah, aku yang akan keluar! mulai malam ini kita pisah ranjang dan kita akan bertemu di pengadilan!" Jelas Yusna sembari mendekati pintu kamar dan dia langsung keluar dari kamar tersebut.


Dan setelah melintasi pintu kamar, berbalik dan mengangkat telunjuknya untuk menunjuk ke arah Anto. "Dengar, Mas aku tahu siapa wanita yang selama ini menjadi simpanan mu itu, dia adalah--"


Ucapan Yusna tergantung dengan suara putra dan putrinya yang menghampiri dan menatap cemas ....


.

__ADS_1


Aku sedih banget nih ... pembaca Alhamdulillah masih banyak! tapi yang komen, lake kok semakin sepi ya? apa tulisan ku ini semakin membosankan?


__ADS_2