
Kilas balik.
Yusna menatap marah pada sosok Shopia yang sudah menjadi simpanan suaminya berbulan-bulan. Dengan tega mengkhianati nya.
Sementara Shopia merasa was-was saat berhadapan dengan Yusna yang tiada lain adalah sepupunya sendiri dan istri dari Anto yang menjadi laki-laki selingkuhannya.
"Maaf beribu-ribu maaf jika selama ini aku dekat dengan suamimu, tapi kami berdua sama-sama saling mencintai dan aku rela kok dimadu!" ucap Shopia dengan ringannya.
Mendengar itu Yusna semakin membelalakkan kedua manik matannya dengan sangat sempurna ke arah Shopia.
"Oh ya? kalian berdua saling mencintai ya? terus kamu rela menjadi madu saya? padahal kamu tahu kalau kamu itu sepupu saya, dulu saya tidak percaya kalau kamu berani menggoda adik saya, Malik. Tapi ternyata jangankan Malik suami saya pun kamu goda! dasar wanita ga-ta-l." Yusna dengan tatapan ke arah Shopia dengan tajam.
Shopia mengulas senyumnya yang tipis dan berusaha menampakan diri dengan tenang. "Begitulah, kami melakukannya karena sama-sama saling mencintai dan saling membutuhkan--"
Plak!
Plak!
2 tamparan terlepas dari tangannya Yusna. Jangankan kedua pipi Shopia! tangan Yusna pun terasa panas setelah menampar pipi wanita yang lancang tersebut.
Seketika kepala Sofia bergerak menunduk dan tangannya pun langsung menangkup kedua pipinya yang terasa sakit, panas perih dan nyeri. Bahkan dari ujung bibir nya pun keluar da-ra-h segar.
__ADS_1
"Mbak!" tapi Shopia tidak sama sekali berniat membalas tamparannya Yusna.
"Dengar ya wanita ja-la-ng, rasa sakit yang kau rasakan saat ini tidak seberapa dengan rasa sakit hatiku selama ini, beberapa bulan-bulan kamu jalan dengan suamiku bahkan memberikan semua yang dia mau! untuk mendapatkan kepuasan mu sendiri, Oke. Saya tidak menyalahkan kamu sepenuhnya! karena laki-laki itu pun juga bersalah, tapi tidakkah kamu berpikir ha! apa nggak ada laki-laki lain selain Mas Anto? apa tidak ada laki-laki lain yang masih lajang dan gak punya istri?" Teriak Yusna membuat perhatian semua orang yang berada di mall itu setuju kepada mereka berdua.
Yusna mengedarkan pandangan ke arah pengunjung Mall tersebut. "Hei orang-orang yang di sini terutama para ibu-ibu! hati-hati dengan wanita yang macam dia, sukanya sama laki-laki mapan yang sudah beristri. Dan dia mengincar harta si korban. Maka berhati-hatilah dengan sampai wanita macam ini menggoda suami kalian! Ikat suami kalian! Dan untuk para suami jangan mudah tergoda dengan wanita baru, di saat kalian mapan ... wanita mana pun mau sama kalian, tapi di saat kalian terpuruk nggak punya apa-apa nggak mungkin selingkuhan kalian menerima kalian apa adanya, bullshit kalau dia mau."
Sudah sakit di kedua pipi malu juga iya. Rasanya Shopia sudah tidak punya muka lagi untuk mengangkat wajahnya diantara orang-orang yang berada di sana.
"Aku sangat mencintaimu dan aku mau dimadu, menjadi istri kedua pun aku rela, prettttt ... lihat saja kalau kalian! para suami nggak punya duit, pelakor mu itu nggak akan mau sama kalian, mereka itu cuman mencari senangnya doang. Mana ada yang mau susah?" ucapnya kembali sambil melihat ke arah pengunjung dan Shopia bergantian.
Semua orang yang berada di sana saling berbisik, setelah mendengar ucapan dari Yusna barusan. Bagi wanita yang berada di sana bersama suaminya! tampak mengerlingkan mata pada pasangannya tersebut sambil komat-kamit entah apa yang mereka ucapkan.
"Heh, kenapa diam saja ngomong dong sariawan ya? apa ke-ma-luan mu selalu gatal bila tidak di sentuh suami orang ha?saya tahu kamu itu mencari laki-laki yang mapan, kamu bilang tadi apa? mau jadi madu saya! jadi istri suami saya? gimana kalau suami saya nggak punya apa-apa lagi, nggak punya harta. Nggak bisa buat kamu bahagia dengan materi! gak bisa beli ini itu, masih mau? nggak, kan ... Hebat kalau kamu masih mau di saat suamimu bangkrut. Silakan kalian menikah saya nggak akan larang kok dan saya juga nggak bakalan memohon-mohon untuk kalian berpisah!"
Yusna terus menatap ke arah Sophia dengan sangat menyelisik. "Silakan aja kalian menikah dan kamu nggak perlu menjadi madu saya bahkan akan menjadi ratu dan satu-satunya, karena saya akan menceraikan suami saya secepatnya. Bahkan saya akan pastikan kalau suami saya tidak tidak akan mendapatkan apa-apa setelah keluar dari rumah saya. Dan saya yakin kalau kamu pun pasti akan meninggalkan Anto! karena laki-laki itu tak akan berarti apa-apa kalau sudah tidak punya harta!"
Yusna berbalik dan hendak berjalan meninggalkannya tempat tersebut.
Shopia mengangkat wajahnya, melihat ke arah punggung Yusna.
"Kamu tahu, kenapa suami kamu berpaling? Karena dia sudah merasa bosan sama kamu, kamu terlalu monoton! nggak punya banyak gaya. Dan ... sudah tidak kencang lagi!" teriak Shopia dengan niat ingin mempermalukan balik sosok Yusna.
__ADS_1
Wanita itu menoleh dan berbalik, kembali melangkah mendekati ke arah Shopia. Dengan tetapan yang tajam seakan ingin menusuk ke dalam jantung, bibir yang mengatup terkunci rapat. Merasakan sakit dengan ucapan yang shopia barusan.
"Oh ya, dia bilang seperti itu? manis sekali ... Laki-laki bilang seperti itu dan menjelekan istrinya, karena dia sedang tergila-gila sama kamu dan dia juga akan bilang seperti itu tentang dirimu kepada wanita lainnya, setelah bosan. Kamu harus ingat itu!" Yusna mendorong bahunya Shopia dengan telunjuk.
"Kamu harus ingat bahwa kamu sekarang dikatakan lebih baik di usiamu saat ini, berapa tahun ke depan ... kamu pun tak akan jauh bedanya dengan saya. Camkan itu!"
Yusna kembali membawa langkahnya meninggalkan tempat itu, dengan perasaan sedikit terpuaskan sudah mencaci maki. Mempermalukan Sophia dihadapan orang banyak.
"Huu ... Mikir ... semua pasti punya masanya, sekarang di sanjung sekarang disayang nanti ditendang hingga terjatuh di laut dimakan hiu. Apalagi cuma pelakor perebut suami orang, ya nggak ada artinya apa-apa! buang saja atau kadi santapan singa hutan!" Teriak teriakan beberapa wanita yang berada di sana yang ditujukan pada Shopia.
Benar-benar Shopia merasa tidak punya muka lagi, rasanya berat banget ini muka untuk diangkat! beratnya batu 5 kilo mungkin tak seberapa dibandingkan beratnya wajah Shopia. Namun dengan perlahan dan kaki yang bergetar Sophia pun berusaha menyeret langkahnya meninggalkan tempat yang membuat dia benar-benar merasa terhina. Sumpah tak akan berani lagi datang ke tempat itu, takutnya bertemu lagi orang-orang yang saat ini menyaksikan dia dipermalukan habis-habisan oleh Yusna.
Kejadian ini akan selalu Shopia ingat sampai kapanpun, tidak akan pernah dia lupakan. Dan mendoakan bahwa rumah tangganya akan hancur. Wanita itu berjalan sembari terus mengusap wajahnya, masih terasa panas ... sakit dan nyeri, darah yang di ujung bibirnya pun sudah mulai mengering dan dia segera mampir ke salah satu toilet untuk membasuh mukanya.
Yusna setengah berlari menuju mobilnya, dengan perasaan yang hancur dengan semua yang dia dengar dari mulutnya Shopia. Yang mengatakan apa yang pernah dia dengar dari mulutnya Anto.
"Sungguh tega kamu, Mas ... bukan cuman kelakuan mu saja yang jahat, mulut pun itu sangatlah jahat. Predator yang berwajah ma-lai-kat." Gumamnya sambil memasang bell safety.
.
Bersambung.
__ADS_1