Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Pemuda tampan


__ADS_3

"Semoga ... Mbak Yusna segera selesai masalahnya ya," Renita pun membaringkan tubuhnya di samping sang suami yang sudah lebih dulu berbaring.


Malik merubah posisinya miring lalu memeluk sang istri dengan mesra dan penuh kehangatan.


...----------------...


Beberapa tahun kemudian. Azam pun hidup bahagia bersama Rosita dan sudah dikaruniai dua buah hati yang berjenis kelamin perempuan dua-duanya.


Dan Azam tidak lagi tinggal di apartemen tapi di sebuah rumah mewah yang ia beli setelah menikah dengan Rosita.


"Assalamu'alaikum ..." suara seorang pemuda tampan yang membawa tas punggung, langsung masuk ke dalam rumah mewah tersebut.


"Wa'alaikumus salam, met siang. Aden baru pulang kuliah ya?" tanya si mbok asisten rumahnya Azam dan Rosita, menatap intens ke arah lawan bicaranya.


"Bukan, Mbok. Saya baru pulang mancing, apa Mbok nggak melihat saya membawa ikan yang banyak sekali nih, hi hi ..." jawab pemuda tersebut dengan penuh canda.


"Aah ... Aden mah bisa aja." Kata si mbok sambil mengulum senyumnya dan mengibaskan tangan di udara.


"Habis si Mbok nanyanya gitu, ya pulang kuliah lah. Ngapain lagi. Oh ya, Mama Ros mana?" tanya si pemuda tersebut sembari mendudukkan bokongnya di sofa.


"Nyonya, ada di dalam sedang mengasuh kedua putrinya. Kalau Bapak belum pulang kan baru jam segini," sembari menunjuk ke arah dalam rumah.


"Kalau papa sih aku nggak nanya Mbok. Karena aku tahu jam segini Papa masih di kantor. Ya sudah aku masuk dulu." Pemuda itu beranjak seraya duduknya sembari meraih tas punggung yang ia jinjing menuju kamar pribadinya.


Pemuda itu tiada lain adalah Rendy yang kini sudah menjelma menjadi pemuda sangat tampan dan humoris. Dia sedang mengenyam pendidikan di sekolah penerbangan yang tiada lain dia ingin menjadi seorang pilot dan kebetulan dia pun pintar di bagian matematika. Sehingga itu salah satu pendukung dia untuk mencapai cita-citanya.


Seperti yang kita tahu bahwa orang tuanya sangat mendukung keinginan Rendy untuk menjadi seorang pilot. Renita, Malik juga Azam sangat mendukung dengan keinginan putra nya tersebut.


Setelah Azam memiliki rumah mewah, Randy pun mempunyai kamar pribadi yang diperuntukkan jika dia ingin singgah di tempat papa Azam. Memang terbukti Karena setelah Azam pindah ke rumah baru Rendy pun sering ikut dan menginap.


Rendy pun punya tempat tersendiri di hati Rosita sebagai mama sambungnya. Mereka saling menyayangi satu sama lain bak seperti ibu dan anak kandung.


"Ma, Mama?" Rendy mendatangi ruang bermain kedua adiknya yang masih berusia 5 dan 3 tahun dan diasuh sendiri oleh Rosita, tanpa menggunakan baby sitter sekalipun kondisinya di kursi roda paling-paling si mbok yang membantu.


Rosita pun menoleh kearah sumber suara di mana Rendy berdiri di ambang pintu melihat dirinya dan anak-anak. "Yah ... ada apa? baru pulang."

__ADS_1


"Belum, Mah ... nggak lihat ini masih di jalan? ini masih jalan, he he he ..." Balasnya Rendy sambil senyum lebar.


"Dasar anak nakal!" Rosita menggeleng sembari tersenyum.


"Poppy dan Syifa, lagi bermain apa nih?" Rendy duduk bersila berbaur dengan kedua adiknya.


"Sudah makan belum. Makan dulu sana," ucapnua Rosita kepada Rendy.


"Aku sudah makan di kantin, Oh iya! aku mau minta izin eh pamit mau ke rumah Bunda dan nggak balik lagi ke sini." Rendy menatap Rosita.


"Oh iya, hati-hati ya ... di jalan jangan suka ngebut. Lagian kamu bisa datang ke sini kapan saja 'kan? Oh ya sampaikan salam Mama sama bunda ya? lama juga Mama nggak ketemu Bunda." Pesannya Rosita yang merasa lama tidak bertemu dengan Renita.


"Ya gitulah, Bunda, sibuk. Tapi nanti aku sampaikan deh sama bunda," lalu kemudian Rendy pun mengangkat Syifa yang merengek-rengek! sepertinya dia mengantuk dan meminta susu.


"Mama mau ke mana? biar aku yang bikinkan susu buat Syifa," Rendy memberikan Syifa pada mamanya yang kemudian Rendy sendiri berjalan keluar dari ruangan tersebut, menuju dapur untuk membikin kan susu formula buat Syifa.


Bibir Rosita tersenyum melihat punggung anak sambungnya tersebut yang sangat perhatian dan sayang pada keluarga. Tidak lama kemudian Rendy muncul kembali dengan botol susu di tangan yang sudah berisi cairan putih yaitu susu formula buat sang adik bungsunya.


"Ya sudah, Mah. Aku pergi dulu ya?" Mengulurkan tangannya dan mencium tangan Rosita.


"Oke, Mah ... Assalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam ...."


Rendy mengayunkan langkahnya yang lebar meninggalkan tempat disebut dan kembali ke kamar sesaat untuk mengambil tasnya! setelah itu dia berjalan menuju pintu utama.


Motor yang dikendarai Rendy melaju dengan kecepatan sedang melintasi kendaraan-kendaraan lainnya. Yang lumayan ramai.


Setibanya di kediaman sang bunda dan Malik Randy langsung masuk dan mendapati sang adik, Alena sedang belajar yang kini usianya sudah menginjak usia 8 tahu, duduk di kelas 2 SD.


Gadis kecil itu sedang asyik menggambar, tiba-tiba dia merengek karena buku gambarnya dinambil sang kakak dengan isengmya.


"Ih ... apaan sih ... datang-datang mengambil gambarku. Nggak ada kerjaan banget ih," gadis kecil itu mencabikan bibir dan melipat tangan di dada.


Namun Rendy tidak serta merta memberikan buku gambarnya kembali, dan dia malah membuat buku itu melayang di udara sambil dia lihat-lihat gambar ....

__ADS_1


"Kakak sinikan, ganggu orang aja! aduin sama Bunda nih!" gerutu Alena sembari terus memanyunkan bibirnya, wajahnya tampak marah, pada sang kakak yang datang-datang langsung mengambil buku gambar yang sedang dia aplikasikan.


"Iya deh, iya-iya ... ini bukunya Nona cantik. Jangan merengeut begitu! nanti tambah jelek, kalau jelek nggak mirip bunda sama papa! tapi akan mirip sama orang utan ha ha ha ..." ejek Rendy lalu tertawa lepas bikin Alena semakin jengkel dan dia menghentakkan kedua kakinya ke lantai.


"Bunda? kakak, ih jahat banget ... awas nanti aku adukan sama papa bilang aku nggak mirip papa nggak mirip bunda tapi mirip orang hutan, kakak tuh mirip orang hutan, mirip singa. Ngauuuww, ihh ... Menakutkan!" Alena bergidik menggerakkan kedua bahunya.


"Biarin aja Kakak kayak orang utan, eh kayak singa! berarti banyak yang takut sama kakak, daripada orang hutan biasanya nggak ada yang takut malah ngeri. Iyy ... Takut!" Rendy berjalan membawa melangkahnya yang setengah berlari menaiki anak tangga.


"Huh ... dasar pengganggu," teriak nya Alena Sambil memandangi punggung kakaknya yang langsung berbalik dan menjulurkan lidah.


Yang kemudian Alena melanjutkan kembali kegiatannya yang tertunda dengan ulah sang kakak.


Sekitar pukul 04.00 sore Ranita pun pulang dari kantor, turun dari mobilnya berjalan teratur menuju teras.


Langsung disambut oleh Alena yang berdiri di ambang pintu. "Bunda?"


"Iya, Sayang. Assalamu'alaikum ... Ada apa Putri Bunda yang cantik, Hem?" tangan Renita bergerak mengusap pipinya Alena.


"Bunda, kenapa Kakak bilang kalau wajah aku nggak mirip sama Bunda, gak mirip sama Papa?" Rupanya anak itu kepikiran gimana omongan Rendy ya hanya bercanda itu menghantui pikirannya.


Bibir Anita tersenyum sembari mengajaknya berjalan masuk ke dalam rumah. "Kata siapa? Alena mirip Bunda kok, mirip papa! mirip Kakak."


"Kakak bilang seperti itu tadi, katanya wajah aku jelek! nggak mirip siapa-siapa di sini, malah mirip sama orang utan katanya, huuh ... Kakak jahat," serunya sambil mencabik.


Lagi-lagi Renita mengembangkan bibirnya. "Pasti Kakak itu cuman bercanda, sayang ... nggak sungguh-sungguh, kan tahu. Kakak itu orangnya suka bercanda. Emang Kakak udah pulang?" Rendy memang sekitar 2 hari ini tinggal di tempatnya Azam.


"Sudah tuh, ada di kamarnya!" Alena menunjuk ke lantai atas. Dimana kamar sang Kakak berada.


"Ya sudah Bunda, mau mandi dulu ya? gerah!" Renita meninggalkan Putri nya di ruangan tengah. Dia sudah tidak sabar ingin berendam di dalam bathub. Tubuhnya terasa panas sekali dan keringat pun bercucuran.


Langkahnya Renita yang teratur berjalan naik ....


.


Apa kabar semuanya ... semoga kabar baik ya? yang sedang sakit segera diangkat penyakitnya, yang sedang berada dalam masalah! secepat selesai dengan mudah, yang sedang dalam kesulitan pun semoga dipermudahkan Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2