
"Mbak, sudah tahu belum? berita yang lagi viral saat ini Mbak?" tanya sila kepada mbaknya yaitu Renita.
"Berita tentang apa Mbak belum buka ponsel jadi nggak tahu berita apa-apa," jawabnya Renita.
"Wah, ini sangatlah viral Mbak, pemersatu bangsa ini. Seorang istri selingkuh dengan lekong di kamar hotel dan di grebek oleh suaminya, dan mirisnya nih Mbak ... si lekong itu ach tidak lebih tampan dari suaminya. Dan suaminya juga lumayan kok dalam finansial nya, cukup lah ... tapi entah karma atau gimana ya?" ucap Sheila sambil mengsekrol layar ponselnya.
"Karma, maksudnya?" Renita mengerutkan keningnya sambil menarik selimut.
"Berita apa Sheila?" tanya sama Bunda yang ikut penasaran.
"Ini Bu ... ada berita viral dan mendadak terkenal, kalau kalian pengen tahu namanya pasti kalian itu akan sangat-sangat tercengang mendengarnya!
"Emang siapa gitu?" semakin penasaran.
Sheila menoleh pada sang kakak. "Mbak Emangnya nggak penasaran gitu? karena kalau Mbak mendengar namanya pasti akan sangat tercengang."
"Enggak ach, Mbak nggak mau tahu urusan orang, itu ghibah namanya he he he ..." Renita tersenyum.
"Tapi itu sangat penasaran siapa sih sehingga kamu bilang Ibu akan sangat tercengang segala." Timpalnya sang ibu.
"Ibu siap gak mendengarnya?terutama Mbak Renita kalau kalian siap mendengarnya ... aku akan bilang siapa orangnya. Karena bagaimanapun orang itu sangat dikenal terutama sama Mbak! Sambungnya Sheila sambil melihat ke arah ibu dan Renita bergantian.
"Ah males, kamu mah susah banget mau ngomong juga!" kata sang Ibu sembari hendak ngeloyor mau mendatangi suaminya yang baru saja datang dari mushola.
"Baiklah sekarang aku kasih tahu ya. Siapa yang sedang berada dalam berita viral sejagat raya di saat ini, adalah Sharon dan Mas Azam." Kata Sheila dengan jelas.
"Apa Mas Azam sama Sharon?" Renita sangat-sangat terkaget-kaget, dia setengah tidak percaya kalau berita yang sedang viral yang dikatakan oleh Sheila itu, adalah mantan suaminya yang tiada lain adalah Papanya dari Rendy.
Mulut sang ibu Renita pun menganga, tidak percaya kalau memang itu adalah menantunya.
__ADS_1
"Kamu tidak bercanda, kan Sheila?" tanya Renita sambil menatap tajam ke arah Sheila.
"Beneran Mbak, aku nggak bohong. Kalau nggak percaya ... ini baca! ini berita lagi viral pagi ini loh Mbak, dari semalam." Sheila menyodorkan ponselnya kepada Renita.
Lantas Renita pun membaca berita dari ponselnya Sheila. Berita yang lagi viral hari ini. Kepala Renita menggeleng kasar, sungguh dia tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini.
"Ya Allah ... jadi sekarang mas Azam di rumah sakit?" gumamnya Renita hatinya terasa haru, sedih. Bagaimanapun Azam itu seorang pria yang pernah hidup bersamanya bertahun-tahun.
"Mbak nggak usah menangis, biarin aja dia terima karma itu! dia sudah khianati Mbak, menyia-nyiakan Mbak dan juga Rendy. Ngapain ditangisi segala?" ucap Sheila ketika melihat sang kakak mengusap matanya yang membasahi pipi.
"Bagaimanapun ... dia pria yang pernah menemani Mbak bertahun-tahun. Dan dia papanya Rendy dan itu tidak bisa dipungkiri," ucapnya Renita dengan lirih sembari melirik pada Rendy yang masih tertidur pulas.
"Ada apa ini?" tanya sang ayah yang mendekati ketiga wanita tersebut.
"Ini, Yah ... mantu ayah nih lagi berada dalam berita viral alias terkenal sejagat raya, pemersatu bangsa." Sheila memperlihatkan berita tersebut pada sang ayah.
"Astagfirullah ... Ternyata apa yang dia dapat sekarang adalah hasil dari yang dia tanam," ucapnya sang ayah sambil menghela nafasnya, bagaimanapun dia mengingat apa yang sudah Azam perbuat kepada putri dan juga cucunya. Yang telah menyia-nyiakan mereka berdua.
"Rrrrggghhh ... beik bener itu hati sekalian saja balik lagi sana. maafkan dia kan? sudah ... balik lagi aja biar berkumpul lagi dan Rendy pun mendapatkan sosok papanya yang hilang." Ujarnya Sheila dengan nada sinis pada sang kakak.
"Hus, jangan ngomong begitu Sheila. Bagaimanapun kakak mu mau menikah hari ini malah, jangan ngomong sembarangan! dia tetaplah mantan dan itu masa lalu. Kamu Renita, harus tetap kukuh dan juga menghargai bak Malik sebagai calon suami sekarang, yang jelas-jelas mau menerima kekurangan saat ini sementara aja belum tentu apalagi sekarang kondisinya seperti itu!" ucap sang Bunda kepada Sheila dan Renita bergantian.
"Iya, Bu ... aku nggak mungkin tidak menghargai Malik dan aku juga sayang sama dia, apalagi kenyataannya dia mau menerima aku dalam kondisi seperti ini. Kondisi yang tidak pernah aku inginkan!" Lirihnya Renita.
"Ada apa sih? berisik, Rendy masih ngantuk juga. Kok kalian berisik sih?" suara parau Rendy yang terbangun dengan suara obrolan orang-orang yang ada di sana.
Lalu menggeliat nikmat. Dengan matanya yang memicing melihat orang-orang yang sedang menatap ke arah dirinya.
"Eh bocah, ini sudah pagi. Bangun-bangun? matahari aja sudah bersinar malah masih ngantuk, gimana sih?" Sheila sambil tertawa pada Rendy yang malah memeluk selimutnya.
__ADS_1
Renita menoleh pada sang buah hati sembari berkata. "Bangun sayang? sudah siang! sebentar lagi Papa Malik datang lho."
"Papa, "umumnya Rendy sejenak dia bengong seolah-olah mengumpulkan jiwanya yang belum terkumpul. "Iya hari ini kan pernikahan Bunda sama papa Malik aku harus segera mandi ah!" Anak itu nggak jelas bangun tidak peduli hampir jatuh dan dia langsung masuk ke kamar mandi.
Renita dan kedua orang tuanya tak ayal tersenyum melihat ulah Rendy, yang tampak sangat antusias menyambut pernikahan Bundanya dengan Malik.
Namun detik kemudian wajah-wajah mereka berubah menjadi sendu, mengingat kejadian yang menimpa Ajeng yang bagaimanapun papanya dari Rendy. Dan nak itu memang belum tahu kondisi bapaknya sekarang yang kini katanya dirawat juga di Rumah sakit.
"Apa Reni akan memberitahu sekarang kalau papanya di rumah sakit?" tanya sama ibu kepada Renita.
Saat wanita terdiam. "Aku rasa jangan dulu lah jangan dikasih tahu dulu nanti saja seandainya aku sudah pulang dari rumah sakit dan balik lagi kami untuk menengok ke sana baru akan dikasih tahu."
"Sebaiknya memang begitu ... ya sudah kalau begitu, jangan dikasih tahu dulu!" timpalnya sang Ayah menyetujui dengan pemikiran Renita.
Sheila mengatupkan bibirnya terdiam dan hanya menggerakkan bola janganlah Renita dan kedua orang tuanya silih berganti.
"Emangnya kenapa kalau dikasih tahu sekarang?" tanya Sheila dalam hati.
"Memangnya kalau dikasih tahu sekarang kenapa?" tanya sang Ibu seolah-olah mewakili apa yang ingin ditanyakan oleh Sheila.
"Kalau dikasih tahu sekarang. Aku khawatir dia ngamuk atau gimana-gimana yang akhirnya akan mengganggu acara sakral hari ini, biarkan dia bahagia tanpa ada yang mengganggu perasaannya hari ini," seru nya Renita.
"Tapi Mbak ... Rendy kan putranya, sudah sewajarnya dong. Dia tahu secepatnya kalau papanya saat ini dirawat di Rumah sakit!" Tambahnya Sheila sembari menatap lekat ke arah sang kakak.
Setelah Rendy selesai mandi, kini giliran Renita yang menggunakan kursi roda didorong sang Bunda masuk ke dalam kamar mandi, setidaknya untuk mengelap tubuhnya yang sebentar lagi akan datang orang dari pihak penata rias pengantin.
Dan baju pengantin yang dari butik pesanan mereka pun sudah datang.
Acaranya akad memang agak sorean, tapi mereka akan menyiapkan diri dari sekarang. Atau syukur-syukur Pak penghulu datangnya lebih cepat agar tidak menunggu sore ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Jangan lupa meninggalkan jejak untuk penyemangat, Aku menulis dan melanjutkan karyaku ini. Makasih.