Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Mengadu


__ADS_3

"Sudah lama menunggu?" tanya Azam sambil menempelkan kedua tangannya di bibir meja.


"Sudah 30 menit lebih aku menunggu di sini, tapi kau baru muncul. Dan kenapa kita harus bicara di sini? kenapa nggak di rumah atau di apartemen. Padahal Genta pengen sekali ke apartemen." Seru nya Shopia.


Azam sejenak terdiam sambil memesan minum nya dan entah apa yang dia pikirkan sehingga Shopia bicara pun kurang di respon.


"Sayang ... mikirin apa sih?" Shopia menyentuh tangan Azam di elusnya.


"Aku rasa, kita tidak bisa melanjutkan kembali hubungan kita!" jelas Azam sambil menatap tajam ke arah Shopia.


Shopia yang sedang menunduk dengan refleks mengangkat wajahnya, sangat kaget sekaget-kagetnya mendengar ucapan dari Azam.


"Ma-maksud kamu, oh ... iya kita kan mau menikah jadi tidak akan melanjutkan hubungan ini lagi. Kamu bisa saja sih sayang." Shopia nyengir. Ia tidak ingin berprasangka buruk.


"Bukan, bukan itu, tapi ... kita memang tidak akan menikah." tegasnya Azam. Pria itu sudah bulat dengan keputusannya bahwa dia tidak akan melanjutkan kembali hubungan dengan Shopia apalagi menikahinya, sekarang dia harus lebih hati-hati memilih calon istri.


Kini Azam harus lebih selektif dalam memilih istri dan juga calon ibu untuk putranya Rendy, tidak bisa sembarangan lagi. Bukan cuma mengandalkan ego atau nafsu saja. Walaupun Rendy tidak selamanya tinggal dengannya. Tetapi tetap saja harus punya rasa sayang.


Setidaknya wanita itu bukan cuma sayang sama dirinya saja tapi juga sayang sama anaknya, Rendy. Bukan wanita seperti Shopia yang ingin menang sendiri, anaknya pengen disayang! tapi dia tidak ingin menyayangi anak orang lain.


"Ka-kamu ... serius! bukan sedang bercanda? kita kan se-sebentar lagi akan menikah dan kita sudah berjanji sayang. Kenapa kau bicara seperti itu? kamu ... jangan bercanda sayang!" wajah Shopia sudah mulai pucat.


Hatinya bergemuruh dan tidak karuan. Dia merasa tidak habis pikir kenapa tiba-tiba Azam seperti itu yang tiba-tiba membatalkan niat mereka untuk menikah, padahal rencana ini sudah matang dari sebelumnya.


"Aku serius! bahkan lebih dari serius! aku membatalkan rencana pernikahan kita dan memutuskan hubungan kita saat ini juga." Kata-kata Azam yang penuh dengan ketegasan dia benar-benar serius bahwa ingin mengakhiri hubungannya dengan Shopia.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba kamu memutuskan aku? dan membatalkan rencana kita untuk menikah! bukankah ini semua sudah dipikirkan dengan matang? kan kamu sudah berjanji akan menikahi ku secepatnya, kenapa sekarang pikiranmu berubah?" Shopia menatap tajam ke arah Azam dia benar-benar tidak habis pikir dengan perubahan Azam.


"Aku sudah memikirkan ini baik-baik dan akhirnya keputusan ku sudah bulat! bahwa aku membatalkan rencana pernikahan kita!" Azam kembali berkata dengan tatapan yang lekat da. tampak serius.


"Iya alasannya apa? aku tidak mengerti kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran! yang tadinya mau menikahi aku! sekarang kamu batalkan dan bahkan kamu memutuskan hubungan kita?" desak Shopia sembari menggeleng.


"Aku sendiri tidak mengerti kenapa, aku berubah pikiran! yang jelas ... sudah menjadi keputusanku seperti itu." Azam menyesap minumnya.


"Alasannya apa? itu yang aku ingin tahu." Shopia bernada tinggi.


"Alasan nya kenapa? pikir saja sendiri. Dan jangan banyak bertanya karena kamu tahu sendiri." Kata Azam sambil berdiri dan mengayunkan langkahnya.


Shopia meraih tas nya lalu menyusul langkah Azam yang keluar dari cafe tersebut menuju mobilnya.


Lalu tangan Shopia menarik tangannya Azam. "Sayang, aku tidak terima dengan keputusan mu ini. Kamu memutuskan sesuatu hanya satu pihak saja dan aku tidak mengerti dengan alasan kamu yang tiba-tiba itu! seharusnya kamu bilang apa salahku? agar aku bisa memperbaikinya."


"Hei ... aku ini bukan dukun yang bisa tahu ataupun menerka apa yang kamu rasakan. Aku tidak tahu apa-apa makanya aku bertanya dan ingin tahu apa kesalahan ku? mungkin bisa aku perbaiki dan aku minta maaf jika ada kesalahan ku. Bukan kamu bersikap seperti ini, kayak anak kecil!" pekiknya Shopia.


"Oke! aku jelaskan. Aku mencari istri bukan hanya untuk menyayangi aku pribadi. Akan tetapi juga untuk menyayangi anak ku. Sementara aku tidak melihat cinta dan sayang. Di matamu kepada putraku. Jadi mohon maaf, aku tidak bisa melanjutkan rencana kita untuk menikah!" Jelasnya Azam.


"Oh soal itu! siapa bilang aku tidak sayang dia? lagian aku bisa belajar untuk menyayanginya, dan aku rasa butuh waktu untuk itu. Tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti menyayangi dia seperti aku menyayangi putra ku sendiri tolong pahami itu." Shopia tetap bersuara lantang.


"Tetapi aku merasa itu sangat sulit, karena di hati kamu sudah dipenuhi rasa kebencian pada Rendy dan juga bundanya." Kata Azam sembari mengayunkan langkahnya yang sekilas dicegah oleh Shopia.


"Jadi anak itu yang ngadu atau Bundanya yang ngadu sama kamu? sehingga kamu tega membuat aku seperti ini. Dan memutuskan hubungan kita. Iya seperti itu?" Shopia lagi-lagi menarik tangan Azam agar tidak pergi.

__ADS_1


Orang-orang di sana hanya melihat keduanya yang terdengar ribut. Dan juga scurity mendengar dan memperhatikan ribut-ribut antara Azam dan Sophia akhirnya menghampiri.


Scurity bertanya. Ada apa ini dan jangan ribut-ribut di sini. Namun langsung kena bentak Sofia agar tidak ikut campur dengan urusan mereka berdua, dan dia berkilah kalau dirinya dan Azam sudah menikah jadi ini masalah suami istri.


Azam merasa malu dan dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan menepis tangan Shopia yang memegangi tangannya.


Namun wanita itu tidak kalah akal, dia langsung masuk ke dalam mobil Azam, juga duduk di kursi sampingnya kemudi.


"Putra aku tidak pernah ngadu ataupun Bundanya, untuk apa mereka mengadu? nggak ada gunanya, tapi aku bisa membacanya sendiri dari raut wajah mu kepada mereka. Sekarang kamu turun dari mobil aku tidak usah ikut aku!" Azam tidak langsung melajukan mobilnya melainkan menyuruh Shopia untuk turun kembali dari mobilnya.


Akan tetapi Shopia tidak peduli dengan omongan Azam yang menyuruhnya untuk turun, dia sama sekali tidak mengindahkan perintahnya. Dia malah memasang bell safety di tubuhnya.


"Aku bilang turun-turun?" Bentak Azam ketika melihat Shopia yang malah memasang bell safety.


"Aku tidak mau turun, kamu harus mengantarkan ku pulang, atau bila perlu aku mau teriak dari sini agar semua orang tahu aku dipaksa kamu!" jelas Shopia dengan nada agak rendah sambil menarik belahan dada di gaunnya.


"Ck. Dasar kurang ajar, wanita yang tidak tahu diri. Rendahan." gumamnya Azam sembari menghidupkan mobilnya lalu meninggalkan tempat tersebut.


"Aku tidak peduli dengan ocehan mu itu." Sophia memekik. "Dan pokoknya aku tidak mau kamu putuskan!"


"Kamu terima atau tidak ... aku tidak peduli. Aku tidak akan pernah meneruskan hubungan ini apalagi menikahi mu! camkan itu!" teriak Azam kembali.


Shopia kini hanya bisa diam tanpa berkata-kata dan dia menangis sejadi-jadinya. Sakit dan sesak yang kini dia rasakan. Dan dia juga kecewa dengan sikap Azam yang seolah-olah memberi harapan palsu padanya ....


.

__ADS_1


Apa kabar kalian semua! semoga kabar baik ya dan ada dalam lindungan yang maha kuasa selalu. 🤲🤲


__ADS_2