Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Aneh


__ADS_3

Renita dan Malik menikmati makan siangnya dan sambil mengobrol kanan dan kiri atau apa saja yang menjadi bahan obrolan tentang mereka.


“Mau nambah sayang makannya?” tanya Malik pada sang istri yang menyudahinya makan siangnya tersebut. Renita menggeleng sambil meneguk minumnya. “Nggak ah aku dah kenyang nih.”


“Ya sudah kala begitu.” Malik pun menghabiskan makanan yang tersisa di meja. Lalu kemudian mereka pun kembali ke kantornya. “Aku mau ke rumahnya Sheila boleh gak?” Renita melirik pada sang suami sambil berjalan.


“Kapan?” Malik balik bertanya pada sang istri yang terus berjalan menuju ruang kerjanya.


“Kalau boleh nanti sore, itu pun kalau Rendy mau ikut dan aku akan mengajak terlebih dahulu.” Renita hentikan langkahnya sesaat.


“Terserah sayang saja, soalnya aku tidak bisa mengantar ada janji dengan klien.” Malik lalu mengarahkan langkahnya ke arah jalan menuju tempat kerja dia.


“Nggak pa-pa ... aku bisa pergi dengan supir kok atau membawanya sendiri.” Kemudian mereka pun terpisah di persimpangan tersebut, begitupun dengan Renita.


Renita terus berjalan ke ruangan kerjanya dan berkutat di sana sebentar! karena waktu sudah menunjukan waktunya untuk pulang.


Wanita cantik itu pulang bersama supir karena Malik masih ada banyak urusan. Sang supir menghentikan mobilnya sesuai permintaan Renita agar berhenti di depan supermarket. Untuk belanja sesuatu yang ingin dia beli sekalian ada keperluan dapur juga yang harus di beli.


Di saat sedang asik mengambil barang yang dia butuhkan ... tiba-tiba ada yang menyenggol tangannya dan dia berjalan santai saja ke depan. Padahal barang yang di pegang oleh Renita berjatuhan.


“Astagfirullah ...” gumamnya Renita lalu menoleh pada yang barusan menyenggol tangannya yaitu seorang wanita yang berambut di cat merah sebahu.


Si wanita itu melirik dingin pada Renita yang membuat Renita terkaget-kaget, melongo dan tidak menduga sebelumnya. Kalau wanita tersebut ternyata Shopia yang kini tidak mengenakan kerudung lagi. Tersenyum sinis padanya sambil mengambil beberapa barang.


“Shopia?” gumamnya Renita sambil terus melihat ke arah Shopia lalu Renita menunjukan senyumnya.


Shopia yang kini berpenampilan seksi lain dari biasanya ketika di rumahnya Malik.


“Apa kabar Shop ... lama ya kita tidak bertemu.” Pada akhirnya Renita menegurnya dengan ramah.


Namun lain lagi dengan Shopia yang tampak jutek sama Renita. “Baik, dan tidak usah pura-pura ramah deh ... pura-pura baik segala. Kau itu puas, merasa tenang bukan? karena kamu sudah memiliki semuanya. Malik dan hartanya yang kini kamu kuasai.”


Renita merasa heran dengan kalimat yang Shopia ucapkan. “Apa maksud mu?”


“Masa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku katakan? kau kan sudah mendapatkan semuanya dan mengambil semuanya dari ku.” Ungkap Shopia dengan sinis pada Renita.


“Astagfirullah ... apa yang kamu katakan sih? kamu itu sepupunya abang dan apa yang kau maksud dengan milik mu. Kami membuka pintu yang selebar-lebar untuk kami datang, dan kamu sendiri menjauhi kami semua. Gimana kabar Genta dan tentunya dia sudah besar sekarang?” Renita sambil mengambil barang belanjaan.

__ADS_1


“Hem, saya jijik sama kamu dan buat apa saya ke sana? malas.” Shopia melengos dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Renita melongo melihat kepergian nya Shopia yang tetap menunjukan kalau dia tidak suka pada dirinya.


Kemudian Renita pun pergi ke kasir untuk membayar semua belanjaan lalu setelah itu dia pun pulang. Membawa belanjaannya ke mobil yang langsung di jemput oleh sang supir.


“Pak pulang sekarang.” Pinta nya Renita setelah duduk di dalam mobilnya.


“Baik, Bu ...” kata sang supir sambil mengangguk dan memasuki mobil.


Selang 16 menit kemudian ... mobil pun tiba di depan kediamannya Renita yang langsung turun dan mengeluarkan belanjaan dari bagasi.


“Bun, mana pesanan ku Bun?” sambutnya Rendy sambil mengamati belanjaan bundanya.


“Emangnya sayang pesan apa ya? Bunda lupa deh.” Renita pura-pura lupa sambil berjalan memasuki dalam rumah yang sudah terbuka.


“Lah, kok Bunda kok lupa sih? ya ... gak beli dong ... kalau gitu.” Rendy tampak lemas.


Rendy tersenyum yang di arahkan pada sang buah hati yang tampak merengut dan lemas. “Beli dong sayang ... eskrim banana bukan? eskrim stroberi pun beli.”


“Hore ... aku mau makan eskrim!” Rendy berjingkrak setelah sang bunda membuka belanjaan dan memberikan eskrim kesukaan nya Rendy.


“Mau-mau ... aku mau ikut ach,” balasnya Rendy sambil menikmati es krimnya.


“Mau kemana nih kalian berdua, dan mau ninggalin oma ya?” selidiknya ibu Amelia yang baru saja datang ke dapur.


“Mau ke tempat Tante, Oma ... Rendy mau ikut,” sahutnya Rendy sambil terus menikmati makan es krimnya.


“Ya ... oma sendiri dong di sini kalau Randy mau ikut.” Tambahnya bu Amelia kembali.


“Emang mau menginap ya Bunda?” tanya Rendy sambil menoleh pada sang bunda yang bersiap mau naik ke lantai atas.


“Nggak ... malam juga pulang lagi kok, Oya Bunda mau mendi dulu ya? Mah ... aku mau ke atas dulu,” ucapnya Renita sambil menoleh pada Rendy dan sang ibu mertua bergantian.


“Ooh iya, kalau begitu cepat pulang saja ya. Oma kira mau, Oya Reni ... kamu jangan lupa minum susu bumil nya?”


Renita menghentikan langkahnya sambil menoleh pada sang ibu mertua dan mengangguk pelan.

__ADS_1


“Rendy ... sebelum pergi ... temani oma menyiram bunga ya? sudah kan makan eskrim nya.”


“Sudah Oma, boleh. Ayo?” Rendy berdiri dan menuntun tangan oma nya lalu berjalan pelan ke arah jalan menuju belakang. Dengan niat mau menyiram bunga di samping rumah.


Renita yang sudah berada di dalam kamar. Langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan sebentar lagi mau ke rumahnya Dion dan sang adik, Sheila.


Helaan nafas Renita terasa berat mengingat pertemuan nya dengan Shopia di supermarket. Ternyata dia masih membenci dirinya yang mungkin sudah menganggap dirinya sudah merebut Malik. “Ah aneh juga tuh orang. Malik kan sepupu nya masa ingin di miliki?”


Setelah menghabiskan waktu selama 15 menit. Renita pun keluar dari kamar mandi dan langsung menyiapkan diri untuk bepergian, dengan pakaian yang simpel dan kerudung juga yang simpel namun tetap cantik.


“Kalau saja kamu bukan sepupu nya Malik dan kamu suka sama Malik itu wajar dan bila aku di anggap merebut pun.” Gumamnya Renita yang terus kepikiran tentang Shopia.


Langkah Renita gegas menuruni anak tangga dan mencari keberadaan sang buah hati nya. Namun setelah dia cari di ruang tamu dan juga ruang keluarga tidak ada. Sehingga Renita menanyakannya pada bibi. “Bi ... Rendy kemana ya? kok tidak ada.”


“Den Rendy sama oma nya di belakang sedang menyiram bunga.” Jawab nya Bibi sambil menunjuk ke arah belakang rumah.


“Oh, makasih ya Bi,” ucap Renita sambil berjalan ke belakang sambil memanggil putranya.


"Rendy di sini Bunda! mau berangkat sekarang bukan?" suaranya Rendy yang sedang bersama omanya.


"Iya kita berangkat sekarang yuk? nanti keburu sore!" Renita sambil menenteng tas nya, pamitan kepada sang ibu mertua.


"Aku pergi dulu ya nanti malam juga balik lagi kok!" Renita mencium tangan sanga ibu mertua.


"Mau sama siapa perginya? kan Malik belum pulang!" ucap Ibu Amelia.


"Aku pergi bawa mobil sendiri, dan ... abang masih ada urusan di kantor sehingga kemungkinan pulang nya pun malam!" sahutnya Renita.


"Oh gitu, ya udah hati-hati ya? sampaikan selama Mama pada Sheila dan juga Nak Dion." Pesannya Bu Amelia kembali.


Kemudian Renita dan Rendy pun meninggalkan Bu Amelia. Setelah sebelumnya Rendy mencium tangan sang Oma.


Renita memang saat ini tidak menggunakan supir dan dia ingin menyetir sendiri saja. Mobil pun melesat begitu cepat keluar dari pekarangan rumah mewah milik nya Malik.


Mobil yang dikendarai oleh Renita begitu cepat menerobos kendaraan lain ....


.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di karya aku yang berjudul "Sugar Deddy &Sukma" ya ... makasih🙏


__ADS_2