Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Tidak mungkin


__ADS_3

Waktu terus berputar hingga selesai pun acara syukuran, Azam tidak nampak hidungnya. Membuat sang Ibu merasa sedih bukannya bahagia di acara nya itu, seharusnya dia bahagia dan berkumpul dengan anak-mantu kesayangannya eh ... Azam tidak datang ataupun memberi alasan.


Renita melihat mertuanya menangis di pojokan, mungkin beliau kecewa karena Azam tidak datang bahkan telepon pun tidak, Renita menghela nafas panjang kemudian mendekati sang ibu mertua yang ditemani oleh suaminya.


"Bu ... maafkan mas Azam ya?mungkin dia sibuk sehingga dia tidak bisa datang ke acara ini, tapi dia pasti ingat kok!" ucapnya Renita dengan lirih pada sang ibu mertua.


"Kalau dia ingat ... setidaknya dia telepon dan beri alasan kenapa dia nggak datang! terus kenapa jangankan datang telepon pun nggak ada?" ucap wanita sepuh tersebut. Dia bener merasa kecewa, di tambah lagi memang sudah lama tidak bertemu dengan Azam, pas di acara ini pun Azam tidak datang.


Hati orang tua mana yang tidak gelisah dan sedih, di acara syukuran yang kecil-kecilan ini berharap berkumpul dengan keluarga besarnya, namun putra kesayangan tidak nampak hadir, keluarga yang lain pun bertanya-tanya kenapa Azam nggak datang? Azam mana.


Membuat hati wanita sepuh itu merasa sedih, begitupun dengan suaminya yang berharap bertemu dengan Sang putra! ternyata tidak.


"Aku nggak tahu alasannya apa, Bu ... dia juga nggak ngasih kabar sama aku!" jelasnya Renita.


"Mungkin nanti akan datang untuk menjemput sekalian istri dan anaknya!" ujar Pak Sukma seolah-olah menghibur hatinya sendiri kalau putranya akan datang.


Bu Dewi hanya menarik nafas dalam-dalam dan dia menjadi mempunyai harapan, kalau nanti Azam datang sekalian mau jemput anak dan istrinya.


Renita pun berusaha untuk menelepon Azam namun kali ini teleponnya di reject. "Telepon dari Reni di reject Bu ..." ucapnya Renita pada sang ibu mertua.


Bu Dewi dan suami terdiam, mereka saling bersitatap. Bertukar pandangan.


Sementara Renita dalam hatinya mulai berkecambah kecurigaan yang semakin mendalam.

__ADS_1


Dadanya semakin sesak mengingat pengkhianatan suaminya dengan wanita itu. Ini hari Sabtu dan kerja pun setengah hari, pukul segini Azam pasti sudah pulang dari kantornya.


Tapi telepon dari dirinya di reject, otomatis menimbulkan kecurigaan yang besar buat seorang istri termasuk Renita.


"Apa dia masih di kantor, jam segini?" tanya sang ibu mertua.


"Ngantor setengah hari, Bu ... dan dia sudah pulang, sepertinya ... dia ada kesibukan lain." Balasnya Renita dengan ekspresi wajah yang sendu.


Lalu Renita menoleh ke arah putranya yang sedang bermain anteng dan dia pun selama di sini tidak menanyakan papanya.


Kebetulan suasana begitu sepi dan di sana hanya ada Renita, Pak Sukma dan Bu Dewi. Renita berniat menunjukkan gambar Azam bersama wanita lain yang sedang berada di Timezone dan juga di depan rumahnya.


"Aku ingin memperlihatkan ini kepada ibu dan bapak. Yang membuat Mas Azzam lebih sibuk di luar ... ketimbang di rumah dan ada saja alasannya termasuk hari libur dia balasan kerja! padahal tidak!" Renita menunjukkan gambar itu kepada sang ibu mertua.


Renita kembali menjelaskan. "Wanita itu yang menjadi alasan Mas Azam selalu sibuk di luar! sampai-sampai nggak ada waktu buat Rendi ataupun aku!" suara Renita dengan lirih sembari menoleh ke kanan dan ke kiri takutnya ada orang yang datang.


"Maksudnya kamu ... mencurigai Azam selingkuh, gitu?" pak Sukma menatap ke arah Renita dengan penuh rasa penasaran.


"Kurang lebih seperti itulah, Pak. Sudah berbulan-bulan ini ... sikap Mas Azam berubah, perhatian, waktu! semuanya berubah, padahal rumah tangga kita baik-baik saja. Kalau Rendy mau minta sesuatu hal sekecil pun jarang dia penuhi." Balasnya Renita menoleh pada sang ayah mertua, dan terlihat menghela nafasnya dalam-dalam membuang rasa sesak yang memenuhi dada.


Kemudian pak Sukma memperhatikan gambar-gambar tersebut, kemudian berkata kembali. "Mungkin ada urusan lain sama wanita itu!"


"Kalau ada urusan lain ... kenapa nggak jujur, Pak? seharusnya Mas Azam jujur dan nggak perlu merubah sikap kepada saya maupun kepada Rendy yang membutuhkan perhatiannya!" jelas Renita kepada sang ayah mertua.

__ADS_1


"Jadi ... kamu mencurigai suamimu selingkuh!" tanya ibu mertua dengan suara yang bergetar. "Tidak mungkin Azam berubah seperti itu Renita! nggak mungkin, dia seorang laki-laki yang bertanggung jawab terhadap istri dan anaknya!"


"Jika Renita harus bilang ... uang belanja pun semakin berkurang, Bu ... dia tidak peduli dengan pembayaran sekolah Rendy. Kalau memang sibuk bekerja kan ada hasilnya, tapi ini hasilnya nggak tahu kemana? justru uang belanja pun di pangkasnya. Biasanya segitu pun diturunkan!" ungkap Renita sembari mengusap pipinya yang basah.


"Tapi Azam nggak mungkin berubah seperti itu! dia nggak mungkin selingkuh, dia sayang sama keluarganya ... apa kamu berbuat kesalahan?" sang ibu mertua malah sedikit menyudutkan mencurigai kalau Renita yang berbuat kesalahan.


Renita menarik nafasnya yang tampak sangat berat. "Tolong jelaskan, di mana kekuranganku Bu ... setiap hari aku mengurus rumah, mengurus dia! semua keperluan dia, mengurus anak aku. Nggak pernah marah, aku nggak pernah mengeluh! dan aku nggak pernah menuntut sekalipun dia mampu!"


"Apa kamu sudah menanyakannya kepada Azzam? siapa wanita itu?" kata sang ayah mertua dia berusaha tenang.


"Yang jelas ... dia tidak pernah mau mengakui dan dia bilang aku hanya mencurigai tanpa bukti. Coba ibu dan bapak bayangkan? Rendy minta diantar ke sekolah, dia nggak mau sekalipun sekalian ke kantor!" Renita menjeda pembicaraannya dengan mengusap wajahnya dengan tisu.


"Dan ibu bayangkan! Rendy minta diajak bermain ke Timezone dan dia bilang sibuk, padahal hari libur. Tapi ketika aku di sana ... apa yang kulihat? dia sama wanitanya dan juga anak-anak itu berada di Timezone yang sama dan Aku berusaha menutupinya dari Rendy Bu!" suara Renita terdengar dan air matanya yang jatuh semakin deras.


Bu Dewi dan suaminya terdiam mematung tanpa kata-kata.


"Dan aku pernah mengikutinya sampai ke rumah wanita itu, dan alasannya apa? dia sibuk dengan kerjaan! pertemuan, meeting. Padahal dia di rumah wanita itu, Bu ... terus apa sebenarnya yang terjadi? kalau nggak ada hubungan yang serius?" tambah lagi Renita.


Kali ini Renita tak kuasa lagi untuk menahan rasa sedihnya! dia menangis sejadi-jadinya sembari menutup wajahnya dengan Kedua telapak tangan.


Mendengar ungkapan dari sang mantu, Bu Dewi dan suaminya kebingungan untuk bicara apa lagi, untuk membela putranya! pertama mereka belum melihat bukti dan penjelasan yang sesungguhnya dari Azam sendiri. Hanya mendengar penjelasan dari satu pihak saja, mereka tidak tahu siapa yang salah ....


...🌼--🌼...

__ADS_1


Jangan lupa like comment dan subscribe nya Makasih


__ADS_2