
"Kamu kenapa sayang?" Azam berjongkok di hadapannya Rosita.
"Aku tersiram air panas, Mas tolong ambilkan kecap atau pasta gigi!" pintanya Rosita dengan tersengal.
Azam pun bergegas berdiri dan mengambil sesuatu yang sekiranya Rosita pinta, tapi bukan kecap ataupun pasta gigi yang Azam ambil. Dia malah memberikan wadah garam kepada sang istri.
"Ma-S, itu garam bukan kecap atau pasta gigi." Tekan Rosita jangan tatapannya yang tertuju kepada wadah isi garam yang berada di tangan Azam. "Kecap!"
Azam pun mengembalikan garam lalu mengambil kecap yang langsung dia berikan pada sang istri.
Tanpa merasa malu, karena memang di situ hanya ada Azam Rosita mengangkat roknya dan mengekspos pahanya yang mulus yang tersiram air panas tadi, yang kemudian diolesi dengan kecap untuk menawar rasa panas yang sangat menyiksa dan supaya tidak melepuh kulitnya.
Namun setelah beberapa saat. Panasnya bukannya mereda, melainkan semakin panas dan perih, rasanya kedua paha Rosita semakin terbakar hebat. membuat Rosita semakin tersiksa dan tidak kuat, Rosita meraung kesakitan! sehingga Azam pun merasa tidak tega melihat sang istri yang tampak payah. Air mata pun menetes membasahi pipi Rosita.
"Ya udah, sayang kita ke rumah sakit ya? dari pada kayak gini! aku tidak tega." Azam langsung membungkuk dan meraih tubuh Rosita di pangkunya, dibawa keluar setengah berlari menuju mobil.
"Bi, titip anak-anak!" teriak Azam yang di tunjuk kan kepada asisten yang sedari tadi memang tengah menjaga kedua buah hati mereka.
Rosita terus meraung dan mendesis panas, sakit. Perih.
"Panas, Mas ... perih rasanya terbakar!" kata itu yang terus diucapkan oleh Rosita, sesekali memejamkan matanya tidak tahan. Menahan sakit dan panasnya yang teramat menyiksa.
"Iya sama sayangnya lagi ke rumah sakit!"
...-----...
"Bun, aku mau ke rumah sakit dulu ya, jenguk mamah!" pamit Rendy pada sang Bunda yang baru saja datang bersama Malik dari sebuah pertemuan.
"Ke rumah sakit, jenguk mama?" Renita menirukan perkataan Rendy yang membuatnya terheran-heran dan penasaran, memang Rosita kenapa?
"Iya, Bun ... tadi papa telepon kalau mama masuk rumah sakit, karena tersiram air panas." Jelasnya Rendy sambil mencium tangan sang Bunda dan papa Malik.
__ADS_1
Renita dan Malik saling bersitatap. Dan Renita merasa khawatir dengan kabarnya Rosita. Belum lama ini dia membawa Shopia ke Rumah sakit dan sampai sekarang masih dirawat.
Dan sekarang, terdengar lagi Rosita dibawa ke Rumah sakit karena air panas, lagi-lagi menyangkut kulit.
"Astaghfirullah ... kapan kejadiannya?" tanya Renita dengan cemas.
"Tidak tahu, Bun Rendy baru mau ke sana sekarang!" anak itu bergegas sembari membawa langkahnya keluar dari pintu utama dengan tangan yang menggenggam kunci motor.
"Bagaimana kalau kita ke sana yuk? menjenguk Rosita!" ajak Renita kepada sang suami yang langsung menanggapinya dengan anggukan.
"Sebentar aku mau ganti baju dulu kamu juga ganti, pakai jaket ya!" Renita langsung melangkahkan kakinya dengan gegas menaiki anak tangga dengan niat mau mengganti baju dan juga mengambilkan jaket buat Malik.
Beberapa saat kemudian Renita pun kembali dengan penampilan yang lebih sederhana dan menantang jaket buat Malik.
"Ini jaketnya dipakai dulu dan biasanya dibuka!" kita Renita pada suaminya aja yang sedang membuka jas nya yang tadi dia kenakan buat pertemuan penting.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, menuju sebuah rumah sakit di menara situ dirawat.
"Iya, kasihan memang!" Renita pun mengangguk sembari melihat ke luar jendela.
Selang berapa waktu kemudian, mobil Malik pun tiba di depan sebuah Rumah sakit, lantas mereka pun berjalan menuju ruangan di mana Rosita dirawat dengan petunjuk yang diberikan oleh Rendy.
"Assalamu'alaikum! Rosita kenapa?" Renita langsung menghampiri Rosita yang sedang berbaring di ranjang pasien.
"Wa'alaikumus salam, aku kena musibah. Mbak ... ke siram air panas ketika aku mau bikin kopi." Balasnya Rosita.
"Ya Allah ... kenapa nggak hati-hati? lagian kan ada bibi!" tambah Renita sembari menyentuh tangan Rosita.
Sementara Malik mendekati Azam dan Rendy yang duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang pasien.
"Bibi sedang menjaga anak-anak dan aku memang sudah biasa kok bikin kopi, bukan baru pertama kali ... entah melamun atau gimana, air panas yang baru saja aku tuang ke dalam gelas tumpah ke atas pangkuan ku. Akhirnya kedua paha ku mengalami luka bakar!" jelas Rosita dengan suara yang lirih.
__ADS_1
"Astagfirullah ... semoga cepat sembuh ya! memang musibah itu datangnya tidak terduga dan datangnya tiba-tiba. Mbak hanya bisa mendoakan semoga rasanya cepat sembuh seperti biasanya lagi." Tambahnya Renita.
"Aamiin makasih ya Mbak ... makasih juga udah repot-repotan ke sini." Rosita menatap ke arah Renita.
"Oh iya, aku lupa nggak bawa apa-apa ke sini! soalnya ribut sih buru-buru, khawatir kamu kenapa-napa. Aku aja baru datang dari pertemuan, Rendy langsung pamit aja! mau berangkat ke sini. Aku cemas lah!" ungkapan Renita sembari mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang di sekitar sana.
"Nggak apa-apa, Mbak ... dengan datangnya saja aku sudah berterima kasih banyak! baru denger aja, Mbak langsung ke sini, sangat merepotkan sekali!" ucapnya sambil sedikit meringis. rasanya kulit menempel ke bahan yang menutupi bahannya.
Azam yang duduk di sofa, sekali memperhatikan ke arah Renita! entah kenapa hatinya suka aja melihat wanita yang pernah menjadi istrinya tersebut, wanita yang sudah memberikan satu Putra padanya yaitu Rendy.
Namun Azam tidak terlalu larut dan dia berusaha untuk menyembunyikan sikapnya dari orang yang berada di sekitar itu, apalagi sampai Malik yang khususnya suami Renita mengetahui kalau dia mencuri-curi pandang kepada Renita. Apa kata dunia? jika dia yang sudah beristri dan hidup bahagia memiliki getar cinta kembali kepada mantan istri yang juga sudah bahagia bersama pria lain.
"Iya, istriku ini sangat khawatir makanya dia terburu-buru ke sini malah gak ingat untuk membawa buah tangan!" tambahnya Malik sembari mendekati kedua wanita tersebut lantas menyentuh pinggang sang istri.
Membuat sorot mata Azam tertuju pada tangan Malik yang melingkar di pinggangnya Renita.
"Papa melamun! mikirin apa? percaya deh ... kalau mama nggak akan lama sakitnya! dia pasti akan cepat sembuh!" suara Rendy membuyarkan lamunan nya Azam.
"Ah tidak, Papa nggak mikirin apa-apa. Papa yakin kalau mama akan segera sembuh, biar segera pulang!" sahutnya Azam menyembunyikan apa yang sedang ia pikirkan dan ia rasakan.
"Sayang, gimana kalau kita sekalian menjenguk Shopia," Malik menoleh pada sang istri.
"Iya, deh. Kita sekalian ke sana, Ros! aku mau ke tempat Shopia dulu ya! dia juga dirawat di rumah sakit ini!" pamit Renita pada Rosita.
"Emangnya dia sakit apa?" tanya Azam yang tidak tahu mantan kekasihnya yang mengidap penyakit apa.
"Tante Shopia penyakitnya ... gatal-gatal tapi di seluruh tubuh, dan yang paling parah adalah di bagian area sensitifnya." Rendy menjelaskan pada sang ayah tentang kondisinya tante Shopia.
Membuat Azam tantunya tidak percaya dengan kabar yang dia dengar barusan, kedua bahu yang bergidik. "Untung aku nggak pernah ngapa-ngapain dia, bisa-bisa aku kena pula itu penyakit."
.
__ADS_1
Bersambung.