Kau Jandakan Aku Demi Janda.

Kau Jandakan Aku Demi Janda.
Cita-cita


__ADS_3

Kini Azam, Shopia dan Genta sedang menikmati mie rebus buatan Shopia barusan.


"Sekarang kita hanya bertiga saja, dan ada kalanya nanti kita berempat bersama Rendy putraku!" ucapnya Azam sembari menikmati mie rebus nya.


Membuat Shopia berhenti mengunyah. Selera makannya seketika menghilang bagaimanapun dan sampai saat ini pun dia tidak suka pada anak yang bernama Rendy. Putranya Azam dari Renita yang sudah dianggap merebut Malik dari dirinya.


Shopia tidak nyadar kalau Malik itu adalah salah satu walinya sendiri, alias haram dinikahi.


"Kamu kenapa Sayang? kok makannya kayak nggak mood gitu apa aku berkata-kata salah ya?" selidiknya Azam kepada Shopia yang tiba-tiba menghentikan makannya.


"Oh nggak kok nggak kenapa-napa sih, udah kenyang! habiskan saja ya?" Shopia menyodorkan mangkuk mie yang masih banyak ke Azam.


"Mah, buat Genta aja deh biar Genta aja yang habis kan!" pinta anaknya Shopia.


Azam menatap lekat ke arah Shopia, dia menjadi kepikiran barusan dia menyebut nama Rendy dan tiba-tiba Renita selera makannya turun. Tetapi Rendy apa salahnya? ia sendiri bisa menyayangi Genta seperti putranya, lalu kenapa Shopia nggak mau menerima Rendy sebagai bagian dari dari keluarganya?


"Aku rasa ... seandainya kita siap untuk membina rumah tangga ... tentunya harus bisa menerima keadaan masing-masing! seperti aku bisa menerima kamu dan juga anak kamu, menyayanginya! begitu pun juga itu yang kuharapkan dari kamu bukan hanya mencintai aku tapi juga menerima putraku!" ujarnya Azam sembari menatap ke arah Shopia.


"Ooh tentu aku juga pasti menyayangi putra kamu kok, nggak mungkin kan ... aku sayang cuma sama kamu doang dan putra kamu aku sia-siakan!" Shopia mengibaskan tangannya di udara.


"Baguslah kalau kamu berpikiran seperti itu, kalau kamu mau menerimanya. Karena untuk ku ke depannya, aku tidak ingin menyia-nyiakan lagi putra ku, bagaimanapun dia bagian dari hidupku!" Azam dengan jelas dan tatapannya tidak beralih dari arah Shopia.


"Tentulah ... aku juga menyayangi putra kamu bukan cuman kamu doang percaya deh, Sebab aku pun ingin kamu menyayangi putra ku setulus tulusnya!" Shopia meyakinkan Azam dirinya akan juga menyayangi Rendy seperti putranya Genta.


...----------------...


Setelah berapa hari kemudian Azam pun mengajak Shopia untuk ke keluarganya Malik. Mulainya Shopia nggak mau namun setelah dibujuk dengan keras oleh Azam. Karena bagaimanapun yang berhak menjadi walinya adalah keluarganya juga! sehingga pada akhirnya Shopia mau dan menemani Azam ke rumahnya Malik


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil, menuju tempat kediamannya Malik, Azam sudah menyuruh Shopia untuk mengajak Genta untuk ikut serta namun Shopia tidak mau mengajaknya.


"Kenapa sih Genta tidak diajak saja? kan di sana juga keluarganya bukan orang lain!" ucapnya Azam sambil tetap fokus menyetir.


"Katanya tidak mau ... kalau mau aku ajak kok! lagian nanti kan masih banyak kesempatan untuk datang ke sana! bukan sekarang doang," jawabnya Shopia dengan ringannya.

__ADS_1


Kepala Azam sedikit menggeleng dengan alasan Shopia yang terdengar di telinganya Azam.


...----------------...


Malik, Renita dan Rendy tengah berjalan-jalan ke sebuah bandara seperti permintaannya Rendy.


Rendy ingin melihat pesawat, bahkan Malik pun membawa putranya jalan-jalan ke dalam pesawat yang sedang tidak bertugas dan tentunya Malik sudah minta izin kepada pihak maskapai, bahkan di dampingi untuk dia bisa mengenalkan awak pesawat pada putranya yang bercita-cita menjadi seorang pilot.


Rendy sangat serius mendengarkan seorang bagian dari maskapai memperkenalkan awak pesawat itu apa saja, dengan manik matanya yang bening, Rendy sangat mengamati dan menempelkannya di otak.


Rendy pun tidak ragu untuk bertanya pada pihak maskapai di kala dia merasa penasaran dengan apa yang tidak dia mengerti.


Sementara Renita hanya mengikuti langkah mereka dan memperhatikannya, serta bibir yang terus tersenyum ia merasa bahagia Malik berusaha mewujudkan harapan dari Rendy.


"Kenapa sih dari tadi senyum-senyum terus, apa yang membuat mu bahagia?" selidiknya Malik setelah menghampiri sang istri.


"Em ... bahagia aja melihat Rendy yang tampak bahagia! semoga aja cita-citanya untuk menjadi seorang pilot itu tidak berubah." Jawabnya Renita dengan wajah yang sumringah.


"Kalau menurut aku sih ... nggak akan berubah yang ini cita-cita Rendy dan aku akan berusaha untuk mendukung dan mewujudkannya! apapun akan aku tempuh!" jelaskan Malik yang sangat siap untuk menjadikan Rendy seorang pilot seperti kemauannya.


"Sama-sama sayang, itu sudah kewajibanku!" Malik merangkul bahunya Renita penuh kasih.


Setelah puas berwisata di dalam pesawat yang memang masih aktif. Kemudian mereka pun mendatangi sebuah restoran untuk makan malam.


Yang mereka datangi adalah sebuah restoran Jepang. Dan mereka pun sudah memesan menu-menu makanan yang mereka suka tinggal menunggu siap saji saja.


Tiba-tiba ponsel Malik berdering yang langsung Malik terima, dan itu telepon dari sang Bunda yang mengatakan kalau di rumah ada Azam dan Shopia.


Sementara Malik hanya mengatakan akan segera pulang. dan akan menemui mereka.


Renita menatap penasaran keras suaminya. "Siapa?"


"Mama, katanya di rumah ada Azam sedari tadi bersama Shopia. biar saja mereka bersilaturahmi dengan keluarga yang lain dulu. Kita lanjutkan saja makannya. Sayang sudah dipesan juga!" Malik menyimpan ponselnya ke dalam saku.

__ADS_1


"Apa, Pah? di rumah ada Papa Azam sama siapa? Tante Shopia?" Selidiknya Rendy lalu melamun.


Malik mengangguk seraya berkata. "Iya ada Papa Azam sama tante Shopia! tahu kan kalau Papa Azam mau menikah sama tante Shopia?"


"Iya tahu!" kepala Rendy pun manggut-manggut.


"Rendy mau pulang sekarang ketemu sama papa? atau mau melanjutkan makannya dulu?" Malik memberi dua pilihan kepada Rendy.


Rendy melirik pada sang Bunda sesaat menatap dirinya. "Rendy mau makan aja di sini, pulangnya nanti aja setelah selesai makan!"


"Baiklah kalau begitu, kita pulangnya seusai makan aja! nanti ya!" ucap Malik lalu kemudian ketiganya nikmati makan malam di restoran Jepang tersebut.


Selesai makan dan rendy pun malah minta untuk jalan-jalan kembali ke area terminal pesawat! jadinya mereka pun balik lagi ke area yang tadi yang termasuk area Bandara.


"Tapi Rendy kayaknya bunda kecapean deh kalau harus jalan-jalan terus!" ucap Malik sambil turun dari mobil dan menuntun tangan sang istri.


"Bunda nanti duduk-duduk saja di kursi, nggak usah ikut-ikut kalau memang capek." Jawabnya yang tampak semangat memasuki area terminal pesawat.


Renita memang banyak duduk di kursi dan menunggui Rendy dan Malik yang berjalan-jalan.


Untuk mengusir kebosanan, Renita membuka ponselnya dan membaca novel yang berjudul "Bukan Mauku" karya dari Juleha 2626. Yang mengisahkan seorang gadis lumpuh dan menikah dengan seorang pria yang hanya berlangsung 3 hari saja! setelah itu ditinggalkan bekerja sampai akhirnya tidak pernah kembali, kata cerai pun hanya melalui pesawat telepon setelah berbulan-bulan digantung tanpa nafkah lahir maupun batin.


Bikin terharunya, ada ya pria yang tega seperti itu? Mungkin dia menganggap pernikahan hanya sebuah permainan!


"Bunda kenapa nangis Rendy kelamaan ya?" Rendy menatap heran sang Bunda yang tampak meneteskan air mata.


"Iya Sayang kenapa? sedih kenapa nih?" Malik berjongkok dan membingkai wajah sang istri.


Renita tersenyum getir. "Nggak! aku nggak kenapa-napa cuma sedih aja baca novel!"


"Hoalah ... segitunya Bun-Bun, pikir aku ada apa?" Rendy mengusap dadanya sambil menggelengkan kepalanya.


Dan Malik hanya tersenyum sambil menatap wajah sang istri dan mengusap kan ibu jarinya untuk menghilangkan bekas air mata dari pipi wanita yang tengah mengandung anaknya tersebut ....

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2