
Kini di ruang tengah rumahnya Renita, semua duduk lesehan di lantai sambil menikmati makan malamnya an mereka cukup suka dengan masakan Renita.
Rendy pun makan disuapi oleh sang ibunda dihiasi canda dan tawa sehingga membuat suasana rumah menjadi ramai dan hangat.
"Rasanya sudah lama ... sekali kita tidak berkumpul seperti ini, tiba-tiba sekarang berkumpul dalam keadaan lain!" ucap Ibu nya Renita yang ditujukan kepada besannya.
"Iya benar tapi mau gimana lagi mungkin jodohnya sudah sampai situ saja tapi biarpun begitu kita jangan sampai lost contact ataupun lepas dari silaturahmi jangan sampai terputus!" balas makanya Azam.
"Itu benar, silaturahmi kita jangan sampai terputus. apalagi ada Rendy yang sebagai perekat silaturahmi kita!" tambahnya sang ayah dari Renita.
Setelah makan selesai. Mereka pun melanjutkan obrolannya apapun itu dari ngomongin pekerjaan! pengalaman dan lain-lainnya.
Bibir Renita senyum mengembang melihat Rendy yang bercanda ria dan bermain sangat anteng bersama Jefri dan Sheila, mungkin saat dia bisa lupa kalau dia kangen sama papanya aja.
Lalu Renita kepikiran dengan omongan Azam yang katanya nanti mau datang. Apa benar dia akan datang? atau cuman ngomong doang tanpa bukti. Renita hanya bisa berharap kalau Azam akan menemui putranya.
Karena waktu sudah semakin malam dan waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Mereka pun mulai bersiap untuk segera beristirahat.
Karena kemar Rendy dipakai sama Sheila dan kedua Omanya Rendy, membuat Rendy kali ini tidur di tempatnya sang Bunda.
Anak itu sudah berganti pakaian dengan piyama tidur. Dengan sorot matanya sudah tinggal lima wat.
"Ayo bobo sayang! udah malam nih ... nanti kesiangan, kan besok mau sekolah dan Bunda pun mau kerja!" ucapnya Renita sembari memasangkan selimut di tubuhnya Rendy.
"Iya Bun, ini juga mau tidur. Oh ya Bun. Nanti beli mobil ya? agar Bunda tidak kepanasan dan kehujanan lagi kalau naik mobil, tidak capek-capek membawa motor lagi!" ucapnya Rendy pada sang Bunda.
Renita yang masih terduduk di atas tempat tidur tersenyum sambil menolehkan kepalanya pada sang buah hati. "Iya sayang! doain ya ... biar Bunda kerjanya lancar dan dapat rezeki yang cukup! nanti kita beli mobil seperti yang Rendy mau!"
"Mobil alfard ya, Bu ... Rendy juga akan doakan semoga Bunda happy selalu dan sehat--"
"Rendy mau Bunda happy?" Renita merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap ke arah Rendy dan mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Tentu dong ... Rendy mau Bunda happy! bahagia dan dimudahkan rezekinya!" ucapnya Rendy dengan nada suara lembut sepertinya dia sudah ngantuk berat.
Suasana menjadi hening, sepi dan sunyi. Rendy sudah tidur nyenyak dalam pelukan sang Bunda! begitupun dengan Renita yang berusaha untuk tidur untuk menyongsong hari esok yang insya Allah akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya, menyongsong masa yang akan datang tentunya yang lebih baik lagi.
Pagi-pagi buta, mata hari pun masih malu-malu untuk menampakan sinarnya. Rasa dingin, sejuk dan segar menyelinap ke dalam tubuh.
__ADS_1
Kedua keluarganya Renita sudah siap-siap untuk pulang ke tempatnya masing-masing dan mereka berpesan agar Renita tetap menjadi wanita yang kuat, tegar dan semangat untuk melanjutkan hidup kedepannya! dan mereka akan berjanji akan sering-sering mengunjungi Renita dan Rendy.
Begitupun dengan Sheila, karena dia harus mengajar dan kuliah. Jadi dia pun ikut pulang sama orang tuanya.
Kini tinggallah Renita, Rendy dan Feni. Mereka pun sudah tampak bersiap untuk berangkat, sesuai permintaan dari Rendy, Renita harus mengantar terlebih dahulu dia sekolah.
Setibanya di sekolahan Rendy, Rendy memeluk dan mencium sang Bunda beggitu pun dengan bundanya.
"Yang rajin ya sekolahnya? biar pintar jangan malas belajar dan juga jangan nakal, oke?" pesan sang Bunda sembari mencium kening buah hatinya tersebut.
"Oke, Bunda. Rendy akan membuat Bunda bangga!" jawabnya anak itu. Kemudian dia berlarian bersama anak-anak yang lain memasuki kelasnya.
Renita menoleh pada Feni yang menjinjing tas punggung Rendy.
"Feni titip Rendy ya? saya mau kerja dulu!" dan langsung mendapatkan anggukan dari gadis itu.
Lalu kemudian Renita kembali melajukan motornya dengan kecepatan sedang berpacu dengan waktu! berlalu-lalang dengan kendaraan-kendaraan lainnya demi menuju tempat kerjanya dan menggapai hari-hari yang lebih bahagia.
Selang berapa puluh menit kemudian. Akhirnya Renita tiba juga di sebuah gedung! kantor tempatnya bekerja dan dia langsung menuju lapangan.
Sekembalinya ke ruangan kerja, Renita langsung dihampiri oleh sekretaris Malik. Dia bilang kalau berapa saat lagi bos besar akan mengadakan meeting! tapi di luar kantor dan katanya di sebuah restoran.
Sekretaris Malik pun segera berlalu meninggalkan Renita kembali.
Langkah Renita yang terburu-buru mendatangi ruangannya bos besar, yaitu Malik. "Permisi ... boleh saya masuk?"
Wanita itu berdiri di depan pintu yang terbuka sedikit.
Malik yang sedang tampak sibuk di meja kerjanya menoleh pada seorang wanita cantik yang tinggi semampai, berpakaian formal warna hitam senada dengan kerudungnya lalu berkata. "Masuklah!"
Langkah Renita mengayun menghampiri Malik lantas duduk di depan pria tersebut yang tampak sibuk.
"Sebenarnya kita akan meeting di mana Pak?" tanya Renita pada Malik yang sedang sibuk dengan layar laptopnya.
"Meeting nya ... dengan beberapa orang asing harus di restoran dan tempatnya harus strategis! makanan yang enak-enak." Kata Malik seolah-olah tempat itu belum ditemui.
"Harus? jadi belum fix tempatnya?" selidiknya Renita sembari mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Belum, dan ... saya ingin minta tolong sama kamu untuk merkomendasikan tempatnya yang seperti tadi saya bilang, strategis! makanan yang enak dan tidak terlalu jauh dari sini juga.
"Ya ampun ... saya pikir sudah tinggal meeting, kok belum dapat tempatnya!" Renita sedikit menggelengkan kepala! berarti ini pekerjaan dia untuk mencari nya.
"Waktunya jam 1 jam!" ucap kembali Malik seraya menatap ke arah Renita.
"Baiklah! kalau begitu saya permisi dulu!" Renita langsung berangkat dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut, bergegas ke parkiran bagian staf di mana motornya berada di sana.
Sejenak Ranita terdiam berdiri mematung memikirkan tempat yang akan dia datangi untuk meeting nanti. "Dimana ya kira-kira? aku pikir tinggal meeting, eeh malah ngasih kerjaan."
Akhirnya Renita menyalakan mesin motor dan melaju dengan cepat! dengan tujuan untuk datangi sebuah restoran yang dia pikir lokasinya cukup strategis! tempatnya cukup luas dan makanannya enak-enak.
Hingga akhirnya Renita mendatangi sebuah restoran yang dia rasa makanan enak-enak, lokasinya strategis lagi, tempatnya pun luas. Sejenak Renita berbincang dengan manajernya di sana.
"Terima kasih atas kerjasamanya, dan sebentar lagi saya akan datang kembali!" Renita seraya membungkuk hormat.
"Sama-sama, dan ... terima kasih berminat menggunakan tempat ini untuk meeting. Semoga akan menjadi langganan kami!" balas pria yang menjabat manajer itu.
Setelah berjabat tangan. Renita pun berpamitan dan meninggalkan tempat tersebut untuk membuat laporan kalau tempat yang di cari sudah dapat.
Roda dua milik Renita sudah tiba di parkiran kantor. Dan Renita langsung menemui Malik untuk melaporkan kalau tempat sudah siap.
"Terima kasih, akan saya beri bonus kalau tempat itu di sukai oleh tamu kita." Jelas Malik, dia menjadikan bonus untuk masalah barusan.
"Terima kasih sebelum nya, Pak!" Renita ternyum manis pada Malik yang juga menatap ke arah dirinya.
Kemudian, mereka bersiap untuk meeting. Kini Renita satu mobil dengan Malik atas permintaannya karena Malik merasa kasihan tadi, dari sana dengan menggunakan motor juga.
Meeting berlangsung dengan lancar dan mereka semua suka dengan masakannya juga tempatnya. Membuat Malik tersenyum pada Renita yang sudah memilihkan tempat tersebut.
"Terima kasih, atas rekomendasi tempatnya dan kamu akan mendapatkan bonus dari saya ucapkan setelah yang lain sudah pada bubar.
"Sama-sama Pak dan terima kasih atas niat memberi bonusnya!" Renita mengangguk hormat.
"Saya akan transfer bonusnya ke rekening mu sebentar lagi." Seru nya Malik sambil berjalan beriringan dengan Renita yang menenteng tas dan berkas, di belakangnya ada bebrap staf lain yang baru beranjak dari tempatnya ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Berharap pendapat banyak dukungan tapi ya sudahlah tidak apa-apa masih ada yang baca pun Alhamdulillah, makasih banyak