Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kebenaran Brandon


__ADS_3

Brandon menoleh, dan bangkit lalu menyalami Raka dengan sopan.


"Mau bicara apa kau hah?" Tanya Raka sinis.


"Aku ingin kau meninggalkan Lita."


"Maksudmu apa?" Tanya Raka ketus, dengan ekspresi wajah yang menajam.


"Kau tuli? hingga tak bisa mendengar ucapan ku barusan."


"Jangan memancing emosi ku Brandon." Ucap Raka, lalu menarik hoodie yang di pakai Brandon.


"Selow bro, duduk dulu."


"Aku tak punya banyak waktu untuk melayani bocah ingusan seperti kau!" Ucap Raka, dia sudah terpancing emosi nya.


"Jangan emosian, nanti cepet tua terus serangan jantung, mati deh. Lita nanti kawin lagi." Goda Brandon, bermaksud mencairkan suasana. Tapi Raka malah emosi dan ingin melayangkan tangan nya ke arah Brandon.


"Aku ingin bicara tentang Lita, sangat penting. Jadi turunkan tangan mu."


"Jadi katakan cepat." Ucap Raka.


"Duduk lah."


Raka menurut, dia duduk berhadapan dengan Brandon.


"Sebelum nya, ini ponsel Lita yang ketinggalan tadi."


Brandon menyodorkan ponsel milik Lita, dan Raka segera mengambil nya. Dia menyalakan ponsel itu dan mengecek isi nya.


"Aku tak pernah berani membuka ponsel orang lain tanpa izin, jadi semua nya aman." Cetus Brandon, dia tau kalau ada ke khawatiran dari raut wajah Raka.


"Baguslah, kau cukup tau diri."


"Kalau aku tak tau diri, sudah lama aku merebut Lita dari mu. tapi aku tak melakukan nya, karena dia takkan bahagia dengan ku." Jelas Brandon, lirih.


"Aku sudah merelakan Lita untuk mu, meski dalam hati aku merasa sakit saat mendengar Lita selalu membanggakan dirimu. Tapi aku bisa apa? Berteman saja sudah cukup untuk ku, aku mohon padamu kak, jangan larang aku berteman dengan Lita."


"Aku hanya akan berteman dengan nya, tak lebih."


"Aku tak pernah melarang Lita untuk berteman dengan siapapun, dia masih bebas berteman. Aku tak bisa memutuskan Lita harus berteman dengan siapa, atau tak boleh berteman dengan siapa. Dia sudah dewasa dan tau mana yang baik, buruk nya manusia." Jawab Raka.


"Kau tak cemburu dengan ku kak?"


"Jujur saja, aku bahkan ingin menghajar laki-laki yang dekat dengan istri ku. Tapi aku tak bisa, aku tak ingin Lita merasa terkekang dengan keegoisan ku." Jelas Raka lagi.

__ADS_1


"Syukurlah, kau beruntung bisa memiliki Lita kak. Jadi aku minta lindungi dia, apapun yang terjadi."


"Tentu saja, tapi apa maksud mu?" Tanya Raka, merasa ada yang aneh dengan ucapan Brandon.


"Aku minta pada mu selalu pantau Lita dimana pun, kalau perlu kau harus mengerahkan anak buah mu untuk selalu mengikuti Lita."


"Apa maksudmu?" Tanya Raka dengan ekspresi terkejut.


"Akan ada yang mencelakai Lita, aku tak tau itu kapan. Tapi yang jelas itu akan terjadi."


"Kau berani membohongi ku?"


"Untuk apa? Manfaat nya untuk ku apa? Dengar kak, aku menyayangi Lita dan kau tau itu. Aku tau, karena aku dengar sendiri dia bilang akan membunuh Lita." Ucap Brandon tegas.


"Siapa?"


Brandon membisikkan nama seseorang yang membuat Raka membulatkan mata nya dan itu membuat Raka terkejut bukan main.


Wanita itu masih belum kapok untuk mengacau dalam hubungan Lita dan Raka.


"Darimana kau tau nama itu, Brandon?" Tanya Raka.


"Itu tak penting, yang harus kita lakukan sekarang adalah memperketat penjagaan Lita. Ingat jangan sampai ada yang tau kalau kau mengirim bodyguard untuk mengikuti Lita."


"Kau tak sedang membodohi ku kan?" Tanya Raka, masih merasa curiga dengan Brandon.


"Aku berani bersumpah demi hidupku, aku mengatakan kebenaran."


"Baiklah, aku akan melakukan nya. Aku pegang omongan mu, jika kau membohongi ku akan ku cari kau sampai ke lubang semut." Ucap Raka tegas.


"Silahkan saja, jika mencari aku. Aku tinggal di perum xxx di jalan cagar alam, jadi tak perlu mencari ke lubang semut, datang saja ke rumah ku di alamat tadi." Jawab Brandon santai, seolah dia tak punya masalah dengan ancaman dari Raka.


"Baiklah, aku harus segera pulang Lita dan Ibu mungkin menunggu ku."


"Pergilah, aku juga harus pulang." Jawab Brandon.


"Terimakasih, jika informasi yang kau berikan itu benar."


"Huhhh, berapa kali aku harus bilang kak Raka, aku mengatakan kebenaran. Kok ngotot banget sih, alasan apa sih yang buat kakak curiga?" Tanya Brandon.


"Karena Lu pernah jatuh cinta sama istri gue, siapa yang tau hati manusia ya kan? bisa aja Lu punya niat jahat buat misahin gue sama Lita."


Brandon menghela nafas nya kasar, lalu menatap Raka dengan kesal.


"Oke gue ngerti kalo Lu waspada sama gue, tapi bisa gak? Sekali aja, percaya sama ucapan gue kak."

__ADS_1


"Yaudah, gue cabut dulu. Lu hati-hati di jalan Brand." Ucap Raka sambil menepuk pundak Brandon.


"Woyy, bayar nih kopi Lu. Gue gak punya uang sebanyak itu sekarang." Teriak Brandon, saat melihat cangkir kopi yang sudah habis.


"Bayarin dulu ya, nanti gue ganti Brand."


"Orang kaya emang suka seenak nya, gue emang banyak duit tapi nggak kes juga kali. Nyesek anjim, dasar suami si Lita koplak." Gerutu Brandon, lalu pergi membayar kopi nya.


Kopi di salah satu brand ternama di dunia itu memang mahal, satu cangkir nya saja bisa menembus harga ratusan ribu.


"Bobol gini mah, gak mau lagi gue ngajak ketemu terus si Raka ngopi. Rugi gue." Brandon masih menggerutu, saat melihat isi dompet nya yang hanya berisi dua lembar uang biru, padahal tadi pagi isi nya masih merah.


Sedangkan Raka, tertawa terbahak mengingat ekspresi wajah Brandon saat dia kerjai.


"Kasian juga tuh anak, apa gak di tahan sama pemilik cafe ya karena gak bisa bayar?"


"Tapi kan dia banyak duit, rumah nya aja di perum. Biarin aja lah, bodo amat." Ucap Raka masih tertawa.


Tapi jika mengingat apa yang di katakan Brandon tadi, dia menghentikan tawa nya itu.


Dia mengeluarkan ponsel dari saku nya dan menghentikan sejenak mobil nya, menekan tombol dan menelpon seseorang.


"Hallo, aku butuh bantuan mu."


"Bantuan apa bos?" Tanya nya dari seberang telpon.


"Ikuti istri saya kemana pun dia pergi mulai besok, saya akan membayar kamu dengan mahal."


"Gratis pun saya bersedia melakukan nya Bos, tak perlu bayaran yang tinggi, saya berhutang budi pada bos." Jawab nya.


"Jangan mengungkit hal yang sudah terjadi, sekarang saya butuh bantuan kamu."


"Baik bos, besok saya mulai bergerak." Ucap nya.


"Bagus, bekerja lah dengan baik."


Raka mematikan telpon nya setelah mengatakan itu secara sepihak.


"Takkan kubiarkan siapa pun menyakiti istri ku, itu janji ku." Gumam Raka. Dia kembali melajukan mobil nya, segera pulang sebelum Istri dan Ibu nya meneror nya dengan puluhan telpon dan berbagai pertanyaan yang menyudutkan.


🌻🌻🌻


Author balik lagi, ada yang nungguin? Kira-kira siapa ya yang mau nyelakain Lita? Tebak ya🤭


Tinggalkan jejak dan tap favorit, happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2