
Raka terus menggerutu hingga punggung Haris tak terlihat, hati nya menghangat. Dia sudah meluluhkan hati Haris, kini tinggal melunakkan hati kedua orang tua nya yang bersikeras ingin menjodohkan Raka dengan seorang gadis keturunan ningrat.
Setelah selesai membereskan mangkuk bakso dan membayar nya, saat ini Raka fokus kembali pada pekerjaan nya.
Dreettt.. Drettt..
Ponsel yang tergeletak di meja bergetar tanda pesan masuk.
" Yang, jangan lupa jemput yah." Seketika senyuman terbit dari bibir Raka, rupanya pesan dari gadis kecil nya yang meminta di jemput.
" Okey, tunggu aja yang." Balas Raka dengan cepat.
Setelah itu kembali dengan segudang pekerjaan nya, meeting lagi dengan para pemegang saham.
🥀
Sore hari, Raka sudah bersiap untuk pulang. Tentu dengan senyuman yang menghiasi wajah tampan nya, sejak berpacaran dengan Lita, Raka menjadi lebih sering tersenyum.
" Gila yak?" Celetuk Haris yang sudah berjalan di samping Raka.
" Enggak tuh, kenapa?" Tanya Raka, padahal dia tau maksud perkataan Haris.
" Senyum mulu, kering tuh gigi."
" Tenang aja pasta gigi sama air kan masih banyak, kalo tetep kering ada bibir Lita yang bisa basahin." ucap Raka, sontak saja Haris melotot ke arah Raka. Bisa-bisa nya dia bercanda membawa-bawa nama Lita.
" Awas aje, gue gigit juga Lu lama-lama gemes gue."
" Aku kan memang ngegemesin bang." Ucap Raka, menggoda Haris dengan menyebut nya Abang.
" Diem gak Lu, sengklek."
" Tunggu, yang sengklek disini tuh gue atau Lu sih?" Tanya Raka.
" Lu jadi bodoh setelah punya pacar, ya jelas kita berdua sama-sama sengklek lah. Makanya kita cocok temenan." Jawab Haris, dia merangkul leher Raka.
" Hahha, iya sengklek mah sengklek aja yakan?"
" Hooh, jangan di tutup-tutupi. Kalo jodoh mah dia bakal bertahan sama Lu apa adanya, jangan jadi orang lain cuma buat narik perhatian orang." Ucap Haris, ada maksud terselubung dari perkataan nya.
Lilis, Ya, dia menyindir Lilis, kebetulan dia juga ada di lobi dekat dengan posisi Raka dan Haris yang sedang bercanda ria. Kepribadian Lilis saat di depan Haris dan di belakang nya, Sangat jauh berbeda.
Di depan Haris, dia akan menjadi perempuan lembut dan manis. Di belakang dia menjadi perempuan angkuh dan sombong, bahkan bersikap semena-mena pada bawahan nya.
Raka dan Haris masuk ke dalam mobil nya masing, Lilis hanya menatap Haris yang sudah masuk tanpa menghiraukan dirinya.
__ADS_1
Haris menyeringai melihat Lilis yang terus menatap kepergian nya dengan sendu. Dia tak ingin memberi kesempatan pada perempuan bermuka dua, dia ingin gadis yang natural dan tampil apa ada nya.
Dia menyukai sahabat adiknya, Bella. Tapi dia terlalu gengsi jika harus ngebet minta nomor atau mepet.
🥀
Kareana asik melamun, tak sadar akhirnya mereka sampai di kampus Lita. Juga terlihat Lita yang sudah berdiri di depan gerbang di temani sahabat nya, Bella.
Seketika Hati Haris berdebar tak karuan, selama ini dia tak pernah mengalami hal ini, ini pertama kali nya juga Haris jatuh cinta. Dia tak pernah pacaran sejauh ini, dia ingin perempuan yang langsung siap untuk di ajak berkomitmen seumur hidup.
Kedua pria tampan itu turun dari mobil masing-masing dengan gaya cool nya, sontak saja seluruh siswa siswi menjerit histeris melihat mereka berdua.
" Lahhh, kok barengan." Gumam Lita, beda dengan Bella. Wajah nya sudah merona menahan malu, karena bertemu dengan abang nya Lita.
" Yang pulang?" Tanya Raka.
" Barengan abang aja." Ucap Haris tak mau kalah, mereka berdua sepakat untuk pura-pura masih tak akur.
" Ris, Lita mau nya ama gue."
" Lita itu adek gue, hak lu apa hah?" Tanya Haris ketus.
" Gue pacar nya Lita, gue punya sedikit hak untuk bawa adek gue dari abang egois kayak Lu."
" Udah-udah, jangan berantem dong, kayak anak kecil aja." Gerutu Lita.
" Dia yang mulai." Ucap Raka manja.
" Kok gue, Elu lah maen ajak adek gue pulang." Elak Haris.
Lita yang sudah gemas dengan kedua pria dewasa yang bersikap kekanak-kanakan di depan nya, dia langsung menjewer telinga kedua nya. Hingga mereka mengaduh dan memohon untuk di lepaskan.
" Auhhhh, sakitt yangg." Ucap Raka.
" Sakittt dekk, lepasin." Haris.
Jatuh sudah harga diri mereka yang di kenal sebagai pria dingin dan berkarisma, di hancurkan gadis kecil yang bahkan masih kuliah.
" Aku lepasin asal jangan berantem." Ucap Lita tegas.
" Iyaa.." Jawab kedua nya serentak.
Lita pun melepaskan tangan nya dari telinga Raka dan Haris, mereka langsung mengusap-usap telinga mereka yang memerah karena Lita.
" Aku pulang sama Kak Raka, abang anterin Bella." Ucap Lita, dia tau sahabat nya menyukai abang nya. Dia akan membantu mendekat kan kedua nya dengan cara sederhana.
__ADS_1
" Hahh, a-aku?" Tunjuk Bella pada dirinya sendiri.
" Yang nama nya Bella disini kan cuma gue sama Lu, gue sama pacar gue, berarti tinggal Elu yang nama nya Bella." Ucap Lita, dia sudah merangkul mesra lengan Raka.
" Yaudah yuk pulang " Ajak Raka.
Lita berbalik dan menjulurkan lidah nya pada Bella, dia tau sahabat nya pasti gugup saat ini. Bella yang melihat hal itu, hanya mendelik sebal ke arah sahabat nya yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Raka.
Tak lama, Bella juga masuk ke dalam mobil Haris dengan posisi di depan samping pengemudi.
" Yang kok bisa barengan jemput nya?" Tanya Lita.
" Gak tau, mungkin kebetulan aja yang." Jawab Raka santai.
Karena cukup masuk akal, Lita pun percaya dengan perkataan Raka. Padahal di kantor mereka sudah berbaikan dengan cara yang konyol.
" Kenapa yang?" tanya Raka, melirik sekilas ke arah Lita yang sedang tersenyum.
" Kamu liat gak tadi, gimana ekspresi wajah Bella? Memerah, lucuuu.." Jawab Lita dengan terkekeh.
" Emang kenapa Bella begitu?" Tanya Raka.
" Bella suka sama Abang kak, tapi gak berani bilang jadi cuma di pendem aja, kayak telor asin." Jawab Lita.
" Kamu mah perumpamaan nya ke makanan terus yang." Ucap Raka.
" Kakak tau kan makan itu kegiatan favorit Lita."
" Gak takut gendut?" tanya Raka lagi, biasa nya wanita akan takut dengan masalah timbangan badan.
" Kenapa harus takut,? Lita gak masalah kok kalo gendut, selama itu sehat ya gapapa." Jawab Lita, membuat senyum Raka terbit seketika.
" Mana ada gendut sehat sayang ku."
" Kalo Lita gendut ya tinggal olahraga aja kak." Jawab Lita.
" Terserah kamu saja, selagi kamu happy kakak gak masalah." Ucap Raka sambil mengelus sayang pucuk kepala Lita.
🌻🌻🌻
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading ❤️
tap favorittt juga yaww😘
__ADS_1