Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Bella Hamil #2


__ADS_3

Hari ini semua nya berjalan seperti biasa, Brandon juga sudah mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan baru nya.


"Mas, hari ini Bang Haris sama Kak Bella mau kesini." Ucap Lita saat kedua nya baru saja bangun dari tidur nyenyak mereka.


"Iya Mas tau, kemaren Haris yang bilang. Tapi ntar dulu ya, Mas masih pengen peluk kamu yang."


"Semalaman peluk aku loh, sampe badan aku pegal-pegal Mas." Gerutu Lita, karena semalam setelah melakukan ritual suami istri mereka langsung tidur dan Raka tak melepaskan pelukan nya walau hanya sebentar.


"Gapapa atuh, kamu kan istri aku yang."


"Iya aku tau, yaudah ayo bangun terus mandi." ajak Lita,


"Mandi bareng ya?" Ucap Raka sambil tersenyum nakal.


"Enggak ah, mandi sama kamu mah suka lama."


"Ya gapapa, biar gak dingin yang." Ucap Raka.


"Yaudah buruan." Lita bangun dari posisi nya dan pergi ke kamar mandi, dengan tubuh polos nya di susul oleh Raka yang tak jauh beda dengan Lita.


Lita mengisi bath up dengan air hangat sabun cair dan beberapa tetes aromaterapi beraroma mawar.


"Aromaterapi nya baru yang?" Tanya Raka, karena wangi nya tak seperti biasa.


"Iya Mas, di supermarket lagi sold out karena ada diskon jadi beli ini yang ada. Wangi juga kok, malah lebih wangi yang mawar dari yang sakura." Jawab Lita sambil mengucek air nya agar berbusa.


Mereka berdua pun masuk ke dalam bath up, ini lah guna nya bath up besar, jadi bisa berendam berdua.


"Aku curiga kamu beli bath up yang besar gini karena ada maksud terselubung kan? Dan ini maksud nya kan?" Tanya Lita, sambil bersandar di dada bidang Raka.


"Itu tau.. " Jawab Raka singkat, tangan nya mulai aktip merayap ke tubuh Lita.


"Ini nih yang bikin aku malas mandi bareng sama kamu, kamu tuh gak ada puas-puas nya ya."


"Habis nya tubuh kamu bikin candu yang, aku ketagihan." Jawab Raka, dia menyibak rambut panjang Lita dan mulai menciumi tengkuk leher Lita.


"Kamu ini bisa aja jawab nya yah." Ucap Lita, mencubit tangan Raka dengan kuat.


"Awww, sakit sayang ku. Jangan galak-galak sama suami, dosa lohh."


"Ehh, maafin aku mas. Yaudah ayo mau jatah pagi gak? Keburu aku menggigil nih." Ucap Lita, dia memang selalu takut jika di ingatkan soal dosa.


"Nahh gitu dong, ini baru Mas sayang." Ucap Raka sambil tersenyum, dia senang bukan main.


"Kamu di atas ya?"


"Enggak ah cape, aku lebih suka di bawah." Jawab Lita.


"Ingat loh, nolak suami itu do.. "


"Iya iya suamiku sayang, ayoo." Ucap Lita, lalu perlahan naik ke pangkuan Raka.


"Pelan-pelan sayang.. " Ucap Raka mendesaahh, saat Lita mulai memainkan milik nya.


"Aaarrrggghhhh, ini terasa sangat sempit sayang." Raka meracau saat Lita mulai memasukan nya.

__ADS_1


"Kamu ini suka berisik." Ucap Lita sambil mengusap wajah Raka yang mata nya terpejam menikmati sensasi penyatuan di dalam air.


"Bergerak yangg.."


Lita menurut dan mulai bergerak naik turun, hingga membuat air di bath up meluber kemana-mana karena gerakan dari dalam.


"Emmmhhh, kenapa semakin hari milik mu semakin sempit sayang?"


"Aku gak tau Mas, enak kah?" Tanya Lita, sambil terus bergerak.


"Enak dong, gantian ahh. Aku gak kuat kalo kamu di atas tuh."


Tapi Lita malah berniat menjahili suami nya ini, jika Lita memimpin dia akan cepat sampai.


Lita memacu tubuh nya dengan cepat, dia ingin segera mengakhiri penyatuan ini karena perut nya sudah lapar.


"Ahhh, sayangg... Jangann.." Raka meracau hebat.


Hingga tak lama dia menggeram tertahan saat milik nya terlepas sempurna.


"Kau sengaja membuat ku cepat pelepasan ya?" Tanya Raka dengan mata yang memicing.


"Aku udah lapar sayang, udah ya? Kalo mau, nanti aja lagi."


"Tapi aku masih pengen, rasa nya gak puas kalo cuma sebentar." Ucap Raka, mulai menyentuh titik-titik sensitif Lita lagi.


"Sudah cukup Mas, semalam kau menghajar ku habis-habisan hingga tengah malam, belum lagi pagi ini, aku lelah. Aku lapar." Ucap Lita dengan ekspresi kesal nya.


"Yaudah, ayo bilas dulu. Nanti habis makan, aku minta lagi."


🥀🥀


Lita keluar dari kamar mandi dengan tergesa, bisa bahaya bagi nya untuk berada di dalam sana berduaan dengan Raka. Dia seperti tak pernah puas dan lelah untuk menjamah tubuh nya.


Setelah berpakaian dia langsung turun ke bawah ,setelah menyiapkan pakaian santai untuk suami nya.


"Heyyooo, baru turun Lu? Kemana aja?" Tanya Brandon, yang sudah duduk santai di sofa ruanf tamu.


"Udah sarapan belom?" Lita malah tanya balik.


"Udah dong, lihat tuh jam. Udah siang buat sarapan mah." Ucap Brandon, sambil menunjuk jam dinding yang menunjukan sekarang sudah pukul 9 lebih.


"Whatt? Pantesan aja perut gue dah demo anjir."


"Ngapain dulu, kok telat turun?" Tanya Brandon.


"Biasa lah, Lu belum kawin jadi gak tau."


"Hooh gue gak tau, makanya nanya." Ucap Brandon.


"Makanya kawin sono, jangan ngejomblo mulu. Kasian otong Lu kalo gak di pake." Sindir Lita sambil tersenyum jahil.


"Belum nemu yang pas."


"Pas apa nya?" Tanya Lita.

__ADS_1


"Pas lubang nya. Hahaaa.." Brandon tertawa terbahak-bahak.


"Isss anjir ngeselin, awas Lu ya gue tampol pake teflon mampuss Lu." gerutu Lita.


"Yaelah, Lu mah gitu amat."


"Pas di hati lah Lit, belom ada jodohnya juga kali. Pengen nya sih nikah muda, tapi ingatan gue ilang semua. Apa gue punya pacar sebelum gue kecelakaan Lit?" Tanya Brandon.


"Setau gue sih, lu gak punya. Kan Lu gagal move on dari gue, makanya ngejomblo mulu."


"Ehhh, iya gitu? Gue beneran pernah naksir Lu gitu? Kalau iya, gue salah sih naksir cewek bar-bar, mana galak nya gak ketulungan lagi." Ucap Brandon.


"Pilih ya, mau gue siram pake kuah seblak atau di tampol teflon hah?"


"Iss anjir gue takut, gue ke luar dulu dah. Meremang nih bulu kuduk gue." Ucap Brandon sambil berlari keluar.


"Sialan tuh anak, di kira nya gue hantu apa? Masa gue cantik gini di kira hantu sih? Emang tuh anak, amnesia aja sifat tengil nya gak ilang."


"Kenapa?" Tanya Raka yang tiba-tiba nongol.


"Si Brandon nyebelin."


"Yaelah, dia kan temen kamu yang." Ucap Raka.


Lita diam tak menjawab lagi, dan fokus memakan sarapan terlambat nya.


🥀


Siang hari nya, Haris dan Bella benar-benar berkunjung ke rumah Raka.


"Kangennn.. " Ucap Lita sambil memeluk kakak ipar nya.


"Sama kakak juga Lita.. " Bella membalas pelukan Lita tak kalah erat nya, seminggu sudah kedua nya tak bertemu.


"Jangan loncat-loncat, jangan lari-lari ya." Ucap Haris memperingati.


"Kenapa sih overprotektif banget, biasa nya juga kagak apa-apa."


"Ya masalah nya kakak mu lagi hamil muda Dek." Ucap Haris. membuat Lita menatap Bella dengan tatapan terkejut.


"Iya kah?"


"Iya Lit, baru tiga mingguan." Jawab Bella sambil tersenyum.


"Ahhhh, selamat kakak iparku. aku ikut bahagia, doain aku supaya cepet hamil lagi ya." Ucap Lita dengan senyum manis nya.


"Makasih ya dek, kakak doain semoga disini cepat tumbuh malaikat kecil." Bella mengelus perut datar Lita.


"Yok masuk. " Ajak Raka, mereka pun masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya Raka merasa sedikit sedih, karena sudah cukup lama tapi istri nya belum kembali mengandung. Mungkin tuhan masih memberikan waktu untuk mereka menikmati waktu berdua dulu.


🌻🌻🌻


Sabar ya Lit, semua ada waktu nya☺️

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan follow akun author, happy reading❤️❤️


__ADS_2