
**Flashback..
Beberapa** bulan yang lalu, seorang pria tinggi nan tampan baru saja turun dari pesawat. Dia pulang ke negara asalnya, London.
"Tuan Muda.. " Panggil salah satu anak buah ayah nya.
"Ya, aku ingin pulang. Cepatlah." Ucap Brandon ketus.
"Baik tuan Muda, silahkan. " Jawab nya lalu membuka kan pintu mobil nya.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan padat di kota London.
Hingga setengah jam kemudian, mobil yang Brandon tumpangi sudah sampai di halaman besar dan sebuah rumah yang mewah bertingkat tiga.
Dengan angkuh nya, Brandon berjalan masuk setelah keluar dari mobil yang menjemput nya.
"Anak ku, kau sudah pulang nak?" Tanya Ayah nya.
"Aku sudah disini, ya berarti aku sudah pulang Yah." Jawab Brandon ketus.
Hubungan nya dengan orang tua nya tidak terlalu baik, meski begitu dia adalah anak kesayangan ayah nya.
"Dimana kak Catherine?" Tanya Brandon.
"Anak itu selalu menyusahkan Ayah, Brand. Dia hamil anak pria tua, dan terpaksa ayah nikah kan dengan pria itu."
"Apa pria itu sendiri?" Tanya Brandon sambil berpangku tangan.
"Dia punya istri, dan satu anak. Rencana nya ayah ingin menjodohkan kakak mu dengan anak nya, eh malah anak itu main serong dengan ayah nya. Hingga hamil."
"Ckkk, kakak dari dulu tak pernah berubah. Masih wanita penikmat sekss bebas." Ucap Brandon, sambil menggelengkan kepala nya.
"ya, itu lah kakak mu. Keras kepala dan menyebalkan."
"Dia anak mu juga Yah, tak jauh beda dengan mu yang menyebalkan." Sindir Brandon, dan ayah nya hanya tersenyum kecil.
"Istirahat lah dulu."
Brandon mengangguk dan pergi ke kamar nya di lantai dua.
🥀
Baru saja akan memejamkan mata nya, suara pintu terbuka membuat Brandon kembali membuka mata nya.
"Dek, kakak kangen." Ucap Catherine lalu mendekat ke arah Brandon.
"Dari mana saja?"
"kakak baru pulang dari Indonesia, tepat nya sih di usir." Jawab Cath.
"Lah kenapa? Pasti ada alasan nya dong."
"Hooh, kakak menyebalkan. Kakak dendam dengan istri anak tiri Kakak. Dia yang membuat pria itu tak melirik kakak sedikit pun." Ucap Catherine.
"Kakak tak bisa menyalahkan orang lain, introfeksi diri kak. Jangan selalu menyalahkan orang lain karena kesalahan kakak sendiri."
__ADS_1
"Memang setampan apa sih pria itu?" Tanya Brandon.
"Dia ganteng pake banget, tinggi, putih, poko nya dia sempurna."
"Kalau dia udah nikah, terus gak milih kakak, itu bukan salah dia atau istri nya kak. Hati gak bisa di paksakan, apalagi hanya karena perjodohan." Ucap Brandon.
"Tapi kakak kesal pake banget."
"Jangan hidup dalam dendam kak, mengusik hidup orang lain itu tak baik."
"Kakak itu cantik, harus bisa dapat pria yang lebih baik. Tapi bukan dengan cara merebut hak atau kebahagiaan orang lain." Ucap Brandon bijak.
"Lihat saja kakak akan membunuh wanita itu, dan Raka akan kembali pada kakak."
"R-raka?" Tanya Brandon.
"Ya, nama pria itu Raka Perwira. Istrinya Arlita, dan ibu nya Renata. Istri tua suami kakak." Jelas Catherine, membuat Brandon terkejut bukan main.
"J-jadi.. "
"Kenapa kau mengenal mereka hmm?" Tanya Catherine.
"T-tidak kak."
"Jangan berbohong, ekspresi mu sudah menjelaskan semua nya. Jadi, jangan ikut campur dengan apa yang akan kakak lakukan." Peringat Catherine.
"Terserah kakak saja, aku tak perduli." Ucap Brandon santai, meski dalam hati nya dia panik sendiri. Karena wanita impian nya jadi target kejahatan kakak nya sendiri.
Setelah mengatakan itu Catherine pergi dan membanting pintu dengan kuat, hingga membuat Brandon terlonjak.
Dari dulu kakak nya memang orang yang selalu terobsesi dengan satu hal yang dia inginkan, termasuk laki-laki yang sudah menjadi suami orang.
🥀
Saat Brandon kembali ke Indonesia, dia juga melihat kakak nya berkemas membawa koper juga. Dia yakin kalau kakak nya akan memulai rencana nya.
"Yah aku pergi dulu, kuliah ku terbengkalai." ucap Brandon lirih.
"Tidak bisa kah disini selama beberapa hari lagi? Ayah masih merindukan mu Nak."
"Secepatnya aku akan kesini, aku tak bisa membiarkan nyawa orang yang ku cintai terancam." Jawab Brandon. Dia sudah menjelaskan semua nya pada ayah nya, termasuk wanita impian nya yang di target kan oleh kakak nya.
"Ayah tak bisa melarang mu, pergilah. Jaga diri baik-baik, Jangan sampai terluka Nak." Ucap Ayah nya sambil menepuk pundak Brandon.
Ayah nya terkenal bengis dan sadis, tapi masalah anak dia selalu mengusahakan yang terbaik, dan sangat menyayangi anak nya.
🥀
Singkat nya, setelah membantu Lita membuat hadiah untuk suami nya. Dia memutuskan untuk mengantar Lita, karena sejak tadi hati nya merasa tak baik.
Benar saja, saat di gerbang kampus dia melihat mobil hitam yang terlihat mencurigakan. Dan saat dia membeli minum, Lita malah menyeberang dan mobil itu juga melaju dengan kencang ke arah Lita.
Dengan cepat Brandon menarik tangan Lita, dan membiarkan dirinya tertabrak hingga terpental sejauh beberapa meter.
"L-lita... A-aku b-berharap kau b-baik-baik s-saja.. A-ku menyayangi mu." Gumam Brandon terbata-bata karena sakit di kepala nya semakin terasa. Dan sedetik kemudian kesadaran nya menghilang.
__ADS_1
**Flashback Off..
🥀**
Raka dan Haris berjalan cepat menuju rumah sakit, ruangan ICU.
"Suster, saya ingin menanyakan. Kemarin apa ada korban kecelakaan yang datang bersamaan dengan pasien atas nama Arlita?" Tanya Raka.
"Kecelakaan mobil tuan? Ada atas nama Brandon Sebastian, dia ada di ruangan ICU." Jawab suster itu. Membuat Raka membulatkan mata nya.
"Bagaimana keadaan nya Suster?"
"Dia masih di tangani dokter Tuan, benturan di kepala dan kaki nya sangat keras, kaki nya patah dan pendarahan di otak. Itu informasi kemarin Tuan, mungkin sekarang sudah berbeda." Ucap Suster itu.
Raka merasa tubuh nya lemas, orang yang selama ini dia curigai. Ternyata dia adalah malaikat penolong bagi istri nya, rasa nya Raka seperti orang jahat.
"Lu kenapa?" Tanya Haris.
"Maafin gue Brand, gue udah curiga sama Lu. Lu udah nyelamatin istri gue, berkorban nyawa demi istri gue." Gumam Raka, dia tak kuasa menahan air mata nya. Mengingat semua kesalahan nya pada pria muda seumuran Istri nya itu.
"Gak ada guna nya Lu nangis bro, yok kita lihat kondisi Brandon." Ajak Haris, Raka mengangguk pelan.
Mereka berdua pun pergi ke ruangan ICU, dimana Brandon masih belum sadarkan diri sejak kecelakaan itu sama seperti Lita.
Saat sampai di depan ruangan, kebetulan dokter juga baru keluar dari ruangan itu.
"Dok, bagaimana keadaan pasien atas nama Brandon Sebastian?"
"Tuan keluarga atau saudara nya?" Tanya Dokter. Dan Raka mengangguk.
"Maaf tuan, berat hati saya nyatakan tuan Brandon koma. Benturan di kepala nya sangat keras, dan menyebabkan pendarahan hebat. Kaki nya patah, mungkin butuh waktu untuk pulih." Jawab Dokter
"Kami pihak dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi takdir berkata lain." Ucap Dokter itu lirih.
"Terimakasih dok." Ucap Haris.
"Saya permisi dulu." Pamit dokter itu, dan Haris hanya mengiyakan. Sedangkan Raka, dia masih diam tak berbicara sepatah kata pun.
Ada rasa penyesalan dalam hati Raka, mengingat dia begitu ketus dan sinis pada Brandon. Dia juga mencurigai Brandon, tapi akhirnya dia yang menyelamatkan istri nya dari Catherine, kakak kandung Brandon.
"Sesayang itu kah Lu sama istri gue Brand, sampai lu rela lakuin ini semua demi Lita." Gumam Raka lirih, sangat lirih.
"Lu harus kuat." Ucap Haris, lalu merangkul pundak sahabat nya itu.
"Lu bisa nangis sepuas nya kalo itu bisa bikin lu tenang Raka."
Raka menatap Haris, dan menangis sejadi nya.
🌻🌻🌻
Brandonnn😭
jangan lupa tinggalkan jejak dan tap favorit ya beb, happy reading😘
Salam hangat dari Lita&Raka❤️
__ADS_1