Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kehilangan Paling Menyakitkan


__ADS_3

Raka mengemudikan mobil nya dengan kencang, dia ingin segera sampai di rumah sakit. Bahkan dia lupa mengabari Haris tentang apa yang menimpa adik nya.


Setengah jam kemudian, Raka sampai rumah sakit harapan. Dia langsung berlari kalang kabut, mencari ruangan dimana istri nya sedang di tangani.


"Tuan.. " Panggil seseorang di tengah ke khawatiran nya, ada yang menepuk pundak nya.


"Kau, dimana istri ku?"


"Mari ikuti saya tuan." Ajak orang itu.


Raka mengikuti orang itu dengan perasaan yang campur aduk.


Hingga orang itu berhenti di depan sebuah ruangan, yang Raka yakini itu ruangan ICU.


"Bagaimana istri ku hah? Kau membiarkan istri ku celaka, bagaimana cara kau bekerja?" Tanya Raka emosi, dia menarik kerah orang suruhan nya dengan kasar.


"Maafkan saya Bos, saat itu saya sedang menelpon dengan anak buah yang lain. Kejadian itu begitu cepat." Jawab Orang itu dengan takut, keringat dingin bercucuran dari kening nya.


"Sialan kau, pergi cari orang yang menabrak istri ku. Aku tak mau tau, poko nya harus ketemu hari ini juga." teriak Raka penuh emosi.


Dia mengetatkan rahang nya, siapa yang berani mengusik kebahagiaan nya lagi. Sudah cukup dengan hadir nya ayah dan istri muda nya itu, membuat nya pusing kepala.


🥀


Sedangkan di bandara, Mama Renata baru saja turun dari pesawat. Dia memutuskan untuk pulang karena urusan nya memang sudah selesai, tapi dia malah di buat terkejut dengan informasi dari orang-orang kepercayaannya.


Saat ini Mama Renata sedang dalam perjalanan ke rumah sakit harapan, dia tak habis pikir. Kenapa Raka bisa kecolongan begini.


Setengah jam kemudian, dia sudah sampai di lobby rumah sakit dan melihat anak nya tengah menunduk dalam dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Masih dengan pakaian kerja dan terlihat sangat berantakan.


"Raka.. Bagaimana menantuku?" Tanya Mama Renata dengan wajah khawatir nya.


"Dokter masih di dalam Ma, padahal sudah hampir dua jam Ma. Apa Lita akan baik-baik saja?"


"Tenanglah, istri mu adalah wanita yang kuat. Dan ini, kenapa kau berantakan begini?" Tanya Mama Renata lagi.


"Aku langsung kesini saat mendapat informasi dari anak buah ku Ma, aku bahkan belum sempat makan apapun."


"Makan lah dulu, Mama yang tunggu disini." Ucap Mama Renata.


"Bagaimana bisa aku makan disaat istri ku sedang berjuang di dalam, aku tak bisa Ma."


"Jangan begitu Raka, makan lah dulu. Lita takkan menyukai hal itu, dan ganti dulu pakaian mu. Lalu beritahu Haris dan Bella." Ucap Mama.


"Aku bahkan lupa mengabari mereka tentang hal ini, aku pergi dulu sebentar Ma. Tolong jaga Lita untuk ku." Ucap Raka, dia menepuk pelan kepala nya. Saking panik nya dia sampai lupa mengabari Abang nya Lita.

__ADS_1


"Pergilah, jangan ceroboh. Dan cepat cari dalang dari semua ini, Mama tak rela menantu ku di sakiti seperti ini." Ucap Mama tegas. Raka hanya mengangguk mengiyakan.


"Raka sudah menyuruh mereka mencari nya, bahkan Raka juga meminta bantuan pada Bos El supaya lebih cepat."


"Bagus ,jangan sampai lolos." Ucap Mama.


Raka pergi dari sana dan menelpon Haris, dia memberitahu bahwa Lita mengalami kecelakaan dan saat ini sedang di tangani di rumah sakit.


🥀


Raka kembali, dan duduk di samping Mama Renata. Dia menyandarkan kepala nya di pundak Mama nya, rasa nya seperti mimpi. Pantas saja, dia merasa tak rela membiarkan Lita pergi kuliah tadi pagi.


Tak lama, terdengar suara derap langkah yang tergesa. Haris datang bersama Bella, wajah mereka penuh dengan ke khawatiran.


"Bang." Panggil Raka.


Plakk ...


Haris menghadiahi tamparan cukup keras di pipi kanan Raka.


"Bagaimana cara kau menjaga adikku hah? Suami macam apa yang tak bisa menjaga istri nya?"


"Jika sudah tak sanggup menjaga adik ku, biar aku saja. Aku tak mau adik ku menderita hanya karena kau Raka." Teriak Haris dengan emosi yang meledak.


"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan Nak Haris, kita harus berdoa demi kesembuhan Lita." Ucap Mama Renata lirih.


Setelah itu hanya hening, tak ada yang bicara lagi. Hingga terdengar suara pintu terbuka, dan dokter keluar dengan wajah datar nya.


"Keluarga Nyonya Arlita?"


"Kami dok." Jawab Haris.


"Dengan berat hati, saya menyatakan Nyonya Lita kritis. Benturan di perut nya sangat kuat, hingga kami tak bisa menyelamatkan janin nya." Terang dokter itu.


Jederrr...


Bagai di hantam palu besar, Raka luruh ke lantai. Begitu juga Haris ,mereka sangat shock. Apalagi mereka baru tahu kalau Lita sedang mengandung.


"Jadi menantu saya hamil, Dok?"


"Kalian tidak tau? Nyonya Lita sedang mengandung, usia nya masih muda sekitar dua bulanan." Jawab Dokter itu.


"Saya permisi dulu, pasien bisa di jenguk setelah di pindahkan ke ruang inap."


Dokter itu pergi setelah mengatakan hal itu, meninggalkan Raka dan Haris yang masih terduduk lemas di lantai.


"A-aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, hingga tak menyadari kalau istri ku sedang hamil ." Gumam Raka, air mata nya mengalir deras dari kedua mata nya. Tanpa bisa di cegah, air mata itu terus meluncur.

__ADS_1


"Tak ada guna nya menyesali hal yang sudah terjadi, Nak. Sekarang kita hanya perlu berdoa untuk kesembuhan Lita." Ucap Mama Renata menguatkan, meski dalam hati nya dia juga sangat sedih dengan keadaan ini.


"Aku kehilangan anak yang bahkan belum aku lihat sama sekali, Ma."


"Tak ada yang mau mengalami hal ini, Lita berencana memberitahu mu hari ini. Tepat di hari ulang tahun mu." Ucap Bella lirih.


"Kau tau istri ku hamil Bella?"


"Lita yang memberi tahu ku, bahkan aku yang menyarankan nya untuk melakukan test, karena dia mengeluh telat datang bulan." Jelas Bella lirih.


"Dia bilang jangan memberitahu siapapun, dia ingin memberikan mu kejutan dengan kehamilan nya itu. Maafkan aku tak memberitahu apapun, tapi ini permintaan Lita."


"Aku tak tau kalau hal semacam ini akan terjadi pada Lita, maafkan aku. Aku menyesal." Ucap Bella, mata nya berkaca-kaca. Dia sangat sakit dengan situasi ini, dia pernah mengalami hal ini.


Tapi Lita harus terluka, meski tak ada yang tahu hal itu akan terjadi pada Lita.


"Tak ada guna nya menyesali semua nya sayang, kuat lah kalian. bagaimana kita akan menguatkan Lita ,jika kalian terlihat rapuh."


"A-aku baik-baik saja Ma, sungguh." Ucap Raka terbata di awal kata nya. Belum selesai shock nya dengan kecelakaan Lita, dia kembali terkejut dengan kabar kehamilan Lita.


Hati nya sangat sakit bagaikan teriris, anak yang selama ini mereka nanti kan malah pergi bahkan saat Raka belum sempat mengetahui keberadaan nya.


Ini adalah kehilangan yang paling menyakitkan seumur hidup Raka.


🥀


Sedangkan di sebuah rumah mewah, seseorang sedang di landa kepanikan.


"Anak bodoh, kenapa dia malah melindungi wanita itu. Sialan." Umpat nya, dia terus melangkah kesana kemari dengan panik.


Tanpa sengaja dia sudah menabrak adik nya sendiri, adik yang sangat dia sayangi.


"Aku harus pergi sebelum ada yang mencari ku." Gumam nya lagi, dia mengambil tas dan kunci mobil nya dan bersiap pergi jauh dari tempat nya saat ini.


Tapi baru saja keluar dari rumah itu, dia langsung di lumpuhkan oleh anak buah mafia milik Elgar, dan membawa nya sesuai perintah Raka. Ke gudang bekas penggilingan padi, dimana sudah ada Sonia disana.


🌻🌻


Siapa ya yang nabrak Lita tapi salah sasaran malah nabrak Brandon?


Sabar ya bang Raka😞



Tinggalkan jejak dan tap favorit ya beb😘


Salam hangat dari Lita&Raka❤️

__ADS_1


__ADS_2