
Setelah menggerutu tak jelas, akhirnya Haris berhenti dan memutuskan pergi kembali ke kantor, karena Lita baik-baik saja. Dia juga sudah memberitahu Bella, dan kakak ipar Lita itu sedang dalam perjalanan saat ini bersama Ibu nya.
"Mas, gak ke kantor lagi?" Tanya Lita, karena sedari tadi Raka terus mengusap perut nya yang masih rata.
"Enggak, Mas mau disini aja nemenin kamu. Udah izin juga tadi sama Pak El." Jawab Raka.
"Geli ih, jangan di usap mulu."
"Geli kah? maafin Mas sayang." Ucap Raka, menghentikan tangan nya.
"Lebay banget, gitu doang minta maaf." Ledek Lita.
"Ya kenyamanan kamu nomor satu sekarang, karena ada kehidupan di dalam rahim kamu."
"Iya Mas, rasa nya masih kayak mimpi kalo aku hamil." Ucap Lita pelan.
"Kan Mas udah bilang, moment itu pasti datang. Setiap wanita yang punya rahim pasti bisa hamil, Ibu Mira aja dulu nunggu nya sampe setahun."
"Benarkah?" Tanya Lita dengan wajah tak percaya nya.
"Iya, setahun lebih. Pak El yang bilang." jawab Raka.
Lita diam, dia susah hamil lagi karena suatu kecelakaan.
"Apa Bu Mira juga pernah kecelakaan?"
"Enggak, memang sudah takdir nya lama aja yang. Semua ada waktu nya sayang, kan Mas udah bilang." Jawab Raka. Lita diam, ucapan suami nya memang benar.
"Bagaimana Brandon? Apa dia di terima Mas?" Tanya Lita, tiba-tiba mengingat sahabat tengil nya itu.
"Di terima yang, dia udah mulai training dulu satu bulan." Jawab Raka.
"Syukurlah, dengan begitu mungkin dia takkan selalu mengeluh tentang ayah nya."
Obrolan itu terhenti, saat pintu terbuka menampilkan wanita buncit yang di gandeng oleh wanita paruh baya.
"Lita, kamu baik-baik saja dek?" Tanya Bella. Lita hanya mengangguk dan tersenyum simpul, melihat raut wajah penuh ke khawatiran Kakak ipar nya itu.
"Maaf kami baru kesini, soalnya baru tau dari Haris. Kenapa bisa begini Nak?" Tanya Mama Bella.
"Ahh tak apa-apa Mam, aku baik-baik saja tak perlu khawatir."
"Bagaimana Mama tak khawatir, kau ini sangat sering membuat Mama khawatir Nak." Ucap Mama Bella.
"Maafkan Lita Mam, aku baik-baik saja sekarang."
"Lita baik-baik saja, sebelum ayah Raka datang dan membuat Masalah." Ucap Mama Renata pelan.
__ADS_1
"Mama, sudahlah. Jangan mengungkit hal yang sudah terjadi." Sela Lita.
"Maksudnya?" Tanya Mama Bella.
"Farhan yang membuat menantu ku begini jeng, dia bahkan mencekik Lita hingga pingsan." Jelas Mama Renata.
"A-apa?"
"Pulang bersama Mama ke rumah, jangan pulang ke rumah itu jika kamu selalu tersakiti Nak." Ucap Mama Bella, setelah menormalkan ekspresi wajah nya.
"Tidak bisa begitu Ma... "
"Kenapa hah? Suami macam apa yang membiarkan istri nya di aniaya oleh ayah nya sendiri, jika kau tak bisa menjaga anak ku Lita berikan pada ku, aku akan menjaga nya, akan ku pastikan dia takkan pernah terluka." Ucap Mama Bella, dengan emosi.
Raka menunduk ,yang di katakan Mama Bella memang benar. Dia tak bisa menjaga istri nya dari perbuatan ayah nya, Lita sudah sering tersakiti. Mulai dari Catherine, sekarang Farhan.
Dia terlalu ceroboh, hingga sering membuat Lita celaka. Sudah dua kali dia kecolongan, dan itu membuktikan dia gagal menjaga Lita.
"Mam, jangan begini. Menjadi istri Mas Raka adalah keputusan ku, jadi ini konsekuensi nya. Percaya lah aku baik-baik saja, jangan menyalahkan Mas Raka, dia tak bersalah."
"Dia adalah alasan aku bisa bertahan selama Ini Mam. Aku tak bisa, jika harus meninggalkan suami dan mertua ku. Mereka tak bersalah apapun, mereka sangat baik dan menyayangi aku." Jelas Lita.
"Huhh, baiklah. Maaf, Mama bersikap emosional. Mama menyayangi dirimu seperti anak sendiri, itu alasan nya." Ucap Mama Bella pelan.
"Tak apa Ma." Jawab Lita sambil tersenyum manis.
🌻
"Kapan aku bisa pulang, Mas?"
"Kata dokter Mita, kamu bisa pulang besok sayang." Jawab Raka.
"Aku ingin makan seblak, atau ayam geprek."
"Kamu sedang hamil, tak boleh makan pedas." Ucap Raka tegas.
"Gapapa kok kalau sedikit Mas."
"Mas akan tanyakan dulu pada dokter." Ucap Raka, kekeuh dengan keputusan nya.
"Mas, aku ngidam loh. Anak kamu pengen."
"Jangan mengkambing hitamkan anak ku sayang, aku tau itu keinginan mu." Jawab Raka, tau itu hanya alasan Lita agar keinginan nya terpenuhi.
"Mas nyebelin, aku gak bakal kasih jatah."
"Wah, gak bisa gitu sayang. Besok Mas beliin, tapi jangan pedes-pedes ya, sedang aja." Ucap Raka, Lita tersenyum simpul. Dia tau betul kelemahan suami nya itu, jatah malam.
__ADS_1
🌻
Malam hari nya, Mama Renata datang kembali dengan menenteng makanan di tangan nya.
"Makan dulu, Mama sudah masak sup daging." Ucap Mama Renata, mulai membuka wadah bekal nya.
Seketika aroma kaldu yang gurih menguar, memenuhi ruangan perawatan Lita.
"Wangi banget, Lita jadi laper Mama."
"Mas suapin ya? Mama nya baru dateng, kasian." Ucap Raka, dia tau istri nya itu ingin di suapi oleh ibu nya.
"Hemm, yaudah deh."
Raka mengambil sup nya dan memindahkan nya ke mangkuk yang tersedia. Raka menyuapi Lita dengan perlahan, karena kuah sup nya masih panas.
"Brandon juga baru pulang, dia akan kesini sebentar lagi." Ucap Mama Renata.
"Biarkan saja anak itu, padahal aku kan sudah gapapa." Lita menjawab di sela makan nya.
"Ma, apa kalo lagi hamil muda itu gak boleh makan pedes?"
"Mama dulu makan, asal jangan berlebihan aja. Sedikit gak masalah kok." Jawab Mama Renata.
"Dengerin Mas."
"Iya-iya, besok beli." Ucap Raka malas.
"Memang nya kenapa?" Tanya Mama Renata.
"Lita pengen seblak sama ayam geprek Ma, tapi kata mas Raka gak boleh."
"Seblak sama ayam geprek kan ada level nya, pilih nya level satu aja atau level 0, atau tanpa cabe kan bisa. Ingat, Lita itu lagi hamil muda, ngidam." Peringat Mama Renata.
"Iya, Mama ku yang cantik."
Lita tersenyum dan mengacungkan jempol nya pada Mama Renata.
Raka hanya mendelik sebal ke arah dua wanita kesayangan nya itu, kalau sudah begini dia tak bisa apa-apa lagi, selain mengalah. Juga takut tak di beri jatah malam oleh Lita.
"Wanita memang selalu benar, laki-laki selalu salah."
"Eeehh, jangan mengeluh. Yang ikhlas dong, kalo ikhlas aku juga bakal senang ngasih jatah nya." Ucap Lita.
"Ya ampun, kau memang tau kelemahan ku."
🌻🌻
__ADS_1
Hallo author kembali, setelah selesai dengan drama hp yang di pake ngetik ngeblank tiba-tiba selama dua hari dua malem, gak bisa di sentuh sama sekali😁 ada yang kangen gak? ngarepp🤭🤭
tinggalkan jejak ya, dan tap favorit❤️