
Mike masih memeluk Hanna dengan erat, dia terlalu bahagia saat ini.
"Besok aku kesini sama Papa buat ngelamar kamu."
"Benarkah? Baiklah, aku akan bilang sama Mama. Aku tunggu ya.." Jawab Hanna.
Mike mengusap kepala Hanna, wajah nya bersembunyi di dada bidang Mike.
Mike melerai pelukan mereka, dia mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Hanna. Ini yang kedua kali nya mereka berciuman mesra, Mike selalu memperlakukan Hanna dengan lembut.
Tangan Mike perlahan menyusup ke dalam kemeja yang Hanna pakai, Hanna terkejut dan melepaskan ciuman nya.
Hanna menatap wajah Mike, yang tangan nya masih ada di balik kemeja nya. Mike pikir Hanna akan marah karena dia memegang benda keramat yang sangat di jaga oleh Hanna, tapi lagi-lagi dugaan nya salah.
Hanna membiarkan tangan Mike tetap disana dan dia malah berinisiatif mencium Mike lebih dulu, tentu nya ini kesempatan yang sangat bagus untuk Mike.
Hanna sedikit melenguh saat tangan besar Mike meremas dada nya, tapi mereka tetap berciuman mesra dengan tangan Mike yang berkelana di dada Hanna.
Tapi ciuman itu harus terhenti karena bunyi pintu yang terbuka, mereka buru-buru melepaskan pagutan bibir nya, Hanna sibuk merapikan baju yang sempat di acak-acak oleh Mike.
"Ehh ada Mike, sudah lama?" Tanya Mama Hanna.
"Lumayan Ma, darimana?" Tanya Mike berbasa-basi.
"Dari mall di traktir temen arisan, yaudah lanjutin ngobrol nya lagi. Mama mau mandi dulu."
"Mandi? bukan nya mama tadi udah mandi?" Tanya Hanna, setaunya Mama nya tadi sudah mandi sebelum pergi.
"Iya tapi gerah lagi, udah dulu ya.." Mama Hanna pun pergi masuk ke kamar nya, Hanna juga memilih percaya saja.
Mike menggenggam tangan Hanna dan mengecup nya.
"Apaan sih kak, malu tau.."
"Kenapa malu, aku cuma mainin doang gak di liat kok." Jawab Mike santai, karena tangan nya sudah kembali merayap ke dada Hanna.
"Ihh, jangan nakal nanti kalo mama liat gimana? Jangan cari mati deh ya.."
"Aku suka, masih kencang dan ukuran nya pas di tangan ku. Mau nyusu dong." Pinta Mike manja.
"Kakak jangan macam-macam, nanti diliat Mama." Ketus Hanna.
"Jangan marah dong sayang, iya deh cuma mainin aja."
Hanna pun membiarkan saja kelakuan Mike yang kata nya ketua mafia itu, tapi kok kelakuan nya gak kayak mafia saat bersamanya.
__ADS_1
Hanna menghalangi bagian dada nya dengan bantal, bisa bahaya kalau mama nya memergoki nya sedang di *****-grepee. Bisa di sidang lima hari lima malam.
Tak lama Mama Hanna turun dengan daster rumahan nya, dan duduk di depan sepasang kekasih itu.
Mata nya nampak memicing saat melihat ada bantal kursi di depan dada putri nya.
"Kenapa sih Ma? Liatin Hanna gitu banget."
"Kenapa ada bantal di dada mu Hanna?" Tanya Mama Hanna, tatapan nya menajam. Apalagi saat melihat tangan Mike yang terselip di balik bantal yang ada di dada Hanna.
"Gapapa sih, pengen meluk bantal aja."
"Sebenarnya kalian kenapa? Yang satu nya keliatan santai, satu nya keliatan gak nyaman. Ada apa sih?" Tanya Mama Hanna.
"Gapapa Ma," Jawab Mike.
"Kayak habis keciduk lagi berbuat mesoom."
Jleebb..
Ucapan Mama nya Hanna terasa menusuk ke dalam dada Mike, tepat sasaran. Dia belum sempat menarik tangan nya dari kemeja Hanna, dan saat ini tangan nya masih ada di dada Hanna dan kadang meremas nya, hingga membuat Hanna merasa tak nyaman.
"Udah makan belum? Makan dulu yuk." Ajak Mama Hanna, dia pun bangkit dari duduk nya dan pergi ke dapur. Kesempatan yang bagus untuk Mike menarik tangan nya, Hanna mendelik sebal ke arah Mike dan mencubit tangan nya dengan kuat.
"Siapa suruh tangan nya nakal, kan tadi udah aku bilang jangan macam-macam, kan di sidang mama."
"Iya iya maafin aku sayang." Ucap Mike pelan.
"Serah lah." Hanna bangkit dari duduk nya dan pergi menyusul mama nya, meninggalkan Mike yang masih duduk dengan senyum simpul nya.
....
Di rumah, Raka tengah berdebat lagi dengan istri nya. Raka yang manja hingga membuat Lita sebal karena tak di beri waktu untuk bisa bersama baby Ralinsya, dengan alasan sudah ada pengasuh nya.
"Mas, aku juga perlu berinteraksi dengan anak ku."
"Yang butuh kamu tuh bukan anak kamu doang, aku juga butuh kamu Lita." Bentak Raka.
"Aku tau, tapi tolong pahami sedikit Mas aku ini seorang ibu dan istri. Mengurus anak bukan hanya tugas pengasuhnya, aku orang tua nya lebih berhak." Ucap Lita.
"Terserah kau saja, aku bosan." Raka bangkit dari duduk nya dan pergi ke luar kamar, dia membanting pintu dengan kuat hingga berdebum kencang, membuat Lita terkejut.
Tak terasa, air mata Lita luruh membasahi pipi nya. Dia menangis di kamar nya dalam diam, apakah salah dia hanya ingin dekat dengan putri nya sendiri? Padahal baby Ralinsya adalah buah cinta mereka, puncak dari perjuangan yang berakhir.
Tapi lihat sekarang? Raka bahkan menjadi egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan istri nya yang dilema.
__ADS_1
Sejak ada pengasuh yang mengasuh Baby Ralinsya, Raka menjadi sangat posesif. Lita tak seperti tak boleh punya waktu untuk bersama anak nya, Lita hanya boleh melayani dirinya saja.
"Bu, aku harus bagaimana? Kenapa Mas Raka berubah, aku bingung harus apa sekarang."
Tak lama, terdengar suara ketukan lirih di luar pintu. Itu pasti Mama Renata, tak mungkin suami nya.
Lita menghapus air mata nya dan berjalan mendekati pintu, membuka nya perlahan dan tebakan nya benar, itu ibu mertua nya. Dia memandang Lita dengan wajah khawatir nya.
"Sayangg.." Panggil Mama Renata, dia segera memeluk Lita.
Entah kenapa pelukan mertua nya itu malah membuat nya kembali menangis, dia menangis terisak di pelukan ibu mertua nya.
"Menangislah sayang, Mama tau kamu sedang tak baik-baik saja sekarang." Ucap Mama Renata, dia mengusap punggung menantu nya dengan lembut.
"Ma, apa kelahiran Baby Ralinsya itu tak di harapkan? Kenapa mas Raka berubah?" Tanya Lita dengan suara bergetar.
"Husstt, jangan menyalahkan kehadiran anak mu sayang. Dia anugerah yang tuhan percayakan untuk kamu jaga, bukan kah kamu menunggu lama untuk mendapatkan seorang anak?"
"T-tapi Mas Raka seolah acuh dengan Baby Ralinsya, apa dia tak menyayangi anak nya sendiri?" Tanya Lita lagi.
"Jangan bicara seperti itu, seburuk apapun seorang ayah dia tetap menyayangi anak nya, kamu lihat mertua mu? Farhan atau Danu? Mereka sama-sama pria bejat, tapi mereka menyayangi suami mu."
"Jangan bicara yang tidak-tidak, berfikirlah fositiv." Nasehat Mama Renata.
"Baik Ma, aku akan mencoba nya." Jawab Lita, dia masih memeluk mertua nya dengan erat.
"Baby Ralinsya sedang menangis, dia membutuhkan mu saat ini, apa kamu bersedia memberi nya ASI?"
"Tentu saja aku mau Ma.." Ucap Lita antusias, dia pun pergi bersama Mama Renata, menuruni anak tangga sampai ruang tamu.
"Dimana Ralinsya, Mina?"
"Di taman depan bersama tuan, Nyonya." Jawab Mina.
Lita segera menyusul ke taman depan, dan apa yang dia lihat? Suami nya itu tengah menggendong baby Ralinsya, sesekali melakukan hal seperti Brandon, menusuk-nusuk pipi kanan nya, dan Baby Ralinsya tersenyum senang, sama saat dia di asuh oleh Brandon.
Seketika Lita merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk terhadap suami nya sendiri.
🌻🌻
perasaan mereka debat mulu yee😁
abang-abang tukang ngambek😂
__ADS_1