Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Cerita Raka


__ADS_3

Karena hari sudah mulai beranjak, Haris segera pamit karena harus bekerja, sudah dua hari dia tak masuk kerja karena Lita tak ada yang menjaga.


" Sarapan dulu yang?" Tanya Raka.


" Suapin kak." Pinta Lita dengan manja.


" Manja nya pacar aku, makin sayang dehh." Ucap Raka gemas, dia mencubit kedua pipi Lita.


" Sakittt kak, jangan di cubitin." Ucap Lita kesal.


" Segera sembuh agar pipi mu gembul lagi." Ucap Raka, dia sangat suka pipi cabi Lita.


" Iya, kalau Lita udah cabi lagi kakak jadi makin seneng cubitin pipi Lita kan?" Tanya Lita, dia melirik sinis ke arah Raka yang sedang tersenyum.


" Iya dong, itu salah satu daya tarik mu sayang." Jawab Raka.


" Kakak suka pipi Lita yang gembul?"


" Bangett sayang, kamu terlihat menggemaskan." Jawab Raka lagi, dia tersenyum sambil menyuapkan bubur ke Lita.


" Yaudah nanti kalo Lita udah sembuh, Lita bakal sering minta jajan sama kakak." Ucap Lita, dengan senyum jahil nya.


" Silahkan, kakak tunggu." Jawab Raka, masih menyuapi Lita di sela obrolan nya.


" Kakak gak marah? Gak sayang uang nya kalo di pake Lita jajan?" Tanya Lita, dengan dahi yang mengerut.


" Kenapa harus marah, kakak nyari uang buat kamu kok. Gaji kakak cukup untuk menabung, belanja, jajan kamu sayang." Jawab Raka.


" Menabung?" Tanya Lita.


" Iya, menabung buat nikahin kamu sayang ku." Jawab Raka, dia tersenyum manis sambil menatap Lita.


" Benarkah?" Tanya Lita lagi.


" Tentu saja ,aku ingin secepat nya kita menjadi suami istri."


" Ehmmm, jangan membahas ini sekarang kak, aku sedang sakit." Ucap Lita.


" Memang kenapa?"


" Lita kan seneng, pengen loncat-loncat. Kalo udah sembuh mah kan Lita bisa, sekarang mah susah ada jarum di tangan Lita." Jawab Lita dengan wajah memerah bak kepiting rebus.


" Cieee wajah nya merah.." Ledek Raka.


" Diam lah ,jangan meledek. Perempuan mana yang gak seneng kalo cowo nya bilang gitu, meleleh pasti." Jawab Lita.


" Iya deh, makan lagi yang banyak."


🥀


Sore hari, Raka mengajak Lita ke taman di area rumah sakit. Pasti Lita bosan jika terus berbaring di brankar, dia butuh suasana baru.

__ADS_1


" Sayang, bagaimana orang tua mu? Apa mereka memberi kita restu?" Tanya Lita, sontak saja pertanyaan itu membuat Raka terkejut.


Jangan kan restu, selama di sana orang tua nya selalu mengajak bertengkar. Membuat Raka muak dan cenderung membenci mereka.


" Maafkan aku sayang, aku belum bicara sejauh itu. Tapi aku sudah bilang, aku tak mau di jodohkan, dan aku sudah punya kekasih." Jawab Raka.


" Heemmm, baiklah. Semoga secepat nya ya kak, aku gak mau terus-terusan hubungan backstreet begini." Ucap Lita.


" Iya sayang." Jawab Raka dengan senyum yang di paksa kan.


Raka kembali mendorong kursi roda yang di duduki Lita, sepanjang jalan dia terus memikirkan perkataan Lita.


" Aku harus bicara dengan Haris masalah ini, tapi rasa nya aku belum siap jika Lita harus tau semua kebenaran nya. Aku takut dia takkan mau menerima ku, karena latar belakang keluarga ku." batin Raka.


Setelah cukup lama berbincang di taman, dan terlihat wajah Lita sudah mulai segar lagi, Raka pun segera mengajak nya kembali ke ruangan nya karena udara nya semakin dingin. Sudah beberapa hari ini, kota ini di landa hujan deras.


Lita terus tersenyum sepanjang jalan menuju ke dalam ruangan nya, dia begitu beruntung menjadi kekasih Raka. Meski dia dingin di awal, tapi sekarang dia menjadi pria yang begitu hangat dan perhatian.


" Dari mana aja?" Tanya Haris. Baru saja mereka berdua masuk ke ruang perawatan Lita, langsung di sambut dengan pertanyaan abang dan tatapan tajam nya.


" Jalan-jalan dari taman Bang, Lita butuh angin segar." Jawab Raka santai.


" Ouhh begitu, kirain Lu bawa kabur adek gue." Ucap Haris menyindir.


" Ngapain gue bawa kabur adek orang, gak lah. Cari penyakit aja " Jawab Raka sinis.


" Ya kirain." Ucap Haris lagi.


" Lita dah minum obat?" Tanya Haris.


" Yaudah, kamu istirahat dulu ya. Kakak sama abang mau keluar dulu, sebentar ada urusan." Ucap Raka.


" Iya kak, nanti pulang nya bawa mangga ya."


" Mangga?" Tanya Raka.


" Iya, buah mangga kakak. yang manis kayak Lita ya." Ucap Lita.


" Iya sayang, nanti kakak beliin ya."


" Kepedean Lu dek." Ucap Haris.


" Fakta nya Lita emang manis kok." Ucap Lita sambil menjulurkan lidah nya.


Haris dan Raka keluar dari ruangan Lita, dan pergi ke kantin.


" Ada apa lagi?" Tanya Haris.


" Gue bingung Ris." Jawab Raka.


" Bingung kenape lagi sih?"

__ADS_1


" Gue belum dapet restu dari orang tua gue, jangankan restu selama gue disana mereka terus ngajakin gue berantem." Jawab Raka sendu.


" Terus gimana?" Tanya Haris.


" Ya begitu lah ,Lu tau sendiri orang tua gue gimana. Mereka selalu berambisi, bahkan untuk mendapatkan hal itu mereka rela korbanin kebahagiaan anak nya sendiri."


" Lu tau gak? Wanita yang mau mereka jodohin itu selingkuhan ayah gue, Ris."


Haris terlonjak kaget mendengar pernyataan Raka, bagaimana bisa seorang ayah memaksa anak nya agar menikahi selingkuhan nya?.


" Lu kaget? Apalagi gue Ris, dan sekarang si Catherine itu lagi hamil anak nya ayah gue."


Tambah terkejut saja Haris di buat nya, ayah Raka benar-benar keterlaluan.


" Terus gimana?"


" Gak gimana-gimana Ris, kemaren setelah Lu telpon gue, gue langsung siap-siap pulang. Lu tau, pagi nya orang tua Catherine datang bawa polisi."


" Dia bilang gue yang hamilin anak nya, lah boro-boro ngelakuin hal itu ketemu aja baru dua kali. Mereka bersekongkol buat jebak gue, supaya mau nikahin tuh cewek gatel."


Haris tak habis pikir dengan kelakuan ayah Raka, sudah berselingkuh, berhianat, malah memaksa Raka menikahi Wanita itu, dan menjebak nya. Gila memang.


" Gue tau apa yang ada di pikiran Lu sekarang Ris, bener. Orang tua gue gila semua." Ucap Raka.


" Gue gak nyangka aja, ayah Lu bisa sebejat itu." Ucap Raka.


" Gue juga awal nya gak percaya, tapi setelah liat video nya baru gue percaya Ris."


" Video apaan?" Tanya Haris polos.


" Lu mah bodoh lah, video blue lah, pemain nya ayah gue sama Catherine." Jawab Raka kesal, bisa-bisa nya sahabat nya bodoh di saat seperti ini.


" Whatt? Lu nonton gitu?"


" Ya gue harus nonton lah supaya percaya." Ucap Raka.


" Gimana rasa nya anjirr nonton film panas yang pemain nya ayah Lu sendiri?" Tanya Haris.


" Rasa nya Anjim banget, bentar lagi jadi iron man." Jawab Raka sambil memberikan jempol nya.


" Gila, Lu kuat banget."


" Ya kalau gue gak nonton video nya, gimana gue mau percaya semua nya. Kinerja anak buah Pak El memang gak perlu di ragukan lagi Ris." Ucap Raka.


" Lu minta bantuan Pak El?"


" Hooh lah ,gue gak bisa balikin jebakan mereka kalo tanpa bantuan Pak El. Gila aja, siapa lah gue tanpa Pak El." Ucap Raka, berbeda dengan keangkuhan nya saat mengancam Orang tua Catherine dan ayah nya .


🌻🌻🌻


Maaf kalo banyak typo ya, harap di maklumi☺️

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


tap favorit juga yawww😘


__ADS_2