
" Mau ke apartemen atau ikut ke rumah gue?" Tanya Haris.
" Males gue ke apartemen, ikut aja lah." Jawab Raka datar.
Lita dari tadi diam, dia mengamati perubahan ekspresi kekasih nya saat Abang nya mengungkit masalah penghianatan Edo 4 tahun silam.
Lita tau, tak semudah itu melupakan penghianatan. Dirinya juga perlu waktu untuk membuka kembali hati yang pernah di iris sembilu. Meski dalam mulut, dia berkata sudah melupakan semua nya tapi tidak dengan hati nya. Sampai kapan pun kejadian itu akan selalu teringat.
Saat sampai di rumah, Raka masih terkesan dingin, bahkan tak berbicara pada Haris atau Lita. Dia memilih duduk di teras sendirian.
Haris dan Lita masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri.
" Edo, Lu dah terlanjur bikin gue sakit. Apa hukuman buat Lu terlalu berat?" Gumam Raka, jujur saja dalam hati nya dia merasa sedikit bersalah. Bagaimana pun Edo pernah menjadi sahabat nya dulu, sama seperti Haris.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin dia akan mengulang waktu lagi. Andai saja dulu dia tak bertindak gegabah dan terburu-buru dalam mengambil keputusan ,mungkin saat ini Edo masih bersama nya dan bersahabat lagi seperti dulu.
" Edo, kenapa kau melakukan perbuatan itu. Andai saja kau tak menghianati ku, mungkin semua ini takkan terjadi dan kita masih berteman." Gumam Raka lagi, dia menutup mata nya dan bersandar di kursi teras tempat nya duduk.
🥀
Lita sudah selesai mandi dan memutuskan untuk menemani Raka, dia pasti sedang merenungkan kesalahan nya di masa lalu.
" Kak, gak masuk?" Tanya Lita berbasa-basi.
" Enggak, kakak lagi pengen sendiri." Jawab Raka datar. Lita menghembuskan nafas nya pelan.
" Lita tau, tak semudah itu melupakan sebuah penghianatan, karena Lita juga pernah mengalami. Tapi jangan terjebak dalam masa lalu itu kak, hidup terus berjalan. Kita harus melalui nya, mau atau tidak mau, suka atau tidak kita di tuntut untuk tetap menjalani hidup di masa ini." Ucap Lita.
" Jangan jadikan masa lalu sebagai pedoman kak, tapi jadikan pelajaran agar kita bisa memilih mana yang baik dan tidak, masa depan kita yang menentukan dengan siapa. Jadi jangan terlalu terbelenggu dengan ingatan masa lalu kak."
Raka melirik Lita yang duduk di samping nya, bahkan Lita saja mampu bersikap dewasa, tapi Raka malah bersikap kekanak-kanakan.
" Kakak hanya punya penyesalan."
" Setiap orang punya masa lalu kak, punya kesalahan, kita manusia tak pernah luput dari salah. Tapi jangan selalu terfokus dengan kesalahan apa yang pernah kita buat, tak peduli itu besar atau kecil, kita tak boleh hidup dalam penyesalan."
" Yang perlu kita lakukan saat ini adalah jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Lita lagi.
Raka menatap Lita, dia tau dalam setiap ucapan nya ada terselip pilu. Tapi Lita selalu menutupi nya dengan senyuman dan bersikap ceria. Dengan begitu dia akan lupa, kalau hati nya pernah sesakit itu karena di hianati.
" Maafkan kakak sayang, kakak sudah bersikap kekanak-kanakan."
" Tidak masalah, jangan sungkan dengan ku, aku kekasih mu sekarang. Jika ada masalah apa pun ,kakak harus bilang pada ku. Agar kita bisa mencari solusi nya bersama." Jawab Lita, dia tersenyum manis ke arah Raka, mengisyaratkan kalau dia baik-baik saja.
" Masuk oyy, makan dulu jangan pacaran mulu." Teriak Haris dari dalam rumah.
__ADS_1
" Siapa yang masak?" Tanya Raka.
" Tadi kan sebelum pulang dah beli ayam krispi sama bakso." Jawab Lita.
" Eehhh iya, kakak lupa."
" Maka nya jangan bengong mulu, ehh atau faktor U ya, jadi pelupa." Ledek Lita.
" Oke secara langsung kamu mengatakan kakak sudah tua, dengar ya! Kakak bukan tua tapi dewasa." Jawab Raka.
" Hilihhh, mana ada orang dewasa konyol kayak kakak." Ledek Lita lagi.
" Jangan meledek ku sayang." Ucap Raka, sambil mencubit kedua pipi Lita dengan gemas.
" Oyyy makan gak?" Gerutu Haris, Raka dan Lita tertawa melihat ekspresi kesal Haris.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan mulai makan dengan lahap.
" Ngebakso mulu dek, nanti pipi mu bulat seperti bakso." Ucap Haris, melihat Lita selalu lahap jika makan bakso.
" Lita doyan, gimana dong?"
" Kalo doyan yaudah makan aja sayang, gapapa kok kalo pipi mu bulat, kakak tetap bucin." Ucap Raka, sambil mengelus puncak kepala Lita.
" Jangan bertingkah lucu di depan ku yang, aku gemas pengen gigit."
" Aku kan memang lucu kak." Jawab Lita santai.
" Iya lucu, tapi kadang suka bikin darah tinggi." Ucap Raka.
Lita mendengus begitu mendengar ucapan Raka, dia kembali fokus ke makanan nya yang hanya tinggal kuah nya.
" Habisin nih." Tawar Raka menyodorkan mangkok bakso nya.
" Kakak gimana?" tanya Lita.
" Kakak kenyang liatin kamu." Jawab Raka sambil tersenyum jahil.
Lita dengan cepat mengambil mangkok milik Raka dan mulai memakan nya.
" Gak ada malu-malu nya di depan pacar bar-bar gitu, badan kecil tapi makan nya 2 porsi. Adik ku memang luar biasa." Ucap Haris.
🥀
Malam hari nya, Raka dan Haris sedang mengobrol tentang bisnis di teras di temani dua cangkir kopi yang di buat kan Lita.
__ADS_1
" Lu kapan mau cerita semua nya?" Tanya Haris tiba-tiba.
" Kita lagi ngobrol tentang bisnis, kenapa harus bahas masalah itu sih?" Tanya Raka.
" Bagaimana pun juga Lita harus tau semua nya, dia pacar Lu dia berhak tau." Jawab Haris.
" Entahlah, gue nunggu waktu yang tepat dulu." Ucap Raka.
" Jangan di tunda-tunda, lebih cepat lebih baik " ucap Haris.
Raka mengangguk mengiyakan, dia juga ingin segera menjelaskan semua nya, tapi dia hanya takut kalau Lita akan terkejut dan menjauh dari nya.
" Besok pulang kerja, kita tengokin si Edo yuk? Lu mau?" Ajak Haris.
" Ngapain?" Tanya Raka.
" Gue tau, Lu gak masih gak bisa lupain penghianatan si Edo sama Helen, tapi ada baik nya sebagai mantan sahabat Lu nengok dia."
" Gue bosan di manfaatin terus, saat dia susah gue selalu ada buat dia, temenin dia,bantuin dia. Tapi dia gak nganggap semua itu, makanya dia hianatin gue." Jawab Raka datar.
" Gue gak bakal maksa Elu, kalo gak mau yaudah."
Haris tak ingin memaksakan kehendak nya, ini berurusan dengan masalah hati. Jadi terkesan sensitif.
" Gue ikut." Ucap Raka kemudian, setelah cukup lama hening.
" Serius?"
" Ngapain gue bercanda? Gak ada guna nya dendam dengan masa lalu" Tanya Raka lagi.
" Oke kalo gitu, syukur deh kalo Lu dah bisa lupain." Ucap Haris.
" Melupakan suatu penghianatan itu mustahil Ris, tapi gue gak bisa terus terjebak. Tapi gue harus menata hidup gue, supaya lebih baik lagi. Lita yang bilang."
Haris tersenyum, Lita mampu mengubah Raka. Bahkan hanya dengan kata-kata nya saja, dia mampu meluluhkan Raka. Suatu perubahan yang baik.
" Tunjukkin kalo Lu bisa Raka."
🌻🌻🌻
Besok mau nemuin mantan sahabat nya, ada pesan gak?🤭
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😍
__ADS_1