
Malam hari nya, Lita turun bersamaan dengan Raka. Mereka bergandengan tangan ketika menuruni tangga, rasa nya Raka tak ingin jauh sedetik pun dari istri nya itu, apalagi setelah mendengar penjelasan Brandon.
Meski dia belum yakin 100%, tapi tak ada salah nya juga mempercayai nya dan memperketat penjagaan istri nya.
"Wahh anak sama menantu mama udah turun, yuk makan. Mama udah masakkin makanan favorit kamu juga." Ucap Mama sambil tersenyum.
"Masak apa gitu Ma?" Tanya Lita.
"Raka suka banget sama malatang, jadi Mama masakin. Meski pedas dan bikin bibir kebas, tapi makanan ini memang enak sayang." ucap Mama, di meja sudah tertata rapi makanan hasil tempur Mama nya.
"Makasih Ma." Ucap Raka, sejak Lita memanggil Ibu nya dengan sebutan Mama, dia juga memutuskan untuk mengikuti Lita memanggil Mama.
"Ayo makan, makan yang banyak ya." Mama tersenyum pasangan suami istri ini, mereka kadang malu-malu dan bisa juga sebaliknya.
Raka makan dengan lahap, sudah lama dia tidak memakan makanan ini. Meski banyak restoran yang menjual, tapi malatang buatan mama nya tetap nomor satu, dan tak bisa di gantikan.
🥀🥀🥀
Tak terasa sudah dua bulan berlalu, selama itu juga orang suruhan Raka selalu mengikuti Lita kemana pun dia pergi dan dengan siapa, lalu mengirimkan nya secara detail pada Raka.
Selama itu juga, Raka tak mendapat hal yang aneh atau janggal dengan keadaan Lita. Juga tak mendapat informasi orang yang mencurigakan juga.
Tapi hal buruk bisa saja terjadi kapan pun, bisa kapan saja. Jadi Raka tetap memerintahkan anak buah nya untuk tetap memantau Lita.
Raka juga sibuk bekerja di kantor, semakin hari semakin banyak pekerjaan yang menunggu di selesaikan. Makin banyak juga perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan AM group, dan berkat Raka semua nya aman terkendali.
Hari ini Lita mampir ke rumah Bella, karena merindukan sahabat plus kakak ipar nya itu. Bella memang tidak berkuliah lagi, karena Haris melarang nya dan memilih home schooling, setiap minggu akan ada dosen yang datang ke rumah Bella.
Tapi sudah sebulan ini juga Bella tak melakukan nya lagi, dia lebih memilih fokus saja dengan kebiasaan baru nya yang menjadi ibu rumah tangga. Menyambut suami nya pulang bekerja, memasak, melayani suami dengan baik juga, juga mempersiapkan kehamilan lagi.
"Kakak.. " Teriak Lita dari halaman depan.
"Lita, kok teriak-teriak sih. Kenapa?"
"Hehee, pengen di bukain pintu dong. Lita kangen kakak." Ucap Lita lalu memeluk kakak ipar nya itu.
"Kamu kan tau, pintu ini selalu terbuka untuk kamu. Tinggal masuk aja, kenapa sih."
"Iya deh maafin Lita kak." Ucap Lita lirih.
"Yaudah masuk yuk, kakak baru aja habis bikin stuff roti coklat."
"Benarkah? Ihh Lita mau, udah lama gak makan stuff roti." Dalam sekejap Lita menjadi antusias.
"Iya ayo masuk, makan nya di dalam." Ajak Bella ,dia menggenggam tangan Lita dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Duduk dulu, kakak ambilin di kulkas." Lita mengangguk dan duduk di sofa ruangan tengah.
Tak lama Bella sudah kembali dengan sekotak besar stuff roti kesukaan Lita.
"Makasih kak."
"Makan ya." Ucap Bella ,dia tersenyum melihat adik ipar nya memakan stuff roti itu dengan lahap.
"Oh iya, btw kakak udah isi lagi?"
"Isi apaan sih dek, di masukkin aja belum." Jawab Bella.
"Kenapa?"
"Abang mu sudah seminggu ini sibuk dan pulang saat tengah malam atau dini hari Dek, gimana mau gituan. Dia pasti cape." Ucap Bella.
"Iya sih, suami aku juga jarang minta jatah. Soalnya pas dia pulang, pasti aku udah tidur."
"Ya sama dek, kakak juga. Kalo kamu belum ada tanda-tanda?" Tanya Bella.
"Belum tuh, tapi udah telat sekitar sepuluh harian sih." Jawab Lita, sambil mengingat ingat kapan terakhir dia menstruasi.
"Buruan di tes dong dek."
"Ya siapa tau aja jadi kan? Gak ada yang tahu rencana tuhan." Ucap Bella.
"Iya juga sih, nanti deh pulang dari sini aku mampir ke apotik."
"Update hasilnya sama kakak ya nanti." Ucap Bella.
"Asyiap kakak. Udah ah, aku lanjutin makan stuff roti nya. Gak berubah sih, bikinan kakak emang the best." Puji Lita ,sambil terus menyuapkan stuff roti buatan Bella.
🥀
Sore hari nya, Lita memutuskan untuk pulang. Sebentar lagi suami nya akan pulang dari kantor, karena hari ini pekerjaan nya sedikit kata Raka tadi pagi.
Seperti ucapan nya tadi di rumah Bella, dia benar-benar mampir di apotik untuk membeli testpack. Dia ingin mengecek lagi, meski dalam hati dia takut kalau hasilnya akan negatif lagi.
Setelah selesai membeli nya, dia segera pulang dengan menaiki taksi.
Saat sampai di apartemen, tak ada yang menyambut nya. Karena Mama harus pergi, sudah dua hari dia pergi ke US karena ingin melihat secara langsung kemajuan bisnis nya.
Dia segera masuk ke kamar nya, setelah menutup pintu nya. Dengan dada berdebar, dia masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.
Dia mencelupkan alat itu ke dalam air seni yang dia tampung dalam cawan kecil yang memang sengaja dia simpan, saat terakhir kali dia kecewa karena hasil nya negativ.
__ADS_1
Lita mengangkat benda itu dengan hati yang tak karuan, sebenarnya dia tak ingin kecewa lagi. Tapi, dia juga penasaran dengan hasilnya.
Lita membulatkan mata nya, saat melihat alat itu menunjukan garis dua dengan garis merah yang jelas.
Tak terasa, air mata Lita mengalir deras dari kedua mata nya. Dia tak menyangka kalau hari ini akan datang juga, tangan nya bergetar dan menjatuhkan alat itu.
Lita menutup mulutnya dengan kedua tangan, dia sangat terharu dengan semua ini.
"Terimakasih, aku sudah lama menunggu hari ini tiba. Apa aku harus memberi tahu Mas Raka sekarang?" Gumam Lita, dengan suara bergetar.
"Mas Raka tiga hari lagi kan ulang tahun, mungkin aku bisa buat ini sebagai kado terindah."
Lita tersenyum dan kembali mengambil alat itu, dia masih belum yakin dengan hasil ini. Kata orang di tes saat pagi hari akan lebih akurat.
Dia menyimpan nya dengan hati yang berbunga-bunga.
Dia keluar dari kamar mandi, dengan senyum cerah nya. Tapi seketika senyum nya menghilang saat melihat siapa yang sudah duduk di ranjang nya.
Dengan cepat dia menyembunyikan alat itu ke dalam saku celana nya. Lalu segera mendekati suami nya yang sedang duduk membelakangi nya.
"Sudah pulang sayang?" Tanya Lita lirih.
"Iya yang, aku cape banget. Pegel nih badan."
"Aku pijitin ya?" tawar Lita.
"Boleh banget, apalagi pijat plus-plus yang." Ucap Raka genit.
"Eheemm, nanti malam aja ya. Aku juga baru pulang dari rumah Kak Bella." Raka mengangguk seolah tak tau, padahal anak buah nya sudah memberitahu nya.
"Yaudah, sekarang pijitin aja." pinta Raka.
🥀
Di sebuah rumah mewah, seorang wanita tengah duduk sambil mengangkat kaki nya angkuh. Dia menyeringai setelah mendapat laporan dari anak buah nya.
"Aku gak akan biarin kalian bahagia. Lihat aja ,tunggu pembalasan ku."
🌻🌻
Hayoo siapa? Ada yang bisa tebak?🤭
Tinggalkan jejak dan. tap favorit ya beb😘
Salam hangat dari Lita&Raka❤️❤️
__ADS_1