Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Raka Sakit?


__ADS_3

Selesai dengan ngidam seblak tengah malam nya, Lita dan Raka kembali beristirahat lagi.


"Mas.." Baru saja Raka memejamkan mata nya, Lita sudah kembali memanggil nya.


Raka membuka kembali kedua mata nya, dan menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan.


"Apalagi sayang? Mas ngantuk, besok Mas harus kerja." Ucap Raka lembut, lalu mengusap wajah cantik istri nya.


"Aku mau.."


"Mau apalagi sih? Ini masih malam, dan Mas perlu tidur. Besok aja ya sayang?" Raka memotong ucapan Lita.


"Kau tak ingin memberi ku nafkah batin, hah?"


"Ohh kamu mau itu, kenapa gak bilang yang? Kalau mau itu mah, yaudah gaspoll." Jawab Raka, sambil tersenyum nakal.


"Gimana mau bilang, baru bilang mau aja udah di potong. Yuk, anggap aja ini hadiah dari istri mu ini." Ucap Lita, lalu bangkit dan merangkak naik ke atas tubuh Raka.


"Aku yang akan memimpin." Bisik Lita sensual, hingga membuat Raka meremang.


"Aku suka kamu yang ganas sayang." Ucap Raka, sambil terkekeh.


Lita hanya tersenyum simpul, dan memulai aksi nya. Dia mengawali nya dengan melucuti semua pakaian nya, lalu pakaian suami nya. Hingga mereka sama-sama polos.


Raka menggeram saat jemari mungil istri nya, mulai menggerayangi tubuh nya, dan bermain di area perut nya cukup lama.


"Berolahraga lagi sayang, aku menginginkan eight pack." Ucap Lita, mulai mengecupi leher Raka.


"A-aku akan berusaha lagi sa-yang." Ucap Raka terbata, karena Lita sudah mulai bermain dengan pelan.


Raka memejamkan mata nya, menikmati permainan istri nya di atas tubuh nya.


Hingga 2 jam kemudian, Lita mempercepat gerakan nya dan mendesaah kuat saat dirinya mencapai klimakss. Begitu juga dengan Raka, dia juga sampai.


"Kelemahanku, jika kamu bermain di atas aku akan lebih cepat sampai." Ucap Raka, lalu memeluk Lita yang masih mengatur nafas nya di atas tubuh Raka, dengan inti yang masih menyatu.


"Malam ini cukup ya, besok aku berikan lagi. Kamu ada meeting pagi kan?" Tanya Lita, setelah turun dari tubuh suami nya.


"Jadi, tidurlah." Lita hanya mengangguk dan kembali memeluk tubuh suami nya.


🌻


Pagi hari nya, Lita sudah selesai membersihkan diri.


"Mas, bangun dan segera mandi, air nya sudah aku siapkan. Pakaian kerja ada di ruang ganti, sepatu, jam tangan, dasi nya juga. Aku akan ke dapur, mau sarapan apa?" Tanya Lita.


"Jus mangga pake susu, sama sandwich sayur sayang." Jawab Raka, dengan mata yang masih terpejam.


"Okey, cepat bangun sebelum kamu di teror dengan panggilan dari Pak El." Ucap Lita memperingatkan, lalu pergi keluar dari kamar.


...


"Selamat pagi Lita." Ucap Brandon, yang sudah rapih dengan setelan kerja nya. Juga secangkir kopi susu di depan nya.


"Pagi kembali Branded." Balas Lita sambil tersenyum jahil.


"Lu yang mulai ya?" Lita hanya mengendikan bahu nya acuh, dan mulai berkutat dengan alat dapur, membuat sarapan untuk suami nya.


"Bikin apa sayang?" Mama Renata, keluar dari kamar mandi dapur.

__ADS_1


"Mas Raka mau jus mangga, sama sandwich sayur Ma."


"Mama bantu buat jus nya, kamu bikin roti nya ya." Ucap Mama Renata.


"Iya Ma, makasih."


"Apa kamu gak ngalami gejala morning sickness?" Tanya Mama Renata.


"Enggak tuh Ma, apa belum ya?" Lita malah balik tanya.


"Biasa nya kan di awal-awal kehamilan seperti sekarang, tapi kamu anteng-anteng aja. Selera makan juga gak berkurang."


"Iya sih Ma, apa itu normal?" Tanya Lita lagi, saat hamil anak pertama nya juga dia tak pernah mengalami gejala itu.


"Normal dong, setiap ibu hamil itu berbeda sayang." Jawab Mama Renata sambil tersenyum.


Hingga obrolan itu harus terhenti saat mendengar Suami nya berteriak memanggil nya dari kamar.


"Duhh, bentar ya Ma. Lita lihatin dulu Mas Raka kenapa." Mama Renata hanya menganggukan kepala nya.


Lita menaiki tangga dengan tergesa, tak biasa nya suami nya itu setelah mandi tak segera turun.


"Kenapa Ma.." Lita segera berlari memeluk Raka yang sedang bersandar di bawah ranjang dengan kondisi berantakan.


"Sayang, kenapa?" Tanya Lita, dia mengusap-usap wajah suami nya dengan khawatir.


"Mas lemes yang, habis muntah-muntah."


"Salah makan ya? Mau minum obat?" Tanya Lita, tapi Raka hanya menggelengkan kepala nya.


"Lalu kenapa? Masuk angin, Aku kerokin mau sayang?" Lagi-lagi Raka menggeleng.


Lita membopong tubuh besar suami nya dengan perlahan.


"Raka kenapa? Sakit?" Tanya Mama Renata, menyembulkan kepala nya di balik pintu.


"Lemes Ma, kata nya habis muntah-muntah. Masuk angin kayak nya Ma?" Tanya Lita.


"Kasih obat Sayang, kalau besok masih gak mendingan kita periksa."


"Raka harus kerja." Ucap Raka pelan.


"Kalau mau kerja, ya harus minum obat dulu, jangan susah." Ucap Lita ketus dan menyodorkan sesendok obat cair ke depan mulut Raka.


"Belum tau ya? Raka paling anti makan obat." Ucap Mama Renata.


"Lah, kalau gitu gimana mau sembuh."


"U-udah baikan kok yang, aku mau siap-siap." Sahut Raka cepat, dan berjalan tergesa ke ruang ganti.


Lita dan Mama Renata saling melirik, dan kompak menggelengkan kepala nya. Saking anti nya dengan obat, dia memilih berpura-pura sudah membaik.


"Mas, aku ke dapur lagi. Cepetan ya?" Ucap Lita, lalu keluar dari kamar, di ikuti Mama Renata.


Di bawah, Brandon mengerutkan kening nya saat tak melihat Raka turun.


"Bang Raka kenape?"


"Lemes kata nya, habis muntah-muntah. Masuk angin kayak nya, semalem dia bikin seblak pas tengah malem." Jawab Lita.

__ADS_1


Tak lama, datang juga Haris dengan Bella.


"Mana Raka?"


"Jawab Brand, rusuh nih mau bikin sarapan." Ucap Lita ,lalu melangkahkan kaki nya ke dapur.


"Bang Raka lemes kata nya, habis muntah-muntah." Ucap Brandon.


"Masuk angin kali, semalem dia di kerjain bumil kan."


"Yang buatin kopi dong." Pinta Haris pada istri nya.


"Iya Mas, tunggu sebentar."


🌻


"Ngidam ya? Kata abang mu." Tanya Bella.


"Iya nih, tengah malem tiba-tiba aja pengen seblak."


"Seblak bisa di buat di rumah Lit, aku dulu ngidam rujak jambu kristal tengah malem, mana ada yang jual rujak tengah malem ya kan?" Ucap Bella, sambil menghidupkan kompor ,mendidihkan air.


"Sama ya?"


"Ngidam itu wajar kok, cuma aku hamil kedua ini morning sickness nya parah." Ucap Bella.


"Aku gak ngalamin Bell, apa belum ya?"


"Wahh, bagus dong. Mendingan gak usah ngalamin aja, aku aja sampai turun 5 kg."


Bella menyeduh kopi dengan air yang sudah mendidih hingga menguarkan bau kopi yang khas.


Huekk.. huekk..


Raka berlari ke kamar mandi dapur dengan menutup hidung nya.


Bella melirik Lita yang ternyata juga sedang melirik ke arah nya. Lalu pergi menyusul Pak Suami ke kamar mandi.


Ternyata Raka kembali mengeluarkan semua isi perut nya di wastafel, Lita memijit tengkuk nya agar lebih nyaman.


Setelah selesai, Raka memeluk Lita dengan erat.


"Sayang, kenapa lagi? Kata nya tadi udah baikan."


"Bau kopi yang." Jawab Raka, sambil berjalan perlahan.


"Loh kok bisa? Biasa nya kan Mas juga suka minum kopi." Tanya Lita.


"Mas gak tau, tapi bau nya bikin mual." Jawab Raka.


"Fiks ini mah, kita harus ke dokter."


"Enggak ah yang, mas mau kerja." Ucap Raka ngeyel.


"Susah banget di bilangin." Gerutu Lita.


🌻🌻🌻


Tinggalkan jejak ya☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2