
Haris menghela nafas nya pelan, jika mengingat bagaimana dulu dia berjuang agar bisa bersama Hana. Ada rasa kecewa yang masih bersemi di dalam hati nya, meski kejadian itu sudah bertahun-tahun lama nya.
Jujur saja, dia tak siap jika harus bertemu kembali dengan Hana. Mantan cinta pertama nya, wanita yang sangat dia cinta, dia perjuangkan hingga rela mendapat penghinaan dari kedua orang tua nya.
Bahkan Raka sendiri tak tau kalau dia punya hubungan spesial dengan Hana. Bahkan Haris selalu menyembunyikan identitas Hana, agar tak memancing opini publik, yang akan menyangka bahwa dia berhubungan dengan Hana karena ingin harta nya saja.
"Jujur saja, aku sangat sulit melupakan semua nya Han, bahkan setelah kepergian mu aku tak pernah membuka hati ku pada wanita lain. Hanya dirimu yang mampu membuat ku merendahkan harga diri ku, hanya demi untuk bersama mu." Gumam Haris.
Dia mengusap wajah nya kasar, mengingat tentang Hana membuat mood nya memburuk.
Haris melangkah kan kaki nya ke dapur, dia akan melampiaskan kekesalannya dengan makan mie instan yang di beli Lita tadi sore.
Tak tanggung-tanggung, Haris memasak dua bungkus mie instan extra pedas.
15 menit kemudian, mie instan itu sudah ia tuang ke dalam mangkuk dan mulai menikmati nya. Kuah nya yang merah merona, juga dengan bau kaldu yang menggugah selera. Tanpa Ba bi bu lagi, Haris langsung menyantap mie pedas itu.
Haris biasa nya tak menyukai makanan yang pedas, dia akan sakit perut dan di akhiri dengan diare. Tapi karena saat ini dia sedang kesal, jadi dia tak menghiraukan akibat nya nanti.
Tak sampai puluhan menit, mie instan nya sudah habis tak bersisa bahkan kuah nya juga.
Setelah puas memakan mie instan pedas, Haris bergegas pergi ke kamar nya untuk beristirahat. Meski mood nya sedang tidak baik, tapi dia punya tanggung jawab untuk bekerja esok hari.
🥀
Pagi hari, cahaya matahari sudah menembus celah gordeng kamar Lita. Dia mengerjap kan mata nya pelan, lalu menggeliat merenggangkan otot-otot yang cukup pegal.
"Good morning My Love."
Sontak saja Lita terkejut, lengkap dengan mulut yang menganga. Bagaimana tidak, sepagi ini Raka sudah ada di kamar nya, dan melihat wajah bantal nya.
"Mata mu bengkak sayang, kamu tidur nyenyak ya?" Tanya Raka, dia mendekati Lita di ranjang nya dan duduk di sisi ranjang nya.
"Jangan terkejut seperti itu sayang, aku sudah sering melihat wajah bantal mu yang menurut ku sangat menggemaskan." Ucap Raka, dia mengelus pelan rambut Lita yang acak-acakan.
"Sayang kapan kesini?" tanya Lita ,setelah sekian lama dia hanya diam.
"Baru saja, aku kan bilang kemarin mau menjemput mu. Ehh ternyata lupa, hari ini hari minggu. Heheee." Ucap Raka sambil cengengesan.
"Hari ini hari minggu? Terus abang aku kemana?" Tanya Lita.
__ADS_1
"Katanya mau ke rumah Bella, dia juga tadi udah rapih pake setelan kantor. Dia sempet kaget liat aku pake baju santai." Jawab Raka.
"Ke rumah Bella? Sepagi ini? Aku yakin, Bella juga baru bangun tidur." Gumam Lita.
"Kangen kali, maklumin lah. Abang mu kan lagi bucin, gak jauh beda lah sama kita berdua yang mau nya nempel terus." Ucap Raka, dia merebahkan tubuh nya di pangkuan Lita.
Lita tau maksud kekasih nya ini, dia mengusap lembut rambut Raka, bahkan juga memijat kepala nya dengan hati-hati.
Tiba-tiba saja, Lita merasakan ada yang aneh dengan tubuh bagian bawah nya. Terasa basah, dan perut nya juga mulai mules melilit.
"Yang, bangun dulu. Aku mau ke kamar mandi dulu, sebentar." Ucap Lita panik. Dia akan kesusahan jika saja dia kedatangan tamu dan tembus ke seprai putih itu.
"Kenapa?" Tanya Raka heran, tak biasa nya Lita akan menolak dirinya untuk bermanja.
"Jangan banyak tanya yang, cepetan bangun." Ucap Lita, Raka pun bangun dari posisi nya.
Lita pun ngacir ke kamar mandi dengan memegangi perut nya yang mulai kram.
Raka yang khawatir pun tak bisa tinggal diam, dia mengikuti Lita ke kamar mandi. Dan seketika mata nya membulat saat darah merembes sampai ke paha Lita.
"Sa-sayang, apa itu? Kamu kenapa?"
Raka menurut dan keluar dari kamar mandi, dengan perasaan yang berdebar, karena dia phobia dengan darah.
Selang 15 menit kemudian, Lita sudah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe, tadi sekalian mandi agar lebih segar. Malu juga ada pacar, tapi dia masih kucel dan belum mandi.
"Yang kenapa?" Tanya Raka. Setelah melihat Lita memegangi perut nya.
"Mules yang." Jawab Lita, dia mendudukan diri di dekat Raka.
"Kamu datang bulan?" Tanya Raka lagi.
Lita hanya mengangguk, sebetul nya dia masih malu dengan kejadian di kamar mandi tadi. Bagaimana bisa, kekasih nya melihat darah tamu nya.
"Terus aku harus apa?" Tanya Raka panik, saat melihat wajah Lita yang memucat dan berkeringat dingin, menahan sakit.
"Tiduran aja ya? Aku temani." Tawar Raka. Dengan perlahan Lita mengangguk dan membaringkan tubuh nya di samping Raka.
"Aku usap-usap ya? biar agak baikan." Lagi, Lita hanya mengangguk.
Bahkan saat ini Lita masih mengenakan bathrobe nya, belum sempat memakai pakaian karena perut nya kram.
__ADS_1
Dengan lembut, Raka mengusap perut Lita. Dia tak tau seperti apa sakit nya saat kedatangan tamu bulanan seperti ini, tapi melihat ekspresi Lita, dia mengerti kalau itu pasti sangat sakit.
"Mendingan yang?" tanya Raka.
"Lumayan yang, gak sesakit tadi. Terusin ya?" Pinta Lita, dengan senang Hati Raka menuruti permintaan Kekasih nya itu.
🥀
Siang hari, Raka keluar dari kamar Lita karena permintaan Lita yang ingin memakan mie instan kuah pedas.
Dengan segala bujuk rayu, akhirnya Raka setuju untuk membuatkan Lita mie instan itu tapi dengan syarat tak boleh lebih dari dua kali dalam satu minggu.
"Sayangku, mie nya udah jadi." Teriak Raka.
Tak lama, Lita keluar dengan menggunakan pakaian santai nya. Kaos berlengan pendek ketat, dan celana pendek selutut.
"Rasa apa yang?" tanya Lita, setelah duduk di kursi meja makan.
"Gak tau, yang bungkus nya merah terus ada tulisan extra pedas." Jawab Raka jujur.
"Kok cuma satu, ayang gak makan?" Tanya Lita.
"Tuh di panci, belum mateng." Tunjuk Raka dengan dagu nya ke arah panci yang mengepul di atas kompor.
Tak lama kemudian, kedua nya memakan mie itu dengan lahap nya. Terutama Lita, dia sangat menyukai mie ala korea, karena dia penggemar kpop dan drakor.
Setelah menghabiskan mie nya masing-masing, Lita mengulum senyum nya saat melihat bibir Raka yang memerah. Entah karena kuah mie nya atau dia kepedesan.
"Bibir ayang jontor." Ucap Lita sambil cekikikan.
"Gak nyangka, kok bisa sepedes ini sih. Tapi micin nya bikin nagih." Jawab Raka, dia mengipasi wajah nya yang berkeringat.
Dengan cekatan, Lita mengusap keringat di wajah Raka dengan tissu. Dia selalu memperhatikan Raka, bahkan untuk hal sekecil itu.
🌻🌻
Hati-hati bang, mood wanita PMS itu sudah tersohor bikin para lelaki pusing🤭🤭
maaf kalo banyak typo, harap di maklumi author masih dalam fase penyembuhan😁
tinggalkan jejak, follow akun author, tap favorit ya, happy reading❤️
__ADS_1