Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Mantan Teman


__ADS_3

Lita dan wanita yang di panggil Anya itu menoleh serentak ke arah pintu. Dimana Raka sedang berdiri dan menatap tajam ke arah wanita itu.


" Lepaskan dia sayang, tangan mu bisa gatal jika bersentuhan dengan ulat bulu." Ucap Raka.


Lita melepas cekalan tangan nya, dan beringsut ke arah Raka.


" Ada apa dengan mu Anya? Kenapa mengganggu kekasihku?" Tanya Raka, wanita itu bernama Anya. Dia pegawai baru, baru dua mingguan ini dia bekerja sebagai asisten wakil manager.


Anya diam, tidak berani menjawab, bahkan sekarang dia menunduk kan kepala nya.


" Apa kau bosan bekerja disini?" Tanya Raka lagi.


" Kau tak bisa memecatku, karena aku dekat dengan wakil manager." Jawab Anya, dengan angkuh nya.


" Benarkah?"


" Kita lihat, apa dia masih bisa mempertahankan mu setelah aku beri tau semua ini pada Pak El, atau CEO perusahaan ini?" Tanya Raka lagi.


" Pergilah dari sini." Ucap Raka.


Anya pergi dengan kesal, bukan nya mendapatkan perhatian dari Raka dia malah di ancam. Dia menutup pintu ruangan Raka dengan sangat keras, hingga kaca nya retak.


" Kamu tidak apa-apa sayang? apa dia menyakiti mu?" Tanya Raka, dia mengelus pipi Lita, dengan khawatir.


" Tidak kak, Lita baik-baik saja." Jawab Lita.


" Ohh, maafkan aku sayang." Ucap Raka, dia langsung memeluk Lita dengan penuh kasih sayang.


" Tak usah berlebihan kak, aku tidak kenapa-napa. Masalah wanita seperti itu, aku bisa menghadapi nya. Menjadi kekasih Raka Perwira, adalah keinginan semua gadis di kantor ini. Tapi kakak telah memilih ku, jadi aku harus siap dengan semua konsekuensinya, termasuk menghadapi para pelakor yang tergila-gila dengan pesona seorang Raka Perwira." Jawab Lita.


" ahh maafkan aku sayang."


" Tidak perlu, ini bukan kesalahan mu sayang." Ucap Lita.


" Besok, kita jalan-jalan ya? Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting, sekalian kamu belanja, aku baru saja dapat bonus dari kantor." Ucap Raka.


" Benarkah? Ini pasti karena kerja keras mu sayang, selamat ya." Lita memeluk Raka sebentar lalu melepaskan nya lagi.


" A-aku tak ingin terus bergantung pada mu kak, aku tak ingin di sebut sebagai gadis yang memanfaatkan dirimu kak." Ucap Lita sendu.

__ADS_1


" Kenapa?"


" Banyak yang bilang aku tak pantas dengan mu, mereka bilang aku memanfaatkan dirimu. Tapi aku tidak begitu, aku mencintai mu tulus kak. Tidak ada sedikit pun pemikiran seperti itu kak." Ucap Lita, dia menatap Raka dengan nanar.


" Aku percaya dengan mu sayang, biarkan saja orang berbicara sesuka mereka. Yang menentukan kebahagiaan di masa depan itu kita sendiri, bukan orang lain. Jadi untuk apa mendengarkan ocehan orang lain hmm? Itu tak penting bagi ku." Ucap Raka, dia membingkai wajah Lita yang sudah basah karena air mata.


" Jangan menangisi hal yang tidak perlu, air mata mu terlalu berharga sayang." Raka menghapus air mata dari wajah Lita.


" Terimakasih sudah memilih gadis kecil dan sederhana seperti ku kak." Ucap Lita, dia kembali memeluk Raka dengan erat.


" Kakak sangat beruntung di pertemukan dengan mu Arlita, kamu memberi warna dalam hidup kakak yang kelam ini" Raka membalas pelukan Lita tak kalah erat nya.


" Sudah ya, jangan berfikiran yang tidak-tidak. Kakak memilih mu karena aku menyukai mu, jadi kamu hanya perlu percaya pada kakak. Kakak kerja dulu ya, hanya tinggal sedikit lagi setelah itu kita pulang."


Lita melepaskan pelukan nya dan membiarkan pangeran nya kembali bekerja.


🥀


Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, artinya ini sudah waktu nya pulang kerja dan sebentar lagi jam besuk penjara juga akan habis.


Haris segera mengemudikan mobil nya ke arah kantor polisi terdekat, yang menahan Edo.


Saat sampai disana, jam besuk hanya tinggal 1 jam lagi. Raka tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bicara dengan Edo, jadi dia langsung masuk ke dalam. Meninggalkan Haris dan Lita yang akan menunggu di ruang tunggu.


" R-raka? Itu kah kau?" Ucap Edo. Raka menoleh, dia melihat kondisi Edo. Tubuh nya kurus, memakai seragam penjara dan tangan yang di borgol. Raka tersenyum kecut melihat kondisi Edo.


" Ini aku Edo, bagaimana kabar mu?" Tanya Raka berbasa-basi.


" Kau bisa lihat sendiri keadaan ku, cukup baik. Suatu keberuntungan kau mau menjenguk ku." Ucap Edo.


" Bagaimana kau bisa ada disini?"


" Kau tau pekerjaan ku?" Tanya Edo.


" Aku tau dari Haris." Jawab Raka santai.


Edo menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


" Andai saja waktu itu aku tak menghianati mu, mungkin saat ini kita masih berteman." Ucap Edo, dengan sendu.

__ADS_1


" Itu kesalahan mu di masa lalu Edo, cukup jangan di ulangi di masa sekarang. Jika pun kau punya seorang sahabat yang mempercayai mu, harus nya kau bersyukur, di zaman sekarang sangat sulit mencari teman yang benar-benar murni tanpa maksud terselubung."


" Maafkan aku Raka."


" Aku sudah memaafkan mu, bahkan sebelum kau meminta nya. Tapi untuk melupakan, seperti nya tidak mungkin. Bahkan sakit nya masih terasa sampai sekarang." Jawab Raka.


" Aku tau, Luka yang aku toreh kan ke pada mu begitu dalam dan sakit, jujur saja aku sangat menyesal saat ini."


" Untuk apa menyesal di masa sekarang? Sesal kemudian tak berguna, semua nya sudah terjadi dan takkan mungkin terulang. Jangan hidup dalam penyesalan, jalani hidup mu dengan baik." Ucap Raka.


" B-baik Raka."


" Kau melakukan nya dengan wanita bule di mobil?" Tanya Raka.


" Kenapa kau tau?" tanya Edo.


" Wanita itu menyusul ku dari Amerika, dia wanita yang orang tua ku jodohkan, tapi aku menolak. Aku kapok dengan wanita yang berpenampilan mencolok seperti dia."


" Catherine?" Tanya Edo.


" Catherine Daguisse." Jawab Raka menyebutkan nama lengkap Cath.


" Aku sungguh tak tau, maafkan aku. Dia membooking ku lewat aplikasi."


" Itu bukan sepenuhnya kesalahan mu, kalian melakukan nya atas keinginan kalian, mau sama mau, lagi pula aku tak menyukai wanita itu. Jadi aku tak masalah, dan satu lagi kau melakukan nya di lahan parkir apartemen tempat aku tinggal." Ucap Raka, semakin melongo saja Edo di buat nya. Sahabat nya itu tinggal di apartemen kawasan Elit.


" Apa kau tak punya uang hingga melakukan nya di mobil, apa tidak sempit? Mana hari masih sore."


" Aku mengajak nya menyewa kost an, tapi wanita itu memohon agar melakukan nya di sana saja." Jawab Edo.


" Wanita gila itu." Gumam Raka.


" Jam besuk habis Pak, silahkan keluar." Ucap salah satu penjaga.


" Ahh tak terasa yak, aku pergi dulu. Mungkin aku akan sering kesini menjenguk mu." Pamit Raka, Edo hanya mengangguk.


🌻🌻🌻


Garing yak? Otak author lagi macet, kurang pemasukan😁

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


tap favorit juga yaw😍😍


__ADS_2