Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Adik Untuk Devanno


__ADS_3

"Mas.." Panggil Lita.


"Ya sayang, kenapa?" jawab Raka dengan pertanyaan.


"Kenapa Baby Ralinsya?"


"Tadi nangis, Mas gak kuat liat dia nangis. Eh pas udah di gendong dia diem, malah senyam-senyum gemes." jawab Raka lagi.


"Mungkin laper, sini Ralin sama Mama dulu ya." Ucap Lita mengambil alih Ralinsya dari pangkuan ayah nya.


Lita membawa Baby Ralinsya ke kursi yang ada di teras, dia segera mengeluarkan sebelah gunung besar nya dan Baby Ralinsya segera menghisap nya rakus, rupanya anak cantik itu kelaparan.


Raka sangat posesif, dia menutupi dada istri nya dengan jas yang tadi dia pakai, takut ada yang melihat bulatan besar istri nya.


Lita hanya tersenyum manis saat melihat betapa posesif nya suami nya itu.


"Yang, maafin Mas tadi marah-marah ya?"


Tadi dia marah-marah pada Lita karena pulang kerja tapi istri nya itu tak menyiapkan apapun, bahkan pakaian bekas kemarin pun masih teronggok di tempat nya, tanpa bergeser sedikit pun, ranjang yang acak-acakan bekas pertempuran semalam juga masih terlihat sama seperti tadi pagi.


Pakaian nya tak di setrika, biasa nya Lita juga akan menyiapkan semua keperluan suami nya, tapi sore itu Lita tak melakukan nya dan malah asik bermain dengan Baby Ralinsya, bahkan dia tak menyadari kedatangan nya.


"Gapapa kok Mas, aku juga salah udah abaikan kewajiban aku sebagai istri."


"Aku yang seharusnya bisa lebih sabar, mungkin perkataan aku tadi menyakiti hatimu sayang, maafkan aku." Ucap Raka, dia menatap istri nya dengan penuh harap.


"Sudahlah, aku baik-baik saja. Tapi sebaiknya jangan di ulangi, kamu harus bisa lebih sabar. Peran aku sekarang bukan cuma sebagai istri, tapi sebagai ibu juga Mas.."


"Iya sayang, aku akan berusaha lebih sabar." Jawab Raka.


"Itu baru suami aku, dan papa nya si cantik."


"Aku mencintaimu mu Arlita, percayalah kemarahan ku tadi hanya karena aku takut tak di perhatikan lagi."


"Aku juga mencintai mu Raka Perwira, aku akan membagi waktu ku dengan adil, aku berjanji." Ucap Lita.


Raka menganggukan kepala nya dan mengecup singkat kening istri nya dengan mesra, di balik pintu Mama Renata tersenyum simpul saat melihat anak dan menantu nya itu sudah akur dan saling memaafkan kesalahan masing-masing.


Tapi ya memang, harus nya Raka yang sudah dewasa lebih banyak mengalah dengan anak bayi yang usia nya belum genap 5 bulan itu.


.....

__ADS_1


Haris pulang dengan wajah kusut nya, dia berencana ingin menambah anak lagi untuk teman main baby Dev, tapi Bella mengatakan kalau dia belum siap dan tetap mengenakan alat kontrasepsi berupa pil kb.


"Sayang.." Panggil Bella dengan ceria, sedangkan Devano dia menginap di rumah nenek nya hari ini. Tentu ini atas permintaan Bella agar dia bisa quality time bersama suami nya alias berduaan saja, tanpa ada yang mengganggu.


"Mas lelah sayang." Keluh Haris, dia menjatuhkan bokongg nya di sofa ruang tamu.


"Aku manjain mau gak?" Tawar Bella.


"Mau dong, sini ayang nya.." Haris menepuk pelan sofa di samping nya untuk Bella duduk.


Haris merebahkan kepala nya di paha sang istri, dia mengusap dan memijat pelan kepala suami nya, hingga membuat Haris keenakan dan hampir saja tertidur.


"Kemana Devano sayang?"


"Nginep di rumah mama.." Jawab Bella, tangan nya terus bergerak pelan di kepala suami nya.


"Ngapain?"


"Gak tau, pengen aja kali." Jawab Bella sambil mengendikan bahu nya acuh, seolah dia tak tau apa-apa, padahal dia yang meminta ibu nya agar menjemput Devano.


"Sayang, apa kamu benar-benar belum siap untuk nambah adik lagi buat Devano?" Tanya Haris lagi, pertanyaan yang sudah berkali-kali Haris tanyakan pada istri nya dan jawaban nya tetap tidak.


"Benarkah?" Tanya Haris semringah dan Bella menganggukan kepala nya.


Haris bangun dari tiduran nya dan memeluk Bella erat,


"Terimakasih sayangku.."


"Mungkin akan perlu waktu untukku bisa hamil lagi, tak masalah kita bisa mencoba nya sesering mungkin, seperti dulu." Ucap Bella di dalam pelukan suami nya.


"Baiklah, jadi ayo kita berusaha membuat nya sayang.." Haris tersenyum menyeringai nakal, tapi Bella sudah mengerti dan malah merentangkan tangan nya ingin di gendong oleh suami nya.


Dengan sekali sentak saja, Haris mampu membawa Bella dalam pangkuan nya. Dia menggendong nya ala bridal style dan membawa nya ke kamar.


"Huhh, kau lumayan berat sayang. Apa berat tubuh mu naik lagi?" Tanya Haris dengan nafas yang ngos-ngosan, setelah menaiki tangga yang menghubungkan kamar nya dengan lantai bawah.


"Bulan kemarin aku naik dua kilo sayang." Jawab Bella cengengesan.


"Gendut, makanya jangan ngemil mulu. Itu pipi sebentar lagi meletus lho."


"Sebenarnya ini mau bercintaa atau ngeledekin istri nya yang gendut sih? Atau kamu mau gak aku kasih jatah satu minggu?" Tanya Bella kesal, karena suami nya malah mengata-ngatai nya.

__ADS_1


"Uupps, jangan marah dong. Aku mau minta jatah ku malam ini, full sampe pagi pokok nya. Kan besok aku off kerja."


"Serah lah, cepetan. Gak ada romantis-romantis nya sama istri."


Haris hanya tersenyum geli saat melihat bibir istri nya mengerucut lucu. Haris langsung mematuk bibir mungil itu dengan ciuman dalam nya, sampai-sampai membuat Bella hampir saja tersedak ludah nya karena serangan mendadak dari Haris.


Haris melumaat bibir Bella dengan penuh gairah, sudah dua hari dia tak melakukan kegiatan panas ini karena pekerjaan yang sangat menumpuk di kantor, mengharuskan nya kerja extra.


Haris melepaskan sejenak ciuman nya dan melucuti pakaian istri nya, dia nampak sexy dengan balutan kain tipis berwarna merah terang pilihan Haris waktu mereka berbelanja bulanan di mall.


"Kamu sangat sempurna sayang, apalagi saat telanj*ng." Bisik Haris, Bella hanya menyunggingkan senyuman nya. Dia sudah terbiasa dengan pujian maut suaminya.


Bella tak mau kalah, tangan nya juga dengan cekatan bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Haris hingga terbuka sempurna, menampilkan perut dengan jejeran roti sobek yang menggairahkan.


"Kamu terlalu lambat." Ucap Haris yang sudah tak sabar, dia membuka celana nya sendiri dan melemparkan nya ke sembarang arah.


Haris menindih tubuh istri nya dengan kedua tangan yang tertumpu menahan berat tubuh nya, bibir nya sangat aktif mengerjai bagian leher jenjang istrinya, menyesap nya kuat hinga meninggalkan bekas kemerahan. Tangan nya juga tak berdiam diri, dia bermain nakal di kedua gundukan sekal istrinya.


Karena sudah tak sabar, Haris segera memasukan milik nya yang sudah menegang hebat dari tadi.


Bella memejamkan mata nya saat merasakan benda besar itu memasuki inti tubuh nya, dan bergerak keluar masuk.


"Ahhhh.." Desah Bella, dia selalu berisik saat melakukan hubungan panas. Hingga Devan sering terbangun saking berisik nya, itulah yang membuat mereka tak bisa leluasa berhubungan panas.


Haris kembali mencium bibir Bella dengan buas dan rakus, seolah bibir Bella adalah makanan yang selalu membuat nya tergoda.


Haris memompa tubuh nya dengan cepat, hingga membuat Bella meronta dalam ciuman nya, Tubuh nya terguncang hebat, ranjang berderit menandakan akan ada yang meledak sebentar lagi.


Dan terjadilah, Haris memekik kuat saat pelepasan pertama nya dia dapatkan. Tubuh nya ambruk menimpa Bella, Haris masih berusaha mengatur nafas nya sembari menikmati sisa-sisa pelepasan nya.


"Cepatlah tumbuh sayang.." Ucap Haris, dia mengelus perut rata istrinya.


"Mas.." Ucap Bella saat merasakan milik suaminya kembali mengeras di dalam sana.


"Aku sudah bilang ini takkan berakhir sampai aku puas.." Haris menyeringai nakal dan segera memulai ronde kedua nya.


🌻🌻🌻



Bang Haris ganteng nya, ampunn😁

__ADS_1


__ADS_2