
Setelah mengatakann itu, Raka bangkit dan pergi keluar kamar Lita. Dia mengerti, Lita butuh waktu untuk menenangkan diri.
" Semoga saja, kamu gak lama marah denganku Lita." Gumam Raka.
Dia pun pergi ke kamar nya, dia sangat menyesali perbuatan nya itu.
🥀
Pagi hari nya, Lita terbangun karena bunyi alarm di meja nakas. Dia mengerjap dan perlahan membuka mata nya, dia tersenyum simpul saat melihat sebuket bunga mawar dan 3 batang coklat.
" Setakut itu kah kamu jika aku marah Kak?" Gumam Lita, mencium bunga itu dengan sayang sambil memeluk nya.
" Aku sudah berjanji akan menemani mu dalam keadaan apa pun." Gumam Lita lagi. Dia melepaskan bunga itu, karena hari sudah mulai siang.
Hari ini Lita tak pergi ke kampus, jadi dia ingin membuat kejutan untuk sang kekasih sebagai pertanda kalau dia sudah memaafkan kesalahan Raka.
Dia sengaja memasang alarm pagi, agar bisa memasak sarapan untuk kedua pria yang dia sayangi.
🥀
Setelah mencuci muka dan memakai lotion, Lita pun turun ke lantai bawah dengan pakaian santai nya.
Dia memasak dengan hati yang ceria, dia tau kalau Raka sangat menyesali perbuatan nya. Buat apa marah dengan nya terlalu lama, toh dia juga akan tersiksa jika tak berbicara dengan Raka dalam waktu yang lama.
Hari ini dia hanya memasak masakan sederhana, sayur capcai dan ayam goreng. Mengingat bulan ini Abang nya belum memberikan uang untuk kebutuhan dapur, jadi dia harus menghemat bahan makanan untuk nanti siang dan malam.
Seperti biasa, Raka selalu bangun pagi dan turun untuk lari pagi keliling sekitaran rumah saja. Tapi saat akan turun, aroma masakan menguar dengan bebas.
" Siapa yang memasak sepagi ini, tak mungkin Haris kan?" Gumam Raka.
Dia pun memutuskan untuk melihat, siapa yang sedang bergelut dengan perabotan dapur dan sayur-sayuran itu.
Seketika mata nya membulat melihat siapa yang sedang berdiri di depan kompor dengan tangan sibuk mengaduk masakan dalam teflon. Tak salah lagi, itu Lita.
Raka langsung mendekati Lita dan memeluk nya dari belakang, Lita yang terkejut mencoba untuk melepaskan diri. Tapi sayang, bukan nya terlepas pelukan itu malah makin erat.
" Biarkan begini dulu, kakak sangat merindukan mu sayang. Bicaralah." Ucap Raka, dia menaruh dagu nya di bahu Lita.
__ADS_1
" Kakak mengganggu, duduk. Biar aku buatkan kopi " Ucap Lita dingin, tanpa menoleh arah Raka.
Raka pun melepaskan Lita, dia tersenyum senang. Setidaknya Lita sudah mau berbicara dengan nya, walau tanpa ekspresi dan terkesan dingin.
Raka duduk di kursi meja makan, tak lama Lita menaruh secangkir kopi dan sepiring sarapan di depan Raka. Tanpa bicara apa pun, Lita meninggalkan Raka yang masih duduk memandangi apa yang tersaji di depan nya.
" Huhh, sabar Raka. Dia sedang merajuk." Gumam Raka, dia mulai menyeruput kopi nya. Lita hapal betul, Raka penikmat kopi tanpa gula.
Saat Raka sedang asik memakan sarapan nya, Haris datang dengan wajah fresh dan rambut basah nya.
" Udah rapi aja Lu jam segini." Ucap Raka disela makan nya.
" Ya dong, gue makin semangat buat kerja sama Pak Andi." Jawab Haris dengan senyuman khas nya.
" Syukur, kalo Lu nyaman sama atasan baru Lu." Ucap Raka.
" Tumben Lu sarapan sendirian, masak sendiri ya?" Tanya Haris, melihat isi piring Raka.
" Lita yang masak Ris." Jawab Raka.
" Dah baekan?" Tanya Haris, Raka hanya menggeleng karena sibuk mengunyah makanan dalam mulut nya.
" What? selama itu?" Tanya Raka dengan nada terkejut.
" Sefatal itu kah kesalahan gue Ris? Gue kan ngelakuin itu karena.."
" Karena Lu emosi, tau gak? Lu nyakitin hati adek gue." Ucap Haris memotong ucapan Raka.
" Iya gue tau, gue salah Ris." Jawab Raka tertunduk.
" Lu harusnya bisa ngontrol emosi Lu, kalo gitu keliatan banget Lu belum bisa move on dari Helena, hingga Lu ngelampiasin amarah Lu sama Lita."
" Gue gak kepikiran sampe situ Ris, pasti Lita juga mikir gitu ya?" Tanya Raka dengan wajah bodoh nya.
" Lu jadi bodoh sejak punya pacar ya? Sadar dong, cewek itu lebih peka. Bahkan kesalahan yang Lu lakuin sepuluh tahun lalu, tuh cewek bakal inget."
" Gue saranin ya, kedepan nya Lu harus bisa ngontrol emosi Lu. Gue tau dia mantan Lu, dan Lu benci sama dia. Tapi kesalahan Lu gak bisa ngendaliin emosi Lu itu nyebabin permasalahan baru. Lu nyakitin pacar Lu sendiri." Ucap Haris bijak
__ADS_1
" Iya bang, makasih saran nya. Maafin gue dah bikin adek Lu nangis." Ucap Raka.
" It's okey, gue paham." Ucap Haris, dia bangkit dan pergi ke arah kompor. Mungkin memasak air untuk menyeduh kopi.
" Kebiasaan Adek gue nih, sejak punya pacar jadi Lupa sama abang nya sendiri." Gerutu Haris, dia iri karena hanya Raka yang Lita buatkan kopi.
🥀
Setelah selesai sarapan, dan ngopi. Kini tiba saat nya mereka berdua harus pergi bekerja, tentu dengan Raka yang lemas dan lesu karena tak di ajak bicara oleh Lita.
" Biasa nya gadis itu akan mengantar nya dengan senyuman ceria, dan mood yang baik. Sekarang gadis itu hanya diam, sesekali melirik ke arah nya. Tapi tak berkata sedikit pun.
" Kami berangkat dulu, kalo ada apa-apa telpon abang." Ucap Haris.
Lita hanya menunjukan Isyarat tanda "OK" dengan tangan nya.
Mereka berdua pun pergi ke kantor AM Group, karena akan di adakan meeting untuk para pemegang saham yang akan di hadiri langsung oleh CEO AM Group.
Di rumah, Lita sedang menonton drakor di temani coklat pemberian Raka tadi malam. Sebelum Raka keluar dari kamar Lita semalam, dia sempat menaruh bunga dan coklat itu di meja nakas.
Saat ada adegan berciuman, Lita dengan antusias melihat setiap gerakan nya dan itu persis seperti yang di lakukan Raka kemarin pada nya.
" Apa kak Raka meniru drama, atau murni karena emosi?" Gumam Lita.
Wanita dalam drama itu terlihat menikmati perlakuan pasangan nya yang mencium dengan rakus dan meraba-raba bagian tubuh nya.
" Gimana ya rasa nya? Kayak nya enak, kemaren aku lupa rasa nya." gumam Lita konyol, kemarin saja dia marah-marah karena Raka mencium nya kasar. Sekarang malah penasaran sama rasa nya.
" Ohh tidak otak ku sudah tercemar dengan hal mesoom." teriak Lita, dia langsung menutup laptop nya.
🌻🌻
Terkontaminasi ya Lit🤭🤭
maaf kalo banyak typo, harap di maklumi😁
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️