Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Mobil Bergoyang


__ADS_3

Raka langsung membaringkan tubuh nya di ranjang, selain fisik, hati dan pikiran nya sangat lelah sekarang.


" Kenapa jadi rumit gini, belum selesai dengan Lita sekarang makhluk itu datang nyusul ke sini, nekad banget. Mana datang nya cuma buat ngemis lagi, gila banget tuh cewek." Gumam Raka, dia sangat pusing saat ini. Kenapa anak buah mafia Elgar bisa seceroboh ini, membiarkan wanita itu lolos.


Raka mengambil ponsel dan memutar lagu yang sesuai dengan keadaan nya saat ini.


Raka memejamkan mata nya, menikmati lagu yang mengalun indah ke indra pendengaran.


Dalam kesunyian, taman bunga ini bermekaran di penuhi duri..


Aku gantung diri di istana pasir ini..


Siapa nama mu? Apakah kau memiliki tujuan untuk pergi? Bisa kah kau memberi tahu ku?..


Aku bersembunyi melihat mu di taman ini..


Dan aku tahu semua kehangatan mu itu nyata..


Aku ingin menggenggam tangan mu memetik bunga biru..


Ini adalah takdirku, jangan tersenyum pada ku..


Sinari aku, aku tak bisa datang menghampiri dirimu..


Disana tidak ada yang bisa ku panggil selain aku..


Kau tahu bahwa aku tak bisa, menunjukan diriku pada mu, memberikan diri ku pada mu..


Aku tak bisa menunjukan bagian diriku yang cela..


Aku memakai topeng lagi dan pergi menemui dirimu..


Tapi aku masih menginginkan dirimu..


Mekar di taman kesepian, sebuah bunga yang menyerupai diri mu, aku ingin memberikan nya padamu, setelah aku melepas topeng bodoh ini..


Tapi aku tahu, aku takkan pernah bisa melakukan nya..


Aku harus bersembunyi, karena diriku yang buruk..


Aku takut, diriku ini buruk, aku sangat takut..


Aku takut kau akan meninggalkan aku pada akhirnya..


Aku memakai topeng lagi dan pergi menemui dirimu..


Apa yang bisa kulakukan? Di taman ini, di dunia ini..


Bunga yang mekar cantik ini seperti dirimu, dan bernafas seperti yang kau tahu..

__ADS_1


Tapi aku masih menginginkan dirimu..


Seandainya dulu, sedikit saja, sebanyak ini saja..


Jika saja aku punya keberanian untuk berdiri di hadapan mu, apakah semua nya akan berbeda sekarang?..


Aku menangis, lenyap, jatuh, istana pasir yang di tinggal sendirian, melihat topeng yang sudah rusak..


Dan aku masih menginginkan mu..


Aku masih menginginkan mu..


🥀


Raka terbangun dari tidur nya saat hari sudah mulai sore, dengan lagu yang masih menyala berputar berulang-ulang.


" Enak banget nih lagu, sampe ketiduran." Gumam Raka.


Selain lagu nya enak, lirik nya mengisyaratkan ketidak mampuan untuk menunjukan sisi buruk diri sendiri. Itu lah yang Raka rasakan saat ini, dia tidak bisa mengatakan bagaimana keadaan nya pada Lita.


" Dah sore, gue ke rumah Haris aja kali ya?" Gumam Raka lagi.


Perlahan dia bangkit dari posisi berbaring nya dan pergi ke kamar mandi setelah mematikan lagu di ponsel nya.


Tak butuh waktu lama, Raka sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian santai, hanya celana pendek hitam dengan kaos lengan pendek.


Raka segera keluar dari apartemen nya dan mengunci nya dengan sandi dan sidik jari, hingga tak mungkin orang bisa masuk ke dalam selain diri nya. Dia memasang pengamanan ganda, karena dari dulu Helena selalu mengejar nya dan sekarang ada Catherine yang membuat hidup nya tak tenang.


Hingga pandangan Raka teralihkan saat melihat salah satu mobil berwarna putih, mobil itu bergoyang-goyang mencurigakan.


" Itu kan mobil nya si makhluk astral, ngapain tuh orang." Gumam Raka, walau begitu dia tetap penasaran dengan apa yang terjadi di dalam mobil itu.


Perlahan dia mendekati mobil itu, tapi samar-samar dia mendengar suara-suara aneh dari dalam mobil.


Tak ingin mengotori mata dan terlibat lebih jauh lagi, dia segera menjauh dari mobil itu dan buru-buru masuk ke mobil nya sendiri.


" Cewek tuh gila kali yak? berbuat dosa di parkiran mobil, apa gak punya uang buat nyewa hotel gitu? Gatel banget, amit-amit dahh." Gumam Raka lagi.


Dia bergidik ngeri membayangkan sempit nya melakukan hal itu dalam mobil, pasti tak bebas melakukan gaya apa pun.


Raka segera segera mengendarai mobil nya, dia berhenti di salah satu pos keamanan di sana.


" Pak, di parkiran ada mobil yang bergoyang. Tolong periksa, itu meresahkan." Ucap Raka.


" Baik pak, saya akan tindak dengan serius." Jawab satpam yang sedang berjaga di pos.


Raka mengangguk dan melajukan kembali mobil nya ke arah rumah Haris.


Dia tersenyum geli membayangkan apa yang Catherine rasakan saat ini, kebayang gak malu nya terciduk saat lagi anu-anu? Malu nya sampai ubun-ubun.

__ADS_1


Tapi Raka melupakan sesuatu, bahwa Catherine itu tak punya malu. Urat malu nya putus, jadi mau di apakan pun dia takkan merasa malu, bahkan untuk mengemis cinta dari nya.


Saat ini mobil Raka sudah terparkir rapi di halaman rumah Haris, disana juga sudah ada mobil Haris.


" Oyyy, nape Lu?" Tanya Haris yang baru keluar dari rumah nya, karena mendengar suara mesin mobil.


" Gapapa sih." Jawab Raka singkat, dia ikut duduk di kursi teras bersama Haris.


" Tadi lu langsung pulang ya?" Tanya Haris.


" Adek Lu nyuruh gue pulang, yaudah gue pulang. Niatnya mau ke apartemen, ehh disana ada makhluk astral." Jawab Raka.


" Makhluk astral?" Tanya Haris dengan mengerutkan dahi nya.


" Si Catherine Ris."


" Dia disini? Nekad banget nyusulin Lu." Ucap Haris.


" Cewek tuh gak ada kerjaan emang, sialan dia bikin hidup gue gak tenang Ris." Gerutu Raka.


" Kayak nya dia cinta mati sama Lu, hingga nekat nyusulin lu kesini jauh-jauh."


" Biarin aja, gue gak bakal mau kali sama cewek bekas, apalagi bekas ayah gue. Gue gak doyan bekasan, gue doyan yang segelan." Jawab Raka frontal.


" Frontal banget sih Lu."


" Sesuai fakta nya aja lah, emang nya ada cowok yang mau bekasan? Kecuali kalo cowok nya mikir dua kali." jelas Raka


" Serah Lu dah." Ucap Haris.


" Barusan pas gue mau kesini, mobil si Catherine goyang-goyang tau gak?"


" Eee busett, lagi ngapain tuh cewek?" Tanya Haris.


" Mancing" Jawab Raka santai.


Haris melongo dengan wajah konyol nya.


" Mancing keributan, ya anu-anu lah. Lu bodoh banget sih. Kondisiin tuh Komuk lu, lucu banget anjirr." Ucap Raka.


" Hahaha, sorry otak gue suka nge blank kalo bahas hal yang berbau dosa." Jawab Haris sambil nyengir.


" Nyengir aja Lu, mikirrr.." Ucap Raka, dia mneyentil kening Haris dengan gemas.


" Sialan Lu , gak ada sopan-sopan nya sama kakak ipar." Gerutu Haris sambil mengusap kening nya.


🌻🌻🌻


Ada yang tau lagu apa yang di dengerin Raka? Tebak ya☺️

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote, dan follow akun author. happy reading❤️


tap favorit juga yawww 😘😍


__ADS_2