
Pagi hari nya Lita melakukan tugas nya seperti biasa, karena hari ini Raka mulai bekerja lagi. Lita menyiapkan pakaian kerja Raka, lengkap dengan dasi, sepatu juga tas kerja yang di letakan nya berdekatan.
Setelah selesai menyiapkan segala keperluan Raka, Lita turun dan memasak untuk sarapan.
"Ibu udah bangun? lagi ngapain?" Tanya Lita, dia melihat Ibu Renata sedang memasak.
"Masak buat sarapan sayang."
"Sini, biar Lita aja. Maafin Lita ya, bangun nya agak kesiangan." Ucap Lita, mengambil alih sodet dari tangan Ibu Renata.
"Gapapa sayang, kalau begitu Ibu ngapain yak?"
"Duduk aja Bu, nanti kita makan sama-sama." Ucap Lita. Dia pun fokus mengaduk-aduk masakan nya di teflon.
Tak lama, muncul Raka dengan setelan jas rapih yang di siapkan Lita.
"Wangi banget nih, masak apa yang?"
"Semur ayam, sama oseng buncis." Jawab Lita datar.
Meski pun sedang marah, tapi Lita masih melaksanakan kewajiban nya melayani Raka dengan sepenuh hati, hanya saja ekspresi nya datar tanpa senyuman.
"Makan Bu, nanti setelah sarapan kita ke rumah Lita."
"Ngapain?" Tanya Raka di sela makan nya.
"Bantu persiapan nikah bang Haris." Jawab Lita ketus.
"Ya ampun Mas lupa sayang, nanti sore Mas kesana jemput ya."
"Gak usah, Lita nginep disana." Lagi-lagi Lita menjawab Raka dengan ketus.
Membuat Ibu Renata mengerutkan dahi nya, dia tahu hubungan suami istri itu sedang tak baik-baik saja.
"Yaudah, Mas juga nginep disana."
"Terserah." Jawab Lita singkat, lalu melanjutkan kembali makan nya yang sempat tertunda.
🥀
Raka sudah berangkat ke kantor, kini di apartemen hanya tinggal Ibu Renata dan Lita yang sedang beres-beres.
"Orang tua kamu udah lama meninggal sayang?" Tanya Ibu Renata.
"Udah Bu, SMA kelas tiga. Abang masih kuliah waktu itu."
"Jadi kamu cuma punya abang kamu sekarang?"
"Iya Bu, dia Abang terbaik yang aku punya." Jawab Lita dengan senyuman nya.
"Ibu pengen ketemu sama Dia, pengen lihat seperti apa sosok abang kebanggaan kamu. Heee." Ucap Ibu Renata sambil cengengesan.
"Sebentar lagi kita kesana Bu. Lita beresin ini dulu."
🥀
Saat ini, dua wanita berstatus mertua dan menantu itu sedang dalam perjalanan ke rumah nya.
Dengan antusias Lita menceritakan tentang abang nya. Hingga dalam taksi itu, terdengar suara gelak tawa dari kedua nya. Lita memang humoris, hingga tak sulit untuk membuat nya akrab dengan orang lain.
__ADS_1
Tak lama, akhirnya mereka sampai dan langsung di sambut oleh Mama Bella yang sudah ada di teras.
"Mam, Lita kangen.." Ucap Lita sambil memeluk Mama Bella.
"Kenapa gak pernah main lagi ke rumah? kamu tuh lupa sama Mama setelah punya pacar." Sindir Mama Bella, sambil terkekeh.
"Oh iya Mam, ini Ibu Renata, Mertua nya Lita." Ucap Lita memperkenalkan mertua nya.
Mereka pun bersalaman dan saling memeluk.
"Oyy.."
"Ciee calon penganten." Sindir Lita saat mendengar Bella memanggil nya. bersamaan dengan Haris yang keluar dari kamar nya.
"Hehee, iya nih deg-degan setengah mati."
"Rasain."
"Yaudah masuk yuk, jangan ngobrol disini." Ajak Mama Bella.
Semua nya pun masuk ke dalam rumah, yang kelihatan lebih ramai dari biasa nya.
"Apa semua persiapan sudah selesai?"Tanya Lita pada Mama Bella.
"Sudah, tinggal masak aja buat besok takut nya ada tamu-tamu penting yang datang."
"Ijab nya disini?"
"Disini aja, kayak kamu sama Raka." Jawab Haris.
"Ouhh yaudah deh, jam berapa besok?"
"Nginep disini ya." Ucap Bella yang nongol dari belakang.
"Ngagetin Lu, jelas gue nginep disini. Pengen dampingin kakak ipar."
"Bisa aja sih." Ucap Bella sambil menepuk lengan Lita pelan, wajah nya merona.
"Yaudah, gue ngamar dulu lah ngantuk habis makan banyak tadi pagi."
"Silahkan putri tidur." Sindir Bella. Dari dulu, tidur adalah hobi lain Lita selain makan.
🥀
Sore hari nya, Raka benar menepati ucapan nya tadi pagi. Sehabis kerja, dia pulang ke rumah Haris.
"Woyy broo, baru pulang?" Sapa Haris.
"Hooh nih, cape banget bang. Mana kerjaan gak kelar-kelar, malah Lu libur jadi nya Pak Andi nyerahin tugas Lu ke gue." Keluh Raka.
"Gue juga waktu lu cuti, gak ngeluh tuh. Tenang aja, nanti dapet uang tips." Canda Haris.
"Semoga aja."
"Lemes banget Lu, kenape?" Tanya Haris.
"Cape gue Ris."
"Gak usah pura-pura nyembunyiin masalah dari gue. Mata Lu gak bisa bohong sama gue." Ucap Haris.
__ADS_1
"Hubungan Lu sama Lita gimana?"
"Kacau Ris, gara-gara si ulat keket itu." Ucap Raka ketus.
"Ulat keket? Siapa sih?"
"Siapa lagi kalau bukan istri muda bokap gue." Jawab Raka, dia memejamkan mata nya sejenak sambil merebahkan tubuhnya di kursi teras.
"Catherine?" Raka hanya mengangguk pelan.
"Kapan dia kesini?"
"Kemaren, samaan nyokap gue Ris."
"Sekarang mereka kemana?" Tanya Haris lagi.
"Gue pulangin paksa, pengganggu."
"Terus lu sama Lita gimana?"
"Lita marah sama gue Ris, gara-gara si Cath meluk gue pas habis di siksa bokap gue."
"What? Terus Lu diem aja gitu?"
"Gue shock lah, tapi Lita salah paham dia nyangka nya gue nyaman sama pelukan nya. Ya begitu dah, Lu tau." Ucap Raka lirih. Dia masih bingung, bagaimana menjelaskan semua nya pada Lita, membuat nya tak merajuk lagi.
"Gue gak bisa salahin Lita disini, posisi nya kuat bro, cewek mana sih yang rela suami nya di peluk cewek lain? apalagi tuh cewe yang pernah di jodohin sama Lu kan. Tapi disini Lu juga salah, Lu harus nya bisa tegas sama Tuh cewek."
"Iya Ris, gue tau. tapi masalah nya tuh cewek gak ada kapok-kapok nya, udah gue tampar bolak-balik juga tetep aja mepet." Jawab Raka.
"Itu tantangan buat Lu, masalah Lu sama Lita gue yakin Lu bisa selesaiin dengan kepala dingin, jangan pake emosi. Kalian dah sama-sama dewasa buat ngadepin masalah kayak gini."
"Thanks ya bang."
"Good Luck bro, gue saranin jangan lama-lama marahan nya. Gak enak, baru aja pengantenan udah renggang aja."
"Gue juga pengen nya gitu, tapi Lu kan tau sendiri Bini gue kalo marah suka lama."
"Btw, kenapa nyokap Lu masih disini? Gak ikut pulang?" Tanya Haris, saat melihat Ibu Renata datang tadi pagi bersama Lita.
"Lita yang minta, katanya biar gak kesepian di rumah. Dan keliatan nya nyokap gue, sayang banget sama bini gue Ris."
"Beneran?" Tanya Haris dengan nada terkejut.
"Aslinya Ris, mereka tuh udah kayak temen yang lama gak ketemu. Padahal ini pertama kali mereka ketemu."
"Syukur dah, gue seneng denger nya. Terus bokap sama bini muda nya gimana?"
"Gue sih bodo amat, mau mereka jadi gelandangan juga gue gak masalah."
"Yaelah Lu sadis amat."
"Biarin lah, syukur-syukur bangkrut tuh terus jatuh miskin. Nanti dia bakal datang ama nyokap gue terus mohon-mohon pengen rujuk, kan gobl*k."
"Giliran seneng sama wanita laen, pas miskin ngemis sama istri tua. Gak ada akhlak memang, gue nunggu tuh moment."
Ucap Raka sambil tersenyum jahat, dia sudah punya banyak rencana untuk menjatuhkan ayah dan istri muda pengganggu itu, Lihat saja nanti
🌻🌻🌻
__ADS_1
jejak nya jangan lupa ya wakk😘😘