Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Perkumpulan Keluarga


__ADS_3

Siang hari nya, barulah sepasang pengantin baru itu turun dari kamar nya. Tak ada raut kebahagiaan dari Marsya, tapi berbanding terbalik dengan wajah berseri Brandon. Seperti nya dia sangat bahagia karena berhasil mengerjai istri cantik nya.


"Ehemm..." Mike berdehem keras dari sofa ruang tamu, membuat Brandon yang berniat ke dapur untuk makan mengurungkan niat nya dan memilih duduk mendekati kakak nya.


"Makan duluan sayang, aku mau ngobrol dulu sama kak Mike." Marsya hanya menganggukan kepala nya, dia masih sebal dengan suami tampan nya. Bagaimana tidak, Brandon mengerjai nya hampir dua jam di kamar mandi dengan berbagai gaya yang menurut nya sangat memalukan.


Tapi enak kan Sya?🤭🤭


"Pagi kak.." Sapa Brandon, lalu duduk di hadapan kakak nya.


"Udah siang kali." Ketus Mike.


"Hehee iya sih, maklum lah pengantin baru jadi suka lupa waktu." bangga Brandon, membuat Mike kesal setengah mati.


"Udah ngerjain istri aja bangga." Cetus nya dengan sinis.


"Iya dong, lagian kakak apa gak iri? Aku gini-gini udah tau surga dunia lho."


"Diam lah," Kesal Mike, dia meletakan majalah nya ke kolong meja dan membuka ponsel nya.


"Kau mengenal gadis ini, Brand?" Tanya Mike, sambil menunjukan poto seorang gadis berbaju kebaya pink pastel yang sedang makan di perasmanan.


"Dia kan sahabat istri ku di kantor, nama nya Hanna. Ada apa?"


"Gue tau nama nya, tapi gak sempat minta nomor ponsel nya. Minta dong, punya gak?" Bujuk Mike dengan senyum manis nya yang malah membuat Brandon bergidik ngeri.


"Gak punya, nanti aku mintain sama Marsya."


"Woahhh, beneran gak tuh?" Tanya Mike.


"Mau nya beneran apa boongan?"


"Beneran lah, hehee.." Jawab Mike sambil cengengesan.


"Yaudah, mau makan dulu ngisi tenaga buat nanti malem."


"Makan yang banyak ya, jangan lupa mintain nomor nya." Ucap Mike sedikit keras karena Brandon sudah melangkah pergi ke dapur.


"Ckkk, antusias sekali. Gitu lah puber nya telat," Gumam Brandon sambil menggelengkan kepala nya.


"Kenapa sayang?" Tanya Marsya di sela makan nya.


"Kak Mike minta nomor Hanna." Jawab Brandon. Marsya bangkit dari duduk nya dan mengambilkan nasi dan lauk untuk suami nya.


"Makan aja, aku bisa sendiri sayang. Kamu pasti lapar gara-gara aku."

__ADS_1


"Gapapa, itu sudah kewajiban aku sebagai istri. Cuma ya aku sempet kesel aja tadi." Jawab Marsya, tangan mungil nya dengan cekatan melayani suami nya.


Brandon tersenyum, dia tak salah memilih wanita untuk menjadi istri nya, Marsya adalah wanita yang sangat sempurna.


"Ngomong-ngomong, apa kakak mu naksir sama Hanna?" Tanya Marsya, dia memang belum sempat mengobrol atau sekedar berbasa-basi dengan kakak nya Brandon itu, dia terlalu canggung untuk memulai perbincangan, karena Mike terlihat kaku dan dingin.


"Seperti nya, Iya sayang." jawab Marsya di sela suapan nya, menu makanan yang sederhana tapi terasa sangat enak.


"Baiklah, seperti nya sudah saat nya Hanna membuka hati nya kembali."


Brandon menganggukan kepala nya, dan mereka pun fokus memakan makanan di piring mereka masing-masing dan setelah selesai, Marsya mencuci piring kotor nya dengan Brandon yang memeluk nya dari belakang.


"Pergilah, kamu sangat mengganggu." Usir Marsya, dia risih karena suami nya ini begitu manja hingga tak mau berjauhan sedetik pun dari nya.


"Enggak, kamu wangi terus hangat." Jawab Brandon, dia sibuk menduselkan wajah nya di leher sang istri, mengendus aroma nya hingga membuat Marsya tak fokus mencuci piring nya.


Marsya gemas dan mencolek pipi Brandon dengan busa sabun.


"Mama nakal." Ucap Brandon, dia menggelitik perut istri nya hingga membuat Marsya tertawa karena geli.


"Aww, hentikan sayangg.."


"Kamu sangat cantik jika tertawa, semoga selalu seperti ini ya. Aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia," Ucap Brandon.


"Heem baiklah istri manis ku, aku pergi dulu."


Cupp..


Brandon mengecup pipi kanan Marsya, dan segera pergi keburu istri nya itu berteriak kesal.


Di teras, nampak Raka dan Haris yang sedang mengobrol dengan Mike dan Papa nya, Robert.


"Nah itu dia pengantin kita, bagaimana tadi malam Brand? Apa heboh, atau biasa saja?" Celetuk Raka.


"Pokoknya ahhh mantap." jawab Brandon sambil mengacungkan kedua jempol nya, membuat kedua abang nya itu tertawa.


"Ada yang panas, jadi hentikan obrolan unfaedah ini." Cetus Haris, melirik Mike yang sudah memasang wajah datar nya.


"Dia mengincar Hanna kak, teman nya Marsya." Ceplos Brandon, membuat kakak nya itu melayangkan tatapan tajam ke arah adik yang tak bisa menjaga rahasia itu.


"Uupss, maaf kak aku keceplosan." Ucap Brandon sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan.


"Sudahlah, tak perlu menatap horor adik mu. Sebaiknya mulai lah berjuang untuk mendapatkan hati gadis pujaan mu itu." Raka menepuk pundak Mike pelan, tapi Mike hanya bergeming tanpa bergerak sedikit atau merespon sedikit pun. Benar-benar definisi pria dingin.


"Ckkk, bagaimana mau laku kalo dingin, kaku begini. Lemesin dikit kek." Gerutu Raka.

__ADS_1


"Kau menggerutu di samping ku?" Tanya Mike datar, membuat Raka mencebikan bibir nya.


Roberts terkekeh melihat interaksi anak sulung dan abang angkat anak nya itu, terlihat sangat lucu. Yang satu nya tukang bicara alias cerewet dan satu nya lagi pendiam, seperti kata Raka dia pria yang dingin dan kaku.


"Ayolah, kalian harus mengakrabkan diri. Kita semua keluarga disini."


"Huhh baiklah, nanti aku coba." Jawab Mike datar. Lengkap dengan tangan yang bersedekap di dada.


"Pria dingin, kaku." cibir Raka. Tapi Mike hanya melirik nya dengan ekor mata sekilas.


"Benar-benar definisi pria tak berperasaan." Cetus Haris juga, lagi-lagi yang di katai hanya diam.


"Udah lah Ris, rasanya kayak ngajak ngomong patung bergerak."


Tak lama datang lah Marsya dengan membawa dua buah wadah besar berisi cemilan buatan ibu nya, seblak kering buatan Ibu Asih memang enak.


"Ngobrol nya sambil ngemil biar rame," Ucap Marsya lalu meletakan wadah itu di lantai, karena sedari tadi mereka duduk di lantai beralaskan karpet bulu.


"Apa nih?"


"Seblak kering buatan mama dengan sambel cikur, cobain dulu kalau enak nanti order." Gurau Marsya, sambil terkikik.


Para pria pun mulai mencomot kerupuk seblak itu dan memakan nya ramai-ramai.


"Enak, gurih Sya. Tapi kepedesan kalau buat aku." Celetuk Haris.


"Cemen." Cetus Mike, dia anteng memakan kerupuk kering itu.


"Ini ada kayak ada rasa pahit nya, apa ya?"


"Cikur atau kencur kak, kalo mau punya bini orang indo harus tau, karena cewek doyan makan seblak." jawab Marsya.


Mike menganggukan kepala nya pertanda mengerti melanjutkan acara ngemil nya.


"Kemana kak Lita sama kak Bella?" Tanya Marsya.


"Di rumah, bentar lagi kesini kok."


"Telpon kak, keburu seblak nya habis. Keliatan nya pada doyan." Ucap Marsya, dia senang apalagi saat melihat papa mertua nya juga sesekali ikut mencomot seblak di dalam wadah.


🌻


Perkumpulan para cogan🤭🤭


jangan lupa tinggalkan jejak, vote, follow akun author, kasih hadiah juga deh, happy reading❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2