Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Insecure


__ADS_3

Saat sampai rumah, ternyata Haris sudah pulang dan sedang duduk di kursi teras dan menatap tajam ke arah Raka dan Lita yang baru pulang.


" Baguss, pacaran terus.." Ucap Haris jahil. Karena melihat tangan kedua nya yang saling bertautan.


" Siapa yang pacaran bang? Kak Raka cuma ngajakin Lita jalan-jalan." Jawab Lita mencari alasan.


" Kalo gak pacaran terus nama nya apa? Pake gandengan tangan segala, kayak mau nyebrang ." Ucap Haris. Seketika dua orang itu gelagapan dan segera melepas tautan tangan mereka.


" Maaf Ris, gue bisa jelasin kok. Sorry gue megang tangan adek Lu." Ucap Raka.


" Kali ini baru tangan nya yang Lu pegang, besok apa nya? Jangan macem-macem Lu." Ucap Haris, dia memang selalu emosi jika itu menyangkut adiknya.


" Iya bang, kak Raka gak ngapa-ngapain Lita kok ."


" Kalian mulai kompak ya, saling bela satu sama lain. Apa kalian pacaran?" Tanya Haris menyelidik.


" Sekarang enggak tapi akan. Ehhh!.." Lita langsung menutup mulut nya, malu lah keceplosan depan gebetan.


Dengan wajah merah nya Lita berlari masuk ke dalam rumah, sebelum di sidang habis-habisan oleh abang nya dan Raka.


Pasti nya Raka akan penasaran dengan ucapan Lita barusan kan?


" Gue dah bantuin Elu tuh, secepatnya tembak. Jangan sampe lepas." Ucap Haris sambil tertawa.


" Maksud Lu bantuin apa?" Tanya Raka konyol.


" Setidak nya Lu dah tau adek gue tuh naksir sama Lu, kalo lu gak peka berarti lu bodoh." Ledek Raka.


" Ahh iya, maafin gue Ris. Jujur aja gue belum siap, karena gue lagi punya masalah." jawab Raka sendu.


" Lah Elu kenapa sedih gitu?" Tanya Haris.


" Gue di jodohin lagi sama nyokap, entahlah kedua orang tua itu selalu mengatur hidup gue, termasuk jodoh." Ucap Raka.


" Lahh terus adek gue gimana? Dia udah terlanjur baper ama Lu." Ucap Haris.


" Gue bakal pertahanin Lita Ris, cuma dia yang berhasil bikin hidup gue lebih berwarna. Lu tau kan selama ini hidup gue gimana?" Ucap Raka.

__ADS_1


" Gimana ama kedua orang tua lu kalo Lu nolak di jodohin?" Tanya Haris lagi.


" Biarin aja, yang jelas gue bakal pertahanin Lita." Ucap Raka ,dia sudah yakin dengan pilihan nya kali ini.


" Yakin Lu?" Tanya Haris.


" Yakin 100%, cuma dia yang bisa buat gue tertawa lepas." jawab Raka.


" Gue harap Lu punya solusi buat nyelesein masalah ini tanpa harus ada perdebatan." Ucap Haris.


" Gue harap juga begitu." Ucap Raka.


Flashback on.


Saat itu Raka sedang bekerja di kantor, dia sedang sibuk karena pekerjaan yang menumpuk.


Tiba-tiba saja dia mendapat sebuah panggilan telpon, dengan malas dia mengambil ponsel nya yang dari tadi berdering di meja.


" Hallo, tumben menghubungi Raka duluan. ada apa?." jawab Raka.


" Hallo, Raka kapan kau pulang? Ibu punya seseorang untuk di kenalkan dengan mu." Ucap Ibu Raka di seberang telpon, dari nada suara nya beliau terdengar sangat bahagia.


" Bisakah jangan membangkang sekali saja?" Tanya Ibu Raka. Nada bicara nya mulai meninggi.


" Bisakah Ibu tak mengatur kehidupan ku? Tanpa di kenalkan oleh Ibu aku bisa menentukan pilihan ku sendiri." Ucap Raka.


" Ibi melakukan ini untuk kebaikan mu Raka." Teriak Ibu Raka dari balik telpon.


" Kebaikan apa yang Ibu maksud? Cukup dengan perjodohan konyol itu, Ibu tau kan itu tak berjalan baik? Malah dia menyakiti ku." Jawab Raka, memang pertunangan Raka dan Helena adalah sebuah perjodohan yang di paksa kan. Tapi seiring berjalan nya waktu, Raka mulai mencintai Helena. Tapi sayang Helena menghianati ketulusan nya.


" Ibu berjanji, hal itu takkan terulangi lagi."


" Aku juga berjanji takkan mau menerima atau pun bertemu dengan gadis pilihan Ibu. Aku akan memilih kebahagiaan ku sendiri." Ucap Raka dengan emosi, dan langsung mematikan telpon nya dengan kesal.


" Ada apa dengan ibu-ibu tua itu? Ngebet banget pengen gue nikah. Gue udah gede punya pilihan sendiri." Gerutu Raka, dia menjadi tak fokus untuk mengerjakan sisa pekerjaan nya.


" Gue harus ketemu Lita buat nenangin nih otak. Panas banget." Ucap Raka, dia pun langsung mengambil jas di belakang kursi nya dan langsung keluar kantor. Karena hari juga sudah mulai sore dan sudah waktu nya pulang kerja.

__ADS_1


Karena itu lah Raka selalu pulang ke rumah Haris saat pulang bekerja, karena hanya Lita yang mampu membuat nya tertawa lepas dan melupakan sejenak permasalahan nya.


Flashback off.


Raka pergi ke kamar nya setelah berbincang dengan Haris sebentar. Tapi saat di depan kamar Lita, pintu nya sedikit terbuka.


" Litt, kenapa pintu nya kebuka?" Teriak Raka, karena tak kunjung mendapat jawaban akhirnya Raka mengintip dari celah pintu nya.


Raka tersenyum cerah, dia melihat jas nya tergantung rapih di dekat lemari. Lita benar-benar mencuci nya.


" Kamu ini Lit, bisa aja bikin aku senyum." Gumam Raka.


Raka pergi ke kamar nya dengan senyum ceria, sosok Lita mampu mengaduk-aduk hati nya. Lita adalah Mood booster nya saat ini.


Saat di kamar Raka mengamati kamar tempat nya tidur semalam, seperti ada yang berubah.


" Rasa nya ini gak disini, kenapa sekarang ada disini." Gumam Raka, dia memang menyimpan tas, dasi dan beberapa kemeja di lemari nakas samping ranjang.


" Lipatan nya juga beda." Gumam Raka lagi.


" Apa Lita masuk kesini?" Tanya Raka, tapi nihil tak ada yang menjawab karena tak ada siapa-siapa di kamar ini kecuali dirinya.


Sedangkan Lita, dia baru saja keluar dari kamar mandi.


" Apa aku bisa memiliki mu Kak Raka? Benar kata Abang, saingan ku terlalu berat. Apalah daya, aku hanya gadis kecil." Gumam Lita saat melihat jas Raka yang dia gantung.


Tadi dia sangat bahagia karena Raka mengakui nya sebagai kekasih, tapi ada rasa sakit juga di hati nya. Helena adalah wanita berkelas, jauh berbeda dengan diri nya.


Mantan tunangan? Artinya dulu Raka sering melakukan sesuatu dengan nya. Karena Raka mencintai wanita itu, Raka juga mengakui bahwa Helena adalah cinta pertama nya.


Padahal Lita belum tau, kalau hubungan Raka dan Helena adalah hasil perjodohan yang di paksakan. Tapi seiring waktu, Raka mulai nyaman dengan hubungan baru mereka dan mulai jatuh hati pada Helena.


" Insecure aku, mantan tunangan nya sangat berkelas. Apa teman kencan nya juga?." Gumam Lita lagi.


🌻🌻🌻


__ADS_1


Maaf kalo banyak typo😁


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


__ADS_2