
"S-sayang."
Lita hanya tersenyum menatap suami tampan nya, yang juga menatap nya tanpa berkedip. Hati nya merasakan rindu yang menggebu pada pria di depan nya ini.
"Ini benaran kamu kan, aku hak berhalusinasi kan?" Tanya Raka, dia menangkup kedua pipi Lita dengan tatapan yang tak dapat di artikan.
"Ya aku sudah pulang." Jawab Lita, dia masih berusaha santai dengan situasi haru ini.
"Syukurlah kamu sudah pulang sayang, aku sangat merindukan mu." Raka merengkuh tubuh berisi istri nya dengan erat. Lita juga membalas pelukan suami nya, dia tak dapat menahan lagi rasa rindu yang terasa menyiksa nya.
"Maafkan aku sudah mengabaikan dirimu sayang, terimakasih sudah kembali."
"Aku juga minta maaf karena lari dari masalah." Ucap Lita di pelukan Raka, mereka masih berpelukan erat. Menyalurkan kerinduan yang memuncak, setelah drama pergi dari rumah selama satu minggu.
"Kamu sudah cukup memberiku pelajaran berharga, aku takkan menyia-nyiakan dirimu sayang. Aku akan lebih berusaha meluangkan waktu ku agar bisa bersama mu."
"Buktikan." Jawab Lita, dia mendusel di dada bidang Raka. Bahkan dia belum sempat berpakaian karena melepas rindu.
Raka mengelus puncak kepala Lita dengan sayang, dia juga mengecupi nya beberapa kali.
"Tak bisa aku bayangkan jika kamu tak kembali sayang, akan seperti apa hidup ku ini. Maafkan aku sayang."
"Lihat, baru seminggu aku tinggal kamu sudah terlihat sangat berantakan." Ledek Lita, menyentuh rahang suami nya yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
"Itu karena kamu tidak mengurusku."
"Kenapa tidak mencukur sendiri?" Tanya Lita, biasa nya pria itu selalu rutin mencukur.
"Untuk apa? Istri ku pergi, tak ada di rumah. Jadi tak ada yang berkomentar tentang penampilan ku." Lita hanya mencebik mendengar ucapan suami nya, memang dia yang selalu cerewet jika masalah penampilan suami nya.
"Ayo, bantu aku bercukur."
"Ckk, biasa nya juga cukuran sendiri." Lita berdecak sebal mendengar permintaan suami nya.
Tapi, dia tetap menuruti permintaan nya dan mengikuti Raka ke kamar mandi dengan langkah pelan.
Saat di dalam kamar mandi, Raka mendudukan Lita di meja wastafel. Lita mencukur bulu-bulu halus di rahang suami nya dengan hati-hati, ini pertama kali nya dia melakukan hal ini.
Raka memejamkan mata nya, dia menikmati sentuhan tangan lembut istri nya yang sudah lama tak dia rasakan.
"Apa sakit?"
"Tidak, lakukan saja." jawab Raka.
Lita melanjutkan pekerjaan nya dengan hati-hati, takut kalau menyakiti suami nya.
15 menit kemudian, Mereka berdua keluar dengan wajah segar Raka.
"Berpakaian lah, aku akan turun."
"Apa tidak menyiapkan pakaian ku sayang?" Tanya Raka manja.
__ADS_1
"Punya mata gak Mas? Itu di sisi ranjang kan baju mu, aku sudah menyiapkan nya tadi."
"Hehee, maafkan aku sayang." Ucap Raka sambil cengengesan.
Lita hanya menggeleng melihat kekonyolan suami nya, tapi tak dapat di pungkiri kalau dia menyukai Raka yang seperti ini.
🌻
Lita pergi ke dapur, dan memasak seperti biasa. Lalu datang lah Brandon dengan wajah datar nya, sudah di pastikan laki-laki itu sedang ada masalah.
"Kenapa?"
"Pacar ku deket-deket sama cowok lain." Jawab Brandon ketus.
"Sejak kapan kamu punya pacar?" Tanya Lita, yang memang tak tau menau tentang hubungan Brandon dan Marsya.
"Sejak abang sibuk lah, sekitar satu minggu yang lalu."
"Cewek yang mana?" Tanya Lita, setau nya banyak gadis-gadis di area perumahan ini yang naksir pada Brandon.
Hingga ibu-ibu nya sepakat untuk menjodohkan anak gadis mereka dengan Brandon. Tau lah, Brandon kan sering di taksir emak-emak 🤭
"Marsya lah kak, yang mana lagi."
"Ohh, kirain sama gadis yang bulak-balik ngasih surat ke kamu." Ledek Lita jahil. Tak heran, dia sering menerima surat yang gadis-gadis titipkan untuk Brandon. Hingga jumlah nya menumpuk, tapi Brandon tak pernah mau membaca nya.
"Apaan sih kak, enggak lah."
"Boleh, jangan pake gula. Lagi pengen yang pahit, kayak hidup."
"Idihh, so bijak." Sinis Lita, mata nya mendelik ke arah Brandon.
Lita segera membuat secangkir kopi hitam tanpa gula untuk Brandon, dan setelah siap dia meletakan nya di depan Brandon.
"Kenapa tuh muka, kusut amat kayak benang layangan." Ledek Raka yang baru turun, tapi langsung mengejek adik nya.
"Heh, jangan mentang-mentang kakak ipar dah balik terus Lu bisa ngejek gue lagi ya. Syukur-syukur gue bisa bujukin kakak ipar buat balik."
"Sensian amat, gue kan cuma nanya Brand." Ucap Raka sambil nyengir.
"Lah Elu yang mulai, pake nyebut gue kayak benang layangan."
"Ya sorry, terus lu kenapa?" Tanya Raka lagi.
"Pacar gue deket-deket terus sama si Adi, OB baru itu loh bang."
"Jadi ceritanya Lu cemburu?" Tanya Raka lagi.
"Ya jelas iya lah, mana ada cowok yang kagak cemburu pacar nya deket-deket sama cowok laen. Kan gak lucu, bund."
"Pesona kegantengan Lu dah luntur deh Brand, ayolah. Masa kalah sama ikan julung-julung sih." Ucap Raka.
__ADS_1
"Apa gue kurang ganteng ya? Tapi gak mungkin bisa bikin satu kantor patah hati, kalau gue gak ganteng."
"Tajir? Lumayan kok, gak miris-miris amat." Gumam Brandon.
"Berusaha lagi, tunjukin kalau Marsya tuh pacar Lu. Jangan diam aja, terus marah-marah saat sampai di rumah."
"Ya deh bang, gue bakal lebih usaha lagi." Ucap Brandon.
Lita meletakan secangkir kopi di depan Raka, membuat Raka mendongak dan tersenyum manis ke arah istri nya.
Mama Renata keluar dan membantu Lita memasak makan malam. Setelah nya, mereka semua makan malam bersama, terasa lengkap kembali. Lita mengembalikan kehangatan rumah ini.
🌻
Raka dan Lita tengah bermanja di kamar mereka, baru saja mereka melakukan kegiatan panas.
"Aku berpuasa seminggu, tapi pas buka masa cuma satu ronde." Rengek Raka, dia belum puas tapi istri nya meminta berhenti.
"Aku lelah Mas, nanti lagi ya. Istirahat dulu." Bujuk Lita pelan.
"Keburu tidur dong."
"Siram air aja, nanti juga bangun." Ucap Lita santai.
"Ini beda lagi cara bangunin nya sayang."
"Yaudah terserah nanti, aku lelah istirahat dulu," Ucap Lita mendusel di dada polos suami nya ,dan tak lama dia tertidur.
🌻
Malam tadi Lita lolos dari kejaran singa yang kelaparan setelah berpuasa, mereka tidur dengan nyenyak hingga kebablasan, dan terbangun saat matahari sudah terbit.
Raka tersenyum saat melihat Lita masih tidur dengan memeluk nya erat, rasa nya masih seperti mimpi karena bisa memeluk istri nya lagi.
"Aku begitu mencintaimu Arlita."
"Aku juga mencintai mu, Raka Perwira." Jawab Lita.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Raka terkejut,
"Sudah dari tadi, hanya saja dada mu ini sangat nyaman untuk di jadikan tempat tidur."
"Baiklah, ayo mandi. Malam tadi kamu lolos, jadi bersiap lah nanti malam." Ucap Raka dengan seringaian nakal di bibir nya.
🌻🌻
Buka puasa ya bang?🤭
jangan lupa jejak nya😘😘
__ADS_1