Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Tempat Ternyaman


__ADS_3

" Mandi, terus makan ya kak. Jangan terlalu di pikirkan." Ucap Lita dengan perhatian nya.


" Ohh iya, kemeja kakak udah Lita setrika." Ucap Lita.


Raka tersenyum, tindakan sederhana tapi mampu membuat hati Raka senang bukan main.


" Terimakasih sayang." Jawab Raka, Lita hanya mengangguk dan keluar dari kamar Raka.


" Calon istri yang baik." Gumam Raka lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Raka terkejut melihat keadaan dalam kamar mandi, sabun mandi baru, sikat gigi baru lengkap dengan pasta gigi nya. Perbuatan siapa ini? Sudah pasti, Lita.


" Dia sangat memperhatikan aku, terimakasih Lita ku." Ucap Raka, dia menyunggingkan senyum di bibir nya.


Setelah selesai mandi, Raka turun dan sudah ditunggu oleh Haris dan Lita.


" Kita mulai makan ya, udah laper nihh." Ucap Haris, meledek Raka yang turun terlambat.


" Lahh cuma telat 10 menit doang, gak bakalan mati kok." Ucap Raka membalas ucapan Haris.


" Sudah diam, jangan berisik." Ucap Lita, dengan cekatan dia mengambilkan nasi dan lauk untuk kedua pria itu. Setiap hari Lita memasak sarapan dan makan malam, makan siang hanya sesekali saja jika Raka ingin di antar bekal.


Kembali, Raka kagum dengan perbuatan Lita. Dia di layani seperti seorang suami.


" Kenapa bengong, ayo makan." Ucap Lita.


" Aku merasa seperti menjadi suami yang di layani istri nya." Jawab Raka, tak terduga.


Seketika wajah Lita merona malu, dia memang memperlakukan seolah Raka adalah suami nya.


" Latihan, biar nanti gak canggung pas jadi istri. Iya gak dek?" Tanya Haris dengan senyum jahil nya.


" Liat wajah nya, memerah kayak tomat." Ledek Haris.


" Diam lah, atau besok gak Lita bikinin sarapan." Ucap Lita ketus.


" Wokeyy." Jawab Haris, dia terbiasa sarapan di rumah. Jadi lidahnya sudah sangat terbiasa dengan masakan Lita.


Mereka bertiga pun makan dengan lahap, tidak ada yang bicara lagi. Semua nya fokus pada makanan masing-masing, hanya terdengar suara denting sendok dan garpu.


Setelah selesai, Haris memutuskan langsung tidur karena besok dia harus menemani Atasan nya meninjau proyek pembangunan cabang perusahaan AM Group.


" Gue duluan." Pamit Haris.


Lita juga sudah masuk ke kamar, karena besok adalah pengenalan materi baru.

__ADS_1


" Lagi apa yang?" Tanya Raka, dia masuk ke kamar Lita.


" Belajar kak, buat besok."


" Mau di temenin?" tanya Raka.


" Boleh tapi jangan nakal ya." Peringat Lita, dia ingat waktu itu Raka beralasan ingin menemani nya belajar, malah berujung dengan ciuman nakal.


" Kalo gak khilaf ya." Ucap Raka dengan senyum nakal nya.


Lita mencebik kesal, dia tau tujuan Raka masuk kesini.


" Udah beberapa hari ini kita gak ngelakuin itu sayang, aku kangen." Ucap Raka manja.


Lita hanya diam, memang beberapa hari ini Lita mengunci pintu agar Raka tak masuk ke kamar nya, kalau dia masuk sudah pasti dia tidak bisa fokus belajar.


" Yaa,, boleh yak?" Pinta Raka.


" Diem kak, Lita lagi belajar. Kakak ganggu." Ketus Lita.


" Kalo mau, tunggu Lita selesai belajar."


Seketika wajah Raka menjadi murung, dia memang belum pernah menjamah tubuh Lita, hanya sebatas ciuman saja.


🥀


" Kata nya nunggu tapi udah tidur." Ucap Lita, dia masuk kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka.


Setelahnya, Lita berbaring di samping Raka dan menarik selimut hingga dada nya.


" Gak semudah itu kamu tidur yang, aku nungguin kamu loh." Ucap Raka, dia menindih tubuh mungil Lita.


" Lita kira kakak tidur." Jawab Lita, jarak mereka sangat dekat, hingga Lita bisa merasakan hembusan nafas Raka menyapu wajah nya.


" Aku tak mudah tidur sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan." Jawab Raka dengan seringaian di bibir nya.


Sedetik kemudian, dia langsung mencium bibir Lita dengan lembut. Lita juga membuka mulut nya, memberikan akses untuk lidah Raka masuk ke dalam mengabsen setiap inci di dalam mulutnya.


Tangan Raka mulai masuk ke dalam piyama yang di pakai Lita ,dan mengusap-usap gumpalan lemak yang ada di dada Lita.


" Bisakah aku memainkan nya yang?" tanya Raka. Lita mengangguk mengiyakan, dia tau Raka sangat berpengalaman dalam hal ini.


Setelah mendapat izin dari Lita, Raka pun membuka semua kancing piyama Lita dan membuka Bra berwarna merah cerah itu.


Terpampang lah keindahan puncak bukit kembar Lita, dengan cepat Raka mengecupi nya, juga menyesap nya hingga meninggalkan bekas kemerahan.

__ADS_1


" Ehmmm, sayaanggg gelii." Gumam Lita menggeliat di bawah tubuh Raka.


" Geli-geli enak yang?" Tanya Raka dengan senyuman nakal nya.


Dia tetap melanjutkan aktivitas nya, mengu*um pucuk dada Lita hingga mengeras dan memerah. Raka sangat bernafsu melakukan ini, karena ini pertama kali nya Raka meminta hal ini pada Lita. Dan tak sangka Lita memberikan nya.


" Ahhhh sayanggg... "


Raka tak menggubris gumaman Lita, dia terus melakukan kegiatan nya.


" Sayang, udah ya?" Pinta Lita, dia sudah tak tahan dengan sensasi yang di buat Raka. Geli dan nikmat yang bercampur, dalam waktu yang bersamaan.


Raka mendongak, menatap wajah sayu Lita yang sudah terpengaruh gairah.


" Kenapa sayang?" Tanya Raka, dia mengelus wajah mulus Lita dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Aku tak tahan, aku hanya takut kita melakukan hal di luar batas." Jawab Lita.


" Tidak akan sayang,aku hanya bermain disini." Jawab Raka.


Dia mulai melancarkan aksi nya lagi, dia mengecupi leher putih mulus Lita.


" Ayang, sakittt.. Jangan di gigitt." Keluh Lita.


Tapi Raka tetap melakukan kegiatan nya, dia beralih ke bibir manis Lita lagi. Dan tangan yang tak berhenti meremas dada Lita.


Lita berontak dalam ciuman dalam Raka, tapi Raka tak membiarkan Lita lepas sedikit pun, dia hanya melepaskan Lita saat di rasa gadis nya kehabisan nafas, setelah itu dia kembali melu*at bibir Lita lagi.


🥀


Setelah puas dengan kegiatan menyenangkan nya, Raka pun melepaskan Lita. Keadaan Lita sudah berantakan, dengan tubuh bagian atas yang polos tanpa baju.


" Maafkan aku sayang." Ucap Raka, lalu memeluk Lita.


" Tidak masalah selama kakak tidak merusak mahkota Lita." Jawab Lita.


" Iya sayang, begini saja kakak sudah puas. Tidur ya?" Ajak Raka. Lita mengangguk dan merangsek masuk ke dalam dekapan Raka. Tempat ternyaman untuk Lita istirahat dari semua masalah dan semua materi yang memusingkan di kampus.


🌻🌻🌻


Raka nakal ya😁🤭🤭



maaf kalo banyak typo, harap di maklumi ya😁

__ADS_1


maafin juga deh kalo garing, otak author lagi loading kayak bella🤣


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


__ADS_2