Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Aku Kekasihmu!


__ADS_3

Setelah selesai dengan drama mandi bersama pagi hari, saat ini Raka tak membiarkan istri nya menjauh dari pandangan nya. Dia selalu punya seribu satu cara agar istri nya tetap berada di dekat nya pagi ini.


"Yang, tolong dongg.." Ucap Raka sambil mengulurkan kemeja nya.


"Manja banget, biasa nya juga berpakaian sendiri kan?"


"Ya tapi kan sekarang beda lagi, aku masih rindu." Jawab Raka sambil tersenyum.


Lita mengambil kemeja nya, dan segera memakaikan nya pada suami manja nya. Juga memasangkan dasi dengan rapi di leher suami nya.


"Ahh istri ku memang bisa membuat mood ku sangat membaik." Ucap Raka sambil mengelus rambut istri kesayangan nya.


Raka duduk di kursi meja rias dan memberikan sisir kecil pada Lita, secara langsung meminta nya menyisir rambut nya.


Dengan kesal Lita mengambil sisir nya, dan segera menyisir rambut suami nya. Pagi hari ini, Raka benar-benar di manjakan oleh Lita. Perhatian kecil yang seminggu ini menghilang.


Setelah selesai, baru lah Lita turun ke bawah dan segera minum jus. Mengurus Raka sangat menguras emosi nya,


"Loh, bukan nya makan dulu kok langsung min jus?" Tanya Mama Renata.


"Kesel Ma, habis ngurus bayi gede." Jawab Lita.


"Dia merindukan mu sayang, selama satu minggu kamu pergi dia marah-marah terus."


"Penampilan nya juga berantakan, tapi kita lihat saja bagaimana penampilan nya setelah kamu pulang." Ucap Mama Renata.


Lita hanya tersenyum simpul, sebegitu berpengaruh nya kah dirinya dalam kehidupan seorang Raka Perwira?


Raka turun menenteng jas di tangan kiri dan tas kerja di tangan kanan, pria itu nampak rapi dan lebih segar. Bahkan bulu-bulu halus nya sudah tak ada.


"Lihat lah, dia kembali rapi karena istri yang pandai mengurus nya sudah pulang." Ucap Mama Renata, saat pria itu baru saja duduk di ruang makan.


Raka hanya menampilkan senyum manis nya saat mendengar celotehan Mama nya.


Brandon juga keluar dengan seragam berwarna biru dengan motif batik nya, itu seragam khusus receptionist.


"Widihh, abang aku ganteng lagi.." Celetuk nya.


"Istri nya kan udah pulang Brand, jadi dia ada yang ngurus. Terbukti, dia bukan apa-apa tanpa istri nya." Sindir Mama Renata.


"Sudahlah, ayo sarapan. Kalian kan harus kerja,nanti telat."


Lita menyajikan makanan di depan suami nya, dia kembali di layani oleh istri nya. Raka tersenyum manis saat melihat begitu cekatan nya Lita saat melayani dirinya.


"Terimakasih istri ku."

__ADS_1


"Cepat makan, jangan gombal mulu. Keburu bos mu meneror dengan telepon." Ucap Lita, hingga membuat Brandon terkekeh.


Mereka pun sarapan dalam diam, hanya dentingan sendok garpu yang terdengar.


Setelah selesai sarapan, Lita mengantarkan suami nya sampai di teras. Dia mengecup kening Lita dengan mesra, hingga sedetik kemudian kecupan nya berpindah ke bibir Lita. Bahkan kecupan itu berubah menjadi ciuman, karena Raka melummat bibir kemerahan istri nya itu beberapa detik.


"Sudah cukup, pergi lah. Hati-hati di jalan, dan jangan pulang larut."


"Aku akan bersiap malam ini." Bisik Lita.


"Baiklah, aku pergi dulu. Love you my wife."


"Love you too hubby." Jawab Lita, dan setelah mengatakan itu, Raka pun pergi dengan mobil nya.


🌻


Sedangkan Brandon sedang bad mood, karena saat dia menjemput Marsya, ternyata gadis itu sudah pergi dengan Adi.


"Sialan pria itu, sudah tau dia kekasihku, masih aja usaha." Gerutu Brandon sambil melajukan motor nya dengan kencang.


Hingga sampai di parkiran kantor, ternyata Marsya sudah berdiri seperti menunggu seseorang.


Brandon memarkirkan motor nya dengan rapi, lalu membuka helm nya. Marsya mendekat dan memegang tangan Brandon.


"Kak, maaf tadi aku pergi duluan. Soal nya aku lupa ngasih tau, kalau aku masuk pagi." Ucap Marsya lirih.


"Tadi kebetulan kak Adi lewat, terus nawarin aku numpang. Jadi aku ikut aja."


"Terus guna nya kamu punya ponsel itu apa?" Tanya Brandon lagi, bahkan suara nya sangat datar. Di pastikan, dia sedang marah sekarang.


"A-aku lupa kak."


"Alasan, siap-siap dengan hukuman mu. Nanti sore jangan pulang sebelum aku selesai." Ucap Brandon, lalu pergi dari depan Marsya dengan langkah tegap nya.


Marsya menatap punggung Brandon yang menghilang di balik pintu kaca, dia sangat menyesal telah melanggar perkataan pria yang selama ini sudah baik pada nya.


"*Sebelum aku kesini jemput kamu, kamu gak boleh berangkat dulu."


"Ingat, kamu kekasihku sekarang. Jaga mata dari laki-laki lain, jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain. Kamu milik ku*!"


Dia masih ingat perkataan Brandon, saat dia menyatakan bahwa mereka sudah resmi pacaran. Padahal Marsya belum menjawab pernyataan cinta dari Brandon.


"Marsya, ayo masuk. Jangan bengong disana." Ucap Hanna, dia mencari Marsya dari tadi. Tapi Marsya malah bengong di parkiran setelah Brandon masuk.


🌻

__ADS_1


Sore hari nya, Marsya sudah stay di parkiran menunggu Brandon selesai dengan pekerjaan nya.


Tak lama, pria itu datang dengan wajah datar nya. Dia melirik sinis ke arah Adi yang ternyata ada di samping Marsya, menemani gadis itu. Tapi hal itu membuat kemarahan Brandon memuncak kembali.


Brandon menarik tangan Marsya, dan membawa nya pergi setelah memakaikan nya helm. Sepanjang jalan, sepasang remaja itu hanya diam. Tak ada yang memulai pembicaraan, padahal biasa nya Brandon akan sangat cerewet dan terus bertanya.


Brandon menghentikan motor nya di sebuah taman, setelah Marsya turun dia juga turun dan melangkah pergi setelah melepas helm nya.


Marsya mengekor di belakang Brandon, langkah nya ragu. Apa yang di maksud dengan hukuman?


Brandon duduk dengan kaki yang dia angkat, aura dingin nya menguar dan sangat mendominasi.


"Duduk."


Marsya menuruti perintah lelaki nya itu, duduk di samping Brandon.


"Kamu tak ingat apa yang aku katakan?" Tanya Brandon.


"Jangan berangkat sebelum kakak jemput, terus jangan deket-deket sama cowok lain." Jawab Marsya pelan.


"Lalu yang tadi apa? Kamu fikir aku tak cemburu saat kamu dekat dengan pria lain?"


"Maafkan aku, kak." Ucap Marsya lirih.


"Panggil aku sayang."


"A-apa?" Tanya Marsya tergagap.


"Telinga mu bermasalah sayang?"


"T-tapi kan.."


"Aku kekasihmu, Marsya. Ingat, kamu milik ku. Kamu tak boleh dekat-dekat dengan pria itu." Ucap Brandon tegas.


"Tapi aku tak punya alasan untuk menjauhi kak Adi."


"Katakan kau punya kekasih, jaga pandangan mu." Lagi-lagi sifat mendominasi Brandon menguar.


"B-baiklah. Aku ingin menjaga hubungan kita kak."


"Bagus sayang, aku bukan kakak mu. Aku kekasih mu, panggil aku sayang atau oppa, atau baby juga boleh." Ucap Brandon.


🌻🌻


Cieee🤭🤭

__ADS_1


tinggalkan jejak ya😘😘


__ADS_2