
Raka kembali ke apartemen nya, setelah cukup lama berdebat dengan mantan tak tau malu nya itu.
Raka menyandarkan tubuh nya di pinggir ranjang, dia mengingat hari dimana dia melihat langsung perselingkuhan Helen dan sahabat nya.
***Flashback.
4 tahun lalu***.
Raka tersenyum sumringah, hari ini dia akan pulang ke negara kelahiran nya. Setelah satu minggu dia tinggal di amerika, bersama kedua orang tua nya. Hari ini kedua nya mengizinkan Raka untuk pulang ke Indonesia.
Saat turun dari pesawat, dia langsung menaiki mobil yang ternyata sudah menunggu. Sengaja, dia tak memberi tahu kekasih nya Helena, ini suprise untuk nya.
Raka terus tersenyum sepanjang perjalanan dari bandara ke apartemen, dia sudah tidak sabar bertemu dengan sang pujaan hati.
" Pak, langsung ke apartemen Helen ya?" Perintah Raka, dia adalah supir pribadi Raka selama di Indonesia.
Meski orang tua nya tinggal di luar negeri mengurus perusahaan, tapi Raka memilih tinggal di Indonesia, karena disini ada kekasih nya, Helena.
" Baik Tuan Muda." Jawab Sang supir dengan sopan.
🥀
Hampir setengah jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di apartemen Helena.
Raka bebas keluar masuk ke apartemen ini, karena dia juga yang membeli kan apartemen ini untuk Helena, saat hari ulang tahun nya.
Keluarga Helena juga keluarga terpandang, itu lah alasan kenapa orang tua Raka menjodohkan Raka dengan Helena. Karena mereka pikir Helena sederajat dengan mereka.
Raka membuka perlahan membuka pintu utama, sepi. Tak ada tanda-tanda Helena disini, kemana dia?
" Berdebu, apa selama aku pergi dia tak pulang?" Gumam Raka.
Tapi sedetik kemudian dia mendengar suara tawa dari lantai dua, tempat dimana Kamar Helena berada. Tepat nya kamar mereka berdua, karena Raka sering tidur disini bersama Helena. Mereka juga sering melakukan hal seperti layaknya suami istri, padahal status mereka baru bertunangan.
" Ahh, aku lupa mungkin Helen ada di kamar nya." Gumam Raka lagi, dia meletakan koper nya di ruang tengah, dekat sofa.
Dia menaiki tangga dengan perlahan, tentu dengan senyum yang tak pernah pudar, karena dia yakin Helena akan terkejut dengan kepulangan nya yang tiba-tiba.
__ADS_1
Saat sampai di depan pintu, Raka mendengar ******* yang terdengar bersahutan. Tentu saja Raka tau, suara apa itu.
" Ahhh.... Fasterr babyy... "
" Suara ini, suara yang sering aku dengar saat aku dan Helen bercint*." Gumam Raka, keadaan hati nya langsung tak baik.
Dia sangat curiga sekarang, dengan hati yang tak karuan. Perlahan Raka memutar handle pintu, tak di kunci ternyata.
Raka membuka sedikit pintu, dan menyembulkan kepala nya. Dapat di tebak, bagaimana ekspresi wajah Raka saat ini. Memerah menahan emosi, melihat tunangan nya tengah berbaring dengan tubuh polos dan seorang laki-laki di atas nya, menindih tubuh nya dengan keadaan yang sama.
Mereka terlihat sangat menikmati kegiatan itu, bahkan sesekali pria itu menggeram penuh naf*u, tapi parahnya Raka mengenali pria itu, dia sahabat nya sendiri, Edo. Bagaimana bisa sahabat dan tunangan nya bermain di belakang nya?.
Sejenak Raka menyaksikan pergumulan panas yang terjadi di depan mata nya, dia mengeluarkan ponsel nya dan merekam aksi mereka.
" Ahhhh... aku sampaiii.. " Teriak Edo dengan mempercepat gerakan nya, tentu saja Helena menggelengkan kepala nya, karena Edo mengguncang tubuh nya dengan keras.
" Sakitt baby... Jangan terlalu keras.. " Rengek Helena, dengan nafas yang tersengal karena Edo terus menghujam miliknya dengan cepat.
Tanpa sadar, aksi mereka di saksikan live oleh Raka.
Tak lama kemudian Edo ambruk di atas tubuh Helena, terlihat bulir-bulir keringat membasahi dahi Edo, juga dengan Helena. Bahkan setelah pergulatan itu, mereka masih sempat bercumbu mesra hingga seluruh ruangan hanya terdengar suara cecapan.
Mereka masih berciuman mesra, saling melu*at. Sial, bahkan melihat mereka bercint* Raka sama sekali tak bernafsu, entahlah bahkan junior nya tak bereaksi sama sekali.
Tiba-tiba Edo bangkit dari tubuh Helena, dan menenggelamkan wajah nya di antara kaki Helena, dia membuka kaki Helena lebar dan mulai melakukan kegiatan selanjutnya.
Helena menggelinjang hebat, dia terus meracau menyebut nama Edo. Hebat, permainan Edo sangat membuat Helena gila. Selama ini Raka hanya melakukan hubungan badan, tanpa melakukan hal menjijikan itu.
Saat Edo akan memasukan kembali burung nya, Raka berdehem hingga membuat dua sejoli itu serentak menoleh ke arah suara.
" Masih lama? Kalau masih lama, aku tak keberatan menyaksikan film terlarang secara Live." Ucap Raka santai, dia menyeringai saat melihat bagaimana wajah kedua nya.
Wajah mereka langsung berubah pias saat melihat kehadiran Raka di sana,
" Sayang kapan kamu pulang?" Tanya Helena, bahkan di kedua paha nya saja masih basah dengan lendir bekas percint*an nya dengan Edo.
" Masih berani memanggil ku sayang, Helena? Setelah kau melakukan hal itu dengan Edo?" Tanya Raka,
__ADS_1
" Bersihkan tubuh kalian dari keringat dan sisa-sisa percintaan kalian, itu menjijikan." Ucap Raka sinis, dia pun keluar dari kamar Helena.
" Edo, bagaimana ini? Aku tak sanggup kehilangan Raka secepat ini." Ucap Helena, Raka masih mendengar perdebatan mereka di kamar itu.
" Cihhh, mereka terlihat sangat menikmati hal itu tadi. Tapi sekarang mereka berdebat." Ucap Raka, dengan senyum jahat nya.
Raka bersikap santai, dia duduk di sofa dan menyalakan televisi. Seperti tak terjadi apa-apa, saat para penghianat itu turun pun Raka hanya melirik dengan ujung mata nya.
" Ada yang ingin bicara atau sekedar menjelaskan apa yang terjadi?"
" Raka, aku minta maaf sudah menghianati mu. Tapi aku tak bisa menahan gairah ku saat kau tak ada." Ucap Helena tanpa dosa, seolah hal tadi bukan lah sebuah masalah besar.
" Tak bisa kah menunggu ku? Hingga kau melampiaskan nya bersama teman ku. Ralat, mantan teman ku?"
Edo membulat kan mata nya, selama ini Raka sangat baik, dia ambil andil dalam hidup Edo. Dia juga selalu membantu Edo dalam hal uang, karena Edo kuliah di tempat yang sama dengan Raka. Dan Edo adalah orang biasa, dia tak memiliki cukup uang, bahkan orang tua nya hanya kuli bangunan. Dia pasti menyesal telah menghianati Raka.
" Apa salahku Edo? Selama ini aku baik pada mu, aku selalu membantu mu, lalu ini balasan dari semua kebaikan ku?" Tanya Raka, Edo hanya diam. Dia menyadari dimana kesalahan nya.
" Karir mu akan hancur Helena, aku mempunyai video yang akan memberatkan mu. Sekarang kita tak ada hubungan apa pun, aku membatalkan pertunangan kita." Ucap Raka tegas.
" Kau tak bisa melakukan itu Raka." Teriak Helena.
" Kenapa tak bisa? Aku tak mau memperistri wanita murahan, yang selalu siap mengangk*ng untuk sembarang laki-laki." Jawab Raka sinis.
" Dan satu lagi, karir mu akan aku hancurkan. Bagiku penghianatan adalah kesalahan terbesar."
" Kau Edo, ku pastikan Kau di keluarkan dari kampus dan takkan bisa bekerja di perusahaan mana pun, Blacklist."
Raka bangkit, menyeret koper nya dengan langkah yang tegap seperti biasa.
Dia tak masalah kehilangan wanita ular dan sahabat gadungan, dia beruntung karena di perlihatkan hal ini, dengan begitu dia tau mereka berdua bukan orang yang baik.
🌻🌻🌻
Maaf kalo banyak typo😁 bab selanjutnya masih ada flashback penghianatan Helena sama Edo ya😁🤭
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️