Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Membosankan


__ADS_3

Saat sore hari, semua tamu sudah pergi. Raka tak menyangka, klien-klien dari perusahaan nya akan datang ke pernikahan sederhana nya ini, tentu saja tak ada persiapan sama sekali. Karena dia pikir takkan ada yang akan datang ke pernikahan nya.


Tiga serangkai juga datang ke pernikahan nya, lengkap dengan para istri-istri sultan nya.


"Ya Tuhan, malu sekali aku." Gumam Raka saat menyaksikan atasan nya di perusahaan nya datang, tapi di sini tak ada persiapan apa pun. Hanya ada acara makan-makan kecil-kecilan untuk para warga terdekat.


Wajah Raka memerah merasakan malu yang luar biasa, ada tamu kehormatan tapi tak persiapan apa pun. Dia tidak menyangka klien penting dan atasan nya di kantor akan datang kesini, mengingat tidak ada pesta.


"Selamat untuk pernikahan kalian, semoga bahagia selalu. Kali ini, kau harus lebih bekerja keras karena kau sudah punya kewajiban." Celetuk Elgar.


Raka menyambut uluran tangan Elgar dan mereka berpelukan ala laki-laki, jika sedang seperti ini mereka terlihat seperti teman bukan atasan dan asisten nya.


"Kami pamit dulu, ingat cuti mu hanya 3 hari. Setelah itu masuk bekerja lagi, aku akan kesulitan jika kau cuti lama." Ucap Elgar, lagi-lagi Raka hanya tersenyum simpul.


Setelah mereka semua pergi, Lita memutuskan untuk beristirahat ke kamar.


Setelah melepas semua hiasan di kepala nya, Lita segera bergegas untuk membersihkan diri sebelum Raka datang.


🥀


Raka masuk ke dalam kamar Lita ,dia juga langsung membuka jas yang membungkus ketat tubuh nya dari tadi pagi.


Setelah terlepas, dia merebahkan tubuh nya di ranjang Lita. Hari yang melelahkan, padahal hanya pernikahan sederhana saja. Hingga tak terasa Raka malah tertidur dengan sepatu yang masih melekat di kaki nya.


Lita keluar dari kamar mandi dengan bathrobe nya, juga rambut basah yang ia gulung dengan handuk kecil.


"Suamiku ini pasti kelelahan, sepatu nya aja masih nempel." Gumam Lita sambil geleng-geleng kepala.


Dia segera melepaskan sepatu suami nya dengan perlahan agar tak membangunkan suami nya yang tengah tertidur pulas.


🥀


Malam hari nya, Raka terbangun dari tidur nya. Dia menepuk kepala nya, bagaimana bisa dia tertidur disaat tubuh nya belum di bersihkan.


Sedangkan Lita, dia tengah membuka kado dan amplop dari teman-teman nya. Hingga tak sadar, Raka memperhatikan nya sedari tadi.


"Buka juga yang dari bos El, di saku jas." Ucap Raka, membuat Lita yang sedang fokus seketika menoleh ke arah nya.


"Udah bangun?" Tanya Lita.


Raka bangkit dan mendekati Lita, dia duduk di samping Lita.

__ADS_1


"Fokus banget bukain kado nya sampe gak sadar kalo suami nya udah bangun." Ucap Raka.


"Hehee, ya mana aku tahu kamu sudah bangun. Mandi dulu yak? Aku siapin dulu air nya." Ucap Lita. Raka hanya mengangguk setuju.


Setelah Lita keluar dari kamar mandi, bergantian kini giliran Raka yang memasuki kamar mandi.


🥀


Cukup lama Raka di dalam kamar mandi, hingga Lita sudah selesai membuka semua hadiah termasuk hadiah dari Bella.


Bella memberikan nya satu set pakaian dinas berwarna merah menyala. Mengingat malam ini adalah malam pertama, jadi Lita memutuskan untuk memakai nya. Meski dalam hati dia ragu, apakah malam ini mahkota nya akan di koyak?.


Lita menunggu nya dengan dada berdebar tak karuan, ini adalah pertama kali mereka akan berada dalam satu ruangan setelah menikah.


Setelah cukup lama, akhirnya Raka keluar dengan rambut basah dan handuk yang melilit di pinggang nya.


Lita melongo saat melihat air yang menetes dari rambut Raka, mengalir turun ke bawah melewati deretan roti sobek milik Raka.


"Bukan kah sudah beberapa kali melihat perut ini? Kenapa masih melongo sih?" tanya Raka. Lita segera tersadar dari lamunan nya, dan menyodorkan pakaian Raka yang sudah di siapkan nya.


Raka juga tak kalah melongo nya saat melihat betapa sexy dan menantang nya Lita malam ini. Bagaimana tidak? Lita memakai baju sexy dan transparan hingga memperlihatkan dalaman nya juga.


Lita yang di perhatikan seperti itu, sontak saja wajah nya memerah menahan malu.


"Heumm, se-sebenarnya aku masih belum siap melepas nya. Aku memakai ini karena ini adalah hadiah dari Bella." Ucap Lita terbata.


Raka menghela nafas nya ,dia tak ingin memaksakan kehendak nya. Jika Lita belum siap, dia harus apa? Memaksa nya? Tidak mungkin. Itu takkan terasa menyenangkan.


Biarlah, Raka akan menunggu sampai Lita siap untuk di unboxing.


"Baiklah, sekarang tidurlah sudah malam."


"Kamu gak marah yang?" Tanya Lita.


"Kenapa aku harus marah? Aku akan menunggu, sampai kamu siap." Jawab Raka datar, lalu melenggang pergi ke ruangan ganti.


Lita pun menurut, dia berbaring di ranjang. Tapi tak kunjung bisa memejamkan mata nya, dia masih menunggu Raka yang belum keluar dari ruang ganti.


"Kenapa belum tidur yang?" Tanya Raka.


"Nungguin kamu." Jawab Lita. Seketika perasaan nya menjadi canggung saat Raka datang, padahal biasa nya tak seperti ini.

__ADS_1


"Yasudah, ayo tidur." Ajak Raka, dia naik ke ranjang dan langsung membawa Lita ke dalam pelukan nya. Lita juga langsung merangsek masuk ke dalam pelukan Raka.


Tak ada suara-suara erotis atau pun terjadi pertarungan hebat malam ini, mereka hanya tidur mengistirahatkan tubuh mereka yang hari ini kelelahan.


🥀


Pagi hari nya, seperti biasa Lita akan betah menatap lama-lama wajah tampan yang sudah berhasil menaklukan hati nya, bahkan dia menjadi suami nya.


Lita mengelus pipi Raka dengan lembut, bahkan jari lentik nya merayap turun ke arah leher Raka. Kebiasaan baru nya setelah menikah, Raka tertidur tanpa memakai baju alias bertelanjang dada.


"Jangan nakal, ini masih pagi dan aku masih mengantuk." Gumam Raka, lalu menangkap tangan nakal Lita.


"Maafkan aku." Ucap Lita.


"Mau kemana?" Tanya Raka lagi dengan suara serak nya ,tapi mata nya masih terpejam rapat.


"Aku mau bangun, tubuhku tak nyaman." Ucap Lita.


"Baiklah, buatkan aku sarapan. Aku ingin omelet dengan daging sapi cincang."


"Baik rajaku." Ucap Lita sambil tersenyum jahil. Dia pun mandi, dan setelah nya dia keluar untuk memasak sarapan pesanan suami nya itu.


"Woyyy, gimana semalam?" Tanya Bella, semalam dia menginap di rumah ini. Karena Abang nya sibuk dan tak sempat mengantarkan Bella pulang.


"Gimana apa nya? Biasa aja tuh, cuma tidur." Jawab Lita, dia sedang sibuk membalik omelet nya di teplon.


"What? Belah pecah per*wan dong."


"Mulut mu ini." Ucap Lita sambil mencubit bibir Bella, karena dia kalau sudah bicara atau penasaran dengan satu hal dia akan bicara tanpa berhenti, tanpa rem, tanpa saringan.


"Malam pertama yang membosankan." Gumam Bella sambil tersenyum jahil.


"Ini malam pertama ku, terserah aku lah. Kamu aja belum nikah, udah malam pertama." Sindir Lita.


"Abang Mu loh yang maksa."


"Iya tapi Elu nya lemah iman, pake di kasih. Bunting kan Lu." Sindir Lita pedas.


Tapi yang di sindir malah cengengesan.


🌻🌻🌻

__ADS_1


tinggalkan jejak, like,komen,vote dan follow akun author.


Tap favorit ya wakk, happy reading❤️


__ADS_2