
Marsya sedang menikmati masa-masa ngidam nya dengan mengerjai suami nya, seperti pagi-pagi buta saat ini, dia sudah mengidam ingin makan bubur kacang ijo, padahal ini masih jam 3 pagi.
"Sayang, mana ada yang jualan bubur kacang ijo jam 3 pagi. Nanti aja ya?"
"Lho kok gitu? Aku pengen nya sekarang sayang." Ucap Marsya merengek, sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit.
"Tapi jam segini belum ada yang jualan istri ku, ini masih pagi banget. Mungkin aja penjual nya masih tidur."
"Oke, gak usah beliin tapi nanti kalau anak kita ileran itu salah kamu ya.." Ancam Marsya, Brandon menelan ludah nya dengan kesusahan.
"Gak ada,masa anak aku ileran sih. Yaudah aku pergi sekarang." Ucap Brandon lesu, dia bangkit dari ranjang empuk nya dan pergi ke kamar mandi, sekedar mencuci muka nya agar terlihat lebih meyakinkan.
"Papa pergi dulu beli pesanan kamu sayang, jangan nakal sama Mama ya." Ucap Brandon bicara di depan perut istri nya, lalu dia mengecup kening istri nya dengan mesra.
"Kemana aku harus cari tukang bubur kacang ijo pagi buta begini? Dasar bumil ngidam, ngerepotin aja."
"Heh, aku masih bisa denger ya. Ini kan perbuatan kamu juga, siapa coba yang suka maksa-maksa aku buat layanin nafsuu kamu itu? sekarang malah bilang ngerepotin? Kamu mau aku tendang hah?" Ucap Marsya.
"Ampun sayang ampun, aku pergi sekarang." Brandon keluar dari kamar dengan langkah gontai, udara pagi yang begitu dingin enak nya memang tidur memeluk istri. Tapi istri nya malah meminta hal yang tidak mungkin ada sepagi ini, belum lagi hari ini dia masuk kerja pagi.
Brandon memakai jaket nya dan melangkah pelan ke luar rumah.
"Mau pergi kemana pagi-pagi buta begini, Nak?" Tanya Ibu Asih, ternyata ibu mertua nya itu terbangun.
"Aca pengen makan bubur kacang ijo, Ma." Jawab Brandon.
"Ya ampun, jam segini mana ada yang jualan."
"Brandon cari dulu, kali aja ada yang jual." Ucap Brandon.
"Maafkan anak ibu ya, sudah merepotkan kamu"
"Tak apa Ma, Marsya kan istri saya. Jadi wajar saja, sudahlah. Sebaiknya mama pergi tidur, ini masih pagi. Brandon pergi dulu." Pamit Brandon.
"Hati-hati ya nak, semoga cepet dapet." Sekilas dia melihat menantu nya itu menganggukan kepala nya.
"Semoga saja udah ada yang jualan, meskipun rasa nya gak mungkin." Gumam Ibu Asih, dia kembali ke kamar nya.
Brandon mengendarai motor nya dengan tangan uang bergetar menahan dingin, jika bukan karena istri nya yang meminta, dia takkan sudi di kerjai begini.
Apalagi mendengar ancaman istri nya yang bakal ileran kalau kemauan nya tidak terpenuhi, sabar-sabar saja lah demi kesejahteraan bersama.
Brandon sampai di tempat dimana dia sering membeli bubur kacang ijo, dan masih sepi senyap lampu nya pun masih padam, pertanda belum ada siapa pun disini, alias belum buka.
__ADS_1
"Brandon, ngapain disini pagi-pagi buta." Ucap seseorang dari dalam warung yang biasa nya menjual bubur kacang ijo. Warung ini juga langganan Brandon membeli bubur kacang, jadi tak heran kalau pedagang nya tau nama nya.
"Busett bang, tiba-tiba nongol aja bikin kaget." Gerutu Brandon sambil mengelus dada nya pelan.
"Ya maaf, habis nya pagi-pagi gini dah kesini."
"Istri saya ngidam bubur kacang ijo pagi-pagi." Jawab Brandon.
"Ini lagi proses masak, sebentar lagi mateng kalo buru-buru."
"Beneran? Terimakasih kau telah mempermudah jalan ku." Ucap Brandon, dia tersenyum ceria. Itu artinya dia takkan pergi kemana lagi, dia hanya tinggal menunggu bubur kacang nya matang.
"Duduk dulu, mau ngopi?"
"Nggak ah bang, pengen cepet pulang pengen tidur lagi." Jawab Brandon.
"Ini juga kebetulan ada yang pesen bubur kacang buat cathering nikahan, di ambil nya jam setengah 5, makanya sekalian abang bikin buat jualan nanti."
"Semoga orang yang pesen burcang ini buat cathering di mudahkan rezeki nya." Ucap Brandon, dia begitu berterima kasih pada sosok orang yang membooking bubur ini.
"Nah, ini bubur nya udah mateng. Mau berapa porsi?"
"Tiga aja deh bang.." Jawab Brandon.
"Lho kok, kan biasa nya seporsi 8 ribu?" Tanya Brandon.
"Pembeli pertama dan terpagi memecahkan rekor."
"Yaudah deh, makasih ya bang. Saya pamit dulu, keburu istri saya bad mood."
Brandon pergi dengan motor nya, senyum nya terkembang. Setidaknya dia sudah membawa bubur kacang permintaan istri nya, meski ya harus mengorbankan waktu istirahat nya.
Brandon memarkirkan motor nya asal dia tak sabar ingin melihat bagaimana ekspresi istri nya saat melihat nya membawa pesanan nya.
"Yang.." Panggil Brandon setelah dia sampai di kamar nya.
"Sudah pulang sayang, mana bubur nya? Kenapa lama banget, aku sampe gak bisa tidur cuma gara-gara pengen bubur kacang ijo." Jawab Marsya sambil mengurucutkan bibir nya.
"Ini dia, aku beli nya di tempat langganan kita lho. Kamu makan yang banyak ya istriku sayang."
Brandon menuangkan bubur nya di mangkuk, dia menuangkan dua porsi untuk istri nya, karena setelah hamil wanita itu jadi makan banyak apapun itu, nasi pun pasti dia makan dua porsi. Makanya tak heran, hamil dua bulanan tapi berat badan nya sudah bertambah 4 kilogram.
"Terimakasih Papa, Mama suka, dedek juga." Ucap Marsya, dia segera bangkit dari ranjang nya dan pindah ke sofa.
__ADS_1
"Hati-hati makan nya, ini masih panas." Peringat Brandon.
Marsya menganggukan kepala nya dan mulai menikmati bubur yang sudah terbayang-bayang dari tadi.
"Terimakasih sudah mau di repotkan suami tampanku."
"Aku tak repot sayang, hanya saja aku kedinginan sekarang." Jawab Brandon.
"Setelah bubur nya habis, kamu boleh meminta jatah mu sayang." Ucap Marsya, membuat Brandon tersenyum cerah.
"Benarkah? Uuhhh, istriku memang yang terbaik."
Cupp...
Brandon mengecup singkat pipi kanan Marsya yang terlihat lebih cabi dari sebelumnya.
"Pipi mu sekarang begitu gemoyy sayang, aku suka."
"Aku gendut sekarang, padahal aku baru hamil 2 bulan." Ucap Marsya.
"Kamu empuk sayang." Bisik Brandon, membuat pipi Marsya merona.
Marsya menepuk pelan lengan suaminya, dia malu dengan bisikan sensual dari suaminya.
...
Marsya dengan cepat menghabiskan sarapan terpagi nya sejauh ini, dia tak mau membuat suami nya lama menunggu dirinya, padahal Brandon belum menghabiskan bubur di mangkuk nya.
"Cepat sayang, keburu aku ngantuk."
Brandon dengan cepat menyelesaikan makan nya, dia ingin kehangatan dari tubuh istri nya, hanya saja sekarang dia tak bisa bergerak dengan keras seperti biasa nya, karena sekarang ada mahluk kecil yang bersemi di rahim istrinya.
Brandon melakukan pemanasan dengan bernafsuu seperti biasa nya, dia menyentuh bagian-bagian sensitif istri nya hingga membuat Marsya mendesahh nikmat bahkan sebelum penyatuan.
Tak ingin membuang waktu yang lama, dia segera melebarkan kedua kaki istri nya dan segera memulai penyatuan.
Marsya memekik hebat saat milik nya keluar masuk dengan lancar, dia tau sensasi ini sangat nikmat tapi entah kenapa setelah Marsya hamil miliknya terasa lebih nikmat dan sempit.
...
🌻🌻🌻
Upah di suruh beli burcang ijo,😂
__ADS_1