Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Ckk, kelakuan nya kayak anak gadis yang merajuk.." Gumam Raka, dia menggelengkan kepala nya heran dengan kelakuan pria yang beberapa bulan lagi akan berganti status menjadi suami itu.


"Tumben pak tua itu tak kemari hari ini, apa dia bosan ya?"


"Ehhh, biarin aja deng. Kemari juga cuma diem, paling ngomong dikit-dikit."


Tak lama, Lita turun dengan perlahan. Kehamilan nya sudah mendekati waktu nya, dan Lita sering kali merasakan kontraksi palsu.


"Sayang, kenapa?" Tanya Raka, dia buru-buru memapah istri nya.


"Laper, pengen makan Mas."


"Yaudah Mas ambilin dulu, kamu tunggu disini aja." Ucap Raka dengan perhatian, dia harus siap siaga kapan pun saat di butuhkan.


Brandon juga keluar dari kamar nya,


"Kemana abang kak?" Tanya Brandon.


"Di dapur, udah makan? Makan dulu sana."


"Iya bumil cantik.." Ucap Brandon, lalu pergi ke dapur karena perut nya juga sudah keroncongan, padahal sebelum pulang dia makan dua mangkok bakso.


"Makan lagi lu?" Tanya Raka, pasalnya Brandon tadi cerita kalau dia habis makan bakso bersama Marsya, tapi sekarang pria itu sudah makan lagi.


"Laper lagi bang, heehee."


"Perut karet." Ledek Raka, dia membawa piring berisi makan malam untuk istri nya. Padahal tadi istrinya juga sudah makan, tapi belum ada dua jam dia sudah merengek mengeluh lapar lagi.


Brandon tak peduli dengan ledekan abang nya, dia hanya mengendikan bahu nya acuh dan mulai menyendok nasi beserta lauk nya.


"Mas, kok tiba-tiba aku pengen tahu krispi ya.." ucap Lita.


"Brandon bisa bikinin, mau?" Tanya Raka, istrinya sangat suka tahu krispi buatan Brandon.


"Mau beli di abang-abang yang jualan di luar gerbang perumahan ini loh, Mas."


"Mas nyuruh Brandon ya, Mas nya capek.." Bujuk Raka.


"Bilang aja gak mau di ganggu lagi nonton bola, iya kan? Ngorbanin adek sendiri."


"Gapapa ya?" Tanya Raka lagi sambil nyengir, karena ucapan istri nya begitu tepat sasaran.


"Oke, pedes tapi ya.." Raka hanya mengangguk mengiyakan.


Tak lama, Brandon sudah selesai makan malam kedua nya. Baru saja akan mendaratkan bokongg nya di sofa, suara abang nya menghentikan keinginan nya.

__ADS_1


"Brand.."


"Apa bang?" Tanya Brandon.


"Panas ya, keluar cari angin gihh.." Ucap Raka, pura-pura mengipasi wajah nya dengan tangan.


"Nggak ah, kekenyangan nih perut."


"Ayolah Adik ku yang tampan, Abang tambahin uang bensin nya besok deh." Bujuk Raka.


"Tujuan mu sebenarnya apa sih bang? Ngebet banget nyuruh keluar, biasa nya juga gue keluar lu pasti nyuruh cepetan pulang kan?"


"Kakak ipar pengen tahu krispi yang di gerbang, Brand. Tolongin ya?" ucap Raka memelas.


"Kenapa gak abang aja?"


"Hehee, abang sibuk nonton sepak bola." jawab Raka sambil cengengesan.


"Ckk, itu istri nya yang minta loh bang. Keterlaluan."


"Pleasee ya dekk?" Bujuk Raka.


"Mana duit nya? Awas kalo bohong tambahan uang bensin nya."


"Kalau nggak demi kakak ipar, gue gak bakal mau. Tuman banget lu bang jadi suami."


Sepanjang perjalanan dari rumah ke luar gerbang, dia terus menggerutu, dia ingin santai menonton bola setelah makan, tapi abang nya menganggu dan malah menyuruh nya membelikan tahu krispi, padahal dia bisa bikin sendiri.


"Kelakuan bumil, biasa nya juga makan tahu krispi buatan adek nya, ehh sekarang malah pengen beli. Menyebalkan memang, tapi aku menyayangi mereka."


Hanya beberapa menit saja, kini Brandon sudah kembali ke rumah dengan motor matic nya.


Dia pulang dengan lesu, dan meletakan sekantong tahu krispi yang dia beli di abang-abang langganan kakak ipar nya itu.


"Makasih adek ku yang cakep, imut, dan tidak sombong."


"Lebay pak." Sinis Brandon, sedangkan Lita dia asik memakan tahu krispi nya.


"Lu jajan apa?"


"Somay." Jawab nya singkat, dia fokus memakan jajanan nya. Padahal sebelum berangkat membeli tahu dia makan malam dulu, sekarang jajan lagi, sebesar apa lambung adik nya itu.


"Makan mulu Brand, itu perut segede apa sih kok muat banyak."


"Masalah? Gapapa lah, makan harus seimbang sama pekerjaan." jawab Brandon santai.

__ADS_1


"Masalah nya udah kebanyakan, sebelum pulang dua mangkok bakso, terus makan nasi sama ayam goreng, sekarang jajan somay?"


"Tapi laper, masa harus di tahan sih bang." Rengek Brandon.


"Udah lah Mas, biarin aja selama dia sehat kenapa nggak."


"Dengerin tuh, kakak ipar ku memang yang terbaik." Puji Brandon, memberikan dua jempol nya pada Lita.


"Tercium bau persekongkolan disini." Sinis Raka, lalu kembali fokus ke televisi yang masih menyiarkan tayangan sepak bola luar negeri.


🌻


Pagi hari nya, Brandon terbangun dengan keringat yang membanjiri kening nya. Dia baru saja mimpi buruk,


"Ayah, kemana saja dirimu? Apa kau masih hidup, kalau pun masih hidup kenapa tak mencariku?" Gumam Brandon, dia mengusap wajah nya kasar.


Dia belum tau keadaan ayah kandung nya, entah masih hidup atau tidak, anak buah Raka sudah di kerahkan untuk mencari tahu tentang pria paruh baya itu, tapi entah ada masalah apa pria itu menghilang bak di telan bumi.


"Semoga saja kau baik-baik saja, aku ingin bertemu dengan mu lagi, ayah."


Di dalam mimpi itu, dia melihat sosok yang sangat dia kenal sedang berlari kencang dari kejaran pria-pria bersenjata, dari pakaian nya terlihat seperti tentara atau mafia. Tapi apa? Apa ayah nya membuat kesalahan dengan mereka, hingga dia di tangkap dan di jadikan tawanan? Itu bisa jadi kemungkinan yang cukup masuk akal.


Mengingat pria itu tak pernah muncul lagi, di Indonesia atau pun di negara asal nya, USA.


Tak ada yang tau bagaimana keadaan pria itu, bahkan anak buah terlatih sekelas mafia milik CEO nya pun tak bisa menemukan jejak ayah nya itu.


Brandon menggelengkan kepala nya, perlahan dia bangkit dan pergi ke kamar mandi, dia ingin berendam dengan aromaterapi yang menenangkan.


🌻


Di kantor, Brandon bahkan tak bisa fokus bekerja. Dia selalu teringat dengan mimpi tadi pagi, apa benar ayah nya sudah mati?


Bahkan saat Marsya lewat di depan meja nya pun, pria itu tak menghiraukan nya dan melamun.


Marsya merasa aneh dengan sikap Lelaki nya, tak biasa nya dia menjadi pendiam seperti ini.


🌻🌻


Kemana ya kira-kira bapak nya Brandon?😁


jangan lupa tinggalkan jejak deh ya🤭



abang Brandon ganteng bingitzzz🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2