
"Sayang, apa maksud nya dengan kado?" Tanya Raka.
"Aku membuat kado bersama Brandon untuk ulang tahun mu Mas, tapi gak keburu aku kasih malah kecelakaan." Jawab Lita.
"Kado apa?"
"Testpack dengan garis dua, dan ucapan Hi Daddy." Jawab Lita lirih, mengingat itu semua membuat rasa bersalah nya pada Brandon semakin besar.
Meski sebenarnya dia tak sepenuh nya salah, tapi Brandon memilih menyelamatkan nya dan mengorbankan diri nya sendiri, karena tak sempat menghindar setelah menarik Lita.
Dia juga ingat hari itu adalah hari terakhir kebersamaan nya dengan Brandon dan anak di rahim nya, setelah itu dia sudah kehilangan salah satu nya.
"Sayangg.. Jangan melamun, kok aku panggil gak nyaut." Ucap Raka.
"Maaf Mas, aku hanya merasa sedikit lelah. Bisa kita segera ke ruangan ku, aku ingin tidur."
Raka tau apa yang di fikirkan istri nya itu, itu alasan nya dia tak bertanya lebih lanjut. Dia memilih menuruti keinginan Lita, dari pada harus memberondong nya dengan banyak pertanyaan yang akan membuat nya tambah sedih.
Lita dan Raka kembali ke ruangan nya, terlihat wajah Lita memucat.
"Aku panggilkan dokter." Ucap Bella, karena melihat ekspresi Lita yang terlihat menahan sakit.
Bella berlari keluar memanggil dokter, sedangkan Mama yang sedang mengupas apel terlihat khawatir juga.
"Kamu sakit? Sudah makan?" Tanya Raka. Lita mengangguk, entah mana yang dia iyakan. Ada yang sakit atau sudah makan.
"Yang mana? Sakit atau sudah makan?" tanya Raka.
"Hanya ngilu di perut, dan aku sudah makan tadi Mas. Malahan makan nya di suapin Mama." Jawab Lita.
Raka membopong tubuh Lita dan membaringkan nya di tempat tidur dengan perlahan, luka kuret dan bekas benturan itu pasti belum sembuh sempurna.
Tak lama, Bella datang dengan dokter dan dua perawat.
"Permisi, saya periksa Nona dulu."
Raka sedikit menjauh dari bed Lita, dan menyaksikan istri nya di periksa dengan perasaan cemas.
"Luka dalam Nona masih belum sembuh total, perlu pemulihan. Dan kondisi Nona masih belum sepenuh nya stabil, jadi jangan terlalu berfikir yang terlalu berat atau membebankan." Jelas dokter perempuan itu.
"Ehhemm dok, boleh saya bertanya?"
"Silahkan tuan, tuan suami nya Nona Lita?" Tanya dokter, Raka mengangguk cepat.
__ADS_1
"Apa benturan itu mempengaruhi rahim istri saya dok? Apa akan memerlukan waktu untuk kembali mengandung?" Tanya Raka.
"Maaf Tuan, tapi benturan di perut Nona sangat kuat. Sehingga rahim nya rusak, dan akan sulit untuk kembali mengandung, kemungkinan nya kecil." jelas dokter itu, dan pernyataan dokter itu membuat semua orang yang berada dalam ruangan itu terkejut, tak terkecuali Lita yang membulatkan mata nya.
"Apa ada obat untuk itu dok?"
"Saya sarankan jangan terlalu berfikiran negatif, perbanyak fikiran yang fositif, dan jangan tertekan. Itu salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan." Jelas dokter.
"Berapa bulan saya harus puasa dok?" Bella menepuk jidat nya, ujung-ujungnya pasti pertanyaan nya kesana.
"Selesai masa nifas sudah boleh Tuan, jika tidak sakit. Tapi jika Nona mengeluh sakit, sebaiknya jangan di teruskan. Khawatir akan terjadi pendarahan." Ucap Dokter itu sambil tersenyum.
"Masa nifas itu berapa hari?"
"Kurang lebih empat puluh hari Tuan, atau maksimal nya dua bulan ya. Agar luka dalam nya benar-benar sembuh." Ucap Dokter itu.
"Baiklah, terimakasih atas penjelasan nya dok."
"Sama-sama tuan, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan lagi, saya permisi. Selamat sore." Ucap Dokter itu, dan pergi di ikuti dua suster di belakang nya.
Lita menatap Raka dengan sendu, ada kesedihan yang terpancar jelas dari tatapan nya.
"Kenapa sayang?" Tanya Raka, dia duduk di sisi brankar.
"Seperti nya aku jadi wanita yang tak berguna, aku bahkan tak bisa mengandung lagi, berarti aku mandul." Ucap Lita lirih. Raka menangkup wajah Lita yang menunduk.
"Kamu masih punya rahim, dan setiap wanita yang punya rahim pasti bisa hamil. Jangan putus asa sayang, ayo kuat lah." Bujuk Raka sambil memegang tangan nya.
"Tapi tetap saja, entah kapan keajaiban itu datang dan aku kembali mengandung. Jika kau bosan menunggu, cari lah wanita lain Mas. Aku rela kok."
"Bicara apa kau ini yang? Sejak kapan menjadi seperti ini, ayo lah jangan berfikiran negarif, ingat kata dokter. Sampai kapan pun aku akan tetap bersama mu, itu janji ku di hadapan tuhan saat aku menikahi mu." Ucap Raka pelan.
"Benarkah?" Tanya Lita.
"Tentu saja, aku tak berani main-main dengan janji, apalagi janji di depan tuhan." Jawab Raka lembut.
🥀
Malam hari nya, saat semua orang tengah beristirahat. Raka tertidur dengan memeluk Lita di bed nya, Haris dan Mama Renata juga menginap dan tidur di kursi. Bella juga.
Tiba-tiba pintu di buka dengan sangat kasar oleh seseorang dari luar, hingga membuat semua orang terkejut termasuk Lita yang tengah tertidur nyaman di pelukan hangat suami nya.
Raka langsung turun dari bed, begitu mendengar pintu yang di banting. Dan dia memutar mata nya jengah, pria tua yanh seakan tak pernah ada habis nya mencari masalah dengan nya.
__ADS_1
"Katakan, dimana istriku hah?" Bentak Ayah Raka dengan emosi.
"Itu dia, kau mengagetkan nya." jawab Raka santai, dan menunjuk ke arah Mama nya dengan dagu.
"Maksud ku Catherine."
"Dia sudah mati, uupppsss... " Raka menutup mulut nya, seolah dia sudah keceplosan bicara.
"Apa maksud mu hah? anak sialan." Teriak Ayah Raka dan menarik kerah kemeja yang Raka pakai.
"Dengar kan aku Farhan Colleca, aku bukan anak sialan. Kau tau apa yang sudah istri muda mu lakukan pada istri ku hah?" Raka menghempaskan tangan Farhan, ayah nya. Dia sudah tersulut emosi.
"Memang apa? apa pentingnya untuk ku?"
Dan itu berhasil membuat Raka marah, sekuat tenaga dari tadi dia menahan emosi nya, tapi sekarang dia sudah terpancing.
Buugghhhh..
Raka meninju wajah angkuh ayah nya itu dengan kuat, hingga Farhan meringis kesakitan. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, dia mengusap nya dan mendongak menatap Raka.
"Kenapa? Kau mau lagi? Mau ku bunuh juga disini hah?"
"Istri muda mu itu hampir menabrak istri ku, tapi Lita di selamatkan oleh adik nya sendiri. Dan kau tahu hah? gara-gara perbuatan istri sialan mu itu, aku kehilangan anak ku dan istri ku kritis selama satu bulan, bahkan adiknya masih koma sekarang. Apa kau puas hah?" Ucap Raka dengan emosi yang meluap-luap.
"Wanita yang kausm sebut sebagai istri itu tak lebih dari seorang kriminal berwajah menjijikan, selain itu dia juga murahaaan."
"Jadi jika kedatangan mu hanya untuk menanyakan dimana wanita pembawa kehancuran itu, tanyakan saja pada pimpinan Mafia Red Rose, dia ada disana."
"Dan jika kau kesana, mungkin kau hanya tinggal nama saja. Jadi pergilah, jangan mengganggu ketenangan ku, istri ku baru saja siuman dia butuh istirahat." Ucap Raka datar, tanpa melihat ekspresi pias ayah nya setelah tau semua kejahatan istri muda nya itu.
"Tunggu apa lagi, cepatlah pergi sebelum aku memecahkan kepala mu Farhan." Teriak Raka.
Farhan pergi keluar dengan langkah gontai, dia juga tau seperti apa Mafia Red Rose itu, sekali masuk takkan pernah bisa keluar, meski pun hanya dalam mimpi.
Tapi yang sulit di mengerti adalah, kenapa anak nya bisa berurusan dengan mafia yang terkenal menakutkan di kota ini? Apa dia juga salah satu anggota nya? Mengerikan sekali jika memang Raka adalah anggota nya.
Farhan bergidik, membayangkan tubuh nya di cincang habis oleh mafia itu. Dia tak ingin mati secepat itu.
Sedangkan di ruangan itu sudah nampak tenang, dan mereka kembali beristirahat setelah terganggu karena biang onar datang mengacau. Hingga membuat Raka marah besar.
🌻🌻
Hayoloh takut kan yakk? Jangan macem-macem, bos nya Raka ketua mafia Loh😁
__ADS_1
Author udah nepatin janji ya😁 jadi tinggalkan jejak dan tap favorit okey😘
Salam hangat dari Raka&Lita❤️❤️