Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Berbaikan


__ADS_3

Haris melajukan mobil nya menuju ke perusahaan AM Group, tempat nya bekerja selama beberapa bulan ini.


Tak butuh waktu lama, kini Haris sudah sampai dan langsung masuk ke dalam ruangan nya, tak sangka Raka sudah ada di dalam menunggu nya di kursi tamu.


" Tumben Lu pagi-pagi dah ada disini." Ucap Haris ketus, mata nya menatap sebal ke arah Raka.


" Gue cuma mau ngelurusin masalah kita Ris."


" Apa lagi? Gue dah bilang jauhin adek gue!" Perintah Haris.


" Dengerin gue dulu Ris, Lu gak boleh egois. Ini demi kebahagiaan Lita, Lu tau kan Lita ama gue itu saling cinta."


" Lu gak bisa misahin kita berdua karena keegoisan Lu, dan juga satu lagi, yang Lu liat hari itu cuma salah paham."


" Gue gak ngelakuin lebih dari ciuman sama Lita, masalah dia gak pake baju saat Lu masuk. Itu memang salah gue, gue yang buka tuh baju, dengan izin Lita." Jelas Raka panjang lebar.


" Bohong, Lu maksa adek gue buat kasih itu kan?" Tanya Haris.


" Gak, gue dah jujur sama Lu. Gue melakukan itu atas izin Lita, Lita gak keberatan."


Haris diam, penjelasan Lita dan Raka sama. Semua nya hanya salah paham saja.


" Dengerin gue Ris, sesuai janji gue. Gue gak bakal ngelakuin itu sebelum kita berdua halal, dan gue dah janji bakal berubah kan? Dan gue dah ngelakuin itu, gue tau batasan kok."


Haris masih diam, dia tak punya kata-kata lagi. Dia bingung harus apa sekarang, memaafkan Raka atau tetap memisahkan mereka.


" Lu pikir-pikir dulu, Lu dah temenan ama gue lama. Dari jaman kuliah dulu, waktu gue di hianati Edo juga Lu tau gimana hancur nya gue Ris."


" Masa Lu gak kenal gue Ris? Gue kalo udah cinta ama satu cewek gue bakal lakuin apa pun buat dapetin dia, begitu dapet tuh cewek gak bakal mudah gue lepas. Lu tau itu kan?"


" Ris, pikirkan dengan baik. Lu jangan Egois lah, Lita udah dewasa dia udah tau dan ngerti mana yang salah dan benar. Dia punya hak untuk memutuskan masa depan nya dengan siapa."


" Gue cabut dulu, ada meeting 15 menit lagi." Ucap Raka, dia pun keluar dari ruangan Haris


Dia merasa lega telah mengutarakan unek-unek dalam pikiran nya, sekarang dia hanya tinggal menunggu keputusan Haris.


🥀


Di ruangan nya, Haris merenung. Mungkin sudah saat nya dia mengizinkan Lita bertemu dengan Raka lagi, tapi tidak melampaui batas dan Haris takkan mengizinkan Raka untuk tinggal lagi di rumah nya, untuk mencegah hal yang tak di inginkan.


Tok.. Tokkk..


" Masukk.." Teriak Haris.

__ADS_1


Seorang perempuan bertubuh langsing dengan rambut berwarna pirang masuk dengan anggun nya.


" Permisi Pak, anda sudah di tunggu di ruangan meeting."


" Baik, saya kesana sekarang." Jawab Raka dingin ,itulah dia jika pada orang asing.


" Hiisss, gimana mau dapetin hati nya Mas Haris, dia dingin banget." Gumam perempuan itu ,dia Lilis. Orang yang mengincar para asisten manager, termasuk Raka dan Haris.


Tapi karena Raka sudah punya kekasih, jadi dia beralih target kepada Haris.


Haris keluar dengan gaya cool nya, dia meninggalkan Lilis yang masih terpaku di tempat nya.


" Jangan mencoba mencari perhatian ku, kau bukan tife ku." Ucap Haris dingin, savage.


Seketika nyali Lilis menciut, Haris tau dari awal dia bekerja disini Lilis seolah mencoba menarik perhatian nya, tapi itu sia-sia. Belum ada seorang gadis pun yang mampu menarik perhatian seorang Haris.


🥀


Singkat nya, meeting pun selesai lancar tanpa hambatan. Disana dia juga bertemu Raka yang mendampingi Elgar, Raka tersenyum manis ke arah nya saat itu.


" Aku salah, aku mengenal Raka sebelum Lita. Dia bukan tipe pria yang suka mengingkari janji, apa salah nya memberi kesempatan kedua?" Gumam Haris, dia akan mencoba percaya lagi pada Raka.


Saat makan siang Haris memutuskan untuk makan siang bersama Raka, dia tau sahabat nya tak keluar untuk makan.


Seperti biasa Haris masuk tanpa mengetuk pintu dulu, karena Raka juga sudah terbiasa jadi dia tak masalah.


" Ehh abang, belum nih. Masih ada beberapa berkas yang harus di selesaikan." Jawab Raka .


" Sejak kapan lu jadi ngomong formal gini ama gue?" Tanya Haris.


" Sejak barusan Lah." Jawab Raka konyol.


" Konyol lu kambuh yak?" Tanya Haris lagi.


" Itu tau, pake nanya." Jawab Raka.


" Makan dulu, gue dah bawain Lu bakso." Tawar Haris.


" Wihhh, thank you bro." Ucap Raka, dia bangkit dan menghampiri sahabat nya yang duduk di kursi.


Mereka berdua pun makan dengan lahap, karena memang sudah waktu nya makan siang.


Tak butuh waktu lama, dua mangkuk bakso dengan kuah merah ludes oleh dua orang yang kelaparan itu.

__ADS_1


" Gue mau ngomong Raka." Ucap Haris, membuka pembicaraan.


" Tinggal ngomong aje." Jawab Raka.


" Lu bener-bener kan sama adek gue?"


" Ngapain tanya, kalo gue niat gak bener buat apa nahan waktu itu? gue makan aja, tapi gue gak ngelakuin itu karena gue gak mau rusakin harga diri pacar gue Ris."


" Ya walau dulu sama Helen gue ngelakuin itu, itu karena suka sama suka, mau sama mau, tapi Lita? Dia gak mau, gue megang dada nya aja baru sekali itu pun pagi nya keciduk sama Lu." Jelas Raka.


" Bagus lah kalo lu punya pikiran gitu, gue setuju. Gue kasih Lu satu kesempatan lagi."


" Beneran?" tanya Raka dengan wajah sumringah.


" Beneran ,tapi Lu gak boleh tinggal lagi di rumah gue. Gue takut Lu bakal masuk lagi ke kamar adek gue lagi."


" Gapapa, gue udah seneng banget. Thanks yak" Ucap Raka, dia menepuk bahu Haris sebagai tanda terimakasih.


" Lu boleh main ke rumah, tapi gak boleh tinggal."


" Okeyy, nanti gue yang jemput Lita ya?" Tanya Raka.


" Iya, semalem Lita kabur. Gue gak tau dia kemana? Tapi saat gue ke kampus, dia udah ada disana."


" Hahaha, dia ke apartemen gue Ris." Jawab Raka, sambil terkekeh melihat wajah murung Haris.


" Yang bener Lu?" tanya Haris.


" Ngapain bercanda Haris, Lita semalem ke apartemen gue."


" Berarti Lu tidur lagi sama adek gue dong?" Tanya Haris lagi.


" Cuma tidur doang, gak ngapa-ngapain kok." Jawab Raka santai.


" Gue percaya sama Lu, gue keluar dulu yak. Itu bakso belum di bayar, Lu yang bayar yak. makasih traktiran nya."


" Sialan Lu, dasar abang sengklek." Teriak Raka, baru saja berbaikan sekarang sudah bertengkar lagi.


🌻🌻🌻


Abang yang suka usil,🤭🤭


__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️


tap favorit juga ya😘


__ADS_2