
Setelah utusan Jonathan pergi, Mike juga memutuskan pulang sebelum ayah nya itu merajuk karena terlambat pulang, dan tak ada saat makan malam.
"Pa.." Sapa Mike saat melihat ayah nya tengah membaca majalah di sofa ruang tamu mansion besar milik nya.
"Kau sudah pulang Mike? Tumben menuruti keinginan papa." Sindir Tuan Robertson.
"Bukan nya Papa yang meminta aku pulang sebelum makan malam?"
"Memang iya, tapi biasa nya kamu selalu mengabaikan keinginan ku, dan hanya Brandon yang selalu mematuhi apapun keinginan ku, tapi sekarang entah dimana dia berada." Keluh Tuan Robertson, mata nya terlihat sendu. Bayangkan saja, dua tahun bukan lah waktu yang singkat apalagi setelah semua yang terjadi di Indonesia akibat ulah anak perempuan nya sendiri, Catherine.
"Dia baik-baik saja bersama Raka, anak kandung Danu di Indonesia Pa." Jawab Mike.
"A-apa?"
"Ya Raka Perwira, kakak angkat Brandon selama di Indonesia, sekaligus suami dari gadis pujaan nya." Jelas Mike.
"Bagaimana bisa itu terjadi Mike? Ada banyak hal yang tak aku ketahui." tanya Robertson.
"Dua tahun lalu setelah pamit pulanh ke Indonesia, seminggu kemudian terjadi kecelakaan yang melibatkan Brandon, Lita, dan Catherine."
"Lita adalah gadis pujaan Brandon, dia menyelamatkan gadis itu dan mengorbankan nyawa nya sendiri, benturan di kepala nya sangat kuat hingga membuat nya koma sembilan bulan, dan saat bangun dia amnesia Pa."
"Dan bisa Papa tebak sendiri, ini semua ulah siapa." Jelas Mike, menjelaskan semua yang dia ketahui dari anak buah Jonathan.
"Catherine?"
"Ya, dia selalu ambisius untuk merebut apapun yang dia inginkan."
"Bukan nya Papa tau kan Raka itu anak dari Farhan Calleco?" Tanya Mike, setau nya dia juga yang menikahkan Catherine dengan Farhan.
"Iya, tapi Papa sungguh tak tau kalau anaknnya bernama Raka, mungkin papa lupa."
"Jadi intinya, Brandon baik-baik saja bersama Raka. Dan apa Papa tau? Sebulan lagi, Brandon akan menikah dan mengharapkan Papa hadir." Ucap Mike.
"Menikah?"
"Iya pa, Brandon mencintai gadis sederhana bernama Marsya Sabilla." Jelas Mike.
"Syukurlah dia tidak belok, tunggu.. Jadi kamu terlangkahi lagi? Ya ampun, mikir dong Mike. Udah tua tapi gak laku-laku." Sindir Tuan Robertson. Sebulan lagi usia Mike akan menginjak kepala empat.
"Bodo lah.." Jawab Mike malas.
"Perjaka tua." Ledek Tuan Robertson.
"Begini-begini aku tetap tampan Pa."
"Iya tapi gak laku, makanya jadi pria itu jangan terlalu dingin dan kaku Mike."
__ADS_1
"Diam lah Pa, aku hanya belum menemukan nya saja." Elak Mike.
"Mau ketemu gimana, kamu gak nyari Mike."
"Papa ini sangat senang meledek anak mu ini.." Rengek Mike.
"Ada ya mafia merengek gini cuma karena di godain, kalau anak buah mu tau jatuh sudah harga dirimu yang tinggi itu."
"Jadi Papa akan datang ke pernikahan Brandon?" Tanya Mike mengalihkan pembicaraan, karena dirinya sudah merasa semakin terpojok.
"Tentu saja, kau juga harus datang. Kali aja temen-temen nya Calon menantu ada yang nyantol sama kamu, Mike." Ucap Tuan Robertson sambil terkekeh.
Mike menghembuskan nafas nya kasar, entahlah di usia nya yang sudah sangat matang tapi dirinya masih betah sendiri.
"Ayo makan malam, setelah itu Papa ingin tidur." Ajak Tuan Robertson, dia bangkit dari duduk nya dan berjalan dengan perlahan, di ikuti Mike dari belakang.
🌻
Di Indonesia.
1 bulan kemudian..
Raka tengah sibuk mencari wedding organizer, dia juga datang ke percetakan undangan, dan sisa nya di urus oleh Haris, juga Mama Renata yang bertugas mencari catering.
Belum ada kabar lagi dari Jonathan mengenai keberadaan ayah nya Brandon, jadi dia hanya menunggu informasi selanjutnya, karena anak buah nya sudah dia perintahkan untuk kembali ke Indonesia.
"Sialan, harus nya kalo emang gak sanggup jangan bilang siap gobl*k banget tuh pihak WO." Rutuk Raka, dia sudah selesai memaki-maki pihak WO.
"Kenapa bang?" Tanya Brandon, calon pengantin.
"Pihak WO batalin bookingan secara mendadak Brand, gue pusing ini mana udah DP."
"Maafin gue bang, udah ngerepotin Lu." Ucap Brandon lirih.
"Apaan sih Brand, lu gak pernah ngerepotin gue kok. Gue cuma kesel aja sama pihak WO yang tiba-tiba batalin bookingan, padahal udah gue booking jauh-jauh hari."
"Gapapa bang, nikah sederhana aja lah." Ucap Brandon.
"Gak, pokok nya harus pesta titik kagak pake koma. Gak usah khawatir, gue bakal usahain yang terbaik. Jangan di pikirin ya, calon manten harus berfikir fositiv terus. Jaga kesehatan, cuma dua minggu lagi status lu bakal berubah."
"Inget, jadilah suami yang baik yang bisa menghargai wanita. Ibu dari anak-anaknya Lu, lu paham?" nasehat Raka, selaku abang nya baik.
"Paham bang, thanks ya.."
"Sama-sama, gue pergi dulu nyari WO yang kosong. Jagain istri gue ya, dia lagi kurang enak badan." Ucap Raka.
"Iya bang, gue bakal jagain kakak ipar kok."
__ADS_1
"Oke gue pergi dulu,"
"Hati-hati di jalan bang." Ucap Brandon.
"Siap.." jawab Raka, dia pun masuk ke dalam mobil nya.
"Kemana abang mu, Brand?" Tanya Lita, dia baru turun dengan menggendong baby Ralin.
"Nyari WO kak."
"Lho, bukan nya udah ada?" Tanya Lita, dia belum tau permasalahan nya.
"Tiba-tiba membatalkan bookingan secara sepihak katanya kak." Jawab Brandon, dia mengambil alih Baby Ralin.
"Ya ampun, padahal waktu nya udah mepet."
"Maafin Brandon ya kak, Brandon udah nyusahin keluarga kakak."
"Gapapa dong, kita kan keluarga Brandon. Masih aja sungkan." Ucap Lita,dia menepuk pelan bahu Brandon.
Brandon menyunggingkan senyum manis nya, betapa bahagia nya dia bisa berada di dalam keluarga ini, mereka baik, perhatian dan pengertian juga.
"Ingat Brand, jangan sungkan. Aku dan abang mu pasti selalu ada di samping mu, apapun keadaan nya. Meski kamu udah menemukan ayah mu sekalipun." Ucap Lita.
"Makasih kak,"
Baby Ralin terbangun dan tiba-tiba saja tersenyum saat menatap wajah Brandon.
"Kakak makan dulu, Baby Ralin biarin sama aku."
"Bisakah? Yaudah kakak makan dulu, laper." Pamit Lita, lalu pergi ke dapur.
Brandon membawa Baby Ralin berjemur di halaman, dia memang senang dengan bayi, dan itulah alasan kenapa Baby Ralin selalu anteng jika di gendong oleh Brandon.
"Ututuu, cantik nya keponakan om.." Ucap Brandon sambil mencubiti gemas pipi gembul Baby Ralinsya.
Baru dua bulan saja berat badan nya sudah naik dua kg, dan itu membuat nya terlihat montok.
Brandon memainkan pipi kanan Baby Ralin menggunakan telunjuk nya, menusuk-nusuk nya dengan lembut.
"Semoga jadi lesung pipit, nanti kamu pasti tambah cantik." Celoteh Brandon, dia sangat menyukai wanita yang punya lesung pipit. Tapi dulu kenapa dia menyukai Lita ya? Padahal kan Lita gak punya lesung pipit, ahh itu pengecualian berarti.
🌻
Ada yang nunggu wedding nya Brandon sama Marsya gak?🤭🤭
jangan lupa tinggalkan jejak, vote, tap favorit juga, happy reading❤️😍
__ADS_1