Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Wanita Gila


__ADS_3

Keesokan hari nya Haris dan Raka berangkat satu mobil, tentu setelah perdebatan panjang karena Raka ngeyel gak mau barengan.


Cukup lama terjadi perdebatan yang alot, akhirnya sekarang mereka berdua sudah sampai AM Group.


" Nervous anjirr, gimana dong?" Tanya Raka.


" Nih makan." Ucap Raka, memberikan sebuah permen.


" Lu pikir gue bocah apa? Sialan." Gerutu Haris, tapi tetap mengambil permen itu dari tangan Raka dan memakan nya.


" Kali aja lu bau mulut, makanya nervous." Ucap Raka santai.


" Gue gugup Rakidut." Ucap Haris kesal.


" Gue laporin ama nyokap gue Lu ubah nama gue, awas Lu." Ucap Raka.


" Hahaa sorry, jangan marah dong." Ucap Haris sambil nyengir, memamerkan deretan gigi putih nya.


" Dah ayo masuk, Pak Andi gak bakalan gigit Lu kok." Ucap Raka lagi.


Haris menghela nafas panjang dan membuang nya secara perlahan, ini kesempatan yang bagus untuk Haris agar keluar dari kesulitan ekonomi nya.


Haris mengekor di belakang Raka, membuat orang yang ada di sekitar lobi bertanya-tanya, siapa pria tampan di belakang nya.


Setelah cukup lama di dalam lift, akhirnya mereka berdua sampai di ruangan tempat tiga serangkai itu bertugas setiap hari nya.


" Siap?" Tanya Raka, memastikan Haris sudah siap bertemu dengan calon atasan nya.


" Siap gak siap, kepalang tanggung gue dah disini." Jawab Haris sinis.


" Wokeh." Ucap Raka, dia pun mengetuk pintu ruangan Pak Andi dengan pelan.


" Masukk.. " Setelah mendengar teriakan dari dalam, dengan perlahan Raka membuka pintu itu.


Haris menganga melihat ruangan itu, begitu luas, rapih dan jangan lupakan views yang langsung mengarah ke deretan gedung-gedung tinggi.


" Ini Haris Pak, orang yang saya rekomendasikan kemarin." Ucap Raka.


" Duduk." Ucap Andi, Raka dan Haris menurut. mereka duduk tepat di berhadapan dengan Andi.


" Sebelum nya sudah pernah menjadi sekretaris?" tanya Andi, aura tegas dan dewasa nya sangat menguar. Belum lagi ada aura dingin di sekitar nya, mungkin AC.


" Sudah Pak, sebelum nya saya bekerja di suatu perusahaan xxx." jawab Haris.


" Baiklah, kamu dalam masa percobaan selama satu bulan. Jika kamu layak, kamu akan menjadi sekretaris yang merangkap menjadi asisten pribadi." Ucap Andi tegas.


" Baik Pak, terimakasih." Ucap Haris.

__ADS_1


" Saya harap kamu berbakat dalam bidang ini, semoga kamu tidak mengecewakan. Saya harap kamu rajin bekerja seperti Raka. Kamu bisa mulai bekerja besok." Ucap Andi membandingkan, untuk membangun semangat Haris.


" Baik Pak." Ucap Haris. Andi hanya mengangguk saja.


" Kami permisi pak." Ucap Raka. Mereka berdua keluar dari ruangan Andi dengan binar ceria di wajah Haris.


" Ternyata Pak Andi tak semenakutkan itu, sungguh aku menyukai atasan baru ku." gumam Haris.


" Gue bilang juga apa, dah mending Lu pulang Ris. Setelah itu, Lu ke kantor. Bicara baik-baik sama atasan Lu." Ucap Raka.


" Iya, thanks ya." Ucap Haris.


" No problem, gue kerja dulu ya. Congratulations bro." Ucap Raka.


" Terimakasih, gue pergi dulu." balas Haris


" Hati-hati ya." Ucap Raka, Haris mengangguk dan pergi.


Raka masuk ke dalam ruangan kerja nya, tempat dia memfokuskan pikiran dan kemampuan nya selama ini.


Deretan map dan berkas yang menumpuk, menambah kesan betapa serius nya ruangan ini, termasuk orang di dalam nya.


" Kita mulai." Ucap Raka, sambil menghela nafas nya .


" Lah, si Haris kan gak bawa mobil. Dia pergi pake apa ya?" Gumam Raka.


Tadi dia sempat bad mood karena tak ada sesi cium kening saat Lita akan turun dari mobil nya, itu semua karena Haris ikut dengan nya.


Tapi dia ikut senang, karena Haris di terima bekerja di kantor yang sama dengan nya. Sungguh, Haris sudah seperti Kakak bagi Raka.


Sebisa mungkin dia akan membantu apa pun demi sahabat nya, tanpa Lita dan Haris ketahui uang kuliah Lita juga sudah dia lunasi selama satu tahun ke depan.


Tapi Raka tak ingin terlihat mencolok, dia ingin Lita mencintai nya dengan tulus dari hati, bukan karena ingin membalas budi karena sudah membantu nya. Dia bilang pada ketua dosen untuk merahasiakan identitas nya, dengan alibi beasiswa.


Saat sedang fokus mengerjakan file-file penting dalam laptop nya, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan Raka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Siapa yang mengizinkan mu masuk?" Tanya Raka dengan sinis.


Wanita itu hanya tersenyum manis, tapi itu terlihat menjijikan di mata Raka.


" Ckkk, mantan tak tau diri." Gumam Raka.


" Aku merindukan mu, baby." Ucap Wanita itu, dia sudah duduk di hadapan Raka.


" Cihh, aku bahkan tak ingin melihat wajah menyebalkan mu lagi." Jawab Raka ketus.


" Ayolah jangan ketus dengan ku, sayang. Kau tidak tergoda dengan tubuhku?" Tanya Wanita itu, dengan lancang dia menyentuh dada bidang Raka dengan sensual.

__ADS_1


" Ingat? Dulu kau memuja tubuhku, kau selalu puas dengan pelayanan ku." Ucap Wanita itu lagi.


" Cukup Helen, berhenti lah mengganggu ku." Teriak Raka emosi, ya wanita itu adalah Helena. Mantan tunangan Raka.


" Apa kau puas bermain dengan bocah? Ayo lah, jangan jual mahal dengan ku, ayo lakukan lagi. Aku merindukan sentuhan mu." Ucap wanita itu, tangan nya bergerak ingin membelai wajah Raka.


Tapi dengan cepat, Raka mencengkram tangan Helena hingga wanita itu mengaduh kesakitan.


" Aku tak sudi menyentuh seorang penghianat, sesudah aku dan sahabatku. Pasti banyak lagi tangan-tangan yang sudah menjamah tubuh mu itu."


" Kau tak lebih dari jal*ng di luaran sana, apa beda nya?" Teriak Raka. Helena memancing emosi nya, sudah lama ia tak semarah ini.


" Aku berbeda, aku melakukan nya karena cinta dan mereka karena uang." Ucap Helena membela diri.


" Cih, itu sama saja bukan? Mereka pergi dengan kepuasan dan uang. Sedangkan kau, hanya kepuasan dan menjadi pemuas sesaat." Bisik Raka tajam, lengkap dengan seringaian jahat nya.


" Jangan lupa kau yang sudah merusak ku, kau yang pertama melakukan itu dengan ku." teriak Helena, dia marah karena gagal menggoda Raka.


" Aku melakukan nya karena aku pikir kau akan setia dengan ku, tapi apa buktinya? Kau berhianat dan berbagi milikmu dengan orang lain."


" Pergilah, aku tak ingin marah besar saat ini." Ucap Raka.


" Ayolah, malam ini aku milikmu. Ya?" Helena mencoba memeluk Raka. Tapi Raka langsung mendorong Helena hingga dia terhuyung ke belakang.


" Kau jahat Raka, aku membenci mu." Teriak Helena.


" Kau pikir apa aku menyukai mu? Jangan salah paham, aku bahkan sangat membenci mu. Setelah penghianatan yang kau lakukan, kau masih punya muka untuk muncul di hadapan ku. Seberapa keras wajah mu itu hah? Hingga kau tak sedikit pun merasa malu." Ucap Raka datar, dia sudah bisa mengendalikan emosi nya.


" Pergilah sebelum aku seret kau." Ucap Raka terakhir kali.


" Tolong beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua nya, Raka."


" Terlambat, semua nya sudah hancur dan tak mungkin di perbaiki, lagi pula aku sudah menemukan kekasih hati ku. Jadi tak ada kesempatan lagi untuk mu." Ucap Raka tegas.


Raka sudah sangat muak dengan wajah sok lugu Helena, dia pun segera menelpon satpam untuk menyeret perempuan itu dari ruangan nya.


Helena meronta-ronta, tak ingin di bawa satpam. Dia masih bersikeras meminta kesempatan dari Raka, dia berteriak seperti orang kesurupan.


" Cihhh, wanita gila." Gumam Raka.


🌻🌻🌻


Sesuatu yang sudah pergi takkan pernah sama lagi, meski pun dia kembali☺️



**Maaf kalo banyak typo☺️

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**


__ADS_2