
Setelah sarapan, kedua orang tua Raka mengajak Raka bicara di ruang keluarga. Raka sebenarnya malas, karena sudah tau ke arah mana pembicaraan mereka.
" Nanti siang kamu akan makan siang dengan Catherine di cafe xxx." Ucap Sang Ayah.
" Baik, hanya makan siang tak lebih."
" Kau setuju dengan perjodohan ini?" Tanya Sang ayah lagi.
" Tentu tidak, aku tak sudi di jodohkan dengan wanita mana pun. Aku sudah dewasa dan bisa memilih wanita yang baik untuk ku." Jawab Raka datar.
" Kau ini, sekali saja jadilah anak yang penurut." Ucap ayah Raka.
" Penurut? Aku akan jadi anak yang penurut jika ayah memberikan contoh yang baik untuk ku. Sedangkan ayah? Sudahkah jadi ayah yang baik? Kalau belum, jangan harap aku akan menuruti semua kemauan ayah."
" Sebenarnya kau ini anak siapa hah? Aku yang sudah membuatmu hidup." Ucap Sang Ayah.
" Hahaha, aku tak meminta di buat atau di lahirkan. Itu adalah perbuatan kalian sendiri, jangan salahkan aku."
Ayah Raka bersiap untuk menampar Raka, tapi dengan cepat Raka menangkis tangan Ayah nya bahkan memelintir tangan nya ke belakang.
" Jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan, Ayah."
" Ehh tunggu! Apa kau masih pantas di sebut ayah? Cihh, kelakuan mu seperti pria yang tak bermoral." Ucap Raka, dia menyentak tangan sang ayah dengan kasar.
Ibu hanya diam saja melihat apa yang di lakukan putra nya, dia juga sudah kewalahan mengurus sifat arogansi suami nya itu. Selain pemabuk dan suka main tangan, dia sering berganti wanita untuk bermain. Bahkan seringkali dia membawa wanita jal*ng kesini, dan bermain di kamar tamu atau di kamar mereka.
" Sia-sia saja aku memberi mu pendidikan yang terbaik, tapi kelakuan mu seperti anak yang tak pernah mengenal kursi sekolah." Ucap Sang Ayah, dia berdiri dengan angkuh setelah tangan nya di pelintir Raka.
" Apa beda nya aku dengan mu? Bukan kah kau juga sama? Aku belajar dari orang terdekat ku." Ucap Raka dia membalikan semua fakta.
Ayah nya diam dan tak bisa menjawab apa pun, mungkin dia kena mental. Disindir anak nya sendiri.
" Pokok nya nanti siang kau harus bertemu dengan Catherine."
" Baik, aku akan menemui nya." Jawab Raka santai.
" Bagus lah." Ucap Sang Ayah lalu dia melengos pergi entah kemana.
" Aku anak nya atau musuh nya?" Gumam Raka sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan seorang pria yang dia panggil Ayah itu.
🥀
Siang hari nya, Raka sudah menunggu di cafe xxx untuk bertemu Catherine, dia sudah kesal karena wanita yang di tunggu belum datang juga.
Hingga satu perempuan dengan mini dress dan paha yang terekpos, belahan dada nya sangat rendah hingga hampir terlihat semua nya.
" Dia terlihat seperti jal*ng." Batin Raka.
" Raka Perwira?" Tanya wanita itu, Raka tak menjawab dia hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Dengan tak tau malu nya, dia langsung duduk di samping Raka dan mengangkat kaki nya, hingga mini dress yang sudah sangat mini itu terangkat, hingga memperlihatkan dalaman yang di pakai nya.
Raka bergidik ngeri melihat penampilan wanita ini, memang cantik tapi pakaian nya sangat jauh dari tife ideal nya sekarang. Bahkan adik nya saja tak bereaksi melihat tubuh wanita itu, justru dia akan meronta jika berdekatan dengan Lita.
" Apa kabar?" Tanya Catherine sekedar basa-basi.
" Kau buta atau rabun? Kalau aku tak disini berarti aku sakit, dan sekarang aku disini berarti aku sehat." Jawab Raka datar, tanpa ekspresi apapun. Bahkan tersenyum pun tidak.
" Kau dingin sekali Raka."
" Aku kulkas 2 pintu." Jawab Raka ketus.
Tapi Catherine malah menggelayut di lengan Raka.
" Wanita ini tife wanita tebal muka, tak tau malu. Mirip dengan Helena." Raka membatin, mata nya mendelik melihat Catherine.
" Kau tak tergoda dengan tubuh ku?" Tanya Catherine.
" Tidak sama sekali." Jawab Raka datar.
" Benarkah? Semua pria tergila-gila dengan ini dan di dalam sini, kau tak tertarik untuk mencoba menyentuh nya?" Tanya Catherine, dengan pede nya dia menunjuk dada dan area di antara paha nya.
" Aku tak tertarik, pasti banyak yang sudah mencicipi tubuh mu iya?"
" Hidup butuh kesenangan Raka Perwira, selama aku tak terikat dengan sebuah pernikahan aku menikmati semua nya, aku suka hidup bebas." Jawab Catherine.
" Karena mata ku masih berfungsi normal, kau tampan." Jawab Catherine, dia mengelus rahang tegas milik Raka.
" Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu."
" Aku sudah cuci tangan dengan benar." Jawab Catherine.
" Sudah berapa pria yang sudah menyentuh mu?" Tanya Raka.
" Banyak, tak terhitung. Mereka selalu tergoda dengan kemolekan tubuhku, dan ukuran dada yang ideal." Jawab Catherine membanggakan diri.
" Jadi wanita murah*n kok bangga." Gumam Raka.
" Hello, ini Amerika Raka. Disini se* itu masalah biasa." Jawab Catherine.
" Dengar, aku tak pernah setuju di jodohkan dengan mu. Aku punya kekasih di indonesia."
" Kekasih? Modelan seperti apa Raka? Apa dia lebih seksi atau lebih hebat di ranjang?" Tanya Catherine sinis.
" Kekasih ku bukan gadis semacam itu, dia bisa menjaga kehormatan nya. Tak menjajakan tubuh pada banyak pria."
" Ohhh, menjalin hubungan tanpa naf*u itu mustahil Raka." Ledek Catherine.
" Aku bisa memuaskan mu jika kau mau." Bisik Catherine.
__ADS_1
" Aku tak suka berbagi milik ku dengan orang lain, kau kan satu untuk semua? Maaf aku gak doyan barang bekas." Ucap Raka Savage.
" Saya permisi." Ucap Raka, dia melepaskan tangan Catherine di lengan nya dengan kasar.
Dia berjalan angkuh, bahkan di setiap langkah nya mampu membuat para pengunjung cafe mengalihkan pandangan mereka ke arah Raka. Dia tampan dan berkarisma, walau terkesan dingin dan angkuh.
" Apa-apaan orang tua itu, dari penampilannya saja dapat di nilai bahwa dia bukan wanita baik-baik. Terlihat seperti jala*g." Gumam Raka sambil berjalan cepat keluar dari cafe dan masuk ke dalam mobil nya.
🥀
Tak butuh waktu lama, Sekarang Raka sudah sampai di rumah nya lagi.
" Apa yang kau lakukan Raka, Catherine adalah satu-satunya kesempatan agar kita mendapat saham." Teriak Sang Ayah menggema di seluruh ruangan.
Raka menghembuskan nafas nya dengan kasar, dia lelah tapi dia di sambut dengan teriakan yang membuat telinga nya sakit.
" Aku sudah menemui nya, aku sudah menuruti perintah mu." jawab Raka santai.
" Kau menolak di jodohkan dengan Catherine, kenapa?" Tanya Sang Ayah dengan wajah yang memerah karena marah.
" Karena dia bukan tife ku." Jawab Raka datar.
Muncul sosok ibu dari belakang, dengan wajah sembab dan pipi lebam karena tamparan tadi pagi.
" Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu Raka!"
" Terbaik? Terbaik menurut Ayah dan menurut ku berbeda."
" Terbaik menurut ku adalah kebahagiaan, dan dengan pilihan sendiri, satu lagi aku menginginkan perempuan yang bisa menjaga kehormatan nya sebagai perempuan."
" Kau bukan ingin yang terbaik, tapi memaksakan kehendak karena keserakahan mu akan harta. Kau hanya memanfaatkan aku agar perusahaan mu berkembang."
" Dengan sekali jentikan jari aku bahkan bisa menghancurkan bisnis yang kau rintis dari nol itu, kau belum tau siapa aku." Jawab Raka.
" Kau berani mengancam ayah mu sendiri?"
" Kenapa tak berani, kita sama-sama manusia yang tak luput dari dosa, kita sama makan nasi, jika makanan pokok mu adalah batu, baru aku takut." Ucap Raka, tanpa ekspresi.
" Anak pembawa sial." Ucap Sang ayah.
" Seorang anak lahir dengan keadaan suci, mereka tak bersalah apa pun. Yang membawa sial adalah perbuatan mu sendiri." Jawab Raka, dia sudah bosan dan pergi meninggalkan sang Ayah yang masih berteriak-teriak di ruang tamu.
" Cihhhh, orang tua menyebalkan. Mana mungkin ada orang tua yang ingin anak nya menikah dengan wanita murahan. Miris nya hidup ku." Gumam Raka.
🌻🌻🌻
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
__ADS_1