
"Gue pengen lihat keadaan nya Brandon, apa bisa Ris?" Tanya Raka.
"Masuk aja.. " Jawab Haris.
"Temenin gue ya, gue takut gak bisa ngendaliin diri aja."
"Oke." Ucap Haris, dia tau keadaan sahabat nya saat ini sedang tak baik.
Perlahan Raka membuka pintu ruangan Brandon, Raka terhenyak melihat keadaan Brandon yang mengenaskan.
Kaki nya di gips, kepala nya di perban dan tangan penuh luka goresan yang masih mengeluarkan darah.
Raka berkaca-kaca melihat keadaan Brandon, biasa nya dia akan kuat. Tapi melihat pengorbanan Brandon yang sangat besar dan menyangkut nyawa istri kesayangan nya, membuat nya emosional.
"Gue datang Brand, terimakasih udah nolongin istri gue. Lu ngorbanin nyawa lu demi Lita, maafin gue yang selalu curiga sama Lu." Ucap Raka lirih.
"Lu harus kuat Raka."
"Ngomong mah gampang Ris, gue merasa berdosa banget sama dia. Dia udah ngorbanin nyawa nya sendiri demi Lita, sedang gue? Dimana gue saat Lita dalam bahaya? Gue kerja dan terus kerja." Ucap Raka, dia sudah tak sanggup lagi menahan air mata nya.
"Jangan nyalahin diri lu sendiri, istri lu orang baik, maka nya banyak yang sayang ama dia."
"Tetep aja rasa nya gue orang yang paling berdosa disini." Ucap Raka.
"Jangan nyalahin diri sendiri, kita gak tau hal semacam ini akan menimpa Lita. Jadi gak ada guna nya menyesal, kita cuma bisa berdoa aja sekarang buat kesembuhan Lita sama Brandon."
"Gue juga berterimakasih banget sama Brandon, dia udah nolongin adek gue. Tapi mau bagaimana lagi, nyesal sampai nangis darah pun gak ada guna nya."
Raka menunduk dan meremat jari jemari nya, rasa nya masih terlalu sakit saat melihat Lita terbaring tak berdaya dan Brandon yang menyelamatkan istri nya, harus di nyatakan koma. Entah kapan dia akan sadar.
"Kita ke ruangan Lita ya?" Ajak Haris.
"Iya Bang." Jawab Raka lirih.
Raka berdiri, tapi menoleh pada Brandon.
"Cepat sadar ya Brand, gue nunggu saat Lu bangun dan ngobrol lagi sama gue."
"Gue gak akan pernah lupain kebaikan dan jasa lu ini, Brand. Gue sangat berterimakasih." Ucap Raka, dia pun pergi bersama Haris.
Dia berjalan pelan tanpa ekspresi, membuat Haris khawatir.
🥀
__ADS_1
Cukup lama mereka berjalan, sampai akhirnya mereka tiba di ruangan Lita. Disana sudah ada Mama Renata dan Bella.
"Kalian sudah pulang? bagaimana? Siapa dalang semua ini Raka?" Tanya Mama Renata.
"Madu Mama, Catherine." Jawab Raka, setelah beberapa kali menahan emosi nya saat menyebut nama wanita pembawa kekacauan itu.
Mama Renata melongo, dengan mata yang membulat.
"Ya tuhan, harus nya wanita itu mati saja." Ucap Mama Renata sambil menangis.
"Kenapa harus menantu ku, kenapa bukan aku saja." Mama Renata menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, dia luruh ke lantai. Dan langsung di tenangkan oleh Bella.
"Tak cukup kah dia menyakiti batin ku selama ini, hingga ingin mencelakai menantu ku? Apa salah Lita pada nya? Menantu ku wanita yang baik."
"Tapi, adik nya yang menyelamatkan Lita." Ucap Raka pelan.
"Maksudmu?"
"Brandon menyelamatkan Lita, dia menarik Lita ke sisi jalan dan membiarkan diri nya tertabrak oleh kakak nya sendiri." Jelas Haris, karena melihat Raka yang mulai emosional lagi.
"J-jadi Brandon itu adik nya Catherine, Mas?" Tanya Bella, dan Haris hanya mengiyakan dengan menganggukan kepala nya.
"Siapa Brandon, Nak?" Tanya Mama Renata.
"Jadi dia adik dari wanita itu?" Bella menganggukan kepala nya.
"Dia masih di ruangan ICU, dia koma dan kaki nya patah, bahkan seluruh tubuh nya di penuhi luka sayat dan goresan Tante." Ucap Haris, menjelaskan. Karena Raka tak mampu berkata lagi, dia hanya menangis dalam diam.
"Antar Mama kesana ya, Mama pengen lihat keadaan orang yang sudah menyelamatkan menantu kesayangan Mama."
"Ayo Tante, aku antar." Ucap Haris.
"Aku ikut Mas." Bella sebenarnya merasa tak enak bila harus berduaan saja dengan Raka disini, dia juga ingin memberi waktu pada Raka dan Lita untuk bersama.
Mereka bertiga pun keluar dari ruangan rawat inap Lita. Meninggalkan Lita dan Raka di ruangan itu.
Raka menatap wajah pucat Lita, ada sedikit luka di bibir nya.
"Kapan kamu akan bangun sayang? Aku merindukan mu."
"Maaf sudah lalai menjaga mu, dan kita harus kehilangan anak yang sudah lama kita tunggu"
"Bahkan kita kehilangan nya saat dia belum lahir, dan kita belum sempat melihat nya." Ucap Raka lirih, dan memegang tangan mungil Lita.
__ADS_1
Tangan yang biasa nya dengan cekatan melayani diri nya, menyiapkan segala keperluan nya, mengusap rambut dan memijat punggung nya. Kini tangan itu di tempeli jarum infus.
"Sayang, maafkan aku. Bangunlah." Ucap Raka lagi, mata nya sudah kembali banjir oleh air mata yang meluncur bebas.
Hingga tak terasa dia tertidur sambil duduk di sisi brankar, dengan tangan yang menggenggam tangan Lita.
🥀
Di ruangan Brandon, Mama Renata dan Bella sedang melihat keadaan Brandon.
"Ini Brandon?" Tanya Mama Renata. Bella mengangguk.
Mama Renata berjalan mendekati brankar tempat Brandon berbaring, dengan berbagai alat penunjang kehidupan nya.
"Nak, Aku tak tau harus bicara apa padamu. Kau begitu baik dan menyelamatkan menantu ku, Menantu kesayangan ku."
"Aku hanya bisa berkata terimakasih, mungkin kebaikan mu ini takkan bisa terbalaskan."
"Cepatlah bangun, aku ingin melihat dan bicara dengan malaikat yang sudah menolong menantu ku."
Mama Renata berkata dengan mata yang berkaca-kaca, dia begitu sakit melihat Brandon yang tak berdaya.
"Bahkan meski lahir dari rahim wanita yang sama, tapi sifat dan sikap kalian sangat bertolak belakang. Kau memiliki hati yang sebaik malaikat, dan kakak mu yang memiliki sifat kebalikan nya."
"Cepatlah sembuh, aku menunggu mu Nak." Ucap Mama Renata, dia mengusap ujung mata nya dengan tangan nya.
"Terimakasih sudah menolong adik ku, Brand. Kau teman yang baik, pantas saja Lita bisa berteman dengan mu. Semoga cepat sembuh, dan kita mengobrol bertiga lagi seperti dulu." Ucap Bella.
"Pengorbanan Brandon sangat besar, hingga kita tak mungkin bisa membalas nya. Dia pria yang baik." Ucap Haris.
🥀
Sudah satu bulan semenjak kejadian itu, tapi Lita maupun Brandon masih belum sadarkan diri.
Tubuh Lita dan Brandon, malah semakin kurus dan pucat pasi.
Raka sudah kembali bekerja ke kantor, dan Haris juga. Di rumah sakit Lita di jaga oleh Mama Renata dan Bella yang bergantian mengelap tubuh Lita.
🌻🌻🌻
Sakit ya😥
Maafin kemaren cuma up satu bab, author nya macet🤭 hari ini di usahakan tiga bab deh ya😁
__ADS_1
salam hangat dari Raka&Lita❤️❤️