
Hari ini seperti yang di rencanakan, seluruh keluarga besar Raka berkumpul untuk acara syukuran kelahiran Baby Syafira, anak pertama Brandon dan Marsya.
Brandon mengadakan pengajian bersama anak yatim dari panti asuhan dan tetangga terdekat untuk ikut mendoakan kelahiran anak nya.
Semua melakukan doa dengan khusyuk tak terkecuali Mike dan Hanna, mereka memutuskan untuk tinggal di negara ini, biarkan bisnis di sana di kelola oleh anak buah nya. Dia ingin disini bersama adik dan adik ipar nya, dia tak ingin kehilangan momen-momen kebersamaan yang berharga.
"Makan dulu, adek, ibu, bapak.." Tawar Brandon saat acara selesai.
"Terimakasih nak." Jawab ibu pimpinan panti asuhan, selama ini dia menjadi donatur tetap untuk panti asuhan itu, meski tidak ada yang tau. Brandon menyisihkan gaji nya sedikit demi sedikit dan setelah terkumpul dia akan memberikan nya.
Setelah acara makan-makan, anak-anak panti itu pamit pulang karena hari juga sudah mulai petang. Tak lupa, Brandon memberikan amplop berisi uang sebagai tanda terimakasih sudah mau ikut mendoakan kelahiran anak pertama nya.
"Ibu, Brandon belum gajian tapi ini sedikit buat anak-anak jangan sampai mereka kekurangan." ucap Brandon memberikan amplop coklat yang cukup tebal.
"Terimakasih nak Brandon, semoga di permudah rezeki nya, di sehatkan, di panjangkan umur nya. Semoga selalu di beri kelancaran dalam setiap urusan."
"Aamiin bu, terimakasih doa nya." Ucap Brandon mengamini doa ibu itu.
Setelah nya, keadaan rumah hening. Tadi terdengar seperti pasar karena banyak anak-anak, tapi sekarang hanya ada tiga anak. Devanno, Ralinsya, dan putri kecil nya yang terlelap di gendongan ibu nya, Syafira.
"Jadi barbeque an, atau besok aja? gue mau beres-beres dulu nih." Tanya Brandon.
"Yaudah kita bantuin, besok aja bakar-bakaran nya." Jawab Haris,
"Tenkyu abang ganteng, uhhh ganteng nya.."
"Diam lah, atau aku tak jadi membantu mu."
"Iya aku diam." Ucap Brandon dengan wajah imut nya.
....
Malam hari nya, kelima pria itu baru saja menyelesaikan beres-beres nya. Ada Jo dan Danu juga, sehingga pekerjaan nya lebih cepat selesai.
"Ngopi dulu gak?" Tanya Brandon.
"Kagak, cape ah ngantuk. Mendingan ngelonin istri." Jawab Raka dengan senyum mengejek nya.
"Jangan bikin kesel ya bang." Brandon menyedekapkan tangan nya di dada.
__ADS_1
"Iya-iya yaudah abang pulang dulu, besok kesini siang buat barbeque an oke?"
"Iya, bahan-bahan udah hampir komplit. Hanya belum ada daging nya saja." Ucap Brandon.
"Aku yang beli.." Cetus Jonathan.
"Siip, yaudah pulang sono." Usir Brandon.
"Adik kagak tau di untung, setelah bantuin beres-beres malah ngusir, ajaib sekali."
...
Brandon masuk ke dalam kamar nya, tak di sangka di melihat Marsya dengan pakaian sexy dan rambut panjang nya yang di gerai.
"Sayang.." Panggil Brandon.
"Sudah selesai beberes nya sayang?" Tanya Marsya, dia mendekat ke arah suami nya dan memeluk nya.
"Apa kamu kesambet, kok gini?" Tanya Brandon, tapi tetap membalas pelukan istri nya.
"Enggak kok, aku baik-baik saja sayang. Bukan nya kamu pengen aku bantu keluarin sesuatu? Kemarin kan gak jadi gara-gara Syafira rewel, sekarang dia udah tidur." Wajah Brandon berbinar, dia bahkan lupa dengan janji istri nya kemarin.
"Wahh aku bahkan lupa sayang.."
Tapi itu juga bukan sepenuhnya kesalahan nya kan? Itu karena baby Syafira yang rewel, dan ya Brandon tidur nyenyak malam ini karena keinginan nya sudah terpenuhi.
....
Pagi hari nya, Brandon di sibukan dengan menjaga Syafira karena ibu nya masih tidur.
"Fira sama papa dulu ya, Mama masih tidur." Gumam Brandon, dia menggendong Syafira dan membawa nya turun untuk berjemur.
"Uhh sayang nya papa montoks sekali seperti kakak Ralinsya ya.." Ucap Brandon, dia tak lupa dengan kebiasaan nya yang suka menusuk-nusuk pipi anak nya, katanya agar jadi lesung pipit.
Anehnya, Syafira anteng dan tak menangis. Sesekali dia tersenyum menatap papa nya, bayi satu minggu itu sudah sangat lucu dengan pipi cabi dan mata bulat nya.
Di kamar, Marsya kalang kabut mencari Syafira karena dia sudah menghilang dari box nya, hanya tinggal kain bedong nya saja, lalu bayi nya kemana?
Marsya turun dengan cepat menuruni tangga dengan hanya memakai daster selutut.
__ADS_1
"Ma, lihat Syafira?" Tanya Marsya panik sendiri, padahal anak nya sedang anteng berjemur dengan papa nya.
"Sama papa nya diluar, tadi kata nya mau di bawa berjemur di depan."
Marsya berlari keluar dari rumah dengan rambut yang masih berantakan, bahkan bekas iler nya saja masih terlihat di sudut bibir.
"Kenapa gak bilang-bilang kalo mau bawa Syafira, aku kan nyariin."
"Maaf sayang, kamu nya tidur nyenyak banget. Aku gak tega mau bangunin jadi yaudah aku bawa aja Syafira nya."
"Yaudah aku mandi dulu, sebentar lagi bawa Syafira masuk ya jangan kelamaan berjemur." Ucap Marsya.
"Iya istri manis ku." jawab Brandon.
"Mama mu kayak singa kalau bangun tidur, rambut nya ngembang. Tapi papa sayang sama mama, kamu juga harus bisa kayak mama kelak ya nak.."
....
Siang hari nya, seperti rencana sebelum nya mereka kembali berkumpul untuk acara bakar-bakaran, tapi bukan bakar rumah yee..
Para pria sibuk menusuk daging di tusuk sate, Hanna menyiapkan sosis dengan beberapa bakso dan sayuran. Sedangkan ibu-ibu muda yang punya anak kecil tak di wajibkan bekerja, hanya perlu memperhatikan anak mereka.
Lita menggendong baby Syafira, dia menciumi gadis kecil itu dengan gemas hingga membuat Ralinsya merengek.
"Uhh keponakan nya aunty cantik, wangi lagi."
"Mamama.." Celoteh Ralinsya, dia sudah mulai belajar bicara meski belum terlalu jelas. Hanya baru bisa bilang Mamama, papapa.
"Iya anak montok mama, mau di gendong?" Anak kecil itu merangkak mendekati ibu nya.
"Nyenye.." Lita yang mengerti, dia mengeluarkan buah kenyal nya dan menyusui baby Ralinsya.
"Ihh udah tumbuh gigi tapi masih nyenye.." Ledek Bella, karena dia sudah bebas karena Devanno sudah tak lagi menyusu.
"Biarin aunty, jangan di ledekin nanti nangis." Jawab Lita.
...
🌻🌻🌻
__ADS_1
Detik-detik menuju akhir, besok up masing-masing POV ya. Rasanya sedih mau di tamatin😞
Jangan lupa jejak nya ya kak☺️🙏