
Raka panik setelah mendapat telpon dari Haris, pantas saja dari tadi ponsel nya terus berdering.
Ponsel Raka di banting hingga terpecah belah menjadi serpihan akibat amukan ayah nya. Dengan tujuan melenyapkan bukti ,tapi Raka tak sebodoh itu, dia dengan mudah menyalin file-file penting dan nomor-nomor nya meski cukup memakan waktu.
" Aku pulang sayang, maaf kan aku." Gumam Raka, dia sibuk mengemasi pakaian nya ke dalam koper.
Setelah selesai, dengan cepat dia keluar kamar dan menggeret koper nya. Yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah cepat pulang, dan menemani gadis kecil nya.
" Mau kemana kau?" Tanya Ayah Raka, dia duduk di sofa dengan dua jari yang mengapit sebatang rokok.
" Itu bukan urusan mu." Jawab Raka santai.
" Kau harus disini, sebentar lagi keluarga Catherine akan datang dengan polisi." Ucap Ayah Raka dengan nada mengejek, merasa karena berhasil menghapus jejak kebejatan nya dengan mengorbankan anak nya.
Karena Catherine menolak menikah dengan nya, dan ingin menikah dengan Raka saja. Dengan senang hati Ayah nya menyetujui nya, dan menghancurkan bukti adalah suruhan orang tua Catherine.
" Kau yang menghamili, kenapa aku yang harus menikahi nya?" Tanya Raka datar.
" Karena Catherine ingin menikah dengan mu, lagi pun kalau kau selangkah saja keluar dari rumah ini, polisi akan langsung menangkap mu dengan alasan melarikan diri dari tanggung jawab." Jelas ayah Raka.
" Seyakin itu kah? Kalau aku akan di tangkap polisi?" Tanya Raka santai.
" Tentu saja, kau sudah tak memiliki bukti apa pun." Jawab ayah nya dengan senyum jahat.
Raka menyeringai, dia sudah bisa menebak rencana jahat ayah dan orang tua Catherine. Mereka bersekongkol untuk menjebak diri nya, dan terpaksa menikahi Catherine.
Tapi Raka bukan lah orang bodoh, sejak awal dia sudah mengantisipasi nya.
" Kau lupa aku ini seorang hacker? Aku punya banyak salinan nya, meski ponsel dan kartu memori nya kau rusak." Ucap Raka santai.
Sontak saja senyum keangkuhan yang tadi dia tunjukan, hilang entah kemana. Lenyap seakan di telan bumi, di gantikan dengan ekspresi yang terkejut di iringi wajah memucat.
" Bagaimana bisa kau seceroboh itu hahh? Aku mengalah untuk menang." Ucap Raka kesal, dia sangat kesal dengan kelakuan dan sifat ayah nya ini.
Tak lama masuk lah orang tua Catherine, dan beberapa polisi. Tentu dengan Catherine yang mengeluarkan jurus air mata buaya nya, dia berakting seolah dia lah yang menjadi korban disini.
__ADS_1
Raka memutar mata nya sebal, melihat drama keluarga yang membosankan.
" Tangkap dia pak, dia yang sudah menghamili anak saya dan tak mau bertanggung jawab, malahan dia akan kabur." Ucap Orang tua Catherine.
Dua polisi mulai mendekati Raka dan memborgol tangan Raka.
" Sekarang kau pilih, menikahi anak ku Catherine atau mendekam di penjara?" Tanya Ayah Catherine.
Raka menunduk, dia tersenyum menyeringai. Orang tua ini sangat bodoh, mereka pikir dengan cara receh seperti ini bisa menjerat seorang Raka? Tidak semudah itu ferguso!.
Tiba-tiba dua polisi yang berdiri di samping ayah Raka dan orang tua Catherine melakukan hal yang sama, mereka di borgol sama seperti Raka.
" Heii, apa ini maksud nya?" Teriak ayah Raka, dia meronta-ronta. Tapi takkan bisa lepas semudah itu.
Dengan senyum jahat nya, Raka berdiri dan mendongakan dagu nya dengan angkuh.
" Sekarang kau tau siapa aku hmmm? Mereka adalah anak buah ku yang menyamar, rencana kalian kurang matang."
" Cara receh seperti ini tak bisa menghentikan seorang Raka Perwira, aku takkan terjebak dengan rencana amatiran kalian ini. Strategi kalian masih mudah terbaca, kalah jauh dengan strategi ku." Ucap Raka dengan senyum devil nya.
" Kau tau, sudah berapa banyak nyawa yang sudah aku habisi dengan pisau ini?" Tanya Raka.
Kedua pria tua itu terlihat memucat, wajah nya berubah menjadi pucat pasi.
Sebenarnya Raka hanya menggertak saja, dia tak pernah membunuh siapa pun. Tapi Elgar memang mengizinkan nya untuk meminta bantuan anak buah mafia nya. Dengan bantuan anak buah Elgar yang sudah tak perlu di ragukan l
Elgar dan Adam, sudah beberapa kali mengajak Raka bergabung ke dalam mafia nya, Red Rose. Tapi sedikit pun Raka tak tertarik untuk masuk ke dalam dunia gelap itu.
" Jawab aku!" Ucap Raka tegas.
Mereka diam, sedangkan Catherine sudah menangis sesenggukan di pojokan, mungkin shock melihat sikap asli Raka.
" Kau masih ingin menikah dengan ku?" Tanya Raka, menunjuk ke arah Catherine.
Dengan cepat Catherine menggeleng, dia sudah sangat takut dengan sosok Raka.
__ADS_1
" Kalian belum melihat siapa aku yang sebenarnya, ini hanya sebagian kecil dari semua sifat yang di takuti orang."
" Menikahlah dengan ayah ku, jangan menolak dan jangan berulah. Aku akan mengawasi mu. Aku harus pergi."
" Kalian jaga dan awasi mereka, jangan sampai lolos. Jika berani kabur, penggal saja kepala nya." Ucap Raka tegas.
" Mau kemana nak?" Tanya ibu Raka.
" Aku akan pulang ke negara ku, kekasih ku sedang sakit. Ohh iya, jangan berfikir kalian akan menyentuh sedikit pun gadis ku, jika kalian melakukan nya tiada ampun, mati di tempat." Ucap Raka penuh penegasan.
" Selamat menikmati penderitaan kalian."
Masih jelas di ingatan nya, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis sederhana teman sekampus nya. Tapi dengan segala ke egoisan dan kejahatan orang tua nya, mereka mengganggu gadis itu.
Meneror nya setiap saat dengan kalimat-kalimat ancaman, hingga pernah di sekap di sebuah gudang kosong. Beruntung Raka dapat menyelamatkan nya saat itu,tapi semua nya tak berhenti sampai di sana.
Mereka masih mengancam dan meneror gadis itu hingga dia depresi dan bunuh diri. Awalnya Raka menulikan pendengaran dan menutup mata nya ,dia berfikir secara logika. Mana ada orang tua sejahat itu, merusak kebahagiaan anak nya sendiri.
Tapi semakin kesini, dia semakin merasakan keegoisan kedua orang tua nya. Saat itu lah, dia di paksa untuk bertunangan dengan Helena, dan hasil nya sangat buruk.
Raka pergi dari rumah itu menuju bandara dengan tergesa-gesa ,karena dia terlambat 15 menit.
Beruntunglah, pesawat nya belum berangkat karena delay 1 jam.
" Aku akan pulang sayang, meski sedikit terlambat." gumam Raka.
Raka duduk di kursi tunggu, menunggu keberangkatan pesawat nya. Dia sudah sangat khawatir dengan keadaan Lita nya disana, meski ada abang nya yang menjaga, tapi rasa nya tetap saja dia mengkhawatirkan kondisi gadis nya itu.
🌻🌻🌻
Jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote, dan follow akun author. happy reading❤️
tap favorit juga yaww😘😘
__ADS_1