
Saat Raka sudah sampai di indonesia, dengan tergesa-gesa dia menyetop taksi yang lewat dan segera pergi ke rumah sakit.
Hari sudah tengah malam, tak mengurungkan sedikit pun niat nya untuk bertemu dengan sang pujaan hati yang tengah sakit saat ini.
" Rumah sakit harapan ya pak, agak cepetan saya buru-buru." Ucap Raka, setelah dirinya masuk ke dalam taksi.
" Aku datang sayang, aku datang. Bersabar lah sebentar lagi." Gumam Raka.
Sekitar setengah jam, akhirnya Raka sampai di rumah sakit. Dia tak ingin menelpon Haris, pasti dia sedang tidur sekarang.
Cukup lama Raka mencari,hingga akhirnya di menemukan ruangan nya. Raka langsung masuk. Dengan tatapan nanar dia melihat Lita terbaring di brankar dengan jarum infus yang menancap di tangan kiri nya.
Raka mendekati nya, dia memegang tangan Lita yang terasa panas.
" Raka? kapan Lu balik?" Tanya Haris, dia bangkit dan mendekati sahabat nya.
" Gimana keadaan Lita Ris?" Tanya Raka.
" Udah mendingan, cuma masih demam tapi gak setinggi waktu itu." Jawab Haris, dengan wajah bantal nya.
" Sorry bro, gue ganggu Lu tidur ya? Gua baru aja pulang, langsung kesini soalnya gue khawatir sama Lita." Jawab Raka, rambut nya acak-acakan dan wajah nya kuyu, menandakan dia sangat kelelahan.
" Istirahat dulu, gue tau lu cape." Ucap Haris, dia menepuk bahu Raka.
Raka menatap Haris dengan sendu, jangankan restu dia hanya mendapatkan bukti perselingkuhan ayah nya. Dia cukup shock dan marah saat itu, dia memutuskan dengan atau tidak nya restu dari kedua orang tua nya, Raka akan tetap menikahi Lita.
" Gue tau, Lu cape fisik sama pikiran. Istirahat dulu gih." Ucap Haris lagi, dia begitu memahami kondisi Raka saat ini.
" Gue baik-baik aja Ris, Lu aja yang balik istirahat sono. Gue yang jagain Lita." Ucap Raka.
" Yaudah ,gue pulang dulu. Ini koper gue bawa ke rumah gue ya?" Ucap Haris.
" Bawa aja sana, gue muak liat tuh koper rasa nya pen gue bakar aja." Jawab Raka.
" Lahh kenape lagi?" Tanya Haris.
" Ribet anjirr." Jawab Raka sambil terkekeh pelan.
" Lahh Elu jangan pergi ke luar negeri kalo gak mau ribet." Ucap Haris, sambil tertawa.
" Gue terdesak, kalo gak mah ogah gue kesana, mendingan disini kerja ngumpulin duit buat nikahin Lita." Jawab Raka.
" Gimana orang tua Lu?" Tanya Haris mode serius.
" Nanti gue ceritain, gue yakin Lu bakal terkejut sama kayak gue " Ucap Raka.
" Oke, gue pulang dulu ya. Jagain adek gue, nanti pagi gue kesini bawain sarapan sama baju ganti." Ucap Haris, Raka hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Haris tersenyum mengingat bagaimana khawatir nya seorang Raka pada adiknya, sekarang dia yakin bahwa Raka sangat mencintai Adiknya, Lita.
Raka duduk di samping brankar, dia mengecup punggung tangan Lita dengan sayang.
" Tidur lah dengan nyenyak sayangku, aku disini." Gumam Raka, dia juga lelah akhirnya tertidur sambil duduk dan tangan yang saling menggenggam.
🥀
Pagi hari nya, Lita terbangun. Mata nya mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata nya, tak sengaja pandangan mata nya melihat ke samping. Dan seseorang yang sedang tertidur dengan menelungkup.
" Ini kamu kak? Walau aku tidak melihat wajah mu, tapi aroma parfum ini sangat familiar." Ucap Lita lirih. Dia mengusap rambut Raka pelan, takut membangunkan seseorang yang sedang tertidur itu.
" Sayang kamu sudah bangun?" Tanya Raka, dia langsung bangun dan mengecupi kening Lita.
" Kapan kakak pulang?" Tanya Lita balik.
" Semalem sayang." Jawab Raka, dia masih sibuk dengan kegiatan nya mengecupi wajah Lita.
" Istirahat dulu kak, Lita baik-baik aja."
" Mana ada baik-baik aja tapi di rawat di rumah sakit, kamu tuh kenapa? Pasti mikirin hal yang belum tentu terjadi, iya kan?" Tebak Raka, dia tahu bagaimana kekasih nya, suka berfikiran negatif.
" Lita cuma takut kakak ninggalin Lita dan memilih wanita pilihan orang tua kakak." Jawab Raka, benar saja. Pikiran Lita pasti tak jauh dari hal seperti itu.
" Gak akan pernah, kamu kekasih ku selama nya. Mungkin nanti akan berubah status menjadi Nyonya Raka." Ucap Raka, serius.
" Jangan menangis sayang, aku akan mempertahankan dirimu. Bukan hal mudah untuk meluluhkan hati mu dan mendapat kepercayaan dari abang mu, kakak takkan pernah melepaskan apa yang sudah kakak dapatkan, hanya karena orang lain." Jelas Raka, dia mengusap pipi Lita dengan lembut.
" Aku percaya pada mu kak." Ucap Lita, dia tersenyum.
" Bagus lah, kamu cuma perlu percaya pada ku."
" Kenapa dua hari tidak menelpon dan membalas pesan ku?" Tanya Lita.
" Ponsel ku hancur sayang, di banting sama ayah." Jawab Raka.
" Kenapa? Pasti ada alasan nya kan?" Tanya Lita.
" Karena di ponsel itu terdapat bukti yang memberatkan, jadi dia menghancurkan nya." jawab Raka lagi.
" Apa?"
" Sudahlah, kamu akan terkejut jika tau keluarga ku bagaimana." Ucap Raka, dia mengelus pucuk kepala Lita.
Raka masih belum siap untuk memberitahu Lita, bahwa dia berasal dari keluarga yang berantakan. Dia bahkan tak tau siapa ayah kandung nya.
" Aku akan menerima apa pun keadaan kakak." Ucap Lita.
__ADS_1
" Terimakasih sayang." Ucap Raka, dia kembali mencium pipi Lita.
" Ehmmm, aku udah cium-cium kamu, tapi aku belum cuci muka. Aku ke toilet dulu ya, hehee." Ucap Raka sambil terkekeh.
" Ihhh iya, jorok nya." Ucap Lita.
" Kamu gak nolak sayangku." Ucap Raka mengelak.
" Karena aku rindu." Jawab Lita sambil tersenyum manis.
Raka hanya balas tersenyum dan mengacak-acak rambut Lita, dia pun pergi ke toilet.
Haris datang dengan menenteng beberapa paperbag dan kantong kresek.
" Sudah bangun dek, dimana Raka?" Tanya Haris, karena tak melihat keberadaan kekasih adik nya itu.
Seketika otak jahil Lita mode on, dia ingin menjahili abang nya.
" Kak Raka? Dia kan di amerika, belum pulang." Jawab Lita, dengan wajah serius yang di buat-buat.
" Dia sudah pulang tadi malam Dek, maka nya kakak pulang dulu." Ucap Haris.
" Enggak bang, kalo kak Raka udah pulang dia pasti ada disini kan?"
" Tapi semalam kakak yakin dia pulang, dia nyuruh abang pulang dan dia yang bakal jagain kamu selagi abang pulang." Jelas Haris.
Ceklek.
Pintu toilet terbuka dan menampilkan sosok Raka dengan wajah yang basah dan rambut nya juga.
" Ada apa Ris? Natap gue segitu nya." Tanya Raka, Haris belum menjawab. Dia melirik ke arah Lita yang sudah tertaw cekikikan.
" Kau menjahili ku dek." Ucap Haris kesal.
" Baru saja aku akan marah karena kau meninggalkan adik ku, Raka."
" Cuma ke toilet bentar, kebelet." Ucap Raka.
" Iya dia menjahili ku Raka."
" Jahil Mode On." Ucap Lita.
🌻🌻🌻
jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️
__ADS_1
tap favorit juga yaww😍