Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Kegiatan Favorit


__ADS_3

Sore hari nya, Raka pulang ke rumah haris dengan keadaan mood yang berantakan. Setelah bertemu lagi dengan Helena, dia menjadi uring-uringan.


" Kakak, Lita kangen.." Ucap Lita di depan pintu. Dia tersenyum manis, menyambut sang pujaan hati dengan mesra nya.


" Sama kakak juga sayang, gimana di kampus?" Tanya Raka dengan lembut.


" Biasa aja sih kak, cuma orang-orang jadi tau kalau kita pacaran." Ucap Lita.


" Gapapa dong, dengan begitu mereka jadi tau kalau kamu milik Kakak." Ucap Raka, dia mencolek hidung mancung Lita.


" Yeee, belum resmi. Kalau kita udah nikah ,baru deh Lita jadi milik kakak." ucap Lita memancing.


" Bersabar lah sebentar lagi ya, kakak janji bakal meresmikan hubungan kita." Ucap Raka dengan penuh keyakinan.


" Jangan lupa, Lita itu perempuan. Semua perempuan butuh kepastian." Ucap Lita mengingatkan.


" Jadi cerita nya ngebet nikah nih?" tanya Raka, menggoda Lita.


" Ehhh, bukan gitu kak. Kakak mah suka menyalah artikan, Lita kan cuma butuh kepastian. Bukan cuma janji tapi bukti." Ucap Lita dengan pipi yang kemerahan.


" Pipi mu menjawab semua nya, sayang." Ucap Raka, dia mencubit kedua pipi tembem Lita dengan gemas.


" Kekerasan dalam hubungan, bisa di laporkan dengan pasal penganiayaan. Ingat." Ucap Haris. Dia muncul dari belakang Lita, dengan pakaian santai nya.


" Ganggu momen aja sihh." Ucap Raka ketus.


" Jangan lupa pacar Lu tuh adek gue." Jawab Haris tak kalah ketus nya.


" Iya iya kakak ipar." Ucap Raka, dia gemas dengan kedua kakak beradik ini. Mereka selalu kompak jika masalah merusak moment.


🌻


Malam hari, Raka sedang duduk di teras. Pikiran nya menerawang jauh, memikirkan bagaimana hubungan nya dengan Lita kedepan nya. Jujur saja, Ibu nya pasti akan menentang hubungan mereka.


Ibu Raka selalu mementingkan kasta, level sebuah keluarga. Lita terlahir dari keluarga sederhana, walau pun kakek nenek mereka kaya tapi tidak dengan ayah dan ibu nya.


" Melamun aja kak, kenapa?" Tanya Lita, dia langsung mendekat pada Raka saat melihat nya termenung di teras.


" Enggak kok yang, cuma lagi ruwet aja banyak kerjaan." Jawab Raka berbohong, ia tak ingin memberitahu Lita tentang masalah nya.


Selain masalah orang tua nya, dia juga di pusingkan dengan kembali muncul nya mantan dari masa lalu nya, Helen. Wanita itu sudah sangat mengusik ketentraman Raka.


" Heemm, beneran nih?" Tanya Lita menyelidik.


" Iya sayang, gak belajar?" Tanya Raka balik.


" Udah kak, baru aja selesai." Jawab Lita.


" Keluar yuk, beli jajanan atau cemilan gitu." Ajak Raka, ia hanya ingin mendinginkan pikiran nya. Bersama Lita lah solusi nya.


" Ihhh ayokk, kenapa gak dari tadi kak." Ucap Lita, lalu dengan cepat dia pergi ke kamar nya untuk mengganti baju nya.


" Mau kemana Ka?" tanya Haris, dia membawa secangkir kopi.

__ADS_1


" Mau keluar dulu bentar, pengen ngademin otak." jawab Raka.


" Jangan jauh-jauh ya, Lita harus belajar." Peringat Haris.


" Iya, cuma beli cemilan. Gue suka ajakin Lita jajan, soalnya gue suka lupa sama masalah gue karena tingkah lucu nya." Jawab Raka.


" Yaudah, jangan lupa beliin buat kakak ipar lu." Ucap Haris mengingatkan.


" Ama makanan aja cepet Lu." Gerutu Raka, kakak beradik itu jika marah pasti lari nya ke makanan.


" Yuk kakk." Ucap Lita, dia sudah siap dengan celana panjang dan hoodie nya. Udara malam ini cukup dingin, memang.


" Gue pergi dulu." Pamit Raka, Haris hanya mengangguk saja.


Tadi nya dia ingin menemani Raka duduk di teras dengan kopi, tapi Raka lebih memilih pergi dengan Lita.


" Adek gue merebut sahabat gue." Gumam Haris dengan senyuman kecil di ujung bibir nya.


🌻


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya mereka berdua sampai di tempat Lita suka jajan.


" Surga nya jajanan kak." Ucap Lita dengan girang.


" Kamu ini yang, di ajakin ke tempat gini aja udah seneng minta ampun." Ucap Raka, dia mengelus kepala kekasih nya dengan lembut.


" Terus Lita harus pura-pura gak seneng gitu? Lita gak bisa, ini kegiatan favorit Lita." Jawab Lita.


" Yaudah, ayok turun beli apa pun yang kamu mau ya." Ajak Raka, benar saja mood nya membaik jika bersama Lita.


" Mau apa dulu?" Tanya Raka.


" Sempol aja kak." Jawab Lita sambil menunjuk ke arah gerobak yang menjual makanan yang di tusuk itu.


" Oke, jadi kita mulai dari ujung dulu." Ucap Raka, dia pun menarik lembut tangan Lita ke arah makanan yang dia mau.


" Bang, sempolan nya 10 tusuk." ucap Lita, abang itu mengangguk dan tak butuh waktu lama, Lita sudah menenteng kresek kecil berisi sempolan yang masih hangat, lengkap dengan saus nya.


Lita dan Raka duduk di sebuah bangku panjang, yang memang tersedia untuk pembeli yang mengantri.


" Mau? Enak loh kak." Ucap Lita menawari jajanan nya, sebelum nya Raka belum pernah memakan jajanan seperti ini.


Raka mengambil satu tusuk dari plastik dan mencoba nya.


" Enak juga." ucap Raka, dia tersenyum melirik Lita.


" Iya dong, maka nya sesekali jajan disini kak, jangan di restoran atau di mall mulu." Ucap Lita, disela makan nya.


Mereka pun memakan sempolan itu hingga habis, setelah membayar Raka dan Lita pun melanjutkan perburuan kuliner pinggir jalan.


" Mau cilor kak " Rengek Lita.


" Beli dong, kenapa harus merengek sih?"

__ADS_1


" hehehe, gapapa sih biar keliatan manja aja." Jawab Lita konyol, itu lah poin plus untuk Lita. Selalu bertingkah konyol, dan itu selalu membuat Raka tertawa.


Lagi-lagi Lita membeli makanan dengan semangat nya, tentu di temani Raka dengan setia menunggui kekasih nya yang gila jajan ini.


" Kenyang ah, pulang yukk." Ajak Lita, dia sudah hampir membeli semua jajanan yang tertata rapi di tepi jalan itu.


" Puas jajan nya?" Tanya Raka meledek Lita.


" Puas kak." Jawab Lita datar, dia tau Raka sedang meledek nya.


" Yaudah beliin buat abang mu di rumah juga, setelah itu kita pulang." Ucap Raka, dia ingat jika Haris juga nitip cemilan.


" Okey." Jawab Lita.


🌻🌻


Setelah memesan makanan untuk Haris dan membungkus nya, mereka berdua pun pulang ke rumah.


" Yang, bisa gak malam ini kakak pengen tidur sama kamu lagi?" Tanya Raka pelan.


" Boleh kak, masuk aja. Pintu nya gak bakal Lita kunci kok." Jawab Lita, entahlah Raka selalu ingin di dekat Lita saat ini.


" Iya, nanti kakak masuk." Ucap Raka lagi, dengan senyuman manis nya.


" Lita bisa diabetes kalo keterusan deket sama kakak." Ucap Lita, dia memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil.


" Loh kenapa?" Tanya Raka.


" Senyum kakak manis." Jawab Lita


" Udah pinter gombal ya kamu sekarang?" Tanya Raka, dia mengacak rambut Lita dengan gemas.


" Bella yang ngajarin kak." Jawab Lita.


" Bella, siapa dia? Bukan nya nama mu juga bella?" TanyA Raka.


" Dia sahabat ku di kampus kak, kebetulan aja nama nya sama." Jawab Raka.


" Jangan-jangan kalian kembar?"


" Iya kembar beda bibit nya." Jawab Lita, sontak saja itu membuat Raka tertawa.


" Udah ngerti bibit nih." Ledek Raka lagi.


" Ciieee, bocah tukang jajan udah dewasa ya?" Ledek Raka lagi.


" diem ah, jangan mojokin Lita terus " Gerutu Lita, dia menepuk tangan Raka yang sedang menyetir.


🌻🌻🌻🌻


Lita nya doyan jajan🤭


__ADS_1


**maaf kalo banyak typo☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**


__ADS_2